Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X Gufron Amirullah; Ani Marlina; Anggi Yuliyani Pramita; Rizkia Suciati; Yuni Astuti
BIOEDUSCIENCE Vol 3 No 2 (2019): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/j.bes/3266-733636

Abstract

Background: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup di SMAN 64 Jakarta Timur. Metode: Metode yang digunakan Quasy Experimental, desain Posttest-Only Control Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes uraian sebanyak 10 soal yang terintegrasi dengan empat indikator kemampuan berpikir kreatif (Fluency, Flexibility, Originality, dan Elaboration). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar85,97 lebih besar dari kelas kontrol sebesar 70,02. Uji hipotesis melalui uji t dengan taraf signifikansi 1% diperoleh nilai thitung (8,96) dan ttabel (2,38), karena thitung> ttabel maka H0 ditolak. Sehingga terdapat pengaruh yang sangat signifikan kemampuan berpikir kreatif antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas X pada materi perubahan dan pelestarian lingkungan hidup di SMA Negeri 64 Jakarta Timur.
EDUKASI PENGGERAK PKK DALAM PENGOLAHAN SISA ORGANIK RUMAH TANGGA BERBASIS ECOPRENEURSHIP Rizkia Suciati; Suci Lestari; Hilman Faruq; Eka Nana Susanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19464

Abstract

Abstrak: Komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah organik, khususnya sampah sisa makanan yang mencapai 41,27%. Kurang lebih 38,28% dari sampah tersebut bersumber dari rumah tangga. Selain itu, sampah organik juga merupakan kontributor terbesar dalam menghasilkan emisi gas rumah kaca jika tidak terkelola dengan baik. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah organik sangat penting dan perlu menjadi perhatian utama, khususnya sampah sisa makanan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberdayakan ibu-ibu penggerak PKK yang berjumlah 15 orang. Metode yang digunakan yaitu self-directed learning dan project-based learning Tahap pertama, ibu-ibu diberikan edukasi danpre-test, lalu diberikan pengenalan dan tutorial mengenai penggunaan alat. Selanjutnya pada tahap praktik, ibu-ibu diberikan pengetahuan mengenai tata cara memilah, mengolah, dan membuat produk dari sisa organik rumah tangga, setelah itu diberikan post-test sebagai tahap evaluasi. Nilai rata-rata pre-test dan post-test tentang waste management adalah 33,59 meningkat menjadi 84,23. Edukasi penggerak PKK berbasis ecopreneurship dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pengolahan sisa organik rumah tangga.Abstract: The composition of waste in Indonesia is dominated by organic waste, especially food waste, which reaches 41.27%. Approximately 38.28% of this waste comes from households. Organic waste is also the biggest contributor to greenhouse gas emissions if not managed properly. Therefore, community service activities to increase knowledge regarding organic waste management are very important and must be a main concern, especially food waste. Community service activities are carried out by empowering 20 responden from PKK. The methods used are self-directed learning and project-based learning. In the first stage, mothers are given education and a pre-test, then an introduction and tutorial on using the tools. Next, in the practical stage, mothers are given knowledge about the procedures for sorting, processing, and making products from organic household waste, after which they are given a post-test as an evaluation stage. The average pre-test and post-test score regarding waste management was 33.59, increasing to 84.23. Ecopreneurship-based PKK education can increase knowledge regarding the processing of household organic waste.
Profil Keterampilan Komunikasi Verbal dan Non-Verbal Mahasiswa pada Perkuliahan Praktikum Vertebrata Rizkia Suciati; Agus Pambudi Dharma; Nur Aini Puspitasari
Didaktika Biologi: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 1 (2026): DIDAKTIKA BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/didaktikabiologi.v10i1.1712

Abstract

Framework Partnership 21st Century menjelaskan bahwa mahasiswa dituntut untuk memiliki keterampilan yang dapat menunjang kecakapan hidup abad 21. Salah satu dari keterampilan tersebut adalah keterampilan komunikasi. Biologi merupakan cabang ilmu sains yang bermuatan praktikum dan penting bagi mahasiswa untuk dapat mengomunikasikan hasil praktikumnya, salah satunya adalah Vertebrata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil keterampilan  komunikasi verbal dan non-verbal mahasiswa pada perkuliahan bermuatan praktikum, khususnya topik Amphibi dan Mammalia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan subyek 32 mahasiswa Pendidikan Biologi semester 3. Keterampilan komunikasi diukur melalui observasi presentasi (verbal) dan analisis laporan praktikum (non-verbal) berdasar pada indikator keterampilan abad XXI yang dikembangkan oleh Greenstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi verbal mahasiswa lebih tinggi dibandingkan non-verbal, dengan rata-rata sebesar 77,72% (Mammalia) dan 68,59% (Amphibi), sedangkan keterampilan komunikasi non-verbal sebesar 64,74% (Amphibi) dan 54,86% (Mammalia). Perbedaan ini dipengaruhi oleh tingkat familiaritas konsep, di mana topik Mammalia lebih dekat dengan pengalaman mahasiswa dibandingkan Amphibi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa perkuliahan bermuatan praktikum perlu diintegrasikan dengan strategi dan penilaian keterampilan komunikasi, adanya feedback berupa penguatan komunikasi tertulis berbasis scientific writing dan argumentasi ilmiah dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan komunikasinya.
Development of Heyzine Flipbook on Regulatory System Content Integrated with the Qur'an Ranti An Nisaa; Ayu Fadila; Rizkia Suciati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 4 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i4.9297

Abstract

21st-century learning is closely related to technology integrated into learning. Education and learning are expected to be able to apply technology by developing digital technology-based learning media. The national education goals and core competencies in the 2013 curriculum in Indonesia require that every learning must foster Islamic values. This study aims to produce a media flipbook, Heyzine, integrated with the Qur'an on the material of the regulatory system. The development (R&D) is adapted from the ADDIE development model, which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The analysis was conducted by examining students' and teachers' needs for learning media for biology content considered difficult. Design included designing media objects and content. Development included creating learning media using the Heyzine application in flipbook format. Implementation included testing the media on students after validation by experts and revisions. Evaluation was conducted to determine the feasibility of the developed media. Assessment validation was carried out by media experts, material experts, linguists, and Qur'anic commentators using questionnaires. The media that had been validated by experts was then tested on Muslim students in grade 11 science, which was divided into two stages, namely a small scale with 29 students and a large scale with 145 students, using questionnaires and interviews as validated by empiricism. It was found that media experts gave a score of 90%, material experts 86.1%, linguists 94.2%, and Qur'anic commentators 94%. The small-scale trial achieved a score of 85.6%, and the large-scale trial achieved a score of 90.5%. Therefore, the flipbook learning media on the Integrated Al-Quranic Regulatory System was declared highly suitable for use as a learning medium. By producing a flipbook Heyzine integrated with the Al-Quran on the regulatory system content, it is hoped that this technology-based learning will continue to prioritize comprehensive Islamic values ​​in biology learning.