Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Perkembangan Radio Sebagai Pers Elektronik Di Madiun Tahun 1998-2013 Yara Ardiningtyas; Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 02 (2015)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.053 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v5i02.890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan radio yang ada di Madiun pada tahun 1998-2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Jenis pendekatannya adalah pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara (interview), dokumentasi dan observasi lapangan. Dalam menganalisis data menggunakan metode wawancara (interview) dan penelitian lapangan (research). Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang didalamnya terdapat 3 tahapan yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi atau proses penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa perkembangan radio di Madiun dari tahun 1998-2013 mengalami perkembangan. Indikasi mengalami perkembangan adalah radio-radio di Madiun dalam segi teknologi penyiaran sudah tudak lagi menggunakan analog melainkan sudah menggunakan komputerisasi. Program acara yang dimiliki setiap radio di Madiun juga mengalami perkembangan yaitu dengan munculnya program-program baru yang lebih kreatif dan inovatif sehingga digandrungi oleh pendengar radio. Setiap radio kini juga mempunyai pemancar yang permanen yang terletak di studio siarannya, sehingga jangkauan siaranya lebih luas dan lebih jelas dan dapat dinikmati oleh semua masyarakat Karisidenan Madiun. Informasi dari segala bidang (pendidikan, ekonomi, sosial budaya, politik dan kewirausahaan) dapat diperoleh oleh masyarakat dari berbagai golongan. Berkembang dan bertahanya radio di era modern ini juga merupakan bukti bahwa masyarakat juga masih percaya dengan radio. Sebagai sarana publikasi dan memperoleh informasi dengan cepat dan relatif murah dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga radio dapat dikonsumsi dari berbagai kalangan masyarakat. Radio yang ada di Madiun juga menjalankan fungsinya sebagai sosial kontrol, sumber informasi, dan sebagai hiburan.
Perkembangan Kota Madiun Sebagai Kota Gadis Tahun 2000-2013 Yudi Hartono; Dodeik Phrasetyo; Yuli Astutik; Dewi Sugiarti; Intan Permata Sari
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 02 (2014)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.611 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v4i02.829

Abstract

Kota Madiun adalah sebuah kota berpenduduk kurang lebih 170.000 jiwa terletak di bagian barat Provinsi Jawa Timur. Kota Madiun sesuai dengan visinya menjadi Kota Perkembangan Perekonomian Bagian Barat Provinsi Jawa Timur dengan mengedepankan tiga indikator perkembangan laju perkonomian yaitu “GADIS” yang memiliki kepanjangan Kota Perdagangan, Pendidikan, dan Industri. Penelitian ini akan mengungkap pola perkembangan Kota Madiun sebagai Kota perdagangan, pendidikan, dan industri. Metode Penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka, Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi  dan analisis data menggunakan analisis interaktif oleh Milles dan Hubberman. Kota Madiun sejak tahun 2000 mulai berkembang pesat dengan mengedepankan banyak pembangunan di tiga bidang perdagangan, pendidikan, dan industri dengan masing-masing menuai hasil PAD Tahun 2010 hingga Rp. 41.757.000.000. Hasil tersebut didapat dari hasil perdagangan baik di bidang hasil panen pertanian/perkebunan, hasil perdagangan pasar tradisional/ritel/modern, 7 industri besar di Kota Madiun, dan sekolah-sekolah dengan pendidikan berkualitas mulai SD hingga Perguruan Tinggi.
Profil Kuli Panggul Perempuan Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Farah Wahyuni Idha Salasin; Yudi Hartono
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.458 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i01.905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil akan kuli panggul perempuan, terkait dengan kesejarahan kuli panggul, faktor-faktor yang mendasari bekerja sebagai kuli panggul serta interaksi kuli panggul baik dengan keluaraga, masyarakat serta antar kelompok kuli panggul di pasar sayur kota Magetan. Lokasi penelitian di Desa Selotinatah Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Sumber data berupa Informan, Arsip dan Dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah perangkat desa Selotinatah, Ketua SPSI Cabang pasar sayur magetan dan Kuli panggul perempuan dari Desa Selotinatah. Sedangkan Arsip maupun dokumen yang digunakan meliputi bahan pustaka, data dari SPSI Cabang Pasar Sayur Magetan, profil desa Selotinatah serta Data dari BPS. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan wawancara (Interview), Observasi dan dokumentasi.  Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran data dengan menggunakan triangulasi sumber penelitian. Sedangkan analisis data menggunakan tiga teknik yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuli panggul perempuan di Desa Selotinatah bisa dikatakan telah membudaya, padahal untuk sekarang bagi perempuan menjadi TKW menjadi primadona dalam bekerja. Meskipun begitu, pemilihan pekerjaan ini tidak lain bagi perempuan, tetap ingin menjalankan perannya sebagi ibu rumah tangga. Pekerjaan sebagai kuli dijalani oleh perempuan desa Selotinatah sejak tahun 1970-an. Faktor yang mendasari mereka memilih bekerja sebagai kuli selain ketersediaan pekerjaan di desa juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan serta topografi desa Selotinatah. Terkait dengan interaksi baik dengan keluarga, masyarakat dan antar sesama kuli panggul tetap dapat terjalin dengan berbagai kegiatan khusus perempuan “ibu-ibu” baik di desa maupun di pasar sendiri.
Community-Based Tourism in Kresek Village, Madiun, East Java Yudi Hartono; Bambang Soemardiono; Soebijantoro Soebijantoro
Jurnal Internasional Ilmu Pengetahuan Terapan bidang Pariwisata dan Events Vol 5 No 1 (2021): June 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/ijaste.v5i1.2366

Abstract

Purpose: This research aims to reveal the role of community in tourism development and formulate community-based tourism in historical tourism areas of Kresek Monument in Kresek Village, Wungu District, Madiun Regency, East Java. Research methods: This research is carried out with a qualitative explorative method. Data was collected through in-depth interviews, observations, Focus Group Discussions, and the study of documentation. Data validity was obtained through source triangulation. Data analysis with interactive analysis model. Results and discussions: The result shows that the people succeeded to transform historical trauma into tourism potential through various recreational and educational activities, but the absence of synergy of policies among the stakeholders becomes a hindrance in developing the historical tourism area. Through a series of Focus Group Discussions, the model of Community-Based Tourism (CBT) was formulated for the empowerment of people in developing tourism in the historical tourism areas in Kresek Village. The community is actively involved in the selection, planning, and evaluation the tourism development. These models can be implemented in rural tourism development. The result of implementation models can contribute to the improvement of the economy and standards of living in the local community, the sustainability of tourism, and environmental conservation. Conclusion: The result of the implementation model can contribute to the improvement of economic standards of living in the local community, the sustainability of tourism, and environmental conservation.
MASJID TEGALSARI JETIS PONOROGO (MAKNA SIMBOLIK DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL) Hadi Kusnanto; Yudi Hartono
Gulawentah:Jurnal Studi Sosial Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.439 KB) | DOI: 10.25273/gulawentah.v2i1.1359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna simbolik arsitektur Masjid Tegalsari Jetis Ponorogo dan potensinya yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data menggunakan sumber dan sekunder Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik coding model Strauss dan Corbin, dan keabsahan datanya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Arsitektur Masjid Tegalsari merupakan akulturasi corak Jawa, Islam, dan Hindu. Unsur-unsur masjid; mihrab, bangunan utama, serambi, tiang, atap, batu bancik, gapura, dan pagarnya memiliki makna yang dalam sebagai tuntunan hidup. Makna-makna dari simbulnya berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal khususnya sejarah agama Islam. Dengan menjadikan lingkungan sekitar atau dinamika masyarakat yang berada di sekitar dimungkinkan peserta didik dapat mengkontektualkan pelajaran sejarah Islam sehingga mudah memahami dan menjadikannya sebagai edukasi, inspirasi, rekreasi, dan pada akhirnya tumbuh kesadaran sejarahnya.
Pengembangan Model Internalisasi Nilai Kesenian Dongkrek Guna Meningkatkan Ketahanan Budaya Siswa SMA Kabupaten Madiun Muhammad Hanif; Yudi Hartono; Anjar Mukti Wibowo
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2019): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.979 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v3i2.14252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskrisikan nilai-nilai Kesenian Dongkrek dan merumuskan model internalisasinya yang tepat guna meningkatkan ketahanan budaya pada siswa SMA Kabupaten Madiun. Subyek penelitiannya adalah seniman Dongkrek, guru, dan siswa kelas X SMA Kabupaten Madiun. Penelitian ini dilaksanakan tahun 2018-2019 dengan menggunakan metode R&D. Prosedur pengembangan model internalisasi nilai yang digunakan mengadaptasi model pengembangan Gall, Gall, dan Borg. Model yang dikembangkan dianalisis dengan kriteria teoritis (penilaian ahli dan praktisi) dan kriteria secara praktis (hasil pengujian terbatas dan luas). Teknik pengujiannya menggunakan model single one shot case study dan analisis keefektivitasannya menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Kesenian Dongkrek mengandung nilai-nilai keutamaan dan berpotensi sebagai sumber memperkokoh ketahanan nasional dengan Model Nampe. Model Nampe secara teoritis layak digunakan untuk meningkatkan ketahanan budaya. Model ini secara praktis juga menunjukkan hasil positif dan lebih efektif dalam menginternalisasi nilai kesenian Dongkrek dalam meningkatkan ketahanan budaya siswa SMA Kabupaten Madiun.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Sejarah Monumen Kresek Kabupaten Madiun Soebijantoro Soebijantoro; Yudi Hartono; Khoirul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JPMI - Juni 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1079

Abstract

Kawasan wisata sejarah Monumen Kresek di Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun telah dikembangkan sejak 2012 sebagai sebagai wisata edukasi sejarah dan sosial. Masyarakat terlibat dalam pengembangan melalui Kelompok Sadar Wisata “Mekar”.  Masalah yang dihadapi adalah kurang dilibatkannya masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan karena belum adanya sinergi kebijakan dari para pemangku kepentingan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merumuskan model pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata sejarah agar masyarakat dapat lebih terlibat aktif dalam pemilihan, perencanaan dan pelaksanaan pengembangan wisata yang akan mewarnai kehidupan, keberdayaan dan kemandirian masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek. Metode pelaksanaannya adalah eksplorasi dan identifikasi masalah, Focus Group Discussion, workshop, dan pendampingan. Program pengabdian ini menghasilkan model pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata sejarah Monumen Kresek dengan keterlibatan aktif masyarakat sejak perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga evaluasi program pengembangan wisata. Pemberdayaan dititikberatkan pada partisipasi masyarakat dalam manajemen dan pengembangan potensi wisata.
Peningkatan Keterampilan Pokdarwis melalui Pelatihan History Tour Guide sebagai Implementasi MBKM Model Pemberdayaan Desa Novi Triana Habsari; Khoirul Huda; Rida Fahas; S Soebijantoro; Yudi Hartono; Sieva Inda Nurdianti
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i1.1911

Abstract

Desa Kresek berpotensi dalam pengembangan sebagai desa wisata. Terutama keberadaan monumen Kresek yang menjadi nilai ketertarikan pariwisata. Monumen Kresek adalah kawasan wisata yang dibangun pada masa orde baru memiliki fungsi peristiwa di Madiun 1948. Dalam pengembangannya melibatkan masyarakat setempat dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kresek. Sejak awal Pokdarwis telah memiliki peran aktif dalam pengembangan wisata Monumen Kresek. Sejak adanya penataan, terjadi peningkatan pengunjung yang datang ke Monumen Kresek. Sesuai identifikasi kebutuhan awal terdapat temuan informasi untuk memperkuat eksistensi pengembangan wisata sejarah Monumen Kresek dalam branding rekreatif & edukatif perlu dipersiapkan sumber daya Pokdarwis kompeten supaya dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Terutama yang menjadi pemandu wisata yang hingga sekarang ini menjadi kendala prioritas. Metode pengabdian kepada masyarakat dengan pelatihan dan pendampingan dengan melibatkan 10 anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Prosedur tahapan kegiatan ini dengan analisa identifikasi kebutuhan berdasarkan hilirisasi temuan tim penelitian di tahun 2019 dan 2020 serta hasil survey dan catatan FGD stakeholder dan Pokdarwis, rencana pelaksanaan kegiatan untuk realisasi kegiatan, Implementasi penerapan pelatihan dan pendampingan kepemanduan wisata serta evaluasi dan tindak lanjut program.
Integrasi Computational Thingking (CT) dalam Pembelajaran Sejarah Materi Masuknya Hindu Budha di Indonesia Elsa Devi Arsitha; Yudi Hartono; Siti Nurkholipah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah Indonesia merupakan sebuah mata pelejaran yang diampu di jenjang sekolah menengah ke atas (SMA). Pada era saat ini telah memasuki eran endidikan pada abad 21 yang merupakan sebuah implikasi perkembangan masyarakat dari masa ke masa. Dalam dunia pendidikan pendidikan abad 21 ini membawa perubahan dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Untuk memusatkan pembelajaran yang lebih memanfaatkan IPTEK, maka dibutuhkan Computational Thingking (CT) dalam pembelajarannya.Computational Thinking merupakan teribisan baru yang dikembangkan di Indonesia selama beberapa tahun terakhr. CT merypakan cara berpikir secara computer dengan menggunakan cara berpikir yang logis,sistematis, efektif dan efisien dalam menyelessaikan sebuah masalah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya CT sebagai konsep berpikir baru yang lebih modern dalam dunia pendidikan pada adad 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Pendidikan pada abad 21 dalam pembelajaran sejarah 2) Pemanfaatan CT dalam bidang pendidikan 3) Integrasi Computational Thinking (CT) dalam pembelajaran sejaran masuknya hindu budha di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan kuliatatif merupakan sebuah pendekatanyang digunakan untuk memahami suatu fenomena. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan melakukan observasi yang menggambarkan suatu informasi yang didapatkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Integrasi Computational Thingking (CT) dalam Pembelajaran Sejarah  Masuknya Hindu Budha di Indonesia, benar-benar dipusatkan dengan baik di saat pembelajaran tersebut dilaksanakan di kelas:
Pengembangan Media Wordwall untuk Melatih Keterampilan Computational Thinking Peserta Didik pada Materi Sejarah Hindu-Buddha di Indonesia Bella Merly Farohmatul Ummah; Yudi Hartono; Siti Nur Kholipah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran merupakan hal yang sangat diperlukan untuk menyampaikan dan menerima materi yang sedang di dibahas. Dalam artikel ini, Peneliti mengembangkan sebuah media pembelajaran wordwall yang didasarkan pada analisis kebutuhan serta potensi yang ada di SMA Negeri 5 Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek dalam penelitian dan pengembangan ini adalah peserta didik kelas X A SMA Negeri 5 Madiun. Instrumen pengumpulan data meliputi kuisioner melalui angket, tes CT, dan wawancara. Media wordwall yang dibuat oleh peneliti berisi konten materi tentang Sejarah berkembangnya Hindu Buddha di Indonesia. Adapun tujuan dari  penelitian dan pengembangan ini adalah untuk melatih keterampilan computational thinking (CT) peserta didik di kelas dan menguji kelayakan serta kemenarikan media wordwall yang digunakan sebagai media pembelajaran sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Wordwall yang dikembangkan efektif dalam melatih keterampilan CT peserta didik. Hasil tes CT yang menunjukkan peningkatan signifikan sebelum dan sesudah penggunaan media. Selain itu, tanggapan peserta didik terhadap penggunaan Wordwall dalam pembelajaran sangat positif, di mana peserta didik merasa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar Sejarah Hindu-Buddha.Implementasi media Wordwall tidak hanya membantu peserta didik memahami materi sejarah secara lebih mendalam, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan media Wordwall bisa digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran sejarah untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.