Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Quizwhizzer Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VI SD Nurdianti Siti Rukmana; Yudi Hartono; Ininik Endrawati
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pembelajaran matematika terkait dengan konsep turunan menggunakan pendekatan model pembelajaran kooperatif TGT (Teams Games Tournament) yang didukung oleh aplikasi QuizWhizzer. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa dari kelas VI-B SDN 03 Klegen Kota Madiun, dengan data yang dikumpulkan melalui partisipasi guru dan siswa. Metode pengumpulan data melibatkan tes dan observasi, serta analisis data secara kuantitatif.Dari hasil penelitian di SDN 03 Klegen Kota Madiun, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif TGT dengan dukungan QuizWhizzer efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi turunan. Terjadi peningkatan signifikan dalam pencapaian ketuntasan belajar siswa dari 50% pada siklus I menjadi 78,57% pada siklus II. Sementara itu, tingkat keaktifan siswa juga meningkat, dari 46% pada siklus I menjadi 91,6% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif TGT dengan bantuan QuizWhizzer mampu meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika di kelas VI-B SDN 03 Klegen Kota Madiun.
Strategi Guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 2 Geger 2024 Dwi Galih Aji Wibowo; Yudi Hartono; Anjar Mukti Wibowo
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa pendidikan  penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat. Melalui pendidikan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan, membangun peradaban bangsa, melestarikan kebudayaan, dan lain sebagainya. Pemerintah menaruh perhatian serius pada sektor pendidikan, karena kemajuan negara dimulai dari pendidikan. Perhatian  pemerintah antara lain meningkatkan anggaran pendidikan, mengambil kebijakan terkait peningkatan mutu pendidikan, menyelesaikan permasalahan pendidikan pada tingkat  dasar, menengah, dan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan mutu pendidikan agar mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Kurikulum pendidikan di Indonesia sendiri sudah banyak mengalami perubahan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Harapan berubahnya kurikulum dapat membuat pendidikan menjadi lebih baik. Kurikulum yang di gunakan oleh sistem pendidikan Indonesia saat ini adalah Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini merupakan kurikulum yang di perbaharui dari versi sebelumnya yaitu kurikulum 2013.Kurikulum ini digunakan bagi sekolah yang sudah mampu atau sekolah yang sudah bisa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi guru dalam implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 2 Geger. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasi;, 1) penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 2 Geger sudah diterapkan sejak 2 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2022, 2)strategi yang diterapkan oleh guru ips di smpn 2 geger meliputi;pembelajaran diluar kelas, diskusi, permainan/games 3) masalah yang dihadapi oleh guru dalam implementasi kurikulum merdeka pada mata pelajaran ips adalah peserta didik yang masih tetap harus dituntun dan jelaskan tidak bisa langsung dilepaskan secara mandiri. 4) solusi bagi masalah yang dihadapi oleh guru pendidik adalah dengan cara menggunakan contoh langsung sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini.
Problematika Penggunaan ChatGPT Pada Pembelajaran Sejarah Di SMA Setya Yoga Pratama; Yudi Hartono; Siti Nurkholipah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara tentang pembelajaran sejarah di sekolah, tidak dapat dilepaskan dari fakta dan sumber sejarah. Pada pembelajaran berbasis digital ini berbagai informasi tak terkecuali tentang sejarah bahkan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah dengan bantuan kecerdasan buatan seperti ChatGPT. Artikel ini betujuan untuk mengkaji berbagai probematika yang timbul dari pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran sejarah di SMA, serta menawarkan solusi guna mengatasi tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penggunaan ChatGPT terdapat permasaahan pada sektor (1) akurasi data dan sumber pembelajaran;  (2) kemampuan berpikir kritis; dan (3) plagiarisme Simpulan dari penelitian ini menyarankan perlunya verifikasi informasi secara aktif oleh pendidik, integrasi teknologi ChatGPT yang dipertimbangkan secara cermat dalam kurikulum, pengembangan literasi digital siswa, serta pemanfaatan ChatGPT sebagai alat pendukung untuk memperdalam diskusi kelas. Dengan pendekatan yang hati-hati dan terstruktur, pemanfaatan ChatGPT dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembelajaran sejarah di SMA.
Dampak Penggunaan ChatGPT dalam Pembelajaran Sejarah di Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Vicky Diliana Sagita Putri; Yudi Hartono; Siti Nurkholipah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di abad 21 teknologi sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Teknologi telah menjadi faktor pendorong utama dalam perkembangan manusia sepanjang sejarah. Dari zaman prasejarah hingga era digital saat ini, teknologi terus berevolusi dengan cepat, mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia salah satunya di bidang pendidikan. Munculnya teknologi AI ChatGPT memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi terlaksananya pembelajaran sejarah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan ChatGPT pada pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dari Dampak Penggunaan ChatGPT dalam Pembelajaran Sejarah di SMA menunjukkan bahwa : (1) ChatGPT menyediakan informasi yang dibutuhkan siswa dan dapat diakses setiap saat (2) ChatGPT tidak dapat menggantikan peran guru tetapi dapat menjadi alat untuk mendukung proses pembelajaran (3) ChatGPT menyebabkan siswa bergantung pada teknologi dan kurang berusaha untuk berpikir dalam mencari informasi sendiri yang menyebabkan siswa menyalin jawaban secara langsung tanpa memahami materi sehingga mucul plagiarisme. Simpulan dari penelitian ini, menyarankan agar ChatGPT hanya digunakan sebagai alat untuk mendukung proses pembelajaran. Dalam prakteknya guru harus mengajarkan siswa untuk memverifikasi dahulu informasi yang diperoleh dari ChatGPT karena tidak sepenuhnya informasi yang diberikan benar dan membiasakan siswa agar tidak langsung menyalin jawaban yang nantinya menyebabkan mereka melakukan plagiarisme.
Literasi sejarah pendidikan pesantren dan nilai-nilai keteladanan kiai (studi di pp sabilil mutaaqien Takeran Magetan Jawa Timur) Rani Lily Arseat; Yudi Hartono; Novi Triana Habsari
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 1 (2022)
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejarah dan perkembangan Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, Takeran, Magetan Jawa Timur, peran dan keteladanan Kyai Imam Muryid Muttaqien dalam mengembangkan Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien tahun 1943-1948. Metode yang digunakan adalah kualitatif historis. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Validitas data melalui triangulasi dan kritik sumber. Analisis data dengan analitis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sejarah berdirinya dan perkembangan Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien tidak jauh dari pola perkembangan pesantren di Indonesia pada umumnya yang berawal dari keberadaan pemimpinan kiai yang mendapat pengakuan dari masyarakat; 2) Kyai Imam Mursyid Muttaqien berperan penting dalam perkembangan Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien dengan perubahan-perubahan sistem dan institusi pondok pesantren tanpa menghilangkan ruh pendidikan pesantren dan tarekat yang dianut, yakni Tarekat Syathariyah; 3) Perjalanan hidup dan kepemimpinan Kyai Imam Mursyid mengandung nilai-nilai yang dapat diteladani dari generasi ke generasi, yakni semangat menuntut ilmu dari berbagai bidang keilmuan, bersedia menerima mandat kepemimpinan di usia muda, melakukan pembaruan sistem dan institusi pendidikan pesantren tanpa meninggalkan ruh pendidikan pesantren dan Tareikat Syathariyah, serta mempertahankan pesantren dari ancaman pihak luar.
Persepsi Guru dan Siswa Terhadap Kurikulum Merdeka Belajar Mata Pelajaran Sejarah Kelas X (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Jiwan) Koffifah Indaka Darajati; Yudi Hartono; Anjar Mukti Wibowo
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum menjadi faktor penting dalam proses pembeblajaran di dunia pendidikan. Awal tahun 2020, Indonesia sedang dilanda krisis pandemi yang juga berdampak pada pendidikan. Kondisi ini menggeser kegiatan belajar mengajar semula tatap muka menjadi pembelajaran daring. Untuk mengatasi menurunnya prestasi akademik yang disebabkan oleh pandemi, rencana pemerintah ialah dengan merancang kurikulum yang baru adalah kurikulum Merdeka. selama penerapan kurikulum Merdeka mendapati masalah yang ditemui oleh guru. Guru mengalami kendala dalam penerapan kurikulum yang baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk megungkap persepsi guru dan siswa dalam pembelajaran Sejarah yang menggunakan kurikulum Merdeka belajar di SMA Negeri 1 Jiwan. Metode penelitian ini memakai metode kualitatif pada pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data berbentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menurut hasil penelitian, 1) pelaksanaan kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Jiwan sudah diimplementasikan semenjak 2 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2022, 2) persepsi guru terhadap kurikulum Merdeka dipengaruhi oleh faktor pengetahuan guru yang luas, sehingga mempengaruhi persepsinya terhadap kurikulum Merdeka, 2) persepsi siswa terhadap kurikulum Merdeka juga dipengaruhi oleh pengalaman siswa selama menerapkan kurikulum merdeka. Siswa merasa dengan adanya kurikulum Merdeka sangat membantu dalam proses pembelajaran, 3) perbedaan persepsi guru dan siswa kepada kurikulum Merdeka menjadi hal yang wajar dan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi guru dan siswa terhadap kurikulum Merdeka sangat beragam dan menganggap bahwa kurikulum Merdeka sangat membantu guru maupun siswa dalam proses pembelajaran.
Perspektif Guru terhadap Computational Thinking pada Pembelajaran Sejarah Nila Kharismaputri; Yudi Hartono
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif guru terhadap penerapan Computational Thinking (CT) dalam pembelajaran sejarah di sekolah menengah. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan guru sejarah dari Sekolah Menengah Atas. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru mengakui potensi besar CT dalam meningkatkan keterampilan analitis dan pemecahan masalah siswa. Namun, mereka juga menghadapi tantangan signifikan, termasuk kurangnya pelatihan yang memadai dan keterbatasan sumber daya digital serta infrastruktur. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut dan memanfaatkan peluang yang ada guna meningkatkan efektivitas pembelajaran sejarah. Rekomendasi ini mencakup penyediaan pelatihan yang lebih baik bagi guru dan peningkatan dukungan teknologi di sekolah, dengan tujuan untuk memaksimalkan manfaat CT dalam pendidikan sejarah.
Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI SDN 03 Klegen Kota Madiun Nugroho Romdhoni; Ninik Endrawanti; Yudi Hartono
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

85%. Pada aspek keterampilan juga menunjukkan adanyapeningkatan skor pada siklus I, rata-rata skor mencapai 65,6 dengan 1 kelompok tuntas dan 3 kelompok tidak Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan di SD Negeri 03 Klegen Kota Madiun dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem based learning mata pelajaran IPA kelas VI berjalan dengan lancar. Ini dibuktikan dengan peningkatan hasilbelajar aspek kognitif dan keterampilan. Peneliti menggunkan penelitian tindakan kelas kolaboratif (PTKK) dilaksanakan 2 siklus dengan 1pertemuan setiap siklusnya. Peneliti ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjuukkan kenaikan nilai dari siklus I ke siklus II Hal initerlihat pada perkembangan skor aspek kognitif pada siklus I yang memperoleh skor rata- rata 68,5 dengan jumlah siswa tuntas 10 dan 10 siswa yang tidak tuntas. persentase ketuntasan belajar mencapai 50%. Siklus II peningkatan skor terlihat pada rata-rata skor menjadi 84,5 dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 17 orang dan tidak tuntas sebanyak 3 orang dengan persentase ketuntasan belajar mencapai mencapai 25%. Siklus IImemperoleh skor rata-rata 84,3 dengan 4 kelompok telah tuntas pada indikator yang ditentukan dan mencapai ketuntasan 100%
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE PICTURE AND PICTURE PADA MATERI EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN SIRAPAN 02 KABUPATEN MADIUN Farida Handayani; Yudi Hartono; Karni
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.3828

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Cooperative Tipe Picture And Picture pada materi ekosistem pada kelas V SDN Sirapan 02 Kabupaten Madiun tahun ajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan dalam 2 siklus. Dalam setiap siklus memiliki empat tahapan yang meliputi tahap perencanaan,tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan yang terakhir tahap refleksi. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini meliputi teknik observasi selama tahap tindakan dilaksanakan dan tes hasil belajar siswa. Lalu untuk teknik analisis data dari penelitian ini adalah analisis data secara kuantitatif dan secara kualitatif. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Cooperative Tipe Picture and Picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Sirapan 02 Kabupaten Madiun tahun ajaran 2024/2025 pada materi ekosistem. Hal tersebut dapat dilihat dari siklus I yang rerata nilai gain sebesar 0,25 belum mencapai target penelitian, sedangkan pada siklus II telah berhasil mencapai target capaian yang disepakati dengan skor di atas 75 dengan peningkatan sedang yaitu sebesar 0,5.
Development of an E-Catalog of Dutch Colonial Relics in the Bekri Region of Central Lampung as a Local History Learning Resource Yudi Hartono; Nurfayatun Khasanah; Johan Setiawan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i1.6054

Abstract

This research addresses the need for localized history learning resources by developing an E-catalog of Dutch Colonial Heritage in the Bekri area of Central Lampung for use in SMAN 2 Metro. The objectives are: (1) to analyze students' learning needs, (2) to design an E-catalog as a local history learning source, and (3) to assess expert and practitioner feedback on the E-catalog design. The study employs the Research and Development (RD) method. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, and documentation. The validation process involves both media and material experts, followed by small group testing. The developed E-catalog showcases various Dutch colonial buildings from 1916 to 2024 in Bekri. Validation results indicate high feasibility. Material expert validation yielded an 80% score, categorized as "very good," while media expert validation scored 91%, also categorized as "very good." In small group testing involving ten students, five students rated the E-catalog as "very suitable" (100%), one student gave a "very suitable" score of 90%, one student rated it 85% ("very decent"), two students rated it 80% ("decent"), and one student rated it 60% ("quite decent"). The findings suggest that the E-catalog is a valid and effective local history learning resource. However, further large-scale testing is recommended to generalize the results. Future research may explore integrating interactive elements to enhance student engagement.