Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) pada Mata Pelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa Kelas V-A SDN 03 Nambangan Kidul Kota Madiun Tahun Pelajaran 2023/2024 Siti Komariyah; Purwandari Purwandari; Nanik Yuliani
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 3 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPA merupakan mata pelajaran yang sangat penting dipelajari oleh siswa. Dengan mempelajari IPA siswa bisa mendapatkan pengetahuan dan konsep yang terorganisasi tentang alam sekitar. Siswa mempelajari IPA untuk mengexsplore ide serta gagasan. Akan tetapi  mata pelajaran IPA dirasa sulit oleh sebagian siswa yang ada di SDN 03 Nambangan Kidul. Disini, banyak siswa yang memiliki masalah pada hasil belajar pada mata pelajaran IPA dimana peneliti tertarik untuk mecari tahu penyebab siswa memiliki hasil belajar yang masih rendah. Berdasarkan masalah tersebut peneliti akan mencari salusi yaitu dengan menerapkan pembelajaran yang berbasis masalah atau disebut juga dengan Problem Based Learning (PBL). Peneliti mengumpulkan informasi melalui observasi, tes, dan angket. Untuk menguji keberhasilan model Problem Based Learning peneliti melakukan tiga tahapan yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Setelah di implementasikan model pembelajaran berbasis masalah didapatkan hasil persentase ketuntasan pada tahap pra siklus yaitu 50,8% dengan didapatkan nilai rata-rata 72,5. Setelah kegiatan prasiklus peneliti melanjutkan tahap berikutnya yaitu siklus I dengan keberhasilan persentase ketuntasan 70,3% denagn rata-rata nilai 78,5. Siklus yang terakhir yaitu siklus II dengan keberhasilan persentase ketuntasan 92,5% dengan mencapai nilai rata-rata 85,5. Dapat ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwasannya implementasi model Problem Based Learning (PBL) sangat efektif diterapkan pada mata pelajaran IPA dimana bisa meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa kelas V-A SDN 03 Nambangan Kidul dengan materi peristiwa perubahan wujud benda.
Implementasi Model Pembelajaran PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar Matematika Pada Siswa Kelas 5 SDN 03 Nambangan Kidul Tahun Pelajaran 2023/2024 Amelinda Dwi Pangestika; Purwandari Purwandari; Nanik Yuliani
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa, (2) mendeskripsikan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa kelas 5A SDN 03 Nambangan Kidul melalui model pembelajaran PBL. Desain penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Subjek penelitian adalah siswa kelas 5A yang berjumlah 29 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklus mencakup empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa. Pada hasil belajar diketahui dari indikator hasil belajar siswa siklus I pada kategori kurang tinggi. Sedangkan pada siklus II seluruh indikator hasil belajar telah mencapai kategori sangat tinggi. Pada hasil aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat pada siklus I sebesar 50% (kurang aktif) sedangkan pada siklus II sebesar 90%(sangat aktif).
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa pada Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita Kelas V SDN 03 Nambangan Kidul Devita Rahmawati; Purwandari Purwandari; Nanik Yuliani
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 2 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan abad-21 mengharuskan siswa untuk mampu mempunyai kemampuan berpikir kritis. Adapun satu dari berbagai usaha yang mampu dilaksanakan guna menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kritis siswa ialah melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Model pembelajaran Discovery Learning ialah model pembelajaran yang mengharuskan siswa mencari atau menelusuri sebuah pengetahuan dengan berpikir secara mandiri. Di mana kegiatan belajar mengajar ini didalamnya pendidik hanya sebagai pengarah yang membimbing siswa, jika mengalami kesulitan dalam penemuan suatu informasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini mempunyai rumusan masalah berikut “bagaimanakah proses pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas V-A pada Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita di SDN 03 Nambangan Kidul?. Penelitian ini memakai jenis penelitian Tindakan Kelas (PTK) sedangkan cara mengumpulkan datanya, yakni dijalankan melalui teknik wawancara, observasi dokumentasi, dan tes serta penelitian ini menggunakan subjek siswa kelas V-A sebanyak 19 siswa. Hasilnya, penelitian ini memperlihatkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Discovery Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas V-A pada Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita secara klasikal, ditunjukkan dari presentase ketuntasan siswa di kegiatan pra siklus sebesar 68%, selanjutnya naik menjadi 79% di siklus I, dan naik kembali menjadi 100% di siklus II. Sehingga, kondisi ini dapat diartikan bahwa telah terjadi peningkatan presentase kemampuan berpikir kritis siswa secara klasikal dari pra siklus ke siklus I sebesar 11% dan terjadi peningkatan presentase kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar secara klasikal dari siklus I ke siklus II sebesar 21%.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 Menggunakan Media Game Wordwall Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Gaya Gravitasi SDN 04 Klegen Siti Nur Khofifa; Purwandari Purwandari; Setyaningsih Setyaningsih
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap masalah yang muncul, yaitu kurangnya minat belajar siswa yang disebabkan oleh kebosanan dalam proses pembelajaran. Sebagai solusi, peneliti memutuskan untuk menggunakan media pembelajaran baru, yaitu game Wordwall. Dalam kelas 4 SDN 04 Klegen, siswa menunjukkan keaktifan yanglebih besar dalam belajar saat diperkenalkan dengan hal-hal baru yang sebelumnya belum mereka temui. Penggunaan game Wordwall berhasil menarik minat siswa dan meningkatkan semangat mereka dalam pembelajaran. Guru kelas tersebut sering menggunakan media-media yang tersedia di sekitar, maka peneliti memutuskan untuk memberikan inovasi dengan mengintegrasikan media gameWordwall sebagai tambahan. Ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa, minatbelajar, dan hasil pembelajaran mereka dalam mata pelajaran IPAS dengan fokus pada materi tentang gaya di sekitar kita. Penelitian ini mengikuti tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil akhir menunjukkan bahwa sebelum menggunakan game Wordwall, hanya 3 siswayang mencapainilai KKM. Namun, padas iklus pertama, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 4 dengan rata-rata nilai 64. Pada siklus kedua, hasil belajars iswa meningkat signifikan dengan rata-rata nilai 83. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media gameWordwall efektif dalam menarik minat siswa dan meningkatkan hasil belajar mereka.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ipas dengan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Siswa Kelas IV SDN Karangmojo Taufiq Qurrohman; Purwandari Purwandari; Endang Hariyanti
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 4 (2023): Peran Pendidikan Dasar Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas IV SDN Karangmojo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV dengan jumlah siswa 15 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil nilai mata pelajaran IPAS pada pra siklus ialah dari 15 siswa sebanyak 6 siswa masih memiliki nilai <65 atau 40,90%, dan 9 siswa atau 59,09% memiliki nilai ≥ 65. Setelah siklus 1 hasil nilai mata pelajaran IPAS meningkat menjadi 15 siswa atau 90,90% yang memiliki nilai ≥65dan hanya dua siswa saja atau 9,09% yang memiliki nilai <65.
Peningkatan hasil belajar dan kemampuan berhitung pecahan melalui media flip paper pada siswa kelas 2 SDN Kartoharjo 1 Yuyun Kurniawati; Purwandari Purwandari; Yunay Arsih Eko
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 4 (2023): Peran Pendidikan Dasar Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung dan hasil belajar pada materi pecahan di kelas 2. Jenis penelitain yang digunakan ada;ah Penilitian Tindakan Kelas (PTK) yang daiwali dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek yang diamati dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 SDN Kartoharjo 1 sebanyak 19 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasilbelajar yang menggunakan nilai post tets dan kemampuan berhitung yang menggunakan lembar observasi. Tahapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Hasil penelitian adalah sebagai berikut, pada siklus 1 ketuntasan belajar siswa sebesar 63% kemudian pada siklus 2 meningkat menjadi 90%. Siswa yang belum tuntas pada siklus 1 adalah sebesar 37% dan pada siklus 2 menurun menjadi 10%. Kemampuan berhitung pada siklus 1 pada komponen konsep pecahan dengan indeks sebesar 3,15 pada siklus 2 menjadi 4,1.komponen simbol pecahan pada siklus 1 dari 2,89 menjadi 3,57 pada siklus 2. Komponen operasi pecahan dari 2,73 pada siklus 1 menjadi 3,05 di siklus 2. Berdasarkan datahasil belajar dan kemampuan berhitung pada siklius 1 dan 2 mengalami peningkatan.
Penggunaan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas 5 pada materi volume kubus dan balok di SDN dukuh 1 Yuni Dwi Astuti; Purwandari Purwandari; Sariyem Sariyem
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 4 (2023): Peran Pendidikan Dasar Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi volume kubus dan balok di SDN Dukuh 1 Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. Penelitian menggunaan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) meliputi empat tahapan yaitu, perencanaan, tindakan, pengamatan dan refeleksi. Subyek penelitian kelas V SDN Dukuh 1 yang berjumlah 10 siswa, meliputi 8 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Instrumen menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Terdapat peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa selama pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning pada siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dari prasiklus, siklus I, dan siklus II yaitu dengan nilai rata-rata klasikal 51 pada prasiklus, 69 pada siklus I, dan 87 pada siklus II. Sedangkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa dari pra-siklus hingga siklus II dengan skor rata-rata dari tahap prasiklus 49,38% menjadi 60,63% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 76,25 pada siklus II. Bedasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V di SDN Dukuh 1 kecamatan Bendo Kabupaten Magetan tahun ajaran 2022/2023.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Komposisi dan Dekomposisi Bangun Datar Dengan Media Puzzle Kelas IV di SD Negeri 04 Klegen Pinta Nur Ika Sari; Purwandari Purwandari; Setyaningsih Setyaningsih
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik tanpa mengabaikan kebutuhan bermain anak dengan menggunakan media pembelajaran edukatif puzzle di SD Negeri 04 Klegen. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Alur penelitian tindakan kelas terdiri dari “Perencanaan-Tindakan-Observasi-Refleksi”. Subyek dalam penelitian ini adalah 12 siswa kelas IV. Sumber data meliputi siswa, guru, dan kepala sekolah. Peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari peningkatan nilai yang diperoleh siswa dan peningkatan presentase pada setiap aspek yang diobservasi. Pada saat observasi, presentase aktivitas guru saat proses pembelajaran yakni dari siklis I 2,50% naik pada siklus II menjadi 4,16% terjadi peningkatan sebesar 1,66%. Pada aktivitas peserta didik juga terjadi peningkatan dari siklus I dari 2,30% pada siklus II naik menjadi 3,38% terjadi peningkatan sebesar 1,08%. Pada hasil belajar juga terjadi peningkatan dari siklus I 41,66% pada siklus II naik menjadi 75% terjadi peningkatan sebesar 33,34%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tujuan yang diharapkan sudah tercapai yaitu adanya peningkatan minat, senang, semangat dan keaktifan serta hasil belajar peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran yang berpengaruh pada peningkatan hasil belajar peserta didik.
Peluang Usaha Legget (Lele Nugget) Untuk Meningkatkan Nilai Jual Bagi Pembudidaya Lele Di Kabupaten Ponorogo Purwandari Purwandari; Ainun Rofiah; Andik Prasetiyiawan; Hanik Atur Rohmah; Ilham Cahyo Firdaus; Inmas Rahayu; Ira Marwiguna; Kartika Eka Mustika Yani; Lulud Rahmawati; Naili Hidayati; Nur Rochim Wijaya; Yunia Nur Rohmayani
Buletin Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/bppm.v3i1.20666

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat di Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara mengolah ikan lele sebagai Lele Nugget aneka rasa, dan melatih pembudidaya lele cara pengemasan Lele Nugget aneka rasa. Dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan pengolahan ikan lele sebagai lele nugget untuk membuka peluang usaha guna meningkatkan nilai jual lele bagi pembudidaya lele desa Wringinanom. Sosialisasi dilakukan untuk menambah wawasan para pembudidaya ikan lele di desa Wringinanom dalam hal menambah nilai jual lele sebagai olahan makanan yang menyehatkan. Strategi yang digunakan dalam pelatihan pengolahan lele nugget yaitu pemilihan bahan baku yang berkualitas, pencampuran bahan yang merata, teknik pengolahan yang tepat, teknik pengolahan yang tepat, dan pengujian produk. Desa Wringinanom terdapat 20 penduduk yang memiliki usaha budidaya lele, pada kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lele nugget ditujukan kepada kelompok pembudidaya ikan lele Anom Mina Jaya di desa Wringinanom Kabupaten Ponorogo. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan di sekretariat kelompok lele Anom Mina Jaya. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan  dua kali yaitu pada hari Minggu, 23 Juni 2024 dan hari Minggu, 7 Juli 2024. Bagi pembudidaya lele perlu menyiapkan ikan yang berukuran besar untuk memudahkan pengolahan ikan lele menjadi nugget dan meningkatkan nilai jual lebih tinggi dengan inovasi rasa yang lebih banyak agar dapat menarik minat konsumen.
Implementasi Modul Fisika Virtual Berbantuan Game untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di MA Kota Madiun Purwandari Purwandari
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i1.292

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui implementasi modul fisika virtual berbantuan game dalam prosses pembelajaran pada masa pandemi Covid-19. Modul fisika virtual berbantuan game diterapkan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta sehingga akan mempengaruhi peningkatan pada hasil belajar siswa. One grup pre-test post-test adalah metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini. One group pre-test post-test adalah kegiatan penelitian yang memberikan tes awal (pre-test) sebelum diberikan perlakuan, lalu setelah diberikan perlakuan barulah memberikan tes akhir (post-test). 25 siswa dari kelas XI IPA 3 MAN 2 Madiun akan terlibat dalam penelitian ini. Hasil respon siswa setelah diterapkannya modul fisika virtual berbantuan game menunjukkan 78,16 keterangan baik. Selain itu modul fisika virtual berbantuan game ini dinyatakan ole kelima validator dengan hasil CVR sebesar 1 dengan kategori sangat layak. Nilai N-Gain rata-rata untuk tingkat hasil belajar siswa sebesar 0,88 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil data penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa modul fisika virtual berbantuan game mampu meningkatkan hasil belajar siswa.