Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERANCANGAN MASTER PLAN TIK DINAS PERHUBUNGAN KOTA SINGKAWANG Nurul Mutiah; Ilhamsyah Ilhamsyah; Renny Puspita Sari; Dian Prawira; Ibnur Rusi; Ferdy Febriyanto; Syahru Rahmayuda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.36-44

Abstract

Dinas Perhubungan Kota Singkawang merupakan instansi pemerintahan yang memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai perumus dan pelaksana kebijakan bidang perhubungan, pelaksana evaluasi dan pelaporan bidang perhubungan, serta melaksanakan administrasi kedinasan. Dinas Perhubungan membutuhkan dukungan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang handal dan terintegrasi dalam rangka meningkatkan efektifas penyusunan program, pengolahan data dan informasi, serta evaluasi dan pelaporan bidang perhubungan. Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi yang baik memerlukan sebuah rencana dan pedoman dalam bentuk Master Plan TIK yang memuat strategi organisasi dalam mengimplementasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi.  Dengan adanya Master Plan TIK, Dinas Perhubungan Kota Singkawang dapat membuat prioritas kebijakan investasi yang tepat terkait Teknologi Informasi, meminimalisasi resiko yang timbul akibat dari implementasi TIK, serta sebagai pedoman evaluasi dan pengukuran keberhasilan implementasi Teknologi Informasi pada organisasi. Dengan demikian Prodi Sistem Informasi Universitas Tanjungpura melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yakni pengembangan Master Plan TIK Dinas Perhubungan Kota Singkawang. Dimana hasil akhir dari PKM yang dilakukan adalah dokumen Master Plan TIK yang sesuai dengan kebutuhan Dinas Perhubungan Kota Singkawang, sehingga dapat menjadi cetak biru didalam pengembangan Aplikasi dan Teknologi yang digunakan Dinas Perhubungan dalam rangka mendukung tugas dan pokok dan fungsinya selaku instansi pemerintahan. Hasil Kuisioner Evaluasi pelaksanakan PKM berada pada tingkatan yakni 81,63 % serta berada dalam rentang pelaksanaan baik sekali.
Increasing Student Knowledge and Skills in Utilizing Google Apps Ibnur Rusi; Ilhamsyah; Renny Puspita Sari; Dian Prawira; Nurul Mutiah; Ferdy Febriyanto; Syahru Rahmayuda
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i1.12351

Abstract

ICT contributes to the sustainability of modern society, which demands effectiveness and efficiency in every activity carried out. One form of ICT is an application on Google Apps that can support the effectiveness and efficiency of the activities carried out. SMAN 1 Kakap is one of the schools in Kubu Raya Regency, West Kalimantan. SMAN 1 Kakap continues to improve quality, including improving students' abilities and skills in using ICT. Based on observations, there are problems by students of SMAN 1 Kakap, namely the lack of knowledge and skills of students in working together to complete group assignments effectively and efficiently through the application of ICT, they are not familiar with applications that can be used in completing collaborative tasks, besides that they do not know how to use Google Apps that can support activity efficiency. Community Service (CM) carried out by the Information Systems Department of Tanjungpura University aims to find solutions to problems faced by students of SMAN 1 Kakap. The form of PKM is in the form of knowledge transfer and training on using the Google Apps application to support collaborative tasks. The evaluation was carried out two times by administering questionnaires, namely before and after the activity, aiming to determine the level of success of the training provided. Based on the results of the evaluation, there was an increase in the knowledge and skills of SMAN 1 Kakap students in using Google Apps by 36.99%.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN KAWASAN RAWAN KEBAKARAN MENGGUNAKAN METODE SEQUENTIAL PATTERN MINING Revi Melia; Nurul Mutiah; Syahru Rahmayuda
INTI Nusa Mandiri Vol 17 No 2 (2023): INTI Periode Februari 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/inti.v17i2.4005

Abstract

Land and forest fires occur every year in Indonesia, where the cause is human negligence or intentional related to forest deforestation. Land and forest fires, of course, can cause economic, health, social and cultural, ecological and environmental damage. One indicator that is useful as a determinant of the occurrence of land fires is hot spots. To manage hotspot data, data mining can be done, namely by using the sequential pattern mining method to obtain hotspot sequence patterns that will be used as indicators of land fires. In overcoming these problems, a Geographic Information System (GIS) was designed to map the areas prone to land fires in Kubu Raya Regency. The results of this study are maps of the distribution of land fire-prone areas and the pattern of occurrence of hotspots calculated using the sequential pattern mining method which is expected to assist relevant agencies in carrying out mitigation and prevention efforts for land fires, so as to produce the right decisions for handling land fires in the District. Kingdom Fortress. Based on the results of functionality testing using the black box testing method, the SIGPKRK application (Geographical Information System for Mapping Fire Prone Areas) that was built can run and is in accordance with the functions that have been designed. As for the results of testing the system interface using a questionnaire through the Google form which was filled in by 30 respondents, the SIGPKRK application obtained a percentage result of 85.9% which was included in the "Very Good" category.
ANALISIS KESUKSESAN APLIKASI JEPIN MENGGUNAKAN DELONE AND MCLEAN IS SUCCESS MODEL DAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Dela Anggraini; Nurul Mutiah; Renny Puspita Sari
CYBERSPACE: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/cj.v7i1.17088

Abstract

AbstrakAdanya Instruksi Presiden No.3 tahun 2003 mengenai kebijakan dan strategi nasional pengembangan teknologi informasi di pemerintahan atau e-government, mewajibkan Pemerintah Kota Pontianak turut serta dalam mengembangkan aplikasi pemerintahan dan pelayanan publik, salah satunya Aplikasi JePin. Namun hingga saat ini belum diketahui apakah aplikasi Jepin telah sukses diterapkan dan apa saja yang dapat mempengaruhi kesuksesannya. Delone and Mclean IS Success Model merupakan model pengukuran kesuksesan sistem informasi dan Importance Performance Analysis merupakan model pengukuran kepuasan pengguna berdasarkan kesesuaian antara kepentingan dan penilaian kinerja, serta untuk mengetahui prioritas perbaikan pada Aplikasi JePin. Adapun dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan Delone and Mclean IS Succes Model dan analisis data menggunakan SEM berbasis PLS menunjukan bahwa dari 26 pernyataan yang ada terdapat 2 pernyataan yang tidak valid karena memiliki nilai loading factor yaitu 0.7. Selain itu dari 7 hipotesis yang dibentuk terdapat 6 hipotesis yang diterima yaitu H1, H2, H3, H4, H5, H7 dan hipotesis yang ditolak adalah H6 yang menunjukan hubungan antara variabel Service Quality (LQ) dan variabel Citizen Satisfaction (CS), dimana hasil uji t-test H6 memiliki nilai <1.96 sehingga dinyatakan tidak signifikan. Sementara itu, hasil akhir analisis IPA menunjukan secara keseluruhan bahwa Aplikasi JePin belum memenuhi harapan pengguna karena tingkat kesesuaian hanya mencapai 99.3% atau kurang dari 100%, sehingga diperlukan perbaikan dengan melihat pada analisis kuadran dimana prioritas utama perbaikan tertuju pada indikator Efficiency, Responsive, Reliability, Well-Informedness, Overall Satisfaction, dan Act in Citizen Interest.
Design and Build a Travel Taxi Ordering Application Using the FIFO Algorithm and the Flutter Framework Susanto Susanto; Nurul Mutiah; Dian Prawira
CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science) Vol 8, No 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cess.v8i2.43792

Abstract

Antrian merupakan suatu keadaan dimana seseorang harus menunggu gilirannya untuk mendapatkan pelayanan. Seringkali antrian menjadi suatu masalah bagi masyarakat ataupun sebuah perusahaan yang memberikan pelayanan. Hal ini terjadi pada PT. Citra Surya Sejati, dimana proses pemesanan taksi masih manual dan disana penumpang harus mengantri untuk mendapatkan pelayanan. Disisi lain PT. Citra Surya Sejati juga mengalami permasalahan dimana pencatatan laporan pemesanan taksi masih menggunakan cara manual dengan mencatatnya dibuku, sehingga diperlukan sebuah sistem untuk mengatasi masalah tersebut. Sistem yang akan dibuat oleh peneliti menggunakan algoritma First In First Out untuk konfirmasi pesanannya, sehingga penumpang yang pertama kali memesan akan pertama kali mendapatkan pelayanan. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi berbasis Mobile untuk penumpang, sedangkan admin berbasis Website. Sistem ini telah dilakukan pengujian dengan menggunakan metode black box testing. Seluruh fungsionalitas sistem berjalan sesuai dengan perancangan yang telah dibuat sebelumnya dan antarmuka sistem memperoleh persentase 81,64% yang masuk ke dalam kategori Baik Sekali.  Queuing is a situation where a person has to wait for his turn to get service. Often queues become a problem for the community or a company that provides services. This happened to PT. Citra Surya Sejati, where the taxi ordering process is where passengers have to queue to get service. On the other hand PT. Citra Surya Sejati also experienced a problem where the recording of taxi order reports still used the manual method by recording them in a book, so a system was needed to overcome this problem. The system that the researcher will create uses the First In First Out algorithm to confirm orders, so that passengers who order for the first time will receive service first. The results of this study are in the form of a Mobile-based application for passengers, while the Website-based admin. This system has been tested using the black box testing method. All system functionality goes according to the design that has been made before and the system interface gets a percentage of 81.64% which is in the Very Good category.  
MODEL KESUKSESAN E-LEARNING MENGGUNAKAN IS SUCCESS MODEL DELONE AND MCLEAN DAN UTAUT (Studi Kasus: E-learning Universitas Tanjungpura) Bagas Hidayat Mulya; Nurul Mutiah; Ibnur Rusi
Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 10, No 03 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v10i03.52898

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan salah satunya ditunjukkan dengan penggunaan e-learning. E-learning membuat proses pembelajaran dapat dilakukan secara daring, tidak hanya dilakukan secara luring serta diharapkan dapat membuat proses transfer pengetahuan semakin cepat. Penerapan e-learning tidak selalu mendapatkan keberhasilan dalam implementasinya. Oleh karena itu, sistem yang telah digunakan perlu diukur untuk mengetahui kepuasan dari penerapan suatu sistem. IS Success Model merupakan model pengukur kesuksesan sistem informasi dan model UTAUT sebagai pengukur niat atau penerimaan pengguna pada penerapan sistem. Penggabungan 2 model ini dilakukan karena penerapan sistem dalam suatu organisasi selalu memiliki hubungan dengan respon atau penerimaan pengguna, yang tujuannya agar dapat mengetahui penerimaan dan pemahaman pengguna terhadap sistem yang telah diimplementasikan. Penelitian dilakukan terhadap 100 responden dengan 81 pernyataan. Proses analisis data penelitian pada PLS menggunakan tools SmartPLS. Sebanyak 6 variabel IS Success Model dan 6 variabel UTAUT ketika digabungkan menyisakan 8 variabel penyusun model penelitian baru, dikarenakan terjadi penyesuaian pada variabel yang beririsan. Pada pengolahan data menggunakan SmartPLS, terdapat 3 indikator yang dihapus karena tidak memenuhi standar loading faktor 0,7. Hasil dari 7 jalur hubungan variabel, nilai path coefficient dan t-test untuk semua jalur sudah memenuhi standar 0,1 dan 1,96.
Measurement of Mobile Banking Application User Satisfaction Using the Technology Acceptance Model (TAM) and Usability Method (Case Study: Bank Kalbar main branch of Pontianak) Alysha Puji Utami; Nurul Mutiah; Ibnur Rusi
Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 10, No 01 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v10i01.51252

Abstract

This study aims to determine the level of user satisfaction with the Bank Kalbar Mobile application. Bank Kalbar's Mobile is important to measure to determine the level of satisfaction of Mobile Banking application users using the Technology Acceptance Model (TAM) and Usability methods. The Technology Acceptance Model (TAM) method can be a reference in determining various uses and uses of IT from the user's perspective on the benefits and the user's perspective on the use. The TAM method linked to 8 Usability perspectives which consist of learnability, understandability, operability, attractiveness, effectiveness, efficiency, satisfaction, and context of use to design research questionnaires from interrelated indicators. This research questionnaire was distributed to 98 Bank Kalbar‟s Mobile users with the results of measuring user satisfaction with Mobile Banking for the TAM (Perceived Ease of Use) and Usability perspective with an average value of 4.85 very satisfied categories, and TAM (Perceived Usefulness) and Usability perspective with an average value of 4.87 very satisfied category. Then for the results of the Usability calculation, the results of the TAM (Perceived Ease of Use) measurement are 95%, which means it has a very decent value, and the TAM (Perceived Usefulness) measurement results are 96%, which means it has a very decent value. This study also provides recommendations for improvements to the IT Bank Kalbar main branch of Pontianak in optimizing the performance of the Bank Kalbar Mobile application to increase user satisfaction using the action priority matrix.
ANALISIS DAN MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DAN KONTROL ISO/IEC 27001:2013 (Studi Kasus : Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sambas) Tutik Tutik; Nurul Mutiah; Ibnur Rusi
Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 10, No 02 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v10i02.55082

Abstract

Penerapan teknologi informasi merupakan hal penting untuk menunjang proses operasional serta mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sambas merupakan salah satu organisasi yang menerapkan teknologi informasi untuk melakukan berbagai proses bisnis. Proses bisnis pada Diskominfo menggunakan teknologi informasi tidak terlepas dari risiko dan belum adanya dokumentasi mengenai keamanan informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi risiko aset keamanan informasi, mengidentifikasi, menilai serta memberikan rekomandasi mitigasi risiko pada Diskominfo. Metode Failure Mode and Effect Analysis digunakan untuk melakukan identifikasi proses bisnis, penyebab kegagalan, dampak kegagalan, dan pencegahan terjadinya kegagalan serta memberikan penilaian berdasarkan tingkat keparahann(severity), tingkat kejadiann(occurance) dan tingkat deteksii(detection). Sedangkan ISO/IEC 27001:2013 digunakan untuk memberikan rekomandasi mitigasi risiko berdasarkan dengan klausul objektif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan pihak Diskominfo Kabupaten Sambas yang diperoleh yaitu terdapat 23 risiko aset keamanan informasi dengan 11 potensi kegagalan pada perangkat keras, 4 potensi kegagalan pada perangkat lunak, 2 potensi kegagalan pada data, 2 potensi kegagalan pada sumber daya manusia, dan 5 potensi kegagalan pada jaringan. Hasil pengkategorian risiko tersebut didapatkan 1 risiko kategori tingkat tinggi (high), 4 risiko kategori tingkat sedang (moderate),  7 risiko kategori tingkat rendah (low), dan 11 risiko  kategori sangat rendah (very low). Serta rekomandasi mitigasi terdapat 6 klausul ISO/IEC 27001:2013 diantaranya yaitu Kebijakan Keamanan Informasi, Keamanan Sumber Daya Manusia, Kontrol Akses, Keamanan Fisik dan Lingkungan, Keamanan Operasional serta Keamanan Komunikasi.
PENGUKURAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENERAPAN OPEN DATA SYSTEM MENGGUNAKAN MODEL DELONE AND MCLEAN (Studi Kasus : Open Data System Pemerintah Kota Pontianak) Meci Wati Putri; Ilhamsyah Ilhamsyah; Nurul Mutiah
Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 9, No 01 (2021): Edisi April 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v9i01.43852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi penerapan Open Data System Pemerintah Kota Pontianak yaitu Satu Data Kota Pontianak. Satu Data Kota Pontianak merupakan portal Open Data System yang ada di Kota Pontianak sebagai bentuk keterbukaan pemerintah kepada masyarakat di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Kota Pontianak. Open Data System penting untuk diukur untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi penerapannya dengan menggunakan model Delone and Mclean. Model Delone and Mclean adalah salah satu model yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas dari suatu sistem dengan enam dimensi di dalamnya yaitu Kualitas Sistem (System quality), Kualitas Informasi (Information quality), Kualitas Layanan (Service quality), Penggunaan (Use), Kepuasan Pengguna (User satisfaction), Dampak Net (Net Impacts). Dimensi ini kemudian dipetakan dengan siklus Open Data untuk mengetahui hubungan antara keduanya dalam menentukan indikator pertanyaan yang digunakan pada kuesioner penelitian. Kuesioner penelitian ini disebarkan kepada 100 responden yang berada di 6 kecamatan Kota Pontianak dengan hasil Kualitas Sistem (System Quality) dengan nilai rata-rata 3.32 sangat efektif dan efisien, Kualitas Informasi (Information Quality) dengan nilai rata-rata 3.28 sangat efektif dan efisien, Kualitas Layanan (Service Quality) dengan nilai rata-rata 3.25 sangat efektif dan efisien, Penggunaan (Use) dengan nilai rata-rata 3.25 sangat efektif dan efisien, Kepuasan Pengguna (User Satisfaction) dengan nilai rata-rata 3.28 sangat efektif dan efisien, dan Dampak Net (Net Impacts) dengan nilai rata-rata 3.31 sangat efektif dan efisien. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi perbaikan kepada DISKOMINFO Kota Pontianak.
EVALUASI KUALITAS LAYANAN SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN METODE WEBQUAL 4.0 DAN HUMAN ORGANIZATION TECHNOLOGY (HOT) FIT Laila Rasyidah; Renny Puspita Sari; Nurul Mutiah
Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 10, No 02 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v10i02.55096

Abstract

Ketersediaan informasi saat ini sangat mudah ditemukan pada era majunya perkembangan teknologi. Banyak media menyediakan berbagai informasi secara online, seperti layanan situs website yang merupakan sebuah kumpulan halaman pada suatu domain diinternet yang bisa diakses melalui url atau homepage. Sebuah situs website memiliki tujuan tertentu dan memudahkan pengguna mengakses informasi dari server untuk menampilkannya melalui web browser. Dengan semakin pesat perkembangan Teknologi Informasi (TI) membuat organisasi pemerintah maupun non-pemerintah meningkatkan kualitas layanan yang dimilikinya untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Begitu juga dengan layanan teknologi informasi yang dikelola oleh Kementerian Agama Kalimantan Barat (KEMENAG KALBAR) berupa website layanan informasi pemerintah terutama pada Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas layanan pada Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) dan atribut yang sangat berpengaruh pada Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) menggunakan metode Human Organization Technology (HOT) Fit dan Webqual 4.0. Metode Hot Fit dan Webqual 4.0 dapat menilai kepuasan menurut persepsi pengguna terhadap layanan Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Dengan berdasarkan dimensi HOT Fit model untuk membuat kuesioner yaitu menggunakan dimensi dari Human, Organization, Technology dan Net Benefit. Kuesioner penelitian ini disebar kepada 100 orang responden yang menggunakan layanan Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika), yaitu dengan menganalisis dari hasil nilai rata-rata tiap dimensi pada kualitas layanan Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika). Nilai kualitas layanan yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu 3,7475 yang artinya kualitas layanan Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) dapat dikatakan sudah memuaskan pengguna. Rekomendasi yang diberikan dalam penelitian ini dengan menggunakan Action Priority Matrix dan terdapat 15 atribut yang akan dilakukan perbaikan untuk digunakan sebagai rekomendasi kepada pihak Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat (KEMENAG KALBAR) terhadap layanan Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) Kota Pontianak.