Integrasi blockchain dan Kecerdasan Buatan (AI) berpotensi mengubah proses audit dari model periodik menjadi sistem yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) untuk menganalisis literatur yang relevan tentang implementasi teknologi ini dalam audit. Temuan menunjukkan bahwa blockchain meningkatkan kualitas audit dengan menyediakan catatan yang tidak dapat diubah, transaksi yang transparan, dan data yang dapat diverifikasi, sementara AI mendukung analisis data yang lebih mendalam yang membantu auditor mendeteksi kesalahan dan kecurangan secara lebih efektif. Selain itu, otomatisasi proses verifikasi dan pemantauan transaksi berkelanjutan memungkinkan auditor untuk lebih fokus pada analisis risiko dan evaluasi pengendalian internal. Namun, adopsi teknologi ini juga menghadirkan tantangan, termasuk kompleksitas teknologi, keterbatasan infrastruktur dan kompetensi auditor, serta kurangnya standar dan peraturan audit yang spesifik. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan teknis auditor, penguatan infrastruktur teknologi informasi, dan pengembangan kerangka peraturan yang adaptif sangat penting untuk memaksimalkan manfaat teknologi ini sekaligus meminimalkan potensi risiko pengendalian dalam proses audit. Kata kunci: audit blockchain, audit berbasis AI, pengendalian internal