p-Index From 2021 - 2026
1.532
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KUMARA CENDEKIA
Vera Sholeha
PG PAUD UNS

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP PERILAKU SOPAN SANTUN ANAK USIA 5-6 TAHUN Widyastuti Widyastuti; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.106648

Abstract

Perubahan sosial dan budaya merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam masyarakat yang terus berkembang. Penelitian ini dilakukan karena adanya perilaku sopan santun pada anak usia dini yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap perilaku sopan santun anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental research) dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan desain one group pretest posttest design. Sumber data penelitian ini meliputi perilaku sopan santun anak usia 5-6 tahun serta pengaruh metode storytelling dengan menggunakan boneka jari. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi behavioral checklist untuk mengamati dan mencatat perilaku sopan santun anak sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Teknik uji validitas yang digunakan adalah uji validitas isi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum diberikan treatment atau perlakuan dan sesudah diberikan treatment atau perlakuan. Implikasinya, teknik bercerita adalah cara yang ampuh untuk membentuk karakter anak dan dapat berpengaruh pada perkembangan pribadi anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode storytelling berpengaruh positif terhadap perilaku sopan santun terhadap anak usia 5-6 tahun.
HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN STEAM Hafidzah Nur Adzani; Nurul Kusuma Dewi; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.64842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik guru PAUD terhadap penerapan pembelajaran STEAM. Penelitian dilakukan di Surakarta dengan subjek penelitian adalah guru PAUD yang telah menerapkan STEAM dikelasnya. Jenis penelitian merupakan kuantitatif korelasi menggunakan dua instrument kuesioner yaitu kuesioner kompetensi pedagogik dan kuesioner pembelajaran STEAM sebagai teknik pengumpulan data. Hasil yang diperolah pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antar hubungan kompetensi pedagogik guru PAUD dan penerapan pembelajaran STEAM dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Tingkat hubungan berada pada kategori sedang dengan nilai pearson correlation sebesar 0,446 dan bersifat positif yang dapat disimpulkan apabila guru dengan kompetensi pedagogik semakin tinggi maka telah menerapan pembelajaran STEAM dikelas yang semakin baik dan sebaliknya jika guru dengan kompetensi pedagogik rendah maka belum menerapkan pembelajaran STEAM secara baik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK MELALUI MEDIA BILIK PINTAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Putri Nabilah Almas Bazighoh; Vera Sholeha; Upik Elok Endang Rasmani
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.100477

Abstract

Kemampuan berpikir simbolik penting bagi anak usia dini karena berkaitan dengan pemahaman terhadap lambang, seperti huruf dan angka. Namun, kemampuan ini masih belum berkembang optimal pada sebagian anak, ditunjukkan dengan kesulitan memahami dan menggunakan simbol dalam kegiatan bermain. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan media bilik pintar sebagai alternatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak usia 5-6 tahun di salah satu PAUD Kota Surakarta. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di salah satu PAUD Kota Surakarta yang berjumlah 21 anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart yang merupakan pengembangan dari Kurt Lewin. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. Wawancara, observasi, tes dan dokumentasi adalah Teknik pengumpulan data yang digunakan. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan model analisis dari Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap indikator kemampuan berpikir simbolik anak, meliputi penggunaan benda sebagai simbol, pengenalan huruf dan angka, pemahaman makna simbol, serta ekspresi ide melalui simbol. Media bilik pintar terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak usia 5-6 tahun.
EFEKTIVITAS MEDIA BOARD GAME TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI PADA ANAK USIA DINI Agapita Austin Pramudhita Nugraha; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.101973

Abstract

Kemampuan literasi numerasi merupakan kemampuan yang penting bagi anak usia dini, sebab kemampuan ini dinilai mampu dalam mendukung kemampuan anak dalam berpikir secara matematis. Kurangnya kemampuan literasi numerasi pada anak usia dini dapat menimbulkan pengaruh dalam kehidupan anak, terutama dalam hal memecahkan suatu permasalahan yang akan dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu media yang berpotensi mendukung stimulasi kemampuan literasi numerasi adalah board game interaktif yang dirancang sesuai dengan aspek literasi numerasi. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media board game terhadap kemampuan literasi numerasi pada anak usia dini. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan pada anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan data hasil penelitian, dinyatakan bahwa penggunaan board game ini efektif dalam upaya pengembangan kemampuan literasi numerasi, yang dibuktikan pula dengan hasil uji hipotesis yang menyatakan nilai signifikansi sebesar 0,001 ≤ 0,05. Media board game dapat menjadi rekomendasi dalam upaya pengembangan literasi numerasi anak usia 5-6 tahun.
PENGGUNAAN MEDIA DADU LITERASI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sela Selviana; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.99395

Abstract

Kemampuan berbicara pada anak usia dini dilakukan untuk bersosialisasi dengan cara komunikasi secara lisan untuk mengutarakan ide dan gagasannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berbicara anak belum optimal ketika pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media dadu literasi terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pre-test-Post-test Design. Subjek penelitian terdiri dari 17 anak berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes lisan dan tes unjuk kerja. Hasil tes dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dan uji Paired Sample t-Test  pada taraf signifikansi 0,05 dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan media dadu literasi memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 (sig<0,05). Penggunaan media ini juga menyebabkan peningkatan rata-rata nilai pre-test dari 14,00 menjadi 21,12 pada post-test. Berdasarkan data tersebut, media dadu literasi terbukti berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun sehingga dinilai efektif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI MEDIA BUSY BOOK Nila Khimaya; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.108255

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri harus dimiliki oleh anak usia dini untuk memudahkan kehidupan sehari-hari karena segala benda di sekitar memiliki bentuk. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 5-6 tahun melalui media busy book. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui tindakan kelas, menggunakan model Kurt Lewin. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun, sejumlah 21 anak yang terdiri dari 7 anak laki-laki dan 14 anak perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam secara langsung. Teknik uji validitas yang dihunakan adalah triangulasi sumber dan metode. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif dan deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan klasikal dari 28,57% pada pratindakan menjadi 52,38% pada siklus I, dan meningkat signifikan menjadi 80,95% pada siklus II. Kendala utama adalah perbedaan karakteristik anak yang memengaruhi suasana kelas. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan membuat kelompok kecil dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan anak dan dilakukan secara bergantian.