Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Proximate and Texture Profile Analysis of Gluten-Free Cookies Made from Black Glutinous Rice and Mung Bean Flour Putri, Soraya Kusuma; Setiyoko, Agus
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 6 No. 2 (2025): June
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jafost.v6i2.12717

Abstract

Cookies are one of the food product kinds that have been extensively studied as low-calorie and high-fiber foods. Non-gluten cookies (high fiber) could be made with black glutinous flour and mung bean flour. Black glutinous rice is a valuable ingredient to enhance dietary fiber and antioxidants in food products. The mung bean flour had significant levels of crude fiber (3.77%), iron (89.62 mg), and protein (18.42%). This substance was chosen because mung bean flour and black glutinous rice flour are gluten-free flour, and this research contributed to diversifying food beyond grains and cereal and analyzing that physicochemical profile. This study offers to determine the differences between the findings of proximate analysis and texture profile analysis in cookies made using mung bean flour and black glutinous rice flour. The composite of flour was made from mung black glutinous rice flour and mung bean (F1 = 0:100; F2 = 30:70; F3 = 70:30; F4 = 100:0). The experiment used a completely randomized design to compare the physicochemical and profile texture parameters of cookies. The result of this study is the highest proximate content in terms of protein is in F2, with a moisture content of 4.43%, ash content of 4.80, fat content of 9.46, and carbohydrate content of 73.32%, which is following the Indonesian National Standard (SNI) 01-2973-2022. The texture profile such as hardness 106.23 ± 0.12 N, cohesiveness 0.405 ± 0.17, springiness 0.84 ± 0.24, gumminess 53.54 ± 0.04, and chewiness 33.53 ± 0.02 N.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS NEUROSAINS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BERPIKIR KREATIF DAN KERJASAMA Setiyoko, Agus
INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam) Vol 2, No 1 (2018): INSPIRASI
Publisher : Fakultas Agama Islam UNDARIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.26 KB) | DOI: 10.61689/inspirasi.v2i1.51

Abstract

AbstracThis thesis focuses on the implementation of neurosains learning models in structuring the characters of creative and cooperative thinking toward the students of SD (public schools) / MI (Islamic public schools) in Salatiga including SD Muhammadiyah Plus, and MI Ma’arif Mangunsari Salatiga in the year of 2017/2018. This research aims to reveal the extent of the implementation of neurosains learning models in SD/MI Salatiga (SD Muhammadiyah Plus and MI Ma’arif Mangunsariin structuring the creative and cooperative characters. The approach applies qualitative study that describes and analyses the phenomena of the learning process in those schools. This study finds that the implementation of neurosains learning models in SD Muhammadiya Plus Salatiga includes several learning models (1) Playing games, (2) Fun Learning, (3) Quantum Teaching, (4) Multiple Intelligence, (5) Problem solving base. Mean while, MI Ma’arif Mangunsari occupies the learning models of (1) Neuro Language Program, (2) Learning with music, (3) learning environment modification. The implementation of creative and cooperative learning models in those three schools is by organizing extracurricular activities. In this aspect, SD Muhammadiyah Plus has (1) Language club, HizbulWaton/Scout Movement, (2) Scout movement to create confident characters. Meanwhile Likewise, MI Ma’arif Mangunsari Salatiga trains the students to write song lyrics. Penelitian ini berjudul penerapan model pembelajaran berbasis neurosains dalam pembentukan karakter berpikir kreatif dan kerjasama (Studi pada SD Muhammadiyah Plus, dan MI Ma`arif Mangunsari Kota Salatiga) tahun 2017/2018. Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana penerapan model pembelajaran berbasis neurosains pada SD/MI Kota Salatiga (SD Muhammadiah Plus dan MI Ma`arif Mangunsari Kota dan bagaimana pembentukan karakter berpikir kreatif  dan kerjasama dalam pembelajaran berbasis neurosains pada sekolah tersebut. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian inia dalah penelitian kualitatif untuk mendiskripsikan dan menganalisis tentang fenomena, peristiwa proses pembelajaran di tiga sekolah tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis neurosains pada SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga ada beberapa macam antara lain: (1) Model belajar anak dengan bermain, (2) Model Pembelajaran Fun Learning, (3) Pembelajaran Quantum Teaching, (4) Pembelajaran Multiple Intelegensi, (5) Pembelajaran berbasis masalah, di MI Ma`arif Mangunsari dalam penerapan pembelajaran adalah menggunakan (1) Neuro Language Program, (2) Media musik dalam belajar, (3) Pergantian warna/suasana. Sedangkan penerapan model pembelajaran kerjasama dan berpikir kreatif pada tiga sekolah tersebut adalah melalui kegiatan ekstra kurikuler yaitu: (1) Club Bahasa, Hizbul Waton/pramuka, (2) Kepanduan untuk menumbuhkan jiwa pemberani, sedangkan, di MI Ma`arif Mangunsari Kota Salatiga dengan cara anak dilatih agar mampu membuat lirik lagu.
Diversifying Chili Products and Managing Business For Harvest Season Solutions : International Collaboration for Community Service Setiyoko, Agus; Wulandari, Ika; Tokiman, Nurul Azlin
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 3 (2025): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i3.16585

Abstract

This community service program aims to enhance farmers' understanding and skills about various processed chili products, labeling and packaging technologies, and financial management. The program's approach is conseling, incorporating theories related to the diversification of processed chili commodities, branding, and packaging types alongside financial management procedures. The training progressed with the production of chili-based commodities, including chili syrup, chili candy, chili blocks, and chili chips. Training on labeling and packing, in addition to financial management techniques. The evaluation instrument used was a pre-test and post-test questionnaire to assess changes in participants’ knowledge. The data were analyzed using descriptive statistics, focusing on mean and percentage score improvements. The results of this community service project indicate that Partner's knowledge in processed chili products escalated from 45% to 95%, partners' skill in processing diverse chili products advanced from 40% to 90%, the ability to understand and design labels and food packaging enhanced from 35% to 85%, and understanding and abilities in financial management rose from 45% to 80%.
Pengaruh Penambahan Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Baking Powder terhadap Karakteristik Stick Tepung Terigu-Garut Pujimulyani, Dwiyati; Hanifah, Dika Nur; Setiyoko, Agus
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3478

Abstract

Kunyit memiliki potensi dalam pangan fungsional karena mengandung sifat antioksidatif yang berasal dari senyawa kurkuminoid. Oleh karena itu, kunyit ditambahkan pada stick ditambahkan yang merupakan camilan digemari oleh masyarakat. Stick dibuat dari campuran tepung terigu dan tepung garut, maka dari itu perlu ditambahkan baking powder untuk membentuk tekstur stick agar lebih renyah. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor dengan penambahan bubuk kunyit dengan variasi 5, 10 dan 15 g dan baking powder dengan variasi 0,15 g, 0,30 g, dan 0,45 g. Penambahan bubuk kunyit dan baking powder berpengaruh terhadap tingkat kesukaan, warna (lightness, redness dan yellowness), tekstur dan kadar air. Berdasarkan tingkat kesukaan stick terigu-garut terbaik dihasilkan dengan penambahan bubuk kunyit 5 g dan baking powder 0,30 g yang berturut memiliki sifat kimia kadar protein sebesar 8,48% (b/b), aktivitas antioksidan 53,82% RSA (DPPH) dan 5,64 mg E Fero/g (FRAP) serta kadar fenol total 20,88 mg EAG/g.  
Pengaruh Penambahan Carboxymethyl Cellulose terhadap Karateristik Mi Basah Setiyoko, Agus; Awaliya, Nila Soviatul
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i1.3479

Abstract

Ekstrak bunga telang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antioksidan. Pemanfaatan ekstrak bunga telang dalam mi basah dapat menjadi alternatif sebagai pewarna alami. Penambahan CMC diharapkan dapat meningkatkan tekstur dari mi basah yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan mi basah dengan penambahan CMC dan ekstrak bunga telang untuk mengetahui pengaruh penambahan CMC dan ekstrak bunga telang terhadap sifat fisik, kimia dan tingkat kesukaan mi basah yang dihasilkan. Mi basah dibuat dari tepung terigu, CMC, ekstrak telang, garam dan air yang dicampur dan diuleni hingga kalis, kemudian adonan didiamkan, dipipihkan, dipotong menjadi untaian mi dan direbus. Analisis yang dilakukan meliputi pengujian fisik warna, tensile strength, rehidrasi dan rendemen, kadar air, kadar abu, aktivitas antioksidan serta uji kesukaan. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama konsentrasi penambahan ekstrak bunga telang dan faktor kedua konsentrasi penambahan CMC. Penambahan ekstrak bunga telang sebesar 3%, 6% dan 9%, dan penambahan CMC sebesar 0,5%, 0,75% dan 1%. Data yang diperoleh kemudian dianalisa statistik menggunakan Univariate Analysis of Variance dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terpilih yaitu mi basah dengan penambahan CMC 0,75% dan ekstrak bunga telang 9% dengan karakteristik fisik L* 50,93, a* 0,90, b* 3,81, tensile strength 0,012Mpa, rehidrasi 0,85 g/ml, rendemen 97,30%. Sifat kimia meliputi kadar air 29,15 b/b, kadar abu 0,85 b/b dan aktivitas antioksidan 1,49 %RSA. Mi basah yang disukai panelis adalah mi basah dengan penambahan ekstrak bunga telang 9% dan CMC 0,75%.  
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah dan Variasi Konsentrasi Starter Terhadap Karakteristik Soygurt: The effect of red dragon fruit peel extract addition and variations concentration of starter on the characteristics of soygurt Kartikaningrum, Ayu Rara; Setiyoko, Agus; Slamet, Agus
Journal of Food and Agricultural Technology Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jfat.v1i2.3832

Abstract

Soygurt adalah produk dari hasil fermentasi susu kedelai menggunakan bakteri asam laktat. Salah satu faktor penting yang menentukan kualitas soygurt adalah konsentrasi starter. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung senyawa antioksidan yang lebih besar dibandingkan daging buahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan soygurt yang ditambah ekstrak kulit buah naga merah dengan sifat fisik dan kimia yang disukai oleh panelis serta mengandung antioksidan. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu konsentrasi penambahan ekstrak kulit buah naga merah 0%, 2%, 4%, 8% dan variasi konsentrasi starter yaitu Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus, dan Lactobacillus acidophilus (1:1:1) 5% dan 7%. Sifat-sifat yang dianalisa meliputi nilai warna L*a*b*, pH, viskositas, dan tingkat kesukaan panelis pada semua perlakuan dan kadar abu, kadar protein, total asam laktat, dan aktivitas antioksidan pada perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan penambahan ekstrak kulit buah naga merah pada level tertentu dan konsentrasi starter berpengaruh nyata terhadap sifat fisik (nilai L*, nilai a*, viskositas, pH) dan tingkat kesukaan panelis terhadap terhadap penampakan, warna, aroma, rasa, dan penerimaan secara keseluruhan. Soygurt dengan penambahan ekstrak kulit buah naga 4% dan starter sebanyak 5% merupakan produk yang paling disukai oleh panelis dan memiliki nilai warna L* 64,28; nilai warna a* 6,83; nilai warna b* 13,15; pH 4,41; viskositas sebesar 111,46 cP; dan aktivitas antioksidan 29,67 %RSA dengan kadar abu 0,58 %bb; kadar protein 3,64 %bb; keasaman 1,23% yang telah sesuai SNI.