Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Karakterisasi Karakter Fisiologi Genotipe-Genotipe F2 Padi Ketan dengan Kemampuan Recovery Setelah Infeksi Tungro Komalasari, Ema; Widiantini, Fitri; Sari, Santika; Carsono, Nono
AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 3 No 2 (2019): AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.2 KB) | DOI: 10.33019/agrosainstek.v3i2.67

Abstract

Penyakit pada padi, salah satunya tungro masih menjadi pembatas utama produksi padi di Indonesia. Pengendalian efektif dapat dilakukan melalui penggunaan dan pergiliran varietas tahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fisiologi genotipe-genotipe yang mengalami recovery setelah serangan tungro dibandingkan dengan genotipe-genotipe tahan. Penelitian dilakukan pada dua populasi generasi kedua persilangan Ketonggo x Utri Merah dan Ketonggo x ARC12596 masing-masing 230 genotipe di rumah kaca BB Padi dan Kebun percobaan Universitas Padjadjaran. Inokulasi virus pada tanaman dilakukan dengan menggunakan forced-tube inoculation dan skoring gejala berdasarkan sistem evaluasi standar untuk padi. Pengamatan kandungan klorofil, jumlah konduktansi stomata, dan kuantum efisiensi fotosintesis dilakukan dengan membandingkan antara grup genotipe recovery dengan grup genotipe tahan dan grup genotipe rentan, serta varietas cek tahan, dan varietas cek rentan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum genotipe-genotipe recovery dari persilangan Ketonggo x Utri Merah tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan dengan genotipe tahan maupun cek tahan pada pengamatan kandungan klorofil, konduktansi stomata, dan kuantum efisiensi fotosintesis. Hasil yang sama juga diperoleh untuk persilangan Ketonggo x ARC12596. Genotipe-genotipe yang mengalami recovery dari kedua persilangan memiliki morfologi dan fisiologi yang sama baiknya dengan genotipe tahan dan cek tahan sehingga dapat digunakan untuk menekan penyebaran penyakit tungro.
Kajian Imbangan Bunga dengan Adsorben terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Bunga Kamboja (Plumeria obtusa) dengan Metode Enfleurasi Sarifah Nurjanah; Sudaryanto Zain; Ema Komalasari
INDONESIAN JOURNAL OF ESSENTIAL OIL Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Atsiri Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.616 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijeo.2017.002.01.01

Abstract

Bunga kamboja mengandung minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat parfum karena wanginya yang khas. Minyak atsiri tersebut dapat diekstrak dengan metode enfleurasi yang menggunakan absorben lemak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh imbangan jumlah bunga dan absorben yang digunakan terhadap rendemen dan mutu minyak atsiri yang dihasilkan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan analisis deskriptif dengan 3 kali pengulangan. Perlakuan jumlah imbangan bunga terdiri dari 6 taraf yaitu 525 g, 700 g, 875 g, 1050 g, 1225 g, dan 1400 g dengan imbangan adsorben sebesar 500 g.  Hasil penelitian menunjukkan perolehan rendemen minyak bunga kamboja yang berbeda untuk setiap perlakuan jumlah  imbangan bunga. Jumlah imbangan bunga dengan rendemen tertinggi adalah pada perlakuan 525 g bunga dengan rerata rendemen sebesar 1,033%. Warna minyak bunga kamboja yang dihasilkan berwarna kuning keemasan dengan kekentalan minyak sebesar 156 mPas-1672 mPas, rerata bobot jenis  0,927-0,930 g/ml, dan rerata indeks bias minyak bunga 1,447-1,459. Minyak bunga larut dalam alkohol 95% dengan nilai bilangan asam 17,322 dan bilangan ester minyak sebesar 98,598.
Tingkat Kepatuhan Pedagang Pangan Jajanan terhadap Cara Produksi Pangan yang Baik Ema Komalasari; Dina Widiawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i3.375

Abstract

Abstrak -  Makanan jajanan dikonsumsi oleh sekitar 2,5 miliar orang diseluruh dunia setiap harinya. Namun, pengetahuan pedagang tentang keamanan makanan masih rendah dan memberikan risiko keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kepatuhan pedagang makanan pada cara produksi pangan yang baik (CPPB). Survei dirancang untuk 50 pedagang kaki lima berdasarkan 7 elemen, yaitu lokasi, peralatan, penggunaan air, perilaku pedagang, proses, sistem penyimpanan, dan pengelolaan limbah. Sebanyak 62% pedagang menjual makanan ringan atau makanan tradisional, 32% pedagang menjual minuman, dan 6% menjual produk non-makanan. Semua penjual minuman berstatus cukup patuh terhadap CPPB. Sebanyak 33,33% dari penjual makanan ringan atau makanan tradisional tidak mematuhi CPPB, dengan 17,64% dari pedagang tidak mematuhi CPPB meskipun mereka telah mengikuti pelatihan keamanan makanan sebelumnya. Sebagian besar titik kritis disebabkan oleh sistem penyimpanan yang buruk, peralatan kotor, perilaku penjual yang buruk, dan proses pengolahan yang buruk.Abstract - Street foods are consumed by around 2,5billion people around the world every day. However, the vendor’s knowledge about food safety is still low and givefood safety risk. The study was aimed to determine the level of compliance food vendors on the implementation of good manufacturing practices. A survey was designed to 50 street vendors based on 7 elements, which were location, equipment, water usage, vendors’ behavior, process, storage system, and waste management. The vendors were 62% selling a snack or traditional food, 32% selling beverages, and 6% selling non-food products. All beverages vendors had the status of quite obedient to GMP. As many as 33,33% of snack or traditional food vendors were not compliant with GMP, with 17,64% of vendors having not compliant withGMP even though they had attended food safety training before. Most of the critical missing points were caused by the poor storage system, dirty equipment, poor vendors' behavior, and poor processing process.Keywords- Compliance, Food safety, GMP, Street food.
Gambaran Tingkat Kepatuhan Membaca Label Pangan pada Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia Dina Widiawati; Ema Komalasari
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i3.378

Abstract

Abstrak-Kesadaran konsumen dalam membaca label pangan dan untuk memahami isi label pangan masih sangat rendah. Diperlukan analisis mengenai tingkat kepatuhan mahasiswa dalam membaca label pangan, sehingga mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap label pangan. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia angkatan 2015-2018. Metode pengambilan data pada penelitian ini adalah melalui kuisioner. Responden akan mengisi sendiri kuisioner yang diberikan dengan mengikuti instruksi yang akan dijelaskan sebelum pengisian kuisioner oleh tim pengambil data. Responden pada penelitian ini berjumlah 90 orang dengan jumlah perempuan 53,33% dan laki-laki 46,67%. Pengetahuan responden mengenai label pangan ada pada kategori baik yaitu 82,22% dan kategori cukup 17,78%. Sedangkan untuk tingkat kepatuhan, responden yang memiliki tingkat kepatuhan tertinggi berada pada kategori cukup yaitu 61,11%, kategori baik 36,67%, dan kategori kurang 2,22%. Data pada penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai label pangan ada pada kategori baik dan tingkat kepatuhan dalam membaca label pangan ada pada kategori cukup.Abstract- Consumer awareness in reading food labels and understanding the contents of food labels are still very low. An analysis is needed on the level of student compliance in reading food labels, so students have a better understanding of food labels. Respondents in this study were students from the Faculty of Science and Technology of Al Azhar University Indonesia class of 2015-2018. The data collection method in this study was through a questionnaire. Respondent’s will fill in the questionnaire given themselves by following the instructions that will be explained before filling out the questionnaire by the data collection team. Respondents in this study numbered 90 people with 53,33% women and 46,67% men. Respondents knowledge about food labels is in the good category that is 82,22% and 17,78% enough category. As for the level of adherence, respondents who had the highest level of adherence were in the sufficient category, namely 61,11%, the good category 36,67%, and the less 2,22% category. The data in this study indicate that respondents' knowledge about food labels is in the good category and the level of compliance in reading food labels is in the sufficient category.Keywords–Food Label, Food Label Knowledge, Decision-Making,Level of Compliance
Pendampingan Pengurusan P-IRT UMKM Pangan di Desa Cikidang, Sukabumi Ema Komalasari; Dina Widiawati; Nafisah Eka Puteri
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v3i1.476

Abstract

Rumah Tahfidz atau Yayasan Al Amaliyah Cikidang merupakan mitra binaan Universitas Al Azhar Indonesia. Yayasan diketahui memiliki UMKM pangan, berupa produk keripik. Namun, produk keripik UMKM Yayasan Al Amaliyah Desa Cikidang ditemukan belum memiliki izin edar (nomor P-IRT) dan masih dipasarkan secara terbatas. Banyak permasalahan yang ditemui masyarakat dalam pengurusan P-IRT dan pengembangan produk UMKM keripik, diantaranya adalah: (1) kurangnya pemahaman SDM mengenai produksi keripik yang baik sebagai salah satu syarat pengajuan izin edar, (2) kurangnya pemahaman mengenai manajemen tata kelola P-IRT, (3) belum berkembangnya pemasaran produk yang berkaitan karena tidak memiliki izin edar. Pelaksanaan abdimas pendampingan pengurusan P-IRT di Desa Cikidang dilakukan dalam 2 tahap utama, yaitu (1) Pengembangan kualitas dan wawasan SDM anggota UMKM mengenai sistem dan standar produk UMKM yang baik, (2) pelatihan keamanan pangan dan izin produk. Hasil pelaksanaan kegiatan Abdimas pendampingan pengurusan P-IRT bagi UMKM Pangan di Desa Binaan Cikidang memberikan sejumlah perubahan kepada para pelaku usaha keripik di bawah yayasan. Standarisasi produk keripik saat ini menjadi lebih baik dengan penggunaan label kemasan yang telah memenuhi kriteria label serta hasil pemeriksaan sarana produksi yang telah memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan.Kata kunci: Cikidang, Izin edar, Keipik, P-IRT, UMKM
Persepsi Mahasiswa Prodi Teknologi Pangan Mengenai Keterkaitan Program Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Dengan Kompetensi Lulusan Sarah Giovani; Maryam Jameelah; Nafisah Eka Puteri; Ema Komalasari; Afiya Deliana Putri
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 7, No 2 (2022): Juli 2022 (Edisi Khusus MBKM)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v7i2.997

Abstract

The MBKM program is a program to prepare graduates who are ready to work with areas of expertise and the needs of the world of work. The purpose of this study was to determine the perception of students, especially students of the Food Technology Study Program, Al-Azhar University, Indonesia, on the relationship between the MBKM program and the competencies of graduates that must be possessed in the future, or post-lecture period. The data source is obtained from an online survey conducted by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology Directorate General of Higher Education by involving 25 students of the Food Technology Study Program. The perceptions of those students towards the realm of graduate competence after participating in the MBKM program are: (1) the MBKM program is considered very useful, (2) The improvement of soft skills for graduates shows that there is a fairly good improvement, (3) MBKM activities are quite important in preparation for the post-campus period, (4) MBKM activities are by the needs of graduates, (5) Interested and intend to choose internships or work practices as learning activities outside the study program of interest.Keywords - Food Technology, Graduates, Learning outcomes, MBKM Program, Perception
PENDAMPINGAN LEGALITAS USAHA, SPP-IRT, DAN SERTIFIKASI HALAL PRODUK UMKM DESA PAGELARAN, KECAMATAN MALINGPING, LEBAK, BANTEN Maryam Jameelah; Ema Komalasari; Azzahra Putri Diandra; Sarah Giovanni; Yunus Efendi
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 22 No. 2 (2022):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v22i2.2992

Abstract

Business legality is one of the important things that becomes one of the foundations of legal certainty for Small and micro-scale enterprises. Many businesses are reluctant to register their business due to the complexity of the process. This phenomenon is the main problem in areas far away from the city. Pagelaran Village has various kinds of dry and wet-based food products that are widely traded and become local specialties, unfortunately, most of them are traded without a clear food label, and do not yet have business legality, SPP-IRT, and halal certificates. Mentoring activity is carried out using the interview method, filling the documents, and socializing various important matters related to business legal aspects. Based on the results of the mentoring activity, it can be seen that the mentoring process succeeded in achieving a 100% success rate for managing business legality, having food labels, and having SPP-IRT numbers. In addition, 50% of business actors are known to have obtained halal certificates for their products. This mentoring activity is expected to contribute to increasing the competitiveness of MSMEs in Indonesia.
PENERAPAN PROSEDUR SANITASI DAN HIGIENE RUMAH POTONG HEWAN RUMINANSIA DI JAKARTA Ema Komalasari; Maryam Jameelah; Saepul Imam
Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health) Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/jtepakes.v4i2.1410

Abstract

ABSTRAK: Daging sapi masuk dalam bahan pangan kategori mudah rusak. Kualitas dan keamanan daging ditentukan oleh pelaksanaan penyediaan daging di rumah potong hewan (RPH), termasuk di dalamnya adalah penerapan proses sanitasi dan higienitas. Tujuan dari penelitian adalah untuk menilai rumah potong hewan kategori ruminansia di Jakarta yang di dasarkan pada pedoman yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasi, yaitu dengan cara survei dan pengamatan, terdiri dari 4 tahapan: (1) penyusunan kuesioner; (2) Permohonan Data RPH DKI Jakarta ke dinas terkait; (3) observasi RPH; (4) analisis data. Tahap Observasi dilakukan di satu Rumah Potong Hewan daerah Jakarta Timur. Kuesioner disusun dengan mengacu pada Peraturan Kementerian Pertanian No 11 tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan total jumlah temuan penyimpangan minor 11 poin dan mayor 7 poin. RPH yang dijadikan objek penelitian masuk kategori RPH Tingkat II (Baik), dengan kriteria batasan penyimpangan minor kurang dari 13 dan mayor kurang dari 10 penyimpangan. Jumlah penyimpangan paling banyak ditemukan pada aspek bangunan, fasilitas, dan peralatan. Hasil tersebut menunjukkan perlunya evaluasi bagi pihak RPH untuk meningkatkan standarisasi keamanan pangan hingga perbaikan serta pengembangan aspek bangunan, fasilitas, dan peralatan. Studi mengenai penilaian prosedur sanitasi higiene RPH dengan mengacu pada pedoman yang baru ini diharapkan dapat menjadi acuan dasar bagi penelitian lanjutan lainnya. ABSTRACT:Beef included as a perishable food. The quality and safety of beef determined by the implementation of the supply of meat in slaughterhouses (RPH), including the implementation of sanitation and hygiene processes. The aim of the study was to assess the ruminant slaughterhouse in Jakarta based on the guidelines issued by the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia. The research was conducted using observational methods, consisting of 4 stages: (1) composing a questionnaire; (2) finding RPH data in Jakarta Province; (3) observation; and (4) data analysis. The observation (step 3) was carried out at one slaughterhouse in East Jakarta. The questionnaire was prepared with reference to the Ministry of Agriculture Regulation No. 11 of 2020. The results showed the total number of findings for minor deviations was 11 points and major deviations were 7 points. The slaughterhouse in this research is included in the category of RPH Level II (Good), with the criteria for minor deviation limitations of less than 13 and major deviations less than 10. The most number of deviations was found in the aspects of buildings, facilities and equipment. These results indicated the need for an evaluation of the RPH to improve food safety standards especially in buildings, facilities and equipment aspects. The study on the assessment of slaughterhouse sanitation hygiene procedures by referring to the new guidelines is expected to become a basic reference for other further research.
Formulasi Minuman Fungsional Ekstrak Bawang Hitam dengan Penambahan Lemon dan Madu Menggunakan Response Surface Methodology Hadi Yusuf Faturochman; Luthfia Hastiani Muharram; Perlitya Shafarita Sativa; Bina Indah Widyananda; Ema Komalasari
agriTECH Vol 43, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.70928

Abstract

Bawang hitam merupakan hasil olahan bawang putih (Allium sativum) yang dihasilkan melalui proses ferementasi pada suhu tinggi selama satu bulan. Pengaruh proses fermentasi menyebabkan bawang hitam memiliki aroma yang tidak terlalu menyengat, rasa manis dan asam, serta memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dari pada bawang putih. Perubahan karakteristik yang terdapat pada bawang hitam tersebut memungkinkan pemanfaatannya menjadi lebih luas salah satunya dapat diolah menjadi minuman fungsional. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan D-Optimal Custom Design menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM). Tujuan penelitian adalah menetapkan formulasi optimum produk minuman fungsional bawang hitamyang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi serta memiliki sifat organoleptik yang baik. Penelitian ini menggunakan variabel bebas berupa konsentrasi ekstrak bawang hitam (73-88 %), konsentrasi madu (10-25%), dan konsentrasi sari lemon (2-8%). Melalui proses optimasi diperoleh hasil yaitu diperoleh formula minuman funggsional bawang hitam terbaik dengan formulasi konsentrasi bawang hitam 76.80 %, konsentrasi madu 18.23 %, dan konsentrasi sari lemon 4.49 % yang menghasilkan aktivitas antioksidan sebesar IC50  4.73 % , penerimaan organoleptik warna 5.73, rasa 6.00, aroma 5.25 dan keseluruhan 5.82.
Evaluasi Penerapan Good Manufacturing Practices Produk Minuman Botanikal Jahe Siap Minum di PT XYZ Husna, Salsabila Al; Jameelah, Maryam; Komalasari, Ema
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 9, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v9i3.2780

Abstract

In improving the quality of food products as an effort to build a competitive UMKM economic structure, it’s necessary to implement Good Manufacturing Practices to produce the quality and suitable for consumption products. GMP is used as a general reference for food industries which is designed to prevent problems related to the quality and safety of food products. The aim of this research was to evaluated the implementation of GMP for Ginger Botanical Drink product which includes 18 aspects of assessment based on the Minister of Industry's regulation regarding GMP. This research was conducted in a qualitative descriptive. The 11 respondents were employees in the management and production departments with the instruments were field observation and interview on each aspect of GMP parameters. The result of this research showed that GMP implementation at PT XYZ is classified as Level 3 with some non-conformities, there were 2 points in the mayor category from the building aspect, 2 points in the mayor category from the sanitation facilities aspect, 1 point in the mayor category and 1 point in the critical category from the machine and equipment aspect, 1 point in the mayor category from the final product aspect, 1 point in the critical category from the employee aspect, and 1 point in the mayor category from the storage aspect. This proves that the implementation of GMP at PT XYZ is still not good enough, therefore, several improvement recommendations need to be given.Keywords - Evaluation, GMP, Improvement Recommendations, UMKM.