Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI GERAKAN HIDUP SEHAT PADA SISWA DI SMA NEGERI 14 ISKANDAR MUDA KOTA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Uswatun Hasanah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang tidak dapat ditularkan dari orang ke orang. Kematian akibat PTM diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, peningkatan terbesar akan terjadi di Negara menengah dan miskin. Penyakit Tidak Menular (PTM) juga penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 5 juta manusia setiap tahunnya. Pendekatan yang digunakan adalah dengan sosialisasi pada siswa SMA karena   remaja lebih mudah menerima apa yang disampaikan dibanding apa yang dicari. Sosialisas merupakan cara yang mudah dan efektif dalam sebuah penyampaian pesan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada siswa SMA Negeri 14 Iskandar Muda Kota Banda Aceh. Jenis kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi kesehatan, oleh karena itu sosialisasi dan edukasi sangat penting dilakukan mengenai Penyakit Tidak Menular.Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, SosialisasNon-communicable diseases (NCDs) are chronic diseases that cannot be transmitted from person to person. Deaths due to NCDs are expected to continue to increase throughout the world, with the largest increases occurring in middle and poor countries. Non-Communicable Diseases (NCDs) are also diseases that are not contagious and are not transmitted to other people by any form of contact, causing death and killing around 5 million people every year. The approach used is outreach to high school students because teenagers more easily accept what is conveyed than what is sought. Socialization is an easy and effective way of conveying a message. The aim of this community service is to detect risk factors for non-communicable diseases in students at SMA Negeri 14 Iskandar Muda, Banda Aceh City. The type of activity carried out is in the form of health outreach, therefore socialization and education are very important regarding Non-Communicable Diseases.Keywords: Non-Communicable Diseases, Socialization
MEMBERIKAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK DI SMK MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Siti Samaniyah; Syarifah Yanti Astryna; Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Chairanisa Anwar; Ewisna Syah Fitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan resistensi bakteri. World Health Organization (WHO) telah memperingatkan tentang peningkatan resistensi antibiotik secara global menimbulkan ancaman yang signifikan dapat mengurangi kemanjuran antibiotik melawan infeksi bakteri. Masyarakat pada umumnya tidak mengetahui mengenai informasi penting tentang durasi, dosis dan cara penggunaan antibiotik. Maka dari itu, individu perluh memiliki pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Pemberian edukasi tentang pencegahan resistensi antibiotik di SMK Muhammadiyah Banda Aceh berguna untuk memberikan informasi tentang penggunaan antibiotik yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 06 Februari 2024, mulai pukul 11.00 s/d selesai. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan para siswa di SMK Muhammadiyah Banda Aceh. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan pencegahan resistensi antibiotik.Kata Kunci: antibiotik, resistensi, lingkungan sekolah Use of antibioticswhich is irrationalcan increase bacterial resistance. World Health Organization (WHO) had warned about The global increase in antibiotic resistance poses a significant threatreduces the efficacy of antibiotics against bacterial infections.The public in general does not know important information about the duration, dosage and method of using antibiotics.Therefore, individuals need to have knowledge about the rational use of antibiotics. Providing education about preventing antibiotic resistance at SMK Muhammadiyah Banda Aceh is useful for providing information about the use of antibiotics which can cause undesirable effects. This educational activity will be held on February 06, 2024, starting at 11.00 until finished. This activity was carried out face to face with students at SMK Muhammadiyah Banda Aceh. The result of this activity is to increase students' knowledge and insight regarding the rational use of antibiotics and preventing antibiotic resistance.Keywords: antibiotic resistance
GERAKAN GAMPONG SIAGA DBD: PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT LUTUENG Finaul Asyura; Siti Samaniyah; Chairanisa Anwar; Ulfa Husna Dhirah; Rahmad Akbar; Rouzatun Nisa; Syarifah Asyura; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai daerah, termasuk Gampong Lutueng, Kabupaten Pidie, yang berpotensi mengalami peningkatan kasus akibat rendahnya kesiapsiagaan dan perilaku pencegahan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan masyarakat melalui program “Gerakan Gampong Siaga DBD.” Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) berbasis keluarga, pembentukan kader gampong siaga, serta simulasi penanganan dini kasus DBD. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat mengenai penyebab, penularan, dan pencegahan DBD; perubahan sikap menuju perilaku hidup bersih; serta peningkatan kesiapsiagaan keluarga dalam melakukan deteksi dini dan tindakan PSN 3M Plus. Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian DBD secara berkelanjutan di tingkat gampong.
HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DENGAN UPAYA PENCEGAHAN DBD PASCA BANJIR DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Rouzatun Nisa; Chairanisa Anwar; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Ulfa Husna Dhirah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5935

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk wilayah yang rawan banjir. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Pengetahuan masyarakat berperan penting dalam mendorong upaya pencegahan DBD setelah banjir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat Gampong Meunasah Lhok yang mengalami kondisi pasca banjir. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup pengetahuan tentang DBD dan upaya pencegahannya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 responden memiliki pengetahuan baik, 24 responden memiliki pengetahuan cukup, dan 13 responden memiliki pengetahuan kurang. Pada variabel upaya pencegahan, sebanyak 32 responden memiliki upaya pencegahan baik, 23 responden cukup, dan 13 responden kurang. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir dengan nilai p-value sebesar 0,003. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Peningkatan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dan kegiatan kebersihan lingkungan perlu dilakukan untuk menurunkan risiko penularan DBD setelah banjir.