Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Tataloka

KEARIFAN LOKAL DALAM PENATAAN RUANG KAWASAN BENCANA VULKANIK STUDI KASUS: DESA KEPUHARJO CANGKRINGAN Catharina Dwi Astuti Depari
TATALOKA Vol 17, No 1 (2015): Volume 17 Number 1, February 2015
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1918.664 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.17.1.21-36

Abstract

Some successful disaster management especially in East Asia have demonstrated how the local wisdom could contribute to increasing the resilience of its communities toward disaster impacts. A new approach integrating local wisdom with modern science is now continuously developed and,  for this reason, a bottom up approach in which community’s aspirations accommodated must be well-considered. In design context, spatial ordering system could symbolize local values in which inherited knowledge towards disaster mitigation is embed. In terms of Merapi’s disaster prone-areas, the communities of Kepuharjo Village have inherited knowledge to coping with volcanic impacts that mostly expressed through their traditions and rites. The research aims to emphasize local wisdom as an essential element that contributes to increasing the community’s resilience towards volcanic impacts.  By investigating the types of local wisdom still existed and understood by the local citizens, and revealing the implementation of those values into the local’s urban structure. The research employs interpretive, and ethnography approaches in which interpretations based on local community’s experience and researcher’s knowledge towards the research focus establishedAbstract: Some successful disaster management especially in East Asia have demonstrated how the local wisdom could contribute to increasing the resilience of its communities toward disaster impacts. A new approach integrating local wisdom with modern science is now continuously developed and,  for this reason, a bottom up approach in which community’s aspirations accommodated must be well-considered. In design context, spatial ordering system could symbolize local values in which inherited knowledge towards disaster mitigation is embed. In terms of Merapi’s disaster prone-areas, the communities of Kepuharjo Village have inherited knowledge to coping with volcanic impacts that mostly expressed through their traditions and rites. The research aims to emphasize local wisdom as an essential element that contributes to increasing the community’s resilience towards volcanic impacts.  By investigating the types of local wisdom still existed and understood by the local citizens, and revealing the implementation of those values into the local’s urban structure. The research employs interpretive, and ethnography approaches in which interpretations based on local community’s experience and researcher’s knowledge towards the research focus established
Makna Ruang Kampung Kauman Yogyakarta dan Semarang Berdasar Konsep Relasi dalam Pandangan Jawa Catharina Dwi Astuti Depari; Amos Setiadi
TATALOKA Vol 16, No 3 (2014): Volume 16 Number 3, August 2014
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.912 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.16.3.133-144

Abstract

Pandangan hidup merupakan seperangkat nilai yang mempengaruhi seluruh sistem kehidupan penganutnya. Dalam konteks masyarakat Jawa, salah satu konsep keyakinan yang merefleksikan pandangan hidup setempat adalah perlunya memelihara relasi yang harmonis antara pribadinya sebagai manusia dengan dirinya sendiri, masyarakat, alam maupun dengan Tuhan. Nilai-nilai keyakinan tersebut diekspresikan secara simbolis melalui desain ruang tinggal pada setiap skala ruang arsitektur. Sebagai permukiman Islam historis, Kampung Kauman menghadapi sejumlah tantangan khususnya dalam upaya memelihara keberlangsungan budayanya. Berkaitan dengan Kampung Kauman Yogyakarta, sejarah perkembangannya tidak terlepas dari pengaruh Sultan sedangkan perkembangan Kampung Kauman Semarang lebih ditentukan oleh besarnya pengaruh dari aktivitas perdagangan di sekitar kampung. Penelitian bertujuan untuk mendukung pelestarian terhadap karakteristik kampung Kauman sebagai satu entitas pribadi bernilai historis. Sasaran penelitian adalah mengungkap bagaimana pandangan Jawa dimanifestasikan ke dalam struktur ruang kampung termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan karakteristik antara kedua wilayah objek studi. Dalam rangka mencapai tujuan penelitian, digunakan pendekatan fenomenologi dengan metode analisis sinkronik sehingga makna simbolis masing-masing ruang Kampung Kauman sebagai artifak budaya, dapat diungkap secara detail dan objektif.
Fenomena Place Attachment pada Komunitas Kawasan Rawan Bencana Merapi Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan Catharina Dwi Astuti Depari
TATALOKA Vol 25, No 1 (2023): Volume 25 No. 1 February 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.25.1.1-12

Abstract

Tinggal dalam kerentanan merupakan salah satu dampak dari hidup bersama bencana bagi warga Desa Glagaharjo di Kawasan Bencana Erupsi Merapi. Meskipun demikian, warga secara persisten menolak program relokasi yang ditetapkan oleh pemerintah kabupaten. Warga Glagaharjo membangun mekanisme menghadapi risiko erupsi dengan memperkuat hubungan sosial-kultural dan membangun kewaspadaan terhadap bencana. Dengan kata lain, merancang lingkungan hunian yang sesuai bagi warga yang terdampak bencana dapat tercapai apabila karakteristik budaya dan kebutuhan warga menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan. Sikap penolakan warga terhadap program relokasi disebabkan oleh faktor spesifik yang mendasari adanya ikatan emosional yang kuat warga terhadap Glagaharjo terhadap tempat tinggalnya. Penelitian bertujuan untuk memahami karakteristik dan kebutuhan warga Glagaharjo menuju pada pembangunan ruang huni yang ideal setelah erupsi tahun 2010. Metode analitik penelitian dikombinasikan dengan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif serta menerapkan Teknik pengukuran sikap Likert guna mengungkap persepsi, sikap, dan opini warga terhadap lingkungan huninya.