Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Madaniya

Sosialisasi Penanganan dan Pengawetan Daging Segar Bagi Siswa Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di SMK Negeri 6 Kabupaten Kendal Adi Sampurno; Rohadi Rohadi
Madaniya Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.291

Abstract

Daging merupakan bahan pangan sumber protein hewani yang tergolong perishable food (makanan yang mudah rusak). Oleh karena itu, pengetahuan tentang penanganan dan pengawetan daging segar sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat umum dan pelaku industri pangan, termasuk siswa Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di SMK Negeri 6 Kendal yang nantinya akan terjun ke dunia usaha terkait dengan industri pertanian khususnya pangan. Sosialisasi tentang penanganan dan pengawetan daging segar dilakukan dalam rangka menambah wawasan siswa APHP, dimana salah satu tujuan SMK adalah menyiapkan lulusan yang terampil dan siap kerja di bidang keahliannya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi berupa sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman tentang penanganan dan pengawetan daging segar yang aman dan sesuai dengan aspek ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) kepada siswa APHP di SMK Negeri 6 Kendal. Metode sosialisasinya berupa ceramah tentang penanganan dan pengawetan daging segar serta demonstrasi cara mendapatkan daging melalui paparan audiovisual. Peserta kegiatan sebanyak 45 siswa dan dipilih secara acak 23 siswa untuk mengisi angket pre dan post test (berisi 10 pertanyaan terkait materi sosialisasi). Data hasil pengisian angket diolah secara statistik dengan uji-t (t-test); analisis perubahan perilaku menggunakan parameter Efektifitas Penyuluhan (EP) dan Efektifitas Perubahan Perilaku (EPP). Hasil uji-t data pre dan post test menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan sebelum kegiatan adalah 6,09 menjadi 6,91 setelah kegiatan, meningkat sebesar 0,82 (82%) dengan nilai signifikansi 0,034 (p<0,05). Berdasarkan hasil uji-t diketahui bahwa program pengabdian secara statistik mampu meningkatkan pengetahuan peserta. Nilai EP sebesar 8,26% dan EPP sebesar 21% berada pada kategori rendah atau kurang efektif, dengan kata lain kegiatan penyuluhan kurang efektif dalam mengubah perilaku peserta. Metode dan media yang digunakan dalam penyampaian sosialisasi turut mendukung keberhasilan penangkapan pesan oleh peserta kegiatan.
Penyuluhan Pemanfaatan Tepung dan Pewarna Alami Bunga Pisang Untuk Siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura SMKN 3 Salatiga Rohadi Rohadi; Anisa Rachma Sari; Bambang Kunarto
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.492

Abstract

Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Salatiga didesain untuk mempersiapkan siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (APHP) sebagai tenaga menengah bidang pembudidayaan tanaman hias, tanaman semusim dan tanaman pangan. Namun demikian siswa kurang mendapatkan teori dan praktik pasca panen dan pengolahan buah pisang. Oleh sebab itu tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Semarang bermaksud memberikan penyuluhan pasca panen, pemanfaatan tepung dan pewarna alami bunga pisang pada pembuatan kue kering dan brownies kepada siswa Jurusan APHP. Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa pada bidang pasca panen dan pengolahan buah pisang. Pelaksanaan PKM digunakan metode ceramah dan diskusi serta praktik. Kegiatan diikuti oleh 67 siswa dari 2 rombel. Hasil PKM menunjukkan ada peningkatan pengetahuan siswa secara nyata pada bidang pasca panen dan pengolahan buah pisang, namun penyuluhan kurang efektif untuk transfer pengetahuan. Hasil uji-t dara pre dan post test menunjukkan nilai rata-rata siswa meningkat sebesar 33 % dari 43,1 menjadi 57,5 dengan tingkat signifikansi 0,001 (p < 0,05). PKM mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam pembuatan kue kering dan brownies berbahan tepung pisang dan pewarna alami bunga pisang.
Penguatan Ketahanan Ekonomi Pangan Pesantren Nurul Furqon Rembang Melalui Bimbingan Teknis dan Pendampingan Produksi Mocaf dan Olahannya Rohadi Rohadi; Siti Aminah; Mulya Virgonita Iswindari Winta
Madaniya Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.602

Abstract

Pengelola Pesantren Nurul Furqon Rembang menekankan penguasaan ilmu keagamaan, ilmu-ilmu dasar dan teknologi serta keterampilan sebagai kecakapan hidup santri setelah lulus. Pesantren menyediakan infrastruktur memadahi untuk mengembangkan minat dan bakat santri pada bidang agribisnis. Namun demikian pesantren tidak memiliki sumberdaya manusia yang cukup pada bidang teknologi pasca panen, pengolahan hasil pertanian dan agribisnis. Oleh sebab itu tim pengabdi bermaksud memberikan bimbingan teknis dan pendampingan produksi mocaf dan olahannya kepada santri dan pengelola. PKM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan motivasi berwirausaha kepada santri pada bidang pasca panen singkong, pembuatan mocaf dan produk olahan berbasis mocaf. Pelaksanaan PKM digunakan metode ceramah dan diskusi serta praktik. Kegiatan diikuti oleh 25 santri dan pengelola. Hasil PKM menunjukkan ada peningkatan pengetahuan peserta secara nyata pada bidang pasca panen, pembuatan mocaf dan produk olahannya serta kewirausahaan, namun bintek kurang efektif untuk transfer pengetahuan. Hasil uji-t pada pre dan posttest bidang pasca panen singkong dan pembuatan produk berbasis mocaf menunjukkan nilai rata-rata test peserta meningkat sebesar 41,7 % dari 43,2 menjadi 61,2 dengan tingkat signifikansi 0,001 (p < 0,05), sementara pada bidang motivasi kewirausahaan meningkat 14,3% dari 54,92 menjadi 62,76. Namun demikian bintek bidang pasca panen dan pembuatan produk berbasis mocaf serta motivasi santripreneur tidak efektif untuk transfer pengetahuan dan keterampilan, dengan nilai efektivitas penyuluhan (EP) masing-masing 22,5% dan 7,84%. PKM mampu meningkatkan keterampilan dan motivasi peserta dalam produksi mocaf dan olahannya dengan indikator ketersediaan produk dan terbentuknya unit usaha berbasis mocaf.
Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Pembuatan Kombucha Bagi Siswa SMKN H. Moenadi Ungaran Anisa Rachma Sari; Bambang Kunarto; Rohadi Rohadi
Madaniya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.737

Abstract

Keterampilan pada matapelajaran bioteknologi pengolahan hasil pertanian di SMKN H. Moenadi Ungaran masih kurang mewadahi, padahal keterampilan tersebut dapat menjadi modal berwirausaha bagi siswa-siswi setelah lulus dari bangku sekolah. Tujuan dari kegiatan PkM adalah meningkatkan pemahaman teori dan keterampilan siswa-siswi SMKN H. Moenadi Ungaran tentang teknologi fermentasi pembuatan kombucha sehingga dapat menumbuhkan jiwa berwirausaha pada siswa. Metode dalam kegiatan PkM meliputi: persiapan kegiatan; pelaksanaan kegiatan dimulai pretes, pemaparan materi mengenai minuman fungsional teh, kombucha dan pengembangan kombucha dilanjutkan praktik pembuatan kombucha dan diskusi serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman terhadap 69 peserta siswa-siswi kelas XI Jurusan APHP SMKN H. Moenadi Ungaran. Hal ini ditunjukkan dengan sudah tidak adanya (0%) peserta dengan tingkat pemahaman sangat rendah setelah mengikuti kegiatan PkM yang sebelumnya terdapat sebanyak 31,88%. Selain itu, peserta dengan tingkat pemahaman sangat tinggi mengalami peningkatan signifikan sebanyak 26,09% dari 2,90% menjadi 28,99%. Berdasarkan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan, peserta mengalami peningkatan tingkat pemahaman terhadap materi yang disampaikan berdasarkan hasil pretes dan postes dan peserta mampu mempraktikan pembuatan minuman fermentasi kombucha berdasarkan pengamatan tim PkM selama mengikuti pelatihan.