Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Ahlul Bayt Perspektif Syiah dan Sunni: Studi Tafsir Al-Mîzan dan Tafsir Tahrîr wa Al-Tanwîr Musolli Musolli
JURNAL AT-TURAS Vol 4, No 1 (2017): Sosiologi Hukum Islam Kontemporer
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.573 KB) | DOI: 10.33650/at-turas.v4i1.199

Abstract

This article attempts to verify that every interpreters have different kinds of interpretation based on their own ideologies. The different exegesis on Surah al-Ahzâb (33): 33 makes it justified. The school of Sunni maintains that Ahlul Bayt is not merely limited to Ahlul Kisa’ as coined among proponents of the school of Shi’i. furthermore, related to the in-deepth investigation of using al-asbâb al-nuzûl of the Surah, it seems to be concluded that Ahlul Bayt in that verse is Ali’s members of family, including Ali, Fatimah, Husain, Hasan, and Prophet Mohammad. At least this is the core of result of the investigation to which this article tries to achieve.
PENCIPTAAN PEREMPUAN: ANTARA MITOS DAN FAKTA Musolli Musolli
JURNAL AT-TURAS Vol 3, No 2 (2016): Islam, Pendidikan, dan Nalar Demokrasi
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.916 KB) | DOI: 10.33650/at-turas.v3i2.190

Abstract

The patriarchial system has been considerable in the socio-cultural construction of the parts of world, as it legitimated a fact that male is conceived as having a higher position than female. The existence of religion argues that a theological interpretation is still based on gender bias. The creation of female from male’s rib bone as a result of interpretation to the nafsin wâhidah is basically designed in terms of isrâiliyyât  over the story. By examining many interpretatory books, this article is to argue that nafsin wâhidah in Quran told equality between male and female, not a biological creation of female.
PkM Pencegahan 4 Anti (Perundungan, Korupsi, ‎Intoleransi, dan Kekerasan Seksual) Berbasis ‎Hipnoterapi di Rumah Tahanan Kelas II.B Kraksaan‎ Ahmad Fawaid; Musolli Musolli
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v4i3.7940

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk pencegahan 4 anti, yakni anti perundungan, anti korupsi, anti intoleransi, dan anti kekerasan sekstual berbasis hipnoterapi di Rumah Tahanan Kelas II.B Kraksaan Probolinggo-Jawa Timur. Pengabdian ini dilatari oleh banyaknya kasus-kasus perundungan, kekerasan seksual, dan korupsi yang dilakukan oleh warga binaan. Kondisi penghuni rumah tahanan yang mengendap mental disorder ini perlu penguatan karakter 4 anti sebagai proses penyembuhan dan penguatan jati diri mereka. Proses pengabdian ini menggunakan pendekatan Community Based Participatory Research ‎‎(CBPR)‎, yang diawali dengan pemetaan masalah, membangun kepercayaan dengan warga binaan, menentukan masalah prioritas, menyusun strategi gerakan, pelaksanaan program, pengamatan dan refleksi reoretis. Hasil pendampingan yang telah dilakukan adalah; terbentuknya kesadaran 4 anti bagi warga binaan yang dapat membentengi dirinya dari perbuatan pidana/kriminal; terbentuknya kesehatan mental positif melalui layanan hipnoterapi untuk mencegah depresi, stres dan bahkan mencegah dari kecanduan obat-obatan terlarang. Pengabdian ini menghasilkan produk “rumah hipnoterapi” bagi warga binaan yang beroperasi sebagai layanan konsultasi dan pembinaan mental.
Analisis Kritis terhadap Penafsiran KH. Nur Ihya’ tentang Penciptaan Nabi Adam: Kajian atas Problem Metodologis Tafsir Saintifik Muslihatud Diniyah; Musolli Musolli
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.905

Abstract

Penafsiran KH. Nur Ihya’ mengenai penciptaan Nabi Adam menimbulkan diskursus karena menawarkan interpretasi yang berbeda dari pandangan mayoritas mufasir. Ia memaknai frasa nafs wāḥidah sebagai stem cell serta berpendapat bahwa Nabi Adam lahir melalui rahim seorang ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi penafsiran KH. Nur Ihya’ serta mengkritisinya berdasarkan perspektif metodologi tafsir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), bersifat deskriptif-analitis dan komparatif. Data primer diperoleh dari video ceramah KH. Nur Ihya’ dan kitab-kitab tafsir klasik maupun kontemporer, sedangkan data sekunder berasal dari buku dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui kajian linguistik, kontekstual, intertekstual, dan komparatif terhadap penafsiran para mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran KH. Nur Ihya’ merepresentasikan corak tafsir saintifik yang mengintegrasikan konsep biologi modern ke dalam penafsiran Al-Qur’an. Namun, konstruksi tersebut menghadapi sejumlah problem metodologis. Pemaknaan nafs wāḥidah sebagai stem cell tidak memiliki landasan semantik yang kuat, tidak sesuai dengan konteks Q.S. al-Nisā’ [4]:1, serta berbeda dari penafsiran mayoritas mufasir klasik dan kontemporer. Selain itu, kesimpulan bahwa Nabi Adam lahir melalui rahim seorang ibu tidak sejalan dengan struktur argumentasi Q.S. Āli ‘Imrān [3]:59 maupun deskripsi penciptaan Adam dalam Q.S. al-Ḥijr [15]:26–29. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kaidah metodologi tafsir ketika mengintegrasikan temuan sains modern ke dalam penafsiran Al-Qur'an.