Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelaksanaan program gizi pada kelompok remaja putri di Pekon Parerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2022 Kinanti, Lulu; Lestari, Reni Puji; Abdullah, Abdullah; Dewi, Afiska Prima
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ruangcendekia.v4i1.595

Abstract

Terdapat permasalahan gizi di Pekon Parerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu salah satunya yaitu pada Remaja Putri KEK (Kekurangan Energi Kronik). Faktor risiko yang menyebabkan terjadinya KEK lainnya yaitu tingkat pendidikan orangtua,pendidikan orang tua terutama ibu merupakan modal utama dalam penunjang ekonomi keluarga yang juga berperan dalam penyusunan makan keluarga, serta pengasuhan dan perawatan anak. Tujuan dari program ini yaitu untuk menurunkan prevalensi permasalah remaja KEK melalui program-program yang akan dijalankan yang terdiri dari lima kegitan. Kegiatan MMD (Musyawarah Mufakat Desa) menggunakan metode Group discussion, edukasi gizi menggunakan metode diskusi, ceramah dan tanya jawab, konseling gizi menggunakan metode penyuluhan dua arah, demo masak dengan metode pendekatan, pelatihan kader dengan metode ceramah, praktik dan tanya jawab. Setelah dilakukan program ini terdapat perubahan pola perilaku remaja dan pengatahuan remaja meningkat.
DINAMIKA PERUBAHAN KEBIJAKAN POLITIK DI ERA DIGITAL lestari, reni puji; yohanes, yulius; noviana, kariana; kurniati, grace; juniarti, nengsih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines changes in political policy in the digital age, influenced by information and communication technology in decision-making. In an era of globalization and more open access to information, political policies have become clearer and more accountable. However, new challenges have emerged, such as the spread of misinformation and divisions in public opinion. Through case analysis and existing data, this article investigates how political parties and governments adapt to these changes and how this impacts public participation. The research findings indicate that policies responsive to needs in the digital world can enhance public participation and strengthen democracy.
BERSAMA MEMBANGUN DESA: PERAN KOLABORATIF MAHASISWA PPM FISIP UNTAN DI DESA BAKAU KAB. SAMBAS Sudirman, Sudirman; Erdi, Erdi; Aswandi, Aswandi; Prakosa, Daffa Putra; Reza, Hangga Taqwa; Akbar, Hijrah; Noviana, Kariana; Masshaumi, Muhammad; Salsabila, Nesya Putri; Putri, Ratih Inri; Lestari, Reni Puji; Mulyono, Tri Teguh; Wulandari, Wulandari
JPPM : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2026): Maret
Publisher : Compart Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63854/jppm.v2i2.124

Abstract

Artikel ini menganalisis pelaksanaan program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) mahasiswa FISIP Universitas Tanjungpura di Desa Bakau, Kabupaten Sambas. Program dilaksanakan selama 3 hari dengan melibatkan 11 mahasiswa yang berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles dan Huberman. Tiga kegiatan utama yang dilaksanakan adalah pembuatan papan nama desa, pengecatan pagar dan pembersihan Surau Al-Iklas, serta penyuluhan kesehatan produk pada makanan. Hasil menunjukkan pendekatan partisipatif efektif menggerakkan partisipasi masyarakat dengan tingkat keterlibatan mencapai lebih dari 60% di setiap kegiatan. Sosialisasi kesehatan produk makanan meningkatkan skor pengetahuan masyarakat dari 42,8 menjadi 81,3. Program ini berhasil memperkuat identitas wilayah, meningkatkan kualitas fasilitas keagamaan, dan meningkatkan literasi konsumen tentang keamanan pangan. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menciptakan rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan serta memberikan dampak pemberdayaan melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan modal sosial.
Implementation of Risk-Based Business Licensing Policy at the Investment and One-Door Integrated Services Department in Sintang Regency Lestari, Reni Puji; Herawati , Netty; Arifin; Martoyo; Sudirman
Desimal: Jurnal Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Desimal
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/

Abstract

The implementation of risk-based business licensing through the Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA) has become a key component of Indonesia’s public-service reform to improve regulatory efficiency, investment certainty, and digital governance. However, empirical evidence explaining how organizational capacity, policy interpretation, and policy application interact during local implementation remains limited. This study analyzes the implementation of OSS-RBA at the Investment and One-Stop Integrated Services Office (DPMPTSP) of Sintang Regency using Jones and Baird’s policy implementation framework. A qualitative single-case study was employed. Data were collected from seven purposively selected participants through semi-structured interviews, non-participant observation, and document analysis, and analyzed using theory-informed thematic analysis with source and method triangulation. The findings indicate that OSS-RBA has strengthened administrative transparency, clarified licensing requirements based on business-risk classifications, and improved institutional arrangements for licensing services. Nevertheless, implementation remains constrained by limited human resources, uneven technical competence, interagency coordination challenges, unstable digital infrastructure, and varying digital capabilities among business actors. These conditions collectively influence organizational performance, policy interpretation, and service delivery. The study demonstrates that effective implementation depends on the interdependent relationship among organizational capacity, policy interpretation, and policy application rather than technological adoption alone. It refines the empirical application of Jones and Baird’s framework by illustrating how these dimensions interact within digitally mediated licensing services and provides practical insights for strengthening institutional capacity, adaptive coordination, and user-oriented digital services.