Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Difference in Image Information Between DWI Sequence and DWI Blade for Optimization of Axial Brain Bintang Kukuh Iman Setyabudi; Hernastiti Sedya Utami; Fani Susanto; Kusnanto Mukti Wibowo
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 5 (2024): Proceedings of the 4th International Nursing and Health Sciences Universitas Muhammad
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v5i.976

Abstract

Background: Diffusion Weighted Image (DWI) sequence that utilizes the movement of molecules due to random thermal motion. The aim of this research is to determine the difference in image information between DWI sequence and DWI BLADE on axial brain MRI images for optimization and to find the most optimal sequence between DWI and DWI BLADE on axial brain MRI images. Method: This study used a quantitative experimental research that aims to determine image information and optimize brain MRI examinations between DWI sequence and DWI BLADE using the MRI Siemens Magnetom Amira 1.5 T at Dr. Oen Kandang Sapi Hospital Solo in May-June 2023. The sample consisted of 11 MRI assessments through visual grading analysis to provide interpretations related to image clarity information, thus obtaining the optimal use of DWI and DWI Blade sequences. Results: Based on the research and discussion results, it can be concluded that there is a difference in anatomical image information between DWI sequence with BLADE and without BLADE on axial brain MRI examinations, with a significance value of 0.00 (p<0.05), indicating a difference in anatomical image information in the cortex cerebri, thalamus, cerebellum, basal ganglia, and a significance value of 1.000 (p<0.05) for artifact information, indicating no difference in artifact image information between DWI sequences with BLADE and without BLADE. Conclusion: DWI BLADE sequence provides better anatomical image information compared to DWI sequence without BLADE in axial brain MRI examinations.
STUDI KUALITATIF: ANALISIS INFORMASI ANATOMI PADA VARIASI SLICE THICKNESS MSCT SCAN ORBITA DENGAN MEDIA KONTRAS POTONGAN AXIAL MPR Hernastiti Sedya Utami; Atika Nur Azizah; Andi Muh. Maulana; Fani Susanto; Pradana Nur Oviyanti
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.342

Abstract

Struktur anatomi orbita sangat kompleks sehingga memerlukan detail yang baik pada msct scan untuk melihat patologi orbita. Salah satu parameter pada msct scan orbita untuk mengetahui keakuratan struktur anatomi orbita adalah ketebalan irisan. menurut literatur ketebalan irisan untuk orbital <2mm. Sedangkan literatur lain mengatakan 3-5 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis informasi citra yang dihasilkan dengan variasi ketebalan irisan pada orbital ct scan.Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi eksperimen. Populasi dan sampel adalah 15 pasien dengan citra MSCT scan orbita dengan rekonstruksi ketebalan irisan media kontras potongan MPR aksial yaitu 1 mm, 2 mm dan 3 mm. Informasi citra yang dinilai adalah akurasi, kejelasan struktur dan jaringan pada citra ct scan orbita potongan MPR aksial meliputi anatomi tulang hidung, saraf optik, sinus etmoidalis, sinus sfenoid, tulang lakrimal, kornea, lensa, bola mata dan sklera. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi dan kuisioner kepada spesialis radiologi sebagai observer dan analisis data dilakukan dengan menggunakan SPPS uji Friedman test.Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan antara informasi citra pada variasi ketebalan irisan CT scan MPR aksial orbital dan ketebalan irisan yang dapat memberikan informasi anatomi yang optimal pada citra axial MSCT scan MPR orbital dengan media kontras yaitu 2 mm.Kata kunci : msct scan orbital; ketebalan irisanAbstract The anatomical structure of the orbit is so complex that it requires good detail on CT scan to see the pathology of the orbit. One of the parameters on the orbital ct scan to reveal the accuracy of the orbital anatomical structure is slice thickness. according to the slice thickness literature for orbital <2mm. Whereas other literature says 3-5 mm. the purpose of this study was to analyze the image information produced with slice thickness variations on ct scan orbitals. The method of this research is qualitative with a experiment study. Population and sample were 15 patients with orbital CT scan images with contrast media slice thickness reconstruction of axial MPR pieces that were 1 mm, 2 mm and 3 mm. Assessed image information is accuracy, clarity of structure and tissue on orbital ct scan images of axial MPR pieces including anatomy of nasal bone, optic nerve, ethmoidal sinus, sphenoid sinus, lacrimal bone, cornea, lens, globe and sclera.Data retrieval is done by observation radiologist and data analysis is carried out by SPSS Friedman test.The result of this research is there is a relationship between image information on slice thickness variations of axial MPR CT scans of orbital and slice thickness which can provide optimal anatomical image information on axial images of MPR CT scans of orbitals with contrast agent that is 2 mm.Keywords: orbital msct scan; slice thickness
Analisis Perbedaan Kualitas Citra Pemeriksaan MRI Cervical Potongan Sagital Pada Penggunaan Sekuens T2 Tse Dixon, T2 Tse Spair, Dan T2 Tse Stir Hakim Masghuri; Arga Pratama Rahardian; Fani Susanto; Alan Samudra; Fathur Rachman Hidayat
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45268

Abstract

Fat suppression merupakan teknik penting dalam pencitraan MRI, khususnya untuk meningkatkan visualisasi struktur anatomi dengan mengurangi sinyal lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kualitas citra pada pemeriksaan MRI Cervical pada penggunaan tiga teknik fat suppression pada masing-masing sekuen, yaitu T2 TSE Dixon, T2 TSE SPAIR, dan T2 TSE STIR. Evaluasi dilakukan pada struktur anatomi CerebroSpinal Fluid (CSF), Spinal Cord, Discus dan Bone Marrow dengan parameter kualitas citra berupa Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Contrast-to-Noise Ratio (CNR). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai SNR pada penggunaan ketiga teknik fat suppresion pada masing-masing sekuen. T2 TSE STIR memiliki mean rank tertinggi, diikuti oleh T2 TSE Dixon dan T2 TSE SPAIR. Sebaliknya, tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada nilai CNR antar ketiga teknik. Meskipun nilai SNR tertinggi diperoleh dari sekuen T2 TSE STIR, bukan berarti teknik tersebut memiliki kualitas citra yang paling optimal. Faktor lain seperti karakteristik jaringan dan sensitivitas masing-masing teknik terhadap inhomogenitas medan magnet turut memengaruhi hasil pencitraan. Setiap teknik menunjukkan performa yang bervariasi tergantung pada jenis jaringan yang dianalisis, sehingga pemilihan teknik fat suppression sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan diagnostik yang spesifik.
Analisis Perbedaan Informasi Anatomi Pemeriksaan MRI Lumbal Sekuen T2 FSE Sagital Penggunaan ARC Dengan Variasi Time Repetition Pada Kasus Hernia Nukleus Pulposus (HNP) Muhamad Rijal Abdullah; Arga Pratama Rahardian; Hernastiti Sedya Utami; Fani Susanto; Alan Samudra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan informasi citra pada pemeriksaan MRI lumbal menggunakan sekuens T2 FSE potongan sagital dengan teknik Autocalibrating Reconstruction for Cartesian Imaging (ARC) berdasarkan variasi nilai Time Repetition (TR) pada kasus Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan sampel sebanyak 10 pasien yang menjalani pemeriksaan MRI lumbal dengan tiga variasi nilai TR, 3000 ms, 3500 ms, dan 4000 ms. Penilaian  informasi anatomi dilakukan oleh dua dokter radiologi menggunakan kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji friedman. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara variasi TR terhadap informasi citra, dengan nilai TR 4000 ms memberikan mean rank tertinggi (2,27), diikuti TR 3500 ms (2,03) dan TR 3000 ms (1,71). Perbedaan signifikan ditemukan terutama pada anatomi medula spinalis dan discus intervertebralis, sementara struktur lain seperti corpus vertebra, cairan cerebrospinal fluid  (CSF),  ligamentum flafum,dan ligamentum posterior tidak menunjukkan perbedaan berarti. Peningkatan nilai TR terbukti meningkatkan rasio sinyal terhadap noise (SNR), yang berdampak pada peningkatan kualitas informasi anatomi. Dengan demikian, nilai TR 4000 ms direkomendasikan sebagai parameter optimal untuk memperoleh kualitas citra dan informasi anatomi  terbaik pada pemeriksaan MRI lumbal sekuen T2 FSE menggunakan teknik ARC.
Analisis Informasi Citra Anatomi Ct Scan Abdomen Kontras Pada Penggunaan Variasi Filter Kernel Kristina Wati; Fani Susanto; Lutfatul Fitriana; Fathur Rachman Hidayat; Ara Novita Safitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.45893

Abstract

Pada pemeriksaan Ct Scan Abdomen sering kali dijumpai tidak ada keseragaman dalam menggunakkan filter kernel oleh rafiografer. Adanya ketidak seragaman menggunakan filter kernel oleh radiografer, tentu akan mengakibatkan informasi citra yang dihasilkan tidak seragam oleh radiografer yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait penggunaan variasi filter kernel dalam pemeriksaan Ct Scan Abdomen khususnya dalam menganalisis informasi citra anatomi yang di hasilkan.Tujuan penelitian ini untuk mebandingkan dan mengetahui informasi citra yang dihasilkan dengan menggunakan variasi filter kernel yang berbeda. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksperimental. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RS Dr. Oen Kandang Sapi Solo. Sampel terdiri dari 7 pasien Ct Scan Abdomen kontras. Hasil citra dianalisis oleh 2 observer Dokter Spesialis Radiologi menggunakkan kueisioner dengan metode visual grading analysis (VGA). Hasil kueisioner diuji statistik dengan uji kosistensi cohen’s kappa dan uji friedman.Variasi filter kernel dilakukan pada setiap pasien dengan 4 jenis variasi filter kernel untuk melihat efeknnya. Hasil uji statistik menyatakan bahwa p-value <0,005 maka variasi filter kernel B30s (medium smooth), B41s (medium +), B50s (medium sharp), dan B80s (very sharp) menunjukkan perbedaan informasi citra Ct Scan Abdomen kontras. Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan nilai informasi citra anatomi yang signifikan antara ke empat variasi filter kernel. Maka variasi filter kernel B30s (medium smooth) disarankan untuk pemeriksaan Ct Scan Abdomen kontras, karena dalam uji statistik menunjukkan bahwa B30s (medium smooth) memberikan informasi citra yang paling optimal.