Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Desain

WAYANG PLASTIK : EKSPLORASI MATERIAL DASAR DALAM PENCIPTAAN WAYANG KREASI Taufiq Akbar
Jurnal Desain Vol 1, No 02 (2014): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.599 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v1i02.559

Abstract

Pada hakikatnya suatu kebudayaan akan selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Kebudayaan dapat berkembang dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru, jika kebudayaan tersebut dapat terbuka terhadap pengaruh-pengaruh budaya lain. Setelah negara Indonesia terlepas dari penjajahan Belanda, wayang kulit purwa tetap dapat bertahan tanpa adanya gubahan-gubahan yang signifikan. Akan tetapi generasi wayang kreasi atau yang disebut juga sebagai wayang kontemporer (non-pakem) mulai lahir dan berkembang di Indonesia sebagai bentuk karya seni yang terpengaruh dampak modernisasi serta tujuan-tujuan lain yang melatarbelakanginya. Studi ini adalah sebuah eksplorasi terhadap material dasar dalam penciptaan wayang kreasi yang menggunakan plastik sebagai material pengganti kulit. Hasil penciptaan diharapkan dapat menjadi model penciptaan alternatif wayang kreasi.
Asimilasi Aksara Latin dengan Tokoh Wayang Arjuna sebagai Upaya Mengenalkan Wayang Kepada Generasi Muda Taufiq Akbar; Abdul Basyir
Jurnal Desain Vol 3, No 02 (2016): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.922 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v3i02.656

Abstract

Wayang adalah warisan budaya yang wajib dilestarikan agar keberadaannya tidak mudah hilang termakan modernisasi zaman. Namun kenyataannya, saat ini minat, perhatian, dan apresiasi generasi muda terhadap kesenian wayang sudah sangat menurun. Semakin hilang dan berkurangnya minat serta antusiasme generasi muda terhadap cerita dan pementasan-pementasan seni wayang mengakibatkan terancamnya eksistensi dan perkembangan wayang dimasa mendatang. Berdasar kepada permasalahan inilah maka penulis menempatkan objek wayang sebagai dasar penciptaan bentuk font yang berbasis budaya tradisi. Penulis menciptakan Font wayang dengan dasar pertimbangan bahwa font merupakan salah satu media yang sangat sering digunakan dalam proses berkomunikasi melalui tipografi.
WAYANG KULIT GLOW IN THE DARK Taufiq Akbar
Jurnal Desain Vol 2, No 02 (2015): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.88 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v2i02.576

Abstract

Wayang sebagai produk perkembangan seni rupa Indonesia pada zaman Hindu, merupakan proses pengembangan nilai-nilai tradisi pada masa sebelumnya. Nilai-nilai keindahan wayang bukan semata-mata karena aspek seni rupa yang telah melalui evolusi yang sangat panjang hingga perupaannya nampak sempurna hingga disebut sebagai karya seni yang adiluhung, karena adanya sisi spiritual yang melingkupi dan menghasilkan seni perlambangan sesuai dengan tuntutan budaya saat itu yang dikaitkan dengan peradaban agama yang melatar belakangi. Berdasar kepada ketertarikan inilah maka penulis menempatkan objek wayang kulit sebagai dasar inspirasi dalam membuat wayang kulit Glow In The Dark.