Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strategi Media Relation Impala Network dalam Membangun Brand Awareness Aditya Jaka Surya Saputra; Rahmawati Zulfiningrum
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.1172

Abstract

The creative industry has become one of the driving forces of the economy in Indonesia. Impala Network is a company engaged in the creative industry and has a positioning as an aggregator that connects one sector to another. Based on the results of the Impala Network mapping, strategies need to be improved so that people can become more widely acquainted. This study aims to examine Impala Network's media relations strategy in building brand awareness using media relations theory and brand awareness theory. The research uses a qualitative descriptive approach, supported by data collection using in-depth interviews, observation, and documentation. Based on the research results, it can be concluded that the Impala Network has several media relations strategies, namely; 1) Regularly holding quality events to build and establish relationships with several media partners, 2) Using social media platforms such as Instagram & Tiktok to see market trends, 3) Implementing the word of mouth method, 4) Impala Network has a positioning as a creative ecosystem builder (creative aggregator/agency) and one of the Top of mind companies in the creative industry within the coverage area of Semarang City and Central Java Province. Impala Network is currently undergoing a transitional stage from brand recognition to brand recall in order to continue to compete in the national creative industry ecosystem.
Analisis Nilai Sosial dalam Iklan Gojek Edisi “Jangan Sepelekan Kekuatan Jempol” di Youtube Wisnu Dwi Yuliyanto; Rahmawati Zulfiningrum
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.1227

Abstract

The phenomenon of decreasing social values in the society, as depicted in the Gojek ad campaign "Don't Underestimate the Power of a Thumb," illustrates social values that can inspire the community to use a thumb as a symbol of appreciation for valuable but forgotten contributions. The goal of this research was to understand the social values present in the ad and then analyze the audience's understanding of those social values. This research is a descriptive qualitative study using the interpretive paradigm with Roland Barthes' semiotics theory. The data collection methods used were observation and interview. Three types of social values were found: Material Value, Vital Value, and Spiritual Value. The Roland Barthes semiotic analysis revealed 17 scenes in the ad with broad meanings. The results of the research showed the audience's understanding of the social values in the ad as follows: a) increasing the audience's awareness of concern in their surroundings, b) providing education and literacy to the audience on social media platforms, c) improving the economic quality of life, particularly for small merchants and lower-middle-class drivers.
Aplikasi Riset Komunikasi Kuantitatif dan Kualitatif Bagi Mahasiswa Puri Kusuma Dwi Putri; Susri Adeni; Rahmawati Zulfiningrum
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.849

Abstract

Penulisan riset pada mahasiswa tingkat akhir merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Dalam penulisan riset mahasiswa perlu mengetahui perbedaaan antara metode penelitian kuantitatif dan kualitatif berdasarkan tujuan penelitian yang akan dicapai. Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk menguji hipotesis yang sudah ditentukan oleh peneliti, sedangkan metode penelitian kualitatif dilakukan untuk melakukan generalisasi makna dari fenomena komunikasi. Penelitian dilakukan bukan karena ingin menghindari angka-angka statistik secara kuantitatif atau penulisan makna yang mendalam pada metode penelitian kualitatif. Webinar mengenai aplikasi riset komunikasi kuantitatif dan kualitatif bagi mahasiswa diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif diselenggarakan pada 20 Mei 2022. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung dengan baik dan lancar diikuti 79 audiens melalui Zoom meeting dan live streaming YouTube TV KU dari Udinus. Saat webinar berlangsung terjadi proses diskusi dan tanya jawab peserta. Pada akhir webinar diharapkan peserta dapat mengetahui dan memahami pendekatan penelitian yang tepat sehingga dapat digunakan saat melakukan penelitian. Saran dari tim pengabdian agar acara webinar aplikasi riset komunikasi kuantitatif dan kualitatif pada jurusan ilmu komunikasi dapat diinformasikan secara luas.
THE CULTURAL TYPES AND IDENTITY OF SUNAN KALIJAGA TEMBANG DOLANAN LIR-ILIR ANALYSIS OF DENOTATION AND CONOTATION Yehezkiel Antonius Wijayanto; Rahmawati Zulfiningrum
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 19 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2023.19.1.7864

Abstract

Most of the surviving cultural arts are representations of the real life of the community, the higher the cultural values and messages offered, the longer they last across generations. This study aims to determine the moral values contained in Tembang Lir-ilir as a means of preaching Sunan Kalijaga during the spread of Islam in Java. This study uses an ethnographic approach in data collection, as well as a discussion of the Theory of Cultural Types, Cultural Identity and General Semantics. The results of the study show that Tembang Dolanan Lir-ilir has survived to the present day as follows: 1) Efforts to preserve Tembang Dolanan Lir-ilir by using educational facilities to sing this song either in daily lessons or at certain events at school; 2) Efforts to utilize regional arts and religious facilities; 3) Efforts to develop using popular arrangements among the public, dissemination of songs via the digital channel Youtube to spread songs. The people of Demak Regency have a passion for supporting the existence of Tembang Dolanan Lir-ilir. There needs to be outreach to the public in understanding the philosophical values of Javanese culture contained in the lyrics of Tembang Dolanan Lir-ilir.
FUNGSI KELOMPOK LANGENSARI DALAM UPAYA PELESTARIAN TARI LENGGER WONOSOBO Fenty Noer; Rahmawati Zulfiningrum
JURNAL SOCIAL OPINION: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.968 KB)

Abstract

Tari Lengger merupakan tari topeng tradisional di Kabupaten Wonosobo, dahulu tari ini digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menyiarkan agama Islam. Maraknya budaya populer yang semakin menggerus budaya tradisional, maka dari itu kesenian Tari Lengger perlu tetap dilestarikan sebagai wujud kekayaan budaya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas budaya dalam kesenian Tari Lengger Langensari. Teori yang digunakan dalam penelitaian adalah identitas budaya yang berfokus pada simbol & makna, norma, dan sejarah dimana suatu budaya berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Lengger Langensari disimbolkan dalam bentuk aktivitas, dan gerak tertentu saat pementasan maupun diluar pementasan. Tari Lengger beralih fungsi sebagai media interaksi dan komunikasi. Kelompok Langensari selau mengajak kaum muda untuk berkarya, upaya tersebut dilakukan untuk memberi pengetahuan masyarakat bahwa Tari Lengger salah satu wa risan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Tari Lengger memberikan pesan kepada penari dan penonton untuk selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
POLA KOMUNIKASI PELATIH DALAM MEMBINA ATLET TAEKWONDO BERPRESTASI Talitha Laliba Rahmawinati; Rahmawati Zulfiningrum
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v6i1.10070

Abstract

Komunikasi memiliki peranan penting dalam proses pembinaan atlet berprestasi dengan didukung pendekatan personal dan peningkatan kompetensi atlet. Menjadi seorang atlet taekwondo memerlukan disiplin waktu, kondisi fisik yang baik, semangat yang tinggi tanpa mengenal kata menyerah, pengalaman, serta pertahanan mental yang stabil demi mencapai visi, misi serta tujuan yang telah ditargetkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi pelatih dalam membina atlet berprestasi. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Narasumber penelitian diantaranya adalah kepala pelatih, pelatih utama, dan atlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi pelatih dan atlet sebagai berikut; a) secara verbal melalui penyampaian instruksi secara langsung dan menjalin kedekatan personal, b) interaksi simbolik memiliki dampak positif pelatih mengetahui kepribadian dan tujuan atlet sedangkan dampak negatifnya adalah instruksi yang berlebihan menimbulkan ketidakfokusan dan kedekatan berlebihan dapat mengurangi kedisiplinan, c) non verbal, memberikan arahan kepada atlet didukung dengan gestur tubuh. Pola komunikasi yang efektif antara pelatih dan atlet menjadi kunci utama dari keberhasilan atlet dalam meraih prestasi yang didukung dengan pengalaman dan wawasan yang dimiliki oleh pelatih. Pelatih perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan atlet, melakukan pembaruan ilmu dan wawasan, serta membangun suasana yang menyenangkan selama latihan.
Pelatihan Pembuatan Video Storytelling Melaui Media Sosial Tiktok Terkait Produk Makanan Lokal Di Desa Wisata Karangrejo Nadia Itona Siregar; Rahmawati Zulfiningrum; Swita Amallia Hapsari
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 3 (2023): September 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v6i3.1422

Abstract

Desa Wisata Karangrejo Kec.Borobudur, Magelang, Jawa tengah adalah salah satu desa yang mendapatkan sertifikasi sebagai Desa Wisata Berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sejak Pandemi Covid-19 telah terjadi penurunan rata-rata kunjungan wisatawan ke objek wisata mencapai lebih dari 70%. Jika kondisi tidak membaik maka diproyeksikan potensi kerugian hingga Desember 2022 akan mencapai Rp. 500 miliar. Guna untuk membangkitkan kembali ekonomi kreatif di Desa Wisata Karangrejo maka diperlukannya peningkatan kemampuan SDM masyarakat khususnya dalam hal digital. Sehingga potensi wisata kuliner lokal di Desa Wisata Karangrejo seperti gula jawa, rambutan, manggis, kelapa, sayuran, Albasia, Jati, Jahe, dan Kunir dapat menarik pengunjung wisata melalui video storytelling. Oleh karena itu, diperlukan pengabdian kemitraan masyarakat untuk memberikan pelatihan aktivitas pengelolaan media konten digital dan pembuatan video storytelling untuk mengangkat kembali ekonomi kreatif dan menarik pengunjung. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan memberikan pelatihan dalam bentuk ceramah, diskusi, dan praktek membuat contoh sederhana konten TikTok. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu pelaku wisata di Desa Wisata Karangrejo yaitu para pengelola homestay, pengelola desa wisata, dan pengelola Puthuk Setumbuk mampu memahami dan mengenali potensi produk makanan lokal yang akan dikembangkan, mampu mempraktekkan pembuatan video storytelling sederhana sehingga dapat menjadi dasar dalam pembuatan video storytelling terkait produk wisata.
Analisis Penerapan The Five Inevitable Laws of Effective Communication dalam Penggunaan Instagram Dinda Nur Hasna Rahmawati; Rahmawati Zulfiningrum
MEDIALOG: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2024): Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi (in Progres)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UM Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/medialog.v7i2.5355

Abstract

Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk menjalin komunikasi. Komunikasi kini dapat dilakukan secara virtual melalui media sosial, seperti Instagram yang merupakan salah satu media sosial terpopuler di Indonesia. Instagram dimanfaatkan untuk media berbagi foto atau video, media untuk berkomunikasi dengan sesama pengguna Instagram, hingga media untuk berbisnis. Semakin intensnya penggunaan sosial media, tidak diimbangi dengan penerapan etika bermedia sosial. Untuk menciptakan komunikasi yang efektif dan menerapkan etika, maka penting untuk menerapkan The Five Inevitable Laws of Effective Communication. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penerapan The Five Inevitable Laws of Effective Communication atau prinsip REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) dalam penggunaan media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan metode penlitian deskriptif kualitatif, dan melakukan wawancara serta observasi secara mendalam terhadap narasumber yang merupakan mahasiswa pengguna Instagram di Semarang. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan prinsip REACH dalam penggunaan Instagram ditunjukan dengan memberikan kritik melalui pesan personal atau direct message, prinsip empathy dengan menunjukan sikap saling memahami antar sesama pengguna Instagram, prinsip audible ditunjukan dengan menyampaikan isi pesan agar mudah dipahami dengan menggunkan kalimat yang jelas, prinsip clarity yaitu menjelaskan maksud dari isi postingan secara rinci dengan memanfaatkan fitur caption, dan prinsip humble dengan membangun interaksi dengan sesama pengguna Instagram. Dengan penerapan The Five Inevitable Laws of Effective Communication dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih efektif di media virtual Instagram, dan dioptimalkan lagi oleh fitur-fitur Instagram.
AKSI SOSIAL PENGEMBANGAN DESA WISATA DI KABUPATEN BREBES UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT Rahmawati Zulfiningrum
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.466 KB) | DOI: 10.32670/ht.v1i1.859

Abstract

Social action has the orientation of a fundamental change in the structure ofsociety. The process and results are the orientation of social action, through aprocess of increasing awareness, community empowerment, and real communityactions organized so that they can make changes to the power structure to realizethe principles of justice, democracy, and equality. Based on the observation datain the field, there are quite a several schools that are close to potential tourismobjects. This condition triggers the emergence of social action in the context ofdeveloping tourist villages to preserve the existing potential as well as improve thecommunity's economy. This research uses interview, observation, and literaturereview methods. The results of the analysis show that identification efforts in thedevelopment of tourist villages in Brebes District are needed to improve thecommunity's economy as one of the mainstays of tourism, especially increasingsupporting facilities and infrastructure as operational technical completeness. It isintended that tourist villages in Brebes District can have high competitiveness, byapplying the concept of participatory sustainable tourism and paying attention toindigeneous knowledge, social capital, and local wisdom.
ANALISIS DAN RESENSI FILM MADAME X: DITINJAU DARI ANALISIS KRITIS KESETARAAN, STEREOTIP DAN IDEOLOGI DOMINAN Rahmawati Zulfiningrum
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.963 KB) | DOI: 10.32670/ht.v1i1.860

Abstract

Queer refers to the concept of nomadic identity to oppose those who have afixed identity based on a binary sex gender system. The character of thecritical approach in Queer's theory suggests that power relations in societyare very important, especially when a person positions himself or herself inthe face of a marginalized society. Madame X's film reconstructs howminorities struggle to get their equal rights in society. This study uses areview method and literature from secondary data. The results of theanalysis show that the situation felt by the transsexual community in Indonesia is represented in this film, including the community's efforts toachieve equality in society. The category of comedy slapstick as the genreused in this film actually shows the superiority of heterosexuals overtranssexuals who are considered inferior. The initial mission of equalityfor the Queer that "everyone has the right to be happy, includingtranssexuals" is actually broken by the humor that is displayed.Transsexuals are still positioned as a minority, describe discriminatorytreatment, and establish stereotypes negative. The film also has varioussocial implications which can further support the dominant ideology.