Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Debit Banjir Rancangan Pada Sistem Drainase Kota Bangli Ruas Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai Selatan Lapangan Kapten Mudita - Patung Adipura Kabupaten Bangli Ida Bagus Suryatmaja; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; I Made Nada; I Made Suardana
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.016 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v11i1.3932

Abstract

Bali adalah salah satu Provinsi di Indonesia dengan Ibu Kotanya Denpasar secara geografis Provinsi Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Secara Administratif Provinsi Bali terdiri dari 8 Kabupaten dan 1 Kota Madya. Berdasarkan catatan Kabupaten Bangli dalam Angka tahun 2018 curah hujan rata- rata tahunan terendah yakni 900 milimeter serta paling tinggi 3.500 milimeter. Penyebaran curah hujan relatif tinggi (2.500-3.500 milimeter) meliputi bagian utara (lereng Gunung Batur) serta semakin rendah ke arah selatan wilayah. Curah hujan paling tinggi berlangsung bulan Desember– Maret serta terendah pada bulan Agustus. Dari keadaan iklim tersebut sehingga permasalahan utama yang terdapat di Kabupaten Bangli yaitu saluran Drainase kota. Kabupaten Bangli yang secara topografi terletak di wilayah dataran tinggi dengan permukaan yang relatif menanjak dan di beberapa lokasi terdapat daerah yang rendah. Kondisi ini tentu memerlukan perhatian khusus terutama dalam masalah perencanaan dan pengelolaan jaringan drainase sehingga kapasitas atau daya tampung dari jaringan drainase dapat secara optimal menyalurkan air sehingga tidak terjadi genangan. Untuk mencapai tingkatan kehidupan masyarakat yang nyaman dan sehat diperlukan suatu sistem infrastruktur perkotaan yang baik. Sebagai Kabupaten yang berkembang, Kabupaten Bangli masih mempunyai permasalahan pada salah satu infrastruktur kota yaitu sistem drainase perkotaannya. Masalah ini harus segera ditangani guna mencegah permasalahan pada infrastruktur lainnya. Masalah yang terjadi pada beberapa titik di pusat kota Bangli adalah genangan air. Dari hasil pengamatan secara langsung dilapangan terlihat pada lokasi penelitian adalah menurunnya kinerja dari saluran drainase akibat dari sedimentasi, vegetasi liar pada saluran, sampah yang terbawa aliran air (saat hujan) atau pun sampah yang dengan sengaja dibuang oleh masyarakat di badan saluran menyebabkan saluran-saluran menjadi tersumbat (penyempitan saluran) dan juga dimensi saluran yang tidak seragam akibat tidak adanya pembersihan dan pemeliharan secara berkala. Dengan mengacu pada masalah masalah yang terjadi pada sistem drainase Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai ruas selatan Lapangan Kapten Mudita sampai dengan Patung Adipura Bangli inilah yang menarik penulis untuk melakukan Analisis terhadap kinerja sistem drainase di ruas Jalan Brigjen I Gusti Ngurah Rai ruas selatan Lapangan Kapten Mudita sampai dengan Patung Adipura Bangli.
Analisis Profil Muka Air Pada Saluran Drainase di Jalan Nagasari Penatih Denpasar Ida Bagus Suryatmaja; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; Anak Agung Ketut Agung Yoga Semadi
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.669 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v11i2.5428

Abstract

Kota Denpasar merupakan salah satu kota pariwisata yang menjadi unggulan daerah Bali. Pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian serius terhadap faktor-faktor yang akan mempengaruhi kunjungan wisata dalam mempertahankan dan menarik kunjungan wisatawan. Salah satu diantaranya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Selain beberapa dampak positif, perubahan penggunaan lahan juga dapat menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif yang terjadi adalah menurunnya daya serap tanah dan meningkatnya limpasan permukaan sehingga menyebabkan adanya daerah rawan banjir dan pada akhirnya menimbulkan keluhan masyarakat di daerah tersebut. Faktor penyebab banjir pada saluran drainase di Denpasar adalah adanya sedimen dan sampah, sehingga menghalangi saluran dan air tidak dapat mengalir dengan lancar. Perubahan tata guna lahan menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air. Kapasitas saluran yang ada saat ini tidak mencukupi untuk menampung kelebihan drainase saat hujan. Maka, penulis mengambil penelitian kapasitas debit eksisting dan profil muka air saluran eksisting drainase di Jalan Nagasari Penatih Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu melakukan pengukuran dari pengamatan langsung dan perhitungan terkait evaluasi kapasitas debit saluran eksisting dan pemodelan profil muka air saluran dengan program HEC-RAS. Hasil pemodelan HEC-RAS untuk profil muka air dari seluruh titik saluran terjadi aliran superkritis pada ketinggian permukaan air di titik River Sta. 2 untuk Q2th yaitu 0,17 m yang nilainya lebih rendah dari kaki permukaan air yaitu 0,45 m. Kapasitas debit saluran eksisting hasilnya sebagian besar di titik saluran tidak terjadi banjir pada kala ulang 2 tahun, sedangkan kala ulang 5 dan 10 tahun mengakibatkan terjadinya banjir karena melebihi kapasitas debit saluran eksisting.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP GREEN CONSTRUCTION PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KONSTRUKSI PUTU ANANDA RAGA UTAMA; NI NYOMAN INTAN SAWITRI SARASWATI; TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM; NI LUH MADE AYU MIRAYANI PRADNYADARI; IDA BAGUS SURYATMAJA; I GUSTI AGUNG GDE SURYADARMAWAN
GANEC SWARA Vol 17, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i1.388

Abstract

Green construction is an effort or strategy for managing construction activities, including the use of efficient and environmentally friendly resources so that they can support a sustainable movement. However, in reality not all parties related to construction activities understand what is meant by green construction. In this regard, a study was conducted to find out how the understanding of construction actors, especially contractors, in the application of green construction. The research was conducted on the Gianyar Market development project because this project has the desire to apply the green building concept. The method used is a qualitative method with interviews, with respondents who are involved in the construction process of the Gianyar Market development. From the results of the study, it was found that the level of understanding of the informants on green construction was sufficient. The resource persons did not fully understand the aspects and factors as well as indicators in green construction. This can be seen from several key statements stating that the explanation of green construction is still general, including green construction which is environmentally friendly construction, does not pollute the environment, and minimizes the negative impact of construction on the environment. From the contractor side, it still requires a more detailed understanding related to green construction. Furthermore, socialization and training can be carried out, as well as strengthening the interpretation of related regulations to increase understanding of green construction.
SAMPAH SEBAGAI BERKAH DALAM PENGELOLAAN KESEHATAN LINGKUNGAN Tjokorda Istri Praganingrum; Ida Bagus Suryatmaja; Ni Gusti Agung Gde Eka Martiningsih
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1913.551 KB)

Abstract

ABSTRAKPermasalahan lingkungan yang ada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan dampak dari kepentingan pembangunan akibat pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan akan ruang. Tidak terkontrolnya peningkatan jumlah timbulan sampah berkorelasi dengan produksi sampah baik sampah rumah tangga, sampah industri maupun sampah lainnya yang berkaitan dengan berbagai kegiatan masyarakat. Penting dilakukan upaya menemukan solusi yang tepat dalam rangka penyehatan lingkungan. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik melalui metode model Tecnology Transfer (TT), dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair dikenal dengan mikroorganisme lokal (MoL), sedangkan untuk sampah anorganik dapat dilakukan pemilahan yang akan memberikan keuntungan ganda yaitu berkurangnya beban lingkungan akibat sampah dan bisa menjadi berkah bagi masyarakat karena dapat memberikan nilai tambah dalam hal financial.Kata kunci: sampah, pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkungan, berkahABSTRACTThe current environmental problems, indeed, is considered as the impact of development interests due to increase in population and the need for space. The uncontrolled raise in amount of waste correlates with either production of household, industrial, or other kind of waste related to various activities done by society. It is important to make efforts to find the right solution in the context of environmental health. One of them is by empowering the community in both organik and inorganik waste management through the Technology Transfer (TT) model, and the application of Effective Technology (ET). Management of organik waste, seen as the products, can be used as liquid organik fertilizer known as local microorganisms (Mikroorganisme Lokal; MoL), while for inorganik waste sorting, in result, will either provide a dual advantage of reducing environmental burden due to waste or being an advantage for the community for providing add-value in financial terms.Keywords: garbage, community empowerment, environmental health, advantage
Analisis Hidrolika Pada Saluran Drainase Di Daerah Seminyak Kecamatan Kuta Kabupaten Badung Ida Bagus Suryatmaja; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; I Made Purnayasa Wijaya
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i1.6583

Abstract

Sistem drainase berfungsi untuk mengalirkan air dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mencegah terjadinya genangan air yang dapat menyebabkan banjir atau merusak infrastruktur. Biasanya, sistem ini terdiri dari berbagai jenis saluran dan ditemukan di daerah perkotaan karena tanah yang padat dan permukaan yang keras. Namun, sistem drainase juga dapat digunakan di daerah pedesaan untuk mengalirkan air dari lahan pertanian atau perkebunan. Sistem drainase perkotaan terdiri dari saluran pembuangan primer yang mengarahkan air dari permukaan kota ke sungai atau laut, saluran pembuangan sekunder yang menghubungkan saluran primer dengan sistem drainase lokal, dan sistem pengaturan air yang mengontrol aliran air ke dalam sistem drainase. Namun, sistem drainase perkotaan memiliki masalah seperti banjir akibat curah hujan yang tinggi atau air tercemar dari limbah industri atau rumah tangga. Pemeliharaan dan pengawasan yang teratur diperlukan untuk memastikan bahwa sistem drainase berfungsi dengan baik dan tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan dan masyarakat. Saluran drainase Jalan Kunti II di Seminyak menggunakan beton precast dan cenderung tidak bekerja dengan optimal, sehingga terjadi banjir dengan ketinggian mencapai 40cm saat hujan deras. Hal ini perlu mendapat perhatian dan penanganan dari masyarakat dan pemerintah daerah, karena sering terjadi banjir yang dapat menyebabkan kerugian pada irigasi dan rumah warga sekitar. Pada musim kemarau, sampah yang menyumbat saluran drainase menyebabkan aliran air tidak teratur dan terjadi genangan air. Hasil pemodelan HEC-RAS menunjukkan bahwa ketinggian muka air dan ketinggian di kaki permukaan air lebih tinggi dari kapasitas debit saluran eksisting, yang dapat menyebabkan banjir. Pada titik River Sta. 2, terjadi aliran superkritis karena ketinggian permukaan air aliran kritis lebih rendah dari ketinggian di kaki permukaan air. Meskipun kapasitas debit saluran eksisting masih mampu menangani aliran air pada titik hilir 800-100 m, namun pada titik 0-800 m ditemukan banjir pada kala ulang 2, 5, dan 10 tahun karena profil muka air melebihi kapasitas debit saluran eksisting. Oleh karena itu, diperlukan tindakan pengelolaan air yang lebih baik seperti meningkatkan kapasitas saluran atau membuat saluran pengalihan air untuk mengatasi potensi banjir di daerah tersebut.
ANALISIS HIDROLOGI RANCANGAN MENGGUNAKAN METODE RASIONAL PADA SALURAN DRAINASE DI KELURAHAN SUMERTA KELOD KOTA DENPASAR ANAK AGUNG RATU RITAKA WANGSA; IDA BAGUS SURYATMAJA; A. A. MERI PUJA ANDINI
GANEC SWARA Vol 17, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i2.463

Abstract

Tukad Kelandis is a tributary of the Tukad Ayung Watershed which is located downstream. In 2021 floods occurred in Tukad Kelandis resulting in one of the places affected by flooding, namely the Art Center area. So it is necessary to do research on the analysis of peak flood discharge on the Tukad Kelandis river using rational methods. Maximum runoff occurs when the rainfall is during the same time as the catchment area concentration time in the rational method. Based on the research results, the amount of planned flood discharge in the Tukad Kelandis watershed was obtained using the rational method for return periods of 2, 5, 10, 20, and 25 years, namely: Q2 Year = 273,890 m3/s, Q5 Year = 337,372 m3/s, Q10 Year = 373,194 m3/ s, Q20 Year = 399,610 m3/ s, Q25 Year = 413,406 m3/ s.
ANALISIS TINGGI GELOMBANG AKIBAT WIND SETUP DI PANTAI SAWANGAN DENGAN METODE HINDCASTING KRISNA KURNIARI; IDA BAGUS SURYATMAJA; MUHAMMAD AVIF RAMADHANA
GANEC SWARA Vol 17, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i2.454

Abstract

Sawangan Beach is located directly facing the Indian Ocean, the high waves and the generation by the wind which produce great energy that hits Sawangan Beach. The coastline was a setback when, around 2010, the access from Sawangan Beach to Pura Geger had turned into rock because the sand on the beach was increasingly eroding. The increasingly steep coastal contours can interfere with fishing activities and the existence of existing groin buildings that are hit by high waves causes the position of the protective stones to not function properly. Therefore it is considered necessary to know the wave height and period at Sawangan Beach. This wave height calculation can later be used in planning appropriate coastal protection structures on the beach. Calculation of wave height in this study focuses on wave generation due to wind, which is called a wind setup using the hindcasting method. Data In determining wave height, wind data is needed. Monthly maximum average wind data from BMKG sources includes 8 directions and wind speeds. The dominant wind is cdaric eastward c, namely c40.83%. Forecasting wave height (hindcasting) from the calculation of the wind stress factor and effective fetch, the value of the wave height (H) is 2.75 meters with a wave period (T) of 10 seconds
Identifikasi Penerapan Green Construction pada Proyek Konstruksi Tjokorda Istri Praganingrum; Ni Luh Made Ayu Mirayani Pradnyadari; Ida Bagus Suryatmaja; I Gusti Agung Gde Suryadarmawan; Ni Nyoman Intan Sawitri Saraswati; Putu Ananda Raga Utama
Jurnal Permukiman Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2023.18.45-52

Abstract

Green construction sebagai upaya mewujudkan sustainable construction diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan serta memberikan kenyamanan pada pengguna bangunan. Namun pada kenyataannya belum semua proses pembangunan menerapkan green construction. Sehubungan dengan hal tersebut dilakukan penelitian pada proyek Pasar Gianyar, dimana pasar ini merupakan salah satu terobosan Kabupaten Gianyar dalam merubah kesan pasar tradisional sekaligus upaya penerapan green building. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan kuesioner dengan 28 responden. Bertujuan untuk mengetahui indikator green construction yang sudah maupun belum diterapkan dalam sebuah proyek konstruksi. Hasil observasi dokumentasi kegiatan dengan 142 indikator, hanya 65 indikator yang memiliki dokumentasi sedangkan 77 indikator lainnya tidak.  Hasil analisis kuesioner aspek green construction menunjukkan penerapan tertinggi adalah pada Faktor 12 Pengelolaan Lahan dan penerapan terendah pada Faktor 3 Kualitas Udara Tahap Konstruksi dan Faktor 8 Pelatihan bagi Subkontraktor. Jika dilihat penerapan aspek, penerapan tertinggi dilihat dari A1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan 71%, penerapan aspek terendah terdapat pada A2 Kualitas Udara dan Kenyamanan sebesar 34%, dengan rata-rata penerapan aspek adalah 52,8%. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap kesiapan metode dan kelengkapan peralatan pelaku konstruksi dalam penerapan green construction dan rekomendasi penguatan turunan peraturan tentang pelaksanaan green construction
Analisis Kapasitas Saluran Drainase di Jalan Tukad Yeh Aya Renon Denpasar Ida Bagus Suryatmaja; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; I Made Nada; I Wayan Gede Pasek Perdana
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i2.7832

Abstract

Kota Denpasar di Bali adalah sebuah kota pariwisata yang penting, dan pemerintah setempat sangat memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan wisata. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Namun, perubahan tata guna lahan dapat memiliki dampak negatif, seperti berkurangnya daya resap tanah dan meningkatnya limpasan permukaan yang bisa menyebabkan banjir. Faktor penyebab banjir di Jalan Tukad Yeh Aya Renon Denpasar adalah keberadaan sampah yang menyumbat saluran drainase dan kapasitas saluran yang tidak mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas pada saluran drainase. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kuantitatif dengan pengukuran dan pemantauan kondisi drainase dan kondisi banjir pada lokasi penelitian. Hasil evaluasi perhitungan dan perbandingan, kapasitas pada saluran drainase di seluruh titik saluran tidak memenuhi dari hasil debit banjir rancangan. Pada analisis program HEC-RAS, debit air melebihi dari kapasitas pada saluran, sehingga akan mengakibatkan terjadinya banjir. Alternatif untuk mengatasi banjir adalah melakukan normalisasi saluran dengan pembersihan sedimentasi akibat sampah dan endapan serta pemeliharaan struktur bangunan saluran drainase.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI SALURAN IRIGASI WAE LOCAK PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI DI DAERAH WALI MANGGARAI TENGAH Ida Bagus Suryatmaja; Krisna Kurniari; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; Agustina Ansilina Sueng
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i1.9077

Abstract

Kabupaten Manggarai Tengah memiliki luas wilayah 2.096,44 km² dan sebaran penduduk 152 jiwa/km². Masyarakat di Kabupaten Manggarai Tengah sebagian besar masih mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama, hasil pertanian antara lain padi, umbi-umbian, kopi, kopi, dan lain-lain. Daerah Irigasi Wae Locak terletak di Desa Wal, Kecamatan Langke Rembong, Manggarai Tengah, merupakan salah satu daerah irigasi yang merupakan bagian dari Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan luas irigasi 50 hektar sejak tahun 1956. Pada tahun 2022, daerah tersebut operasinya akan menjadi 23 hektar. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis aliran andal dengan metode Weibull, analisis kebutuhan air irigasi dengan metode Penman yang dimodifikasi, analisis neraca air dengan metode Water Balance, analisis efisiensi jaringan irigasi dan analisis efisiensi jaringan irigasi menggunakan Microsoft Excel. Data yang diperlukan dalam analisis adalah data pelepasan bendungan 5 tahun terakhir, data tanaman pangan, data iklim, data kondisi jaringan irigasi eksisting, penampang saluran dan avulsi saluran irigasi. Hasil analisis efisiensi saluran primer menunjukkan persentase sebesar 99,083% yang berarti lebih tinggi 90% dari nilai baku mutu saluran primer yang menunjukkan tingginya efisiensi saluran pada daerah irigasi.