Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS KAPASITAS AIR PADA SALURAN DRAINASE DI JALAN ANTASURA DAERAH PEGUYANGAN KAJA DENPASAR UTARA ANAK AGUNG RATU RITAKA WANGSA; IDA BAGUS SURYATMAJA; I MADE NADA
GANEC SWARA Vol 18, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i1.780

Abstract

Drainage is a system created to overcome the problem of excess water above ground and water below ground. The performance of the drainage system is determined by using good construction techniques, carrying out routine and periodic maintenance. Heavy rains not only cause surface water runoff but also urban surface water runoff which forms puddles of water due to the low carrying capacity of the drainage system. One of the areas that experienced flooding in the city of Denpasar was Jalan Antasura in the Peguyangan Kaja area, North Denpasar, which was caused by blockage of channels by sediment caused by rubbish. This research monitors and evaluates rainfall, flood discharge and water capacity in drainage channels. The results of the calculation evaluation and comparison with HEC-RAS modeling show that the water capacity in the drainage channel at the 0-800 m point does not meet the design flood discharge results for all return periods, so it is predicted that the drainage channel will cause flooding, while the water capacity in the drainage channel at the point 800-1000 m still meets the design flood discharge at the 2 year and 5 year return periods, but does not meet the 10 year return period, so it is predicted that the drainage channel will still meet capacity if channel normalization is carried out every year.
Identifikasi Penerapan Green Construction Pada Proyek Konstruksi Praganingrum, Tjokorda Istri; Ni Luh Made Ayu Mirayani Pradnyadari; Ida Bagus Suryatmaja; I Gusti Agung Gde Suryadarmawan; Ni Nyoman Intan Sawitri Saraswati; Putu Ananda Raga Utama6
Jurnal Permukiman Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2023.18.45-52

Abstract

Green construction sebagai upaya mewujudkan sustainable construction diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan serta memberikan kenyamanan pada pengguna bangunan. Namun pada kenyataannya belum semua proses pembangunan menerapkan green construction. Sehubungan dengan hal tersebut dilakukan penelitian pada proyek Pasar Gianyar, dimana pasar ini merupakan salah satu terobosan Kabupaten Gianyar dalam merubah kesan pasar tradisional sekaligus upaya penerapan green building. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan kuesioner dengan 28 responden. Bertujuan untuk mengetahui indikator green construction yang sudah maupun belum diterapkan dalam sebuah proyek konstruksi. Hasil observasi dokumentasi kegiatan dengan 142 indikator, hanya 65 indikator yang memiliki dokumentasi sedangkan 77 indikator lainnya tidak.  Hasil analisis kuesioner aspek green construction menunjukkan penerapan tertinggi adalah pada Faktor 12 Pengelolaan Lahan dan penerapan terendah pada Faktor 3 Kualitas Udara Tahap Konstruksi dan Faktor 8 Pelatihan bagi Subkontraktor. Jika dilihat penerapan aspek, penerapan tertinggi dilihat dari A1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan 71%, penerapan aspek terendah terdapat pada A2 Kualitas Udara dan Kenyamanan sebesar 34%, dengan rata-rata penerapan aspek adalah 52,8%. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap kesiapan metode dan kelengkapan peralatan pelaku konstruksi dalam penerapan green construction dan rekomendasi penguatan turunan peraturan tentang pelaksanaan green construction.
ANALISIS RISIKO PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN SARANA PENGENDALIAN BANJIR PADA WADUK MUARA NUSA DUA DENPASAR WANGSA, ANAK AGUNG RATU RITAKA; PRAGANINGRUM, TJOKORDA ISTRI; LESTARI, I GUSTI AGUNG AYU ISTRI; SURYATMAJA, IDA BAGUS
GANEC SWARA Vol 17, No 4 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v17i4.656

Abstract

Flooding that occurs due to runoff and scouring of Nusa Dua estuary reservoir water in Denpasar city causes the risk of inundating the surrounding roads and entering the mangrove forest. One of the efforts made by the Bali-Penida River Basin Hall is to carry out a flood control facility construction project. The purpose of this study is to identify the risks faced, measure and determine the magnitude of acceptable risks. The method used is descriptive with a qualitative approach. Data collection was conducted by interviews related to risk identification and questionnaires related to risk assessment. The results showed that the risks identified in the implementation of the flood control facility development project in the Nusa Dua estuary reservoir amounted to 36 risks consisting of 10 risk sources. The dominant source of risk is technical, project and safety risks with a percentage of 14%. After an assessment by 17 respondents, there were 15 risks (86%) with unacceptable categories, 10 risks (63%) with undesirable categories, 7 risks (38%) with acceptable categories, and 4 risks (13%) with negligible categories.
Pemodelan Kapasitas Air Pada Saluran Drainase dengan Program HEC-RAS: (Studi Kasus: Jalan Cekomaria dan Jalan Padma Denpasar Timur) Ida Bagus Suryatmaja; Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; Krisna Kurniari; I Putu Prasetia
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i2.10182

Abstract

Kota Denpasar, sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bali, berupaya menjaga daya tariknya dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Namun, pesatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi, terutama di sektor pariwisata, menimbulkan permasalahan lingkungan, salah satunya adalah penurunan kualitas lingkungan akibat perubahan penggunaan lahan. Hal ini menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan meningkatnya limpasan permukaan, sehingga meningkatkan risiko banjir di beberapa wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya tampung saluran drainase di Jalan Cekomaria menuju Jalan Padma Denpasar, yang merupakan salah satu area rawan banjir. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, meliputi pengukuran dimensi saluran, perhitungan debit aliran maksimum, dan pemodelan hidrolika menggunakan program HEC-RAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa daya tampung saluran drainase eksisting di Jalan Cekomaria masih memadai untuk menampung debit banjir dengan kala ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun pada segmen 800 hingga 1000 meter. Namun, pada segmen 0 hingga 800 meter, daya tampung saluran tidak mencukupi untuk menampung debit banjir dengan kala ulang tersebut, sehingga berpotensi terjadi banjir. Kondisi ini mengindikasikan perlunya upaya peningkatan kapasitas saluran drainase di segmen 0 hingga 800 meter, baik melalui normalisasi saluran, pembangunan saluran baru, maupun implementasi sistem drainase berkelanjutan untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENDORONG PERUBAHAN POLA SPASIAL TERHADAP DRAINASE PERKOTAAN DI KECAMATAN DENPASAR BARAT ANAK AGUNG RATU RITAKA WANGSA; TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM; IDA BAGUS SURYATMAJA; NI LUH MADE AYU MIRAYANI PRADNYADARI
GANEC SWARA Vol 18, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i3.1057

Abstract

Changes in spatial patterns, especially the transformation of land from green open spaces to built-up areas, have caused various impacts on the environment and urban drainage systems. This study analyzes the driving factors of spatial pattern change on urban drainage in West Denpasar District, with a special focus on Padangsambian Kelod Village and Pemecutan Kelod Village. This study aims to identify and understand the factors that contribute to changes in the drainage system in the region. The research methods used include collecting spatial data through satellite imagery and thematic maps, field surveys for direct observation, and interviews with residents and related stakeholders. The collected data was then analyzed qualitatively and quantitatively to identify spatial change patterns and their driving factors. The results show that the change in spatial patterns towards urban drainage in West Denpasar District is driven by several main factors, including rapid population growth, intensive infrastructure development, and land use change from agricultural to residential and commercial. These factors have led to increased surface runoff, decreased drainage capacity, and increased flood risk in the region. This study concludes that a more integrated and sustainable drainage management approach is needed to overcome the challenges posed by changes in spatial patterns. The recommendations submitted include increasing drainage capacity, implementing environmentally friendly development practices, and increasing public awareness about the importance of maintaining urban drainage systems.
Implementasi Aplikasi E-Paksi untuk Pendataan Aset dan Penilaian Kinerja Sistem Irigasi di Mergaya Denpasar Suryatmaja, Ida Bagus; Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu; Suarnayasa, I Made
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i1.11424

Abstract

Pengelolaan irigasi yang baik sangat penting untuk mendukung keberlanjutan pertanian dan mencegah alih fungsi lahan di perkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendataan aset serta menilai kinerja sistem irigasi di daerah Mergaya, guna merumuskan kebijakan pengelolaan yang lebih efektif. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, memanfaatkan aplikasi EPAKSI (Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi). Data dikumpulkan melalui observasi langsung sepanjang jaringan irigasi primer dan sekunder, yang mencakup survei Pendataan Aset Irigasi (PAI) dan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI). Hasil dari PAI menunjukkan bahwa aset irigasi di Mergaya terdiri dari enam bangunan irigasi, dua ruas saluran primer, dan dua ruas saluran sekunder dengan kondisi fisik tergolong jelek. Analisis data IKSI mengungkapkan bahwa kinerja jaringan irigasi juga berada dalam kondisi buruk, dengan indeks kinerja hanya mencapai 49,75%, di bawah ambang 50%. Sebagai kesimpulan, penelitian ini merekomendasikan perlunya pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan berat serta penggantian aset yang sudah tidak layak untuk meningkatkan kinerja sistem irigasi.
Analisis Life Cycle Cost Pada Pembangunan Rumah Tinggal Style Bali: (Studi Kasus: Rumah Tinggal di Desa Batannyuh Marga Tabanan) Nada, I Made; Suryatmaja, Ida Bagus; Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu; Praganingrum, Tjokorda Istri; Kurniari, Krisna; Mirayani Pradnyadari, Ni Luh Made Ayu
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i2.12343

Abstract

Rumah tinggal berarsitektur Style Bali di Desa Batannyuh, Marga Tabanan, dibangun dengan konsep Tri Hita Karana yang membagi area menjadi Merajan, area aktivitas, dan Tebe. Penelitian ini bertujuan menghitung total biaya pembangunan dan operasional hingga umur rencana menggunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Fokus perhitungan LCC adalah pada unit-unit bangunan utama seperti Bale Meten Bandung, Bale Singa Sari, dan Bale Daja. Hasil analisis menunjukkan total biaya untuk Bale Meten Bandung sebesar Rp336.435.524, Bale Singa Sari sebesar Rp235.223.074, dan Bale Daja sebesar Rp385.560.584. Biaya tersebut mencakup biaya fisik, pemeliharaan, dan pembongkaran. Efisiensi biaya suatu bangunan sangat dipengaruhi oleh kualitas material, mutu pelaksanaan, dan kontinuitas pemeliharaan. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis seluruh item pekerjaan dengan dampak biaya terbesar dalam proyek.
Pemodelan Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase Menggunakan Perangkat Lunak Storm Water Management Model (SWMM): (Studi Kasus: Jalan Pidada, Kelurahan Ubung, Kecamatan Denpasar Utara) Suryatmaja, Ida Bagus; Ritaka Wangsa, Anak Agung Ratu; Lita Pramudita, I Gusti Agung Istri
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i2.12387

Abstract

Peningkatan konversi lahan hijau menjadi kawasan permukiman di perkotaan secara signifikan mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air, sehingga meningkatkan volume limpasan permukaan dan menyebabkan genangan air. Studi ini berfokus pada evaluasi kinerja sistem drainase di Jalan Pidada, Denpasar Utara, yang sering mengalami genangan akibat alih fungsi lahan dan kurangnya pemeliharaan saluran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas saluran drainase dan mengidentifikasi penyebab genangan di area tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan evaluasi hidrologi dan hidrolika. Data curah hujan, karakteristik daerah aliran, dan dimensi saluran dikumpulkan untuk kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM). Pemodelan dilakukan untuk simulasi kala ulang hujan 2, 5, dan 10 tahun dengan durasi hujan 6 jam. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase di Jalan Pidada tidak memadai. Terjadi banjir maksimum pada kala ulang 2 tahun setelah 5 jam 15 menit, kala ulang 5 tahun setelah 5 jam 30 menit, dan kala ulang 10 tahun setelah 6 jam. Studi ini menyimpulkan bahwa ketidakmampuan saluran dalam menampung limpasan air hujan menjadi penyebab utama genangan. Rekomendasi perbaikan sistem drainase sangat diperlukan untuk mitigasi banjir di kawasan tersebut.
Sampah Sebagai Berkah Dalam Pengelolaan Kesehatan Lingkungan Praganingrum, Tjokorda Istri; Suryatmaja, Ida Bagus; Martiningsih, Ni Gusti Agung Gde Eka
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 3 No. 1 (2019): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.56 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v3i1.954

Abstract

ABSTRAKPermasalahan lingkungan yang ada saat ini tidak dapat dipungkiri merupakan dampak dari kepentingan pembangunan akibat pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan akan ruang. Tidak terkontrolnya peningkatan jumlah timbulan sampah berkorelasi dengan produksi sampah baik sampah rumah tangga, sampah industri maupun sampah lainnya yang berkaitan dengan berbagai kegiatan masyarakat. Penting dilakukan upaya menemukan solusi yang tepat dalam rangka penyehatan lingkungan. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah baik organik maupun anorganik melalui metode model Tecnology Transfer (TT), dan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG). Pengelolaan sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair dikenal dengan mikroorganisme lokal (MoL), sedangkan untuk sampah anorganik dapat dilakukan pemilahan yang akan memberikan keuntungan ganda yaitu berkurangnya beban lingkungan akibat sampah dan bisa menjadi berkah bagi masyarakat karena dapat memberikan nilai tambah dalam hal finansial.Kata kunci :sampah, pemberdayaan masyarakat, kesehatan lingkunganABSTRACTThe current environmental problems, indeed, is considered as the impact of development interests due to increase in population and the need for space. The uncontrolled raise in amount of waste correlates with either production of household, industrial, or other kind of waste related to various activities done by society. It is important to make efforts to find the right solution in the context of environmental health. One of them is by empowering the community in both organik and inorganik waste management through the Technology Transfer (TT) model, and the application of Effective Technology (ET). Management of organik waste, seen as the products, can be used as liquid organik fertilizer known as local microorganisms (Mikroorganisme Lokal; MoL), while for inorganik waste sorting, in result, will either provide dual advantage of reducing environmental burden due to waste or being an advantage for the community for providing value-added in financial terms.Keywords: garbage, community empowerment, environmental health, advantage
EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE MENGGUNAKAN SIMULASI HEC-RAS Anak Agung Ratu Ritaka Wangsa; Suryatmaja, Ida Bagus
Jurnal Teknik Gradien Vol 17 No 02 (2025): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknik_gradien.v17i02.1702

Abstract

Alih fungsi lahan yang masif di kawasan perkotaan Denpasar, khususnya di wilayah Denpasar Utara, telah memicu penurunan drastis pada luasan daerah resapan air serta peningkatan koefisien limpasan permukaan secara signifikan. Fenomena ini berdampak langsung pada Jalan Ahmad Yani Utara, Desa Peguyangan Kaja, yang kerap mengalami permasalahan genangan air akibat beban limpasan yang melampaui kapasitas sistem drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hidraulis saluran drainase eksisting dengan bantuan simulasi model numerik HEC-RAS guna merumuskan rekomendasi penanganan teknis yang komprehensif. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan harian maksimum jangka panjang yang diuji melalui metode kesesuaian distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil pengujian statistik, metode Log Pearson III terpilih sebagai metode yang paling representatif untuk karakteristik hidrologi di lokasi studi. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode Mononobe dengan penetapan waktu konsentrasi (tc) selama 10 menit, yang menghasilkan nilai intensitas sebesar 124,39 mm/jam untuk periode ulang 2 tahun, 154,16 mm/jam untuk 5 tahun, dan 176,57 mm/jam untuk 10 tahun. Dengan membatasi luas daerah pengaliran efektif sebesar 3 Ha dan koefisien pengaliran 0,7, diperoleh debit banjir rencana sebesar 0,726 m³/detik, 0,900 m³/detik, dan 1,031 m³/detik. Hasil evaluasi kapasitas hidraulis pada saluran eksisting berdimensi 0,9 m x 0,9 m dengan koefisien Manning 0,024 dan kemiringan 0,005 menunjukkan kapasitas maksimal sebesar 1,07 m³/detik. Meskipun saluran masih mampu menampung debit banjir hingga periode ulang 10 tahun, ketersediaan tinggi jagaan sangat terbatas sehingga risiko luapan tetap tinggi. Diperlukan upaya pemeliharaan berkala terhadap sedimen dan sampah untuk menjaga efisiensi pengaliran menuju outlet Tukad Ayung.