Thomson Emalisa Sebayang
Departemen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS OPTIMASI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI UBI KAYU Gibson F. Ginting; Hiras M.L. Tobing; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.549 KB)

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apa saja input produksi yang digunakan pada usahatani ubi kayu dan menganalisis pengaruh input produksi terhadap hasil produksi ubi kayu serta menganalisis tingkat optimasi penggunaannya. Daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis data menggunakan Regresi Linier Berganda. Hasil panelitian menunjukkan : Input produksi yang digunakan pada usahatani ubi kayu adalah : luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk  (urea, ZA, KCl, NPK, SP36) dan herbisida. Pengaruh penggunaan input produksi dalam usahatani ubi kayu didaerah penelitian adalah sebagai berikut,  Secara parsial, luas lahan pertanaman dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap produksi ubi kayu, sedangkan bibit, tenaga kerja, pupuk Urea, pupuk ZA, pupuk KCl, pupuk SP36 dan herbisida tidak berpengaruh nyata terhadap produksi ubi kayu di daerah penelitian. Sedangkan secara serempak penggunaan input produksi berpengaruh nyata terhadap produksi ubi kayu di daerah penelitian. Dimana, penggunaan input produksi di daerah penelitian belum optimal. Kata Kunci : Analisis, Input Produksi, Optimasi  
PERBANDINGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN KELUARGA PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT DENGAN PETANI PADI SAWAH (Studi Kasus : Desa Ujung Kubu, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara) Nessy Anali Utami; Thomson Sebayang; Diana Chalil
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 3 (2013): Vol 2 No. 3 Maret 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.383 KB)

Abstract

ABSTRAK Distribusi pendapatan merupakan masalah perbedaan pendapatan antara individu yang kaya dengan yang miskin. Perbedaan pendapatan timbul karena kepemilikan faktor produksi atau jenis komoditas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa distribusi pendapatan petani kelapa sawit relatif lebih merata dibandingkan petani padi sawah. Di Desa Ujung Kubu terdapat fenomena peningkatan luas lahan kelapa sawit dan penurunan luas lahan padi sawah. Data diperoleh dari 60 petani sampel dengan masing-masing komoditi sebanyak 30, dan dianalisis dengan Gini Ratio dan Kurva Lorenz. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani kelapa sawit rakyat tergolong ketimpangan sedang dengan kurva lorenz yang tidak menjauhi garis kemerataan sempurna, sedangkan pendapatan petani padi sawah tergolong ketimpangan rendah dengan kurva lorenz yang lebih mendekati garis kemerataan sempurna. Ketimpangan pendapatan keluarga petani kelapa sawit rakyat yang relatif tinggi disebabkan oleh tingginya variasi pendapatan yang berasal dari pekerjaan non-usahatani sedangkan keluarga petani padi sawah umumnya tidak punya cukup waktu untuk melakukan pekerjaan non-usahatani. Kata Kunci: Distribusi Pendapatan, Gini Ratio, Kurva Lorenz
ANALISIS DETERMINAN PRODUKSI DAN PENERIMAAN USAHATANI JAGUNG (Zea mays L.) DI KABUPATEN KARO Rika Febriani Ginting; Thomson Sebayang, Salmiah
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 6 (2013): Vol 2 No. 6 Juni 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.286 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian adalah : untuk menjelaskan tingkat produktivitas dan menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi produksi jagung, menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani jagung, menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi penerimaan jagung dan menjelaskan perkembangan  harga jagung. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan jumlah produksi. Metode analisis untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi produksi digunakan fungsi produksi model Cobb-Douglas, untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi penerimaan usahatani jagung digunakan fungsi penerimaan model Regresi Linear Berganda, untuk menjelaskan perkembangan harga jagung digunakan Analisis Regresi model Trend Linear dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : tingkat produktivitas jagung di daerah penelitian tergolong tinggi; hasil produksi jagung dipengaruhi oleh jumlah bibit, jumlah herbisida dan curahan tenaga kerja; usahatani jagung di daerah penelitian menguntungkan dan layak untuk dikembangkan; penerimaan usahatani jagung dipengaruhi oleh harga jual jagung, biaya tenaga kerja, biaya sewa lahan dan biaya PBB; harga jagung di Kabupaten Karo fluktuatif namun cenderung meningkat. Kata Kunci : Produktivitas jagung, produksi jagung, kelayakan usahatani jagung, penerimaan usahatani jagung, harga jagung.
PERBEDAAN SISTEM TATA NIAGA BERAS ORGANIK DENGAN BERAS ANORGANIK (Studi Kasus Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai) Eva Amalia; Kelin Tarigan; Thomson Sebayang
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.73 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan bentuk saluran tata niaga antara beras organik dengan beras anorganik di daerah penelitian dan untuk menjelaskan perbedaan fungsi-fungsi tata niaga yang dilakukan oleh petani dan masing-masing lembaga tata niaga beras organik dengan beras anorganik di daerah penelitian. Lokasi penelitian dilakukan secara purposive, pengambilan sampel penelitian ini dilakukan secara sensus. Data yang digunakan adalah data primer pelaku-pelaku tata niaga beras organik di daerah penelitian melalui wawancara langsung dengan menggunakan daftar pertanyaan. Penelitian ini menggunakan perhitungan sederhana dengan rumus-rumus sesuai teori tata niaga. Hasil analisis menunjukkan bahwa saluran tata niaga beras organik di daerah penelitian adalah Petani beras organik – Lembaga Kelompok Tani – JaPPSA – Konsumen. Saluran tata niaga beras anorganik di daerah penelitian adalah Petani beras anorganik – Pedagang Pengumpul – Pengolah – Grosir – Kios – Konsumen. Setiap lembaga tata niaga yang terlibat dalam saluran tata niaga beras organik maupun beras anorganik melakukan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan fungsi ini menyebabkan biaya yang dikeluarkan oleh setiap lembaga juga berbeda. Biaya tata niaga, sebaran harga dan persentase margin pedagang pengolah beras organik yaitu lembaga kelompok dan beras anorganik yaitu pengolah lebih besar dibandingkan dengan lembaga tata niaga lain yang terlibat dalam saluran pemasaran. Saluran tata niaga beras organik dan beras anorganik di daerah penelitian efisien.   Kata Kunci: Tata Niaga, Beras Organik, Beras Anorganik
ANALISIS NILAI TAMBAH USAHA TERNAK SAPI POTONG (Studi Kasus: Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat) Rafika Zahara; Thomson Sebayang; Diana Chalil
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 9 (2013): Vol 2 No 9 September 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.544 KB)

Abstract

ABSTRAK Terdapat dua cara investasi dalam peternakan sapi yaitu usaha pembibitan dan penggemukan sapi potong. Akan tetapi, usaha pembibitan sapi potong kurang diminati oleh investor karena relatif lebih rumit dan memerlukan jangka waktu usaha yang lebih lama dibandingkan dengan usaha penggemukan sapi potong. Hal tersebut dapat dilihat dengan skala usaha peternakan yang relatif kecil. Untuk menganalisis kondisi tersebut maka dilakukan penelitian terhadap 30 orang peternak usaha pembibitan dan 30 orang peternak usaha penggemukan sapi potong. Besar sampel ditentukan dengan Metode Slovin, Propotionate Stratified Sampling dan penarikan sampel ditentukan dengan Metode Snowball Sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan Metode Hayami dan Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Nilai tambah yang dihasilkan pada usaha pembibitan lebih kecil dibandingkan pada usaha penggemukan sapi  potong (2) harga indukan sapi, harga anakan sapi, biaya obat cacing, biaya garam, biaya BBM dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap nilai tambah usaha pembibitan sapi potong (3) harga sapi bakalan penggemukan, harga sapi hasil penggemukan, biaya obat cacing, biaya garam, biaya BBM dan upah tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap nilai tambah usaha penggemukan sapi potong. Kata Kunci : Sapi Potong, Usaha Pembibitan, Usaha Penggemukan, Nilai Tambah
ANALISIS KESEIMBANGAN PENAWARAN DAN PERMINTAAN JAGUNG DI SUMATERA UTARA Septionery Sibuea; Thomson Sebayang; Satia Negara Lubis
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.231 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi  penawaran jagung di Sumatera Utara, untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan jagung di Sumatera Utara, dan untuk menganalisis keseimbangan penawaran dan permintaan jagung di Sumatera Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dan permintaan jagung dan model Cobweb untuk menganalisis keseimbangan penawaran dan permintaan jagung. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran jagung di Sumatera Utara adalah harga jagung tahun sebelumnya, harga urea tahun sebelumnya, dan penawaran tahun sebelumnya. Harga jagung tahun sebelumnya berpengaruh nyata terhadap penawaran jagung, sedangkan harga urea tahun sebelumnya dan penawaran tahun sebelumnya berpengaruh tidak nyata terhadap penawaran jagung. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan jagung di Sumatera Utara adalah harga jagung tahun sekarang, jumlah perusahaan pakan ternak tahun sekarang, dan permintaan tahun sebelumnya. Jumlah perusahaan pakan ternak tahun sekarang berpengaruh nyata terhadap permintaan jagung, sedangkan harga jagung tahun sekarang dan permintaan tahun sebelumnya berpengaruh tidak nyata terhadap permintaan jagung. Penawaran dan permintaan jagung di Sumatera Utara adalah divergen atau menjauhi keseimbangan. Ini memberikan arti bahwa pengaruh harga terhadap penawaran sangat besar, sehingga peningkatan produksi sebagai respon atas kenaikan harga relatif besar. Kata kunci : Jagung, Penawaran, Permintaan
KOINTEGRASI HARGA JAGUNG PIPIL IMPOR, HARGA JAGUNG PIPIL SUMATERA UTARA DAN KABUPATEN KARO Febry Tita Ekaputri; Thomson Sebayang; M. Jufri
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 10 (2013): Vol 2 No 10 Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.052 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk menganalisis kointegrasi harga jagung pipil impor dengan harga jagung pipil Sumatera Utara, untuk menganalisis kointegrasi harga jagung pipil impor dengan harga jagung pipil Kabupaten Karo, dan untuk menganalisis kointegrasi harga jagung pipil Sumatera Utara dengan harga jagung pipil Kabupaten Karo. Alat analisis yang digunakan adalah uji kointegrasi Johansen dengan bantuan perangkat lunak Eviews, dengan melakukan 3 langkah uji yaitu uji akar unit, uji kointegrasi dan Error Correction Model (ECM). Data yang digunakan adalah data harga bulanan time series selama periode 4 tahun (2009-2012). Hasil analisis menyimpulkan bahwa ada kointegrasi antara harga jagung pipil impor, harga jagung pipil Sumatera Utara dan harga jagung pipil Kabupaten Karo. Perubahan harga jagung pipil yang terjadi di pasar internasional akan diikuti dengan perubahan harga jagung pipil di pasar domestik (Sumatera Utara dan Kabupaten Karo). Harga jagung pipil di pasar internasional berfluktuasi, maka harga jagung pipil di pasar domestik baik Sumatera Utara maupun Kabupaten Karo juga akan mengalami fluktuasi. Pasar internasional, Sumatera Utara dan Kabupaten Karo perlahan-lahan akan menuju pada titik keseimbangan, hal ini berarti pasar terintegrasi dalam jangka panjang. Ada hubungan positif antara harga jagung pipil internasional (harga ekspor) dan harga jagung pipil Sumatera Utara (harga domestik) dengan volume produksi jagung pipil Sumatera Utara. Kata kunci: Kointegrasi, Harga Jagung Pipil Impor, Volume Produksi Jagung Pipil.
ANALISIS USHA PENANGKAPAN IKAN (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Nibung,Kota tanjung Balai) Romelia J Hutajulu; Thomson Sebayang; Tavi Supriana
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.084 KB)

Abstract

ABSTRAK Tanjung Balai merupakan penghasil ikan terbesar di Sumatera Utara. Hasil ikan ini banyak di ekspor ke luar negeri. Namun harga yang di terima nelayan lebih kecil dibandingkan dengan harga jual ekspor. Pendapatan yang di terima nelayan hanya bisa dipakai untuk kehidupan sehari – hari tidak untuk di tabung. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan ikan di daerah penelitian, (2) untuk menganalisis perbedaan biaya operasional dan pendapatan nelayan kapal kapasitas  3 – 5 GT dengan kapal kapasitas 6 – 10  GT di daerah penelitian. Data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang dieroleh dengancara wawancara langsung dengan nelayan di Kecamatan Teluk Nibung. Kota Tanjung balai dan data sekunder. Dalam menganalisi besarnya pengaruh variabel, digunakan ada model regresi linear berganda  metode estimasi yang digunakan adalah metode kuadrat terkecil ( Ordinary Least Square). Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa Faktor yang berpengaruh nyata terhadap jumlah hasil tangkapan ikan di daerah penelitian adalah variabel kapasitas kapal, sedangkan variabel lama melaut dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata, biaya operasional penangkapan dan pendapatan usaha penangkapan ikan yang menggunakan kapal berkapasitas 6–10 GT  berbeda nyata dengan kapasitas 3–5 GT di daerah penelitian. Pendapatan bersih dan biaya operasional kapal kapasitas 6-10 GT lebih tinggi dari pendapatan bersih dan biaya operasional kapal kapasitas 3-5 GT. Keywords : biaya operasional, harga jual, nelayan
ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS KOPI ARABIKA DI KABUPATEN TAPANULI UTARA ( Studi Kasus : Desa Bahal Batu III, Kecamatan Siborong-Borong) Ayunda Pratiwi; Thomson Sebayang; Hasman Hasyim
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.6 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini selain untuk menganalisis perkembangan volume produksi kopi Arabika, perkembangan luas areal dan produktivitas kopi Arabika, perkembangan harga jual kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara, juga untuk menganalisis daya saing (keunggulan kompetitif dan komparatif) usahatani komoditi kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara serta menganalisis dampak kebijakan pemerintah pada input-output terhadap usahatani kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara.   Metode yang digunakan menganalisis kecederungan perkembangan luas areal, produksi dan harga jual kopi adalah metode trend linier analysis, sedang untuk menganalisis daya saing komoditas kopi Arabika digunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM).   Hasil penelitian menyimpulkan bahwa volume produksi dan luas areal kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara berfluktuasi namun cenderung meningkat sedangkan produktivitas relatif stabil. Perkembangann harga jual kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara cenderung meningkat, namun harga jual di kabupaten ini lebih rendah dibandingkan dengan harga jual di tingkat provinsi Sumatera Utara dan harga ekspor. Dari sisi harga, kopi hasil produksi kabupaten Tapanuli Utara memiliki nilai daya saing di pasar domestik dan internasional. Usahatani kopi Arabika di kabupaten Tapanuli Utara memiliki daya saing karena memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sehingga layak untuk dikembangkan. Kebijakan pemerintah pada harga ­input-output usahatani kopi Arabika, berdampak negatif terhadap penerimaan petani pada tingkat harga private output, namun berdampak positif bagi petani kopi pada tingkat harga private input tradable, disebabkan adanya subsidi pupuk yang membantu petani dalam mengurangi biaya input produksi. Kata kunci : harga, daya saing kopi Arabika
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN GERAI KOPI DI KOTA MEDAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Siti Sara; Thomson Sebayang, Emalisa
JOURNAL ON SOCIAL ECONOMIC OF AGRICULTURE AND AGRIBUSINESS Vol 2, No 12 (2013): Vol 2 No. 12 Desember 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.365 KB)

Abstract

ABSTRAK Siti Sara (090304099) dengan judul skripsi “Analisis Kepuasan Konsumen Gerai Kopi di Kota Medan dan Faktor yang Mempengaruhinya” yang dibimbing oleh Bapak Ir. Thomson Sebayang, MT selaku ketua pembimbing dan Ibu Emalisa, SP, M. Si selaku komisi pembimbing.   Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pengambilan keputusan oleh konsumen, posisi dari tingkat kepuasan konsumen gerai kopi di Kota Medan, kontribusi bauran pemasaran berupa tempat, harga, produk dan promosi terhadap tingkat kepuasan serta besar kontribusi tingkat kepuasan konsumen terhadap keinginan rekomendasi oleh konsumen kepada orang lain.   Metode penelitian data untuk hipotesis yang pertama adalah dengan metode deskriptif dari hasil persentase tingkat kepuasan hasil skor dan pengelompokan tingkat kepuasan dengan rentang skala, untuk  hipotesis yang kedua menggunakan metode analisis SEM (Structural Equation Modeling), untuk hipotesis yang ketiga juga menggunakan alat analisis SEM (Structural Equation Modeling).   Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi tingkat kepuasan konsmen berada pada tingkatan puas, kemudian komponen bauran pemasaran tempat dan produk mempengaruhi tingkat kepuasan konsumen secara signifikan serta tingkat kepuasan konsumen memberikan kontribusi besar terhadap keinginan rekomendasi oleh konsmen kepada orang lain.   Kata Kunci : Proses Pengambilan Keputusan, Tingkat Kepuasan, Bauran Pemasaran dan Keinginan Rekomendasi.