Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI NASABAH BANK SAMPAH DI KELURAHAN GENUKSARI KOTA SEMARANG Andarina Aji Pamurti, S.T., M.T.
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 1 (2025): VOLUME 6 NOMOR 1 MARET 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i1.11623

Abstract

Pertambahan penduduk akan mempengaruhi adanya sebuah aktivitas sehingga memiliki dampak berupa peningkatan konsumsi yang akan menimbulkan peningkatan produksi sampah. Sampah merupakan permasalahan yang sangat rumit. Permasalahan ini disebabkan oleh banyaknya sampah. Kepadatan penduduk yang tinggi tentunya mempengaruhi banyaknya sampah yang dihasilkan dari aktivitas penduduk. Permasalahan yang terjadi pada bank sampah di Kelurahan Genuk Sari adalah tingkat partisipasi masyarakat yang kurang optimal yang disebabkan oleh berbagai faktor dari masyarakat itu sendiri atau faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di Kelurahan Genuk Sari. Sasaran yang ingin di capai dalam penelitian yaitu: pertama mengidentifikasi faktor eksternal dalam pengolahan sampah rumah tangga, kedua mengidentifikasi faktor internal dalam pengolahan sampah rumah tangga dan yang ke tiga menentukan faktor yang paling mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah di kelurahan genuk sari. Data di kumpulkan melalui observasi dan kuesioner, dengan metode pendekatan kuantitatif (analisis statistik deskriptif dan analisis faktor). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah dikelurahan Genuksari ada dua faktor utama, yang pertama faktor internal dan yang kedua faktor eksternal. Faktor internal yaitu ketersedian waktu luang, pengetahuan daur ulang, pendidikan, usia, jenis kelamin. Dan yang kedua faktor eksternal yaitu Jarak rumah ke bank sampah dan Peran pemerintah.
DAMPAK PERKEMBANGAN KAWASAN PERINDUSTRIAN TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN, EKONOMI, SOSIAL, LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG Achid Shoimul Fajria; Andarina Aji Pamurti
Indonesian Journal of Spatial Planning Vol. 6 No. 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2 OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ijsp.v6i2.13038

Abstract

Kecamatan Pringapus, terletak di Kabupaten Semarang, mengalami perubahan signifikan akibat alih fungsi lahan dari pertanian menjadi kawasan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari perubahan tersebut dan menggunakan metode analisis kuantitatif dan spasial untuk memberikan gambaran yang jelas tentang perubahan yang terjadi. Hasil menunjukkan bahwa dengan adanya alih fungsi lahan ini berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di Kecamatan Pringapus. Yaitu peningkatan komersial, yang dimanfaatkan warga untuk membuka usaha perdagangan dan jasa di sekitar kawasan industri. Serta dampak positif dari keberadaan industri adalah terciptanya lapangan kerja baru yang meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus  ini  memberikan perubahan sosial di Kecamatan Pringapus. Hal ini di sebabkan perkembangan ekonomi yang baik di kecamatan Pringapus sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan dan keinginan yang lebih baik yaitu faktor urbanisasi. Dengan beralihnya fungsi lahan di Kecamatan Pringapus tidak memberikan perubahan lingkungan bagi masyarakat Pringapus. Hal ini dapat dilihat dari cara mengelola persampahan di kecamatan Pringapus yang mulai sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan menjaga kondisi lingkungan sekitar. Namun, terdapat dampak negatif, yaitu berkurangnya lahan pertanian yang mengakibatkan petani kecil tersisih.