Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dinamis

ANALISA PEMAKAIAN BAHAN BAKAR AMPAS TEBU DAN TEMPURUNG KELAPA DENGAN MENGUJI VARIASI RASIO YANG PALING EFISIEN TERHADAP KETEL UAP SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Christiany N. S.; Tekad Sitepu; Farel H. Napitupulu; Mahadi; Taufiq B. N.
DINAMIS Vol. 6 No. 2 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.678 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i2.7100

Abstract

Bahan bakar merupakan segala sesuatu yang dapat dibakar dan menghasilkan panas. Bahan bakar yang terdapat di alam dapat berupa padat, cair, dan gas. Ketel uap sangat berhubungan erat dengan bahan bakar yang digunakannya. Berdasarkan pengalaman dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, bahan bakar biomassa dari limbah tanaman dapat dijadikan sebagai bahan bakar alternative yang ketersediannya dapat terus dijaga dan menghasilkan nilai kalor yang tidak kalah tinggi serta biaya yang cukup terjangkau. Salah satu pabrik yang mengaplikasikannya adalah Pabrik Gula Sei Semayang yang menggunakan ampas tebu dan fiber (cangkang dan serabut sawit) sebagai bahan bakarnya dan menghasilkan efisiensi sebesar 66%. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan nilai efisiensi tertinggi dan terendah serta mendapatkan variasi rasio yang paling efisien digunakan. Penulis melakukan pengujian dan menganalisa campuran ampas tebu (AT) terhadap tempurung kelapa (TK) dengan berbagai variasi rasio menggunakan cara metode tidak langsung, yakni 90% AT : 10% TK, 80% AT : 20% TK, 70% AT : 30% TK, 60% AT : 40% TK, dan 50% AT : 50% TK. Dari hasil pengujian, direkomendasikan rasio bahan bakar yang paling efisien digunakan pada ketel uap merk Yoshieme Japan, dengan suhu uap 325°C, kapasitas uap 60 T/jam, dan tekanan 29 kg/cm2 adalah 90% AT : 10% TK dengan efisiensi sebesar 78,75%.
ANALISA SALURAN PENGERING PAKAN TERNAK DENGAN BENTUK BALOK PADA SISTEM POMPA KALOR DENGAN DAYA 1 PK Jupiter Sirait Sirait; Tekad Sitepu; Andianto P.; Mahadi; Farida Ariani
DINAMIS Vol. 6 No. 4 (2018): Dinamis
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.725 KB) | DOI: 10.32734/dinamis.v6i4.7178

Abstract

Analisa ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang sering di hadapi para produsen pakan ternak untuk mengeringkan pakan ternak yang sudah dicacah dalam keadaan lembab menjadi kering agar tahan lebih lama.Oleh sebab itu dilakukan perancangan ulang saluran pengering dari yang sebelumnya yaitu suatu saluran pengering bentuk balok dengan ukuran tinggi 100 cm, tinggi kaki 104 cm, luas penampang 40 x 40 cm, ukuran pipa masuk saluran udara 3 inc, dengan kapasitas 1kg. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui laju perpindahan panas pada saluran pengering,mengetahui laju pengeringan pakan ternak ,untuk mengetahui laju ekstraksi air spesifik,untuk mengetahui komsumsi energi spesifik dan mengetahui biaya yang dibutuhkan dalam proses pengeringan pakan ternak per kilogram .adapun parameter-parameter yang menjadi acuan dalam penelitian ini adalah luas permukaan,kecepatan udara,kelembapan udara dan waktu. Nilai laju perpindahan panas pada saluran pengering pakan ternak berbentuk balok dengan tinggi 100cm dengan luas penampang 40x40 cm adalah 9,286 w,nilai laju pengeringan pakan ternak adalah 0,1145 kg/jam sedangkan penurunan kadar air pada pakan ternak 25,9% . nilai laju air spesifik (Spesific Moisture Extraction Rate ) adalah 0,108671 kg/kwh,nilai komsumsi energi spesifik (Spesific Energi Comsumption) adalah adalah 9,202059 kwh/kg.Biaya yang dibutuhkan untuk proses pengeringan pakan ternak dengan pengering sistem pompa kalor daya 1PK selama 1,6 jam adalah Rp 10481 –per kilogram.