Dampak kenaikan PPN 11% terhadap keputusan pembelian konsumen di Surakarta. Permasalahan utama adalah penurunan daya beli akibat kenaikan harga. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh PPN , minat beli, dan harga, seta peran pendapatan sebagai moderasi. Disarankan pelaku usaha menyesuaikan strategi harga, dan pemerintahan mempertimbangkan kebijakan pajak terhadap daya beli masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis PLS-SEM. Data diperoleh melalui kuesioner kepada konsumen di Surakarta. Teknik sampling menggunakan metode purposive sampling. Variabel yang digunakan meliputi PPN, minat beli, harga jual, keputusan pembelian, dan pendapatan sebagai moderasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kenaikan PPN 11%, minat beli, dan harga jual produk berpengaruh signifikan terhadap kenaikan pembelian. Selain itu, kebijakan konsumen terbukti mampu memoderasi hubungan antara variabel independen dan keputusan pembelian. Konsumen dengan pendapatan tinggi cenderung lebih stabil dengan mengambil keputusan, sedangkan konsumen berpendapatan rendah lebih sensitif terhadap perubahan harga akibat kebijakan pajak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ekonomi seperti PPN, harga, dan pendapatan berperan penting dalam keputusan pembelian. Minat beli juga menjadi pendorong utama perilaku konsumen. Disarankan pelaku usaha lebih adaptif dalam menentukan harga, sementara pemerintah perlu mempertimbangkan dampak kebijakan fiskal terhadap konsumsi masyarakat agar tidak menurunkan daya beli secara signifikan.