Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KESETARAAN GENDER PERSPEKTIF PEMIKIRAN ISLAM Muh. Rusli
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1787.613 KB)

Abstract

Abstract; Gender is an issue that still leaves the problem at the level of social reality, is is caused by social constructs and preserved through a mistake of interpretation of religious teachings, cultural values, parents, educational systems, and legal norms. Gender insjustice can only be minimixed with a pass up the reconstruction of understanding and transfer of ideas to grassroots level. Keywords: Reconstruction, Gender Equality, and Understanding
MODAL SOSIAL DALAM TRADISI ANGNGIORI EMPO-EMPO PADA MASYARAKAT DESA SENGKA KECAMATAN BONTONOMPO SELATAN KABUPATEN GOWA BM, St Aisyah; Kadir, Nuryadi; Muh. Rusli; St. Rahmatiah
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v24i2.41249

Abstract

Kebudayaan menjadi sebuah tolak ukur kreatifitas dan produktifitas manusia dalam kehidupannya. Kebudayaan tidak pernah bisa dilepaskan dari manusia, sebab itulah kebudayaan merupakan ruh masyarakat, inti kehidupan. Kebudayaan adalah khas insan, artinya hanya manusia yang berbudaya dan membudaya. Pembangunan dan pengembangan kebudayaan, bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, harga diri, serta kepribadian bangsa; menguatkan jati diri dan kebanggaan nasional serta memperkokoh jiwa persatuan dan kesatuan. Kebudayaan dapat menjadi cermin terhadap arah pembangunan suatu negara, dan pembangunan yang berbudaya adalah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Ini berarti bahwa antara manusia, kebudayaan dan pembangunan harus saling menyokong satu sama lain.
CONTEMPORARY ISLAMIC STUDIES IN INDONESIA: AN INSIGHT AND INTERSECTION Muh. Rusli
Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Vol. 19 No. 2 (2023): Juli - Desember 2023
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/rsy.v19i2.2410

Abstract

This article investigates the development of Islamic Studies in Indonesia over the course of time, focusing on such topics as how the Indonesian government has responded to the subject, the role that education has played, the new problems that the field faces, and how globalization has impacted the field. The following will be discussed as part of the course: the origins and evolution of the academic field of Islamic Studies; the influence that public policy has had on the development of Islamic Studies; the various religious organizations that are responsible for the dissemination of Islamic teachings; research strategies and scholarly networks in Indonesian Islamic Studies; the influence that education has had on Islamic Studies; and the many urgent issues that are currently confronting the academic field. The study finds out that globalization and the media are two factors that have lately contributed to the expansion of Islamic Studies in Indonesia.
The Basis Of The Epistemological Paradigm In A Review Of The Philosophy Of Islamic Education Firmansah Kobandaha; Annisa Nuraisyah Annas; Rakhmawati Rakhmawati; Muh. Rusli
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1158

Abstract

Dalam filsafat pendidikan Islam, sumber utama pengetahuan adalah al-Qur'an dan Sunnah, yaitu wahyu yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw. al-Qur'an dianggap sebagai wahyu ilahi yang sempurna dan menjadi sumber pengetahuan yang otoritatif dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Sunnah Nabi Muhammad saw juga menjadi sumber pengetahuan yang penting, karena merupakan contoh nyata dari penerapan ajaran al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Metode pencarian pengetahuan dalam pendidikan Islam melibatkan pembacaan, studi, dan refleksi terhadap al-Qur'an dan Sunnah. Pendidikan Islam juga mendorong penggunaan akal dan rasionalitas dalam memahami ajaran agama. Namun, akal tidak boleh bertentangan dengan wahyu, dan pemahaman akal harus selaras dengan ajaran al-Qur'an dan Sunnah. Proses pembentukan pengetahuan dalam pendidikan Islam melibatkan tahap-tahap seperti memahami teks-teks suci, mengkaji tafsir dan hadis, mempelajari sejarah dan konteks ajaran agama, serta menghubungkan pengetahuan dengan praktik kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam juga menekankan pentingnya pembentukan karakter yang baik dan moral yang kuat dalam proses pembentukan pengetahuan.
Islamic Philosophy Of Education As A Basis To Form Spiritual Intelligence And Intellectual Firmansah Kobandaha; Muh. Rusli; Rakhmawati Rakhmawati; Annisa Nuraisyah Annas
Journal of Scientific Interdisciplinary Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jsi1258

Abstract

The Philosophy of Islamic Education serves as the main foundation that guides the spiritual and intellectual development of each individual. As a solid foundation, this philosophy not only acts as a conceptual framework, but also spreads into the essence of education, shaping personality, and directing the mind towards a deeper understanding of knowledge and spirituality. This article aims to contribute to a deeper understanding of how Islamic educational philosophy can be a strong foundation for forming spiritual and intellectual intelligence. The method used is descriptive qualitative with library research, this research does not need to go into the field, but simply utilizes several sources of data in this article is done by searching the literature from various sources online according to the focus of the research. Data acquisition techniques are carried out by searching online books, scientific journals, and Google Scholar sources.The results of the discussion in this article show that Islamic Education Philosophy is the basis for creating spiritual and intellectual intelligence by emphasizing the integration of Islamic values ​​in forming character through holistic education, and involving the principles and indicators of spiritual and intellectual intelligence., as well as the integration of Islamic teachings in the process of forming a balanced character and personality.
Tradisi Molyobui: Simbol Kedewasaan dan Identitas Budaya Masyarakat Desa Bukamog, Kabupaten Buol Saleh, Novitasari A.; Muh. Rusli; Purnama, Andi Oktami Dewi Artha Ayu
TADAYYUN: Journal of Religion, Social and Humanities Studies Vol 2 No 2 (2024): Tadayyun: Journal of Religion, Social and Humanities Studies
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama, FUD, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Molyobui merupakan salah satu ritual adat masyarakat Desa Bukamog, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, yang menandai masa peralihan seorang anak perempuan menuju usia remaja. Tradisi ini sarat dengan makna simbolis yang mencerminkan nilai religius, sosial, dan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan prosesi Molyobui dan makna simbolik yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif jenis dekskriptif dengan pendekatan antropologi yang berusaha menungkapkan informasi yang lengkap dan mendalam mengenai Tradisi Molyobui (Memasuki Usia Remaja) pada masyarakat. Informan dalam penelitian ini adalah remaja, dukun anak, dan orang tua di Desa Bukamog, Kabupaten Buol. Data diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Molyobui tidak hanya berfungsi sebagai ritual penyucian dan tanda kedewasaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan identitas budaya remaja perempuan di Desa Bukamog. Dalam proses pelaksanaan Tradisi Molyobui dipimpin oleh dukun anak yang sudah ditentukan sebelumnya. Penentuan dukun anak sebelumnya adalah bahwa remaja yang sudah baligh harus di mandikan oleh dukun anak atau mengikuti prosesi Molyobui. Pelaksanaan tradisi ini dimulai dari proses mandi di sumur atau di sungai kemudian setelah itu kembali ke rumah dilanjutkan dengan berganti pakaian adat serta berhias kemudian dilanjutkan prosesi Nari. Nari yang di maksud adalah menari atau tarian Molyobui yang termasuk dalam prosesi memasuki usia remaja.
Islamic Educational Philosophical Thought On The Formation Of Ethics In Education Firmansah Kobandaha; Rakhmawati Rakhmawati; Muh. Rusli; Annisa Nuraisyah Annas
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1403

Abstract

The objectives of Islamic educational philosophy include examining the function of Islamic educational philosophy in the context of education, explaining and analyzing philosophy in Islam, its objectives, and its methodology. Methods in Islamic educational philosophy generally involve literature research and philosophical analysis of various aspects of Islamic education. The application of technology is also considered a means to facilitate discussion and reflection on teaching ethics. The contribution of Islamic educational philosophy to ethical development is explained through the relevance of ethical concepts. A deep understanding of monotheism, justice, compassion, and honesty are promoted as the main foundations in shaping Islamic character. The relevance of these ethical concepts in the context of Islamic education is found in the integration of moral values ​​into the curriculum and teaching practices, thus providing concrete guidelines in everyday life. Recommendations are made for improving the education system, including further integration of ethical concepts into the curriculum and community involvement in ethical development. Furthermore, research development and collaboration between academics and educational practitioners are proposed as an effort to support further understanding and implementation of ethical concepts in Islamic education.
FUNGSI PENGAWASAN BAWASLU DALAM PENANGANAN PELANGGARAN NETRALITAS APARATUR SIPIL NEGARA PADA PEMILIHAN WALI KOTA MAKASSAR TAHUN 2024 Juswadi; Muh. Halwan; Muh. Rusli
Journal of Golden Generation Legal Science Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026 : Journal of Golden Generation Legal Science
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggls.v2i1.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan fungsi pengawasan Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam menangani pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Tahun 2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Makassar telah berjalan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Pengawasan dilakukan melalui langkah preventif dan kuratif, namun kewenangan Bawaslu dalam penjatuhan sanksi bersifat rekomendatif kepada Komisi Aparatur Sipil Negara dan pejabat pembina kepegawaian. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya, kewenangan yang terbatas, rendahnya kesadaran netralitas ASN, serta kompleksitas pembuktian pelanggaran, khususnya melalui media sosial. Efektivitas penegakan netralitas ASN sangat bergantung pada sinergi antar-lembaga dan konsistensi tindak lanjut rekomendasi guna menjaga integritas demokrasi lokal.
EFEKTIVITAS SUSUNAN FILTER SISTEM RESIRKULASI TERHADAP KUALITAS AIR BUDIDAYA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Miska Sanda Lembang; Christian Tandi Arung; Muh. Rusli
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 18 NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas ekspor utama. Salah satu kendala dalam budidaya ikan nila adalah penurunan kualitas air signifikan akibat pencemaran dari aktivitas lingkungan dan metabolisme ikan itu sendiri. Untuk meningkatkan kualitas air, salah satu solusi yang diterapkan adalah penggunaan sistem resirkulasi. Sistem resirkulasi memanfaatkan filter yang memiliki peran penting dalam menjaga mutu air. Filter ini terdiri dari tiga jenis, yaitu fisik, kimia, dan biologi, yang disusun pada media filter tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan susunan filter terbaik dalam menjaga kualitas air, baik dari segi parameter fisika maupun kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan dibedakan berdasarkan susunan filter dari atas ke bawah, yaitu: (P1) sebagai kontrol tanpa filter, (P2) susunan sabut kelapa, koral, spons; (P3) koral, spons, sabut kelapa; dan (P4) spons, sabut kelapa, koral. Parameter kualitas air fisika yang diamati meliputi suhu dan pH, sedangkan parameter kimia meliputi oksigen terlarut (DO), amonia, nitrit, nitrat, dan fosfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada parameter fisika antar perlakuan. Namun, pada parameter kimia, penggunaan sistem resirkulasi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tanpa resirkulasi, dan susunan filter yang berbeda menunjukkan variasi hasil yang signifikan. Perlakuan dengan susunan filter pada P4 memberikan hasil terbaik baik pada parameter fisika maupun kimia.
Faktor Kelalaian Rumah Tangga yang Berhubungan dengan Risiko Kebakaran di Kawasan Permukiman Padat Penduduk Muhammad Yunus; Samsir Samsir; Alamsyah Alamsyah; Tut Handayani; Abriyadi Hasyim; Muh. Rusli
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i2.847

Abstract

Fires caused by household negligence remain a major domestic hazard, particularly in densely populated residential areas. This study aimed to analyze household negligence factors associated with fire risk. A quantitative analytic study with a cross-sectional approach was conducted on 70 households, examining individual characteristics (age, sex, education, and occupancy density) and negligence behaviors (electrical installation, smoking behavior, gas-stove use, candle/mosquito-coil use, and storage of flammable materials) in relation to fire risk (high/low). Bivariate analysis used Fisher's exact test, while multivariate analysis used Firth's bias-reduced logistic regression owing to the limited number of high-risk events and quasi-complete separation. Bivariate analysis showed that age (p=0.041), smoking behavior (p=0.001), and candle/mosquito-coil use (p=0.011) were significantly associated with fire risk. Multivariate analysis identified smoking behavior as the most dominant factor (aOR=24.03; 95%CI=1.29–449.15; p=0.033). Smoking behavior and unsafe use of candles or mosquito coils were the most influential negligence factors associated with household fire risk. Given the very small number of high-risk events, these findings should be regarded as preliminary and require confirmation using larger field-based samples.