Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

THE EFFECT USING OF DIFFERENT COWS MANURE LEVELS AND RICE HUSK ON THE QUALITY OF BIOARANG BRIQUETTES PRODUCED Gerson Frans Bira; Paulus Klau Tahuk; Yosef J. Mau
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.657 KB) | DOI: 10.32938/jtast.v2i2.604

Abstract

Energy is a crucial problem because it is inversely proportional to the rapid population growth. As a result, energy reserves are running low, especially fossil energy. For this reason, innovation is needed to provide alternative fuels to address household energy needs. One alternative fuel to overcome household energy needs. Briquette can be used as an alternative fuel which is expected to be able to overcome the energy crisis because it comes from materials that are around. Utilization of livestock and agricultural waste is one alternative that is very appropriate to overcome rising prices and oil fuel shortages. Utilization of waste and use of renewable energy needs to be integrated. In this study aims to utilize waste into renewable energy. The method used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and which were repeated 4; R1:80% cows manure charcoal + 15% Rice husk charcoal + 5% Starch flour, with treatment R2: 70% Cows manure charcoal + 25% Rice husk charcoal + 5% Starch flour; R3: 60% Cows manure charcoal + 35% Rice husk charcoal + 5% Starch flour; R4: 50% Cows manure charcoal + 45% Rice husk charcoal + 5% Starch flour. The composition of the four briquettes has the same density (100g) with a pressure of 30 kg/cm2. The variables studies observed were water content, ash content, combustion rate and heating value. The data obtained were processed using variance according o the Completely Randomized Design (CDR) and Duncan's multiple range test. The results showed that the use of cows manure charcoal and rice husk with different levels had a significant effect (P<0.05) on the variables studied. It was concluded that the use of 50% cows manure charcoal, 45% rice husk charcoal, and 5% starch produced the best quality briquettes with a moisture content of 3.11%, ash content of 23.72%, burning rate of 0.26 g/sec and heating value 1247 cal/g.
Pelatihan Pembuatan Silase Komplit Di Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Desa Kuaken Kabupaten TTU-NTT Gerson Frans Bira; Paulus Klau Tahuk; Asep Ikhsan Gumelar
JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan Penerapan IPTEK) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : LPPM ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jpp-iptek.2021.v5i2.1934

Abstract

Produktivitas ternak dilahan kering sepenuhnya bergantung pada ketersediaan pakan dan musim menjadi salah satu penentu ketersediaan pakan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Desa Kuaken TTU-NTT turut merasakan kondisi yang sama. Kegiatan peternakan yang dilakukan oleh KWT adalah penggemukan sapi dan pembibitan sapi serta mendapat bantuan perguliran dari pemerintah setempat. Masalah utamanya adalah ketersediaan pakan yang sangat terbatas sehingga sebagian anggota kelompok melepas ternak berkeliaran, sebagian harus berjalan berkilo-kilometer bahkan memanjat pohon yang tinggi untuk mencari pakan. Untuk itu diperlukan teknologi pengolahan pakan seperti silase. Silase adalah teknik pengawetan pakan pada suasana anaerob pada tempat yang disebut silo. Tujuan dari kegiatan program kemitraan masyarakat di KWT Mawar adalah melatih mitra untuk terampil dalam meningkatkan produktivitas ternaknya melalui penyediaan pakan yang berkualitas sepanjang musim. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah participatory action research, dimana KWT dan tim pelaksana secara bersama-sama ikut terlibat dalam kegiatan pelatihan pembuatan silase komplit dan dibantu oleh mahasiswa. Umumnya silase komplit dibuat seperti silase bahan tunggal lainnya perbedaannya terletak pada penggunaan bahan dan aditif yang lebih komplit. Silase komplit yang dihasilkanpun tergolong berkualitas seperti warna hijau alami/hijau kekuningan, beraroma asam, bertekstur padat dan tidak menghasilkan jamur. Kandungan nutrisi silase komplit tergolong berkualitas dengan kandungan bahan kering 43,08%, bahan organik 80,15%/BK, protein kasar 13,33%/BK, lemak kasar 7,12%/BK, serat kasar 12,50%/BK, BETN 45,35%/BK dan EM 3.112, 81 Kkal/BK dengan palatabilitas ternak yang dikategorikan tinggi. Disimpulkan bahwa silase komplit yang dilakukan oleh tim pengabdian dan KWT Mawar dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan silase komplit.
Aplikasi Complete Feed Pada Penggemukan Sapi Bali Di Kelompok Tani Nekmese Desa Usapinonot Timor Tengah Utara-NTT Gerson Frans Bira; Paulus Klau Tahuk
Media Kontak Tani Ternak Vol 3, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v3i3.35251

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah membantu, melatih dan mempersiapkan anggota kelompok tani Nekmese dan masyarakat secara umum dalam meningkatkan produktivitas ternak sapi penggemukan, meningkatkan mutu sumber daya kelompok tani Nekmese serta Aplikasi dan pengembangkan IPTEK. Masalah kekurangan pakan dalam kualitas dan kuantitasnya menjadi persoalan serius pada peternakan lahan kering tanpa terkecuali kelompok tani Nekmese. Hal ini akan berdampak pada rendahnya produktivitas ternak dan memperpanjang masa pemeliharaan. Pelatihan dan pembuatan complete feed menjadi pengetahuan, pengalaman dan keterampilan baru bagi kelompok mitra demikian pula aplikasi langsung ke ternak milik mitra. Hal ini memberi dukungan dan semangat baru bagi mitra dalam memacu produksi ternaknya sehingga kesejahteraan kelompok dan anggota dapat terpenuhi. Pemecahan masalah kekurangan pakan dan waktu pemeliharaan yang cukup lama dapat terselesaikan dengan adanya kegiatan PKM ini.
Blood Glucose and Urea Levels of Male Bali Cattle Fattened With Complete Feed Containing Fish Meal As a Protein Source Ferdy Anin; Paulus Klau Tahuk; Oktovianus Rafael Nahak; Gerson Frans Bira
Bantara Journal of Animal Science Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v4i2.2857

Abstract

This research was conducted in 2021 for 3 months at the Faculty of Agriculture, University of Timor. The purpose of this study was to determine the blood glucose and urea levels of male Bali cattle fattened with complete feed containing fish meal as a protein source. This research method uses a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 5 replications so that there are 15 experimental units with treatment given T1; natural grass 30% + milled corn 42% + rice bran 13% + pollard bran 11% + fish meal 4%, T2: natural grass 42% + milled corn 42% + rice bran 9% + pollard bran 11% + fish meal 8 %, T3: natural grass 30% + milled corn 42% + rice bran 5% + pollard bran 11% + fish meal 12%. The variables observed in this study were blood glucose and blood urea levels of male Bali cattle with a time of 0 hours before feeding, 2 hours, 4 hours, and 6 hours after feeding. The data obtained were tabulated and then analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) according to a completely randomized design procedure (CRD) using SPSS version 19.0. The results of this study showed that the use of complete feed containing fish meal as a protein source was not significantly different. Blood glucose levels (mg/dL) for each treatment were T1: 73.23±3.50, T2: 76.24±6.21, T3: 71.94±2.54; Blood urea levels (mg/dL) of male Bali cattle for each treatment were T1: 40.23±3.51, T2: 40.95±2.04, T3: 39.67±1.83. It was concluded that giving a complete feed containing fish meal as a protein source gave the same effect for all treatments and resulted in blood glucose and urea levels of fattened male Bali cattle in the normal range.
Pengaruh Penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL) Cairan Rumen Sapi Pada Level Inokulum yang Berbeda terhadap Nilai Kandungan Serat Jerami Padi Terfermentasi Lodovitus Aman; Stefanus Sio; Gerson Frans Bira
JAS Vol 7 No 2 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - April 2022
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/ja.v7i2.1676

Abstract

Feed is one of the most important factors for livestock productivity. One of the obstacles in the development of the livestock business is the lack of availability of feed ingredients in terms of quantity, quality, and continuity. The need for feed is not constant because forage is very dependent on the season, where in the rainy season, feed is very abundant, and in summer, the availability of feed is very less. One way to overcome this is to use rice straw as an alternative feed for livestock, which is abundantly available during the harvest season. However, rice straw has high ADF, NDF, lignin and cellulose content, so rice straw needs to be processed. This study aims to determine the effect of using local microorganisms (MOL) of cow rumen fluid at different inoculum levels on the quality of fermented rice straw to overcome the lack of feed in certain seasons. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications, namely R0: 87% rice straw + 10% rice bran + 3% molasses (without MOL of cow rumen fluid/control); R1: Rice Straw 87% + Rice Bran 10% + molasses 3% + MOL cow rumen fluid 5%; R2: Rice Straw 87% + Rice Bran 10% + molasses 3% + MOL cow rumen fluid 10%; R3: Rice Straw 87% + Rice Bran 10% + molasses 3% + MOL beef rumen fluid 15%. The percentage of molasses and cow's rumen fluid was adjusted to the weight of chopped rice straw and the data were analyzed using analysis of variance (Anova). The results showed that the treatment had a significant effect (P<0,05) on the ADF, NDF, lignin, and cellulose content of rice straw. It can be concluded that the higher the level of MOL use of cow rumen fluid, the lower the content of ADF, NDF, lignin, and cellulose in rice straw.
Pengaruh Perbedaan Jenis Kelamin dan Kastrasi Pada Kambing Kacang terhadap Perubahan Lingkar dan Lebar Dada yang Dihasilkan Yuliana Bete; Paulus K. Tahuk; Gerson Frans Bira
JAS Vol 7 No 3 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - Juli 2022
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.969 KB) | DOI: 10.32938/ja.v7i3.2752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan lingkar dada dan lebar dada yang dihasilkan Kambing Kacang berdasarkan perbedaan jenis kelamin dan kastrasi. Penelitian berlangsung pada bulan Juni-September 2021, bertempat di kandang Fakultas Pertanian, Universitas Timor. Ternak yang digunakan adalah 15 ekor kambing yang terdiri dari Kambing Kacang kastrasi 5 ekor, kambing betina tanpa kastrasi 5 ekor, dan kambing betina 5 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode rancangan acak lengkap (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lingkar dada kambing kastrasi 0,04±0,11, lingkar dada kambing jantan tanpa kastrasi 0,08±0,11, dan lingkar dada kambing betina 0,04±0,10. Selanjutnya, rata- rata lebar dada kastrasi 0,02±0,04, kambing jantan tanpa kastrasi 0,02±0,04, dan kambing betina 0,02±0,04. Disimpulkan bahwa Kambing Kacang jantan kastrasi, jantan non kastrasi, dan kambing betina yang diberikan complete feed menghasilkan lingkar dada dan lebar dada yang relatif sama.
Aplikasi Biochar Sekam Padi yang Telah diperkaya Teh Kompos terhadap Pertumbuhan Awal Turi Merah (Sesbania grandiflora) Andreas Nahak; Oktovianus R. Nahak; Gerson Frans Bira
JAS Vol 7 No 3 (2022): Journal of Animal Science (JAS) - Juli 2022
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.115 KB) | DOI: 10.32938/ja.v7i3.2859

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai pertumbuhan awal turi yang diberi perlakuan teh kompos yang diperkaya dari bahan dasar dari feses ternak yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan, dimulai dari Juli sampai September 2021 bertempat di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Timor, Kelurahan Sasi, Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pola searah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit satuan percobaan. Perlakuan yang diuji terdiri dari R0: tanpa biochar (kontrol); R1: biochar yang diperkaya dalam teh kompos feses sapi; R2: biochar yang diperkaya dalam teh kompos feses kambing; serta R3: biochar yang diperkaya dalam teh kompos ekskreta ayam. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah helai daun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman turi yang diberi perlakuan biochar yang diperkaya dalam teh kompos ekskreta ayam (R3) menghasilkan tinggi tanaman 13,89 cm, diikuti diameter batang 5,14 cm, jumlah helai daun 8,87 helai, dan lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukan bahwa pemberian perlakuan biochar yang diperkaya dalam teh kompos memberikan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah helai daun tanaman turi merah. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk biochar sekam padi yang telah diperkaya dalam teh kompos sangat efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman turi (Sesbania grandiflora) yang terlihat dari tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah helai daun.
APLIKASI PAKAN KOMPLIT YANG MENGANDUNG SUMBER PROTEIN HEWANI PADA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KELOMPOK TANI SERIKAT OELIURAI KABUPATEN TTU-NTT Paulus Klau Tahuk; Gerson Frans Bira; Ferdinandus Anin; Cornelis Astridino Nitbani; Yohanes Debrito Suni
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1171-1178

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi kelompok tani Serikat Oeliurai dalam memanfaatkan tepung ikan sebagai sumber protein dalam pakan komplit untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi bali penggemukan. Pakan komplit merupakan jenis pakan yang memiliki kandungan nutrisi yang komplit untuk memenugi kebutuhan ternak. Salah satu bahan pakan sumber protein yang dapat ditambahkan dalam pakan komplit adalah tepung ikan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penyuluhan yang disertai dengan praktek secara langsung (demo proses). Kelompok mitra cukup aktif dengan turut melibatkan diri dalam rangkaian kegiatan yang dapat terlihat dari kehadiran (71%) dan diskusi yang terbangun serta berpartisipasi dalam praktek yang dilakukan. Pembuatan pakan komplit umunya mudah yang dimulai dengan pengeringan bahan, penggilingan dan pencampuran bahan. Setelah praktek pembuatan selesai dilakukan dilanjutkan dengan aplikasi pada ternak sapi bali penggemukan milik kelompok mitra. Umumnya adaptasi ternak sapi bali penggemukan terhadap pakan komplit tidak berlangsung lama dan hal ini menggambarkan nilai palatabilitas pakan komplit yang tinggi. Diharapkan dengan kegiatan ini maka kelompok mitra dapat mengaplikasikan pakan komplit dalam proses pemeliharaan ternak sapi sehingga dapat memperoleh nilai produksi yang optimal.
Blood Glucose and Urea Levels of Male Bali Cattle Fattened With Complete Feed Containing Fish Meal As a Protein Source Ferdy Anin; Paulus Klau Tahuk; Oktovianus Rafael Nahak; Gerson Frans Bira
BANTARA JOURNAL OF ANIMAL SCIENCE Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v4i2.2857

Abstract

This research was conducted in 2021 for 3 months at the Faculty of Agriculture, University of Timor. The purpose of this study was to determine the blood glucose and urea levels of male Bali cattle fattened with complete feed containing fish meal as a protein source. This research method uses a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 5 replications so that there are 15 experimental units with treatment given T1; natural grass 30% + milled corn 42% + rice bran 13% + pollard bran 11% + fish meal 4%, T2: natural grass 42% + milled corn 42% + rice bran 9% + pollard bran 11% + fish meal 8 %, T3: natural grass 30% + milled corn 42% + rice bran 5% + pollard bran 11% + fish meal 12%. The variables observed in this study were blood glucose and blood urea levels of male Bali cattle with a time of 0 hours before feeding, 2 hours, 4 hours, and 6 hours after feeding. The data obtained were tabulated and then analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) according to a completely randomized design procedure (CRD) using SPSS version 19.0. The results of this study showed that the use of complete feed containing fish meal as a protein source was not significantly different. Blood glucose levels (mg/dL) for each treatment were T1: 73.23±3.50, T2: 76.24±6.21, T3: 71.94±2.54; Blood urea levels (mg/dL) of male Bali cattle for each treatment were T1: 40.23±3.51, T2: 40.95±2.04, T3: 39.67±1.83. It was concluded that giving a complete feed containing fish meal as a protein source gave the same effect for all treatments and resulted in blood glucose and urea levels of fattened male Bali cattle in the normal range.
BUDIDAYA HIJAUAN MAKANAN TERNAK SISTEM TIGA STRATA DAN PEMBUATAN SILASE KOMPLIT DI KELOMPOK TANI SERIKAT OELIURAI KABUPATEN TTU-NTT Gerson Frans Bira; Paulus Klau Tahuk; Boanerges Putra Sipayung; Charles Venerius Lisnahan; Agustinus Bria Laka; Ludowika Jessye Jelita Ninu; Carla Krisanti Fios
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23195

Abstract

The production of ruminants in the tropics characterized by dry land is highly dependent on feed with a benchmark of availability depending on nature. There is an imbalance in the availability of feed in the rainy season and dry season so livestock productivity fluctuates with changing seasons. Efforts that can be made to provide feed throughout the season are planting forage for superior adaptive feed (three strata system) and making complete silage. This service activity aims to educate and provide experience to the Serikat Oeliurai farmer group to provide quality and available feed throughout the season through planting forage with a three-strata system and making complete silage. The method used in this activity is counseling in the form of lectures followed by direct practice (demo process) and full participation (participatory action research) from partner groups. The activities carried out are a series of activities starting from counseling on superior adaptive forage, training in making bokashi fertilizer, forage seed nurseries, land processing, and forage planting using a three-strata system, and making complete silage. The forages planted are legumes such as Gliricidia sepium (strata 3), Leucaena leucocephala, Indigofera, and Sesbania grandiflora (strata 2) as well as Pennisetum purpureum cv. Mott and Pennisetum purpuphoides (strata 1) with the core consisting of creeping legumes such as Clitoria ternatea and Centrosema pubescens as well as food crops. The activeness and seriousness of the farmer groups can be seen from the presence and discussion that is built from the beginning to the end of the series of activities as well as the active participation of the partner groups with the help of the students involved. The results of the activity showed that the knowledge of partner groups related to forage, planting forage with a strata system, making organic fertilizers, and making complete silage increased from 35% to 97.56%. Likewise, organic fertilizers and complete silage made together are of high quality which can be seen from the organoleptic (color, texture, and aroma). Monitoring will continue to be carried out by the implementing team until the forage is harvested.  ---  Produksi ternak ruminansia di daerah tropis berciri lahan kering sangat tergantung pada pakan dengan patokan ketersediaan bergantung pada alam. Ada ketimpangan ketersediaan pakan pada musim hujan dan usim kemarau sehingga produktivitas ternak berfluktuatif seiring perubahan musim. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyediakan pakan sepanjang musim adalah penanaman hijauan pakan unggul adaptif (sistem tiga strata) dan pembuatan silase komplit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pengalaman kepada kelompok tani Serikat Oeliurai dalam upaya menyediakan pakan berkualitas dan tersedia sepanjang musim lewat penanaman hijauan sistem tiga strata dan pembuatan silase komplit. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dalam bentuk ceramah dan diikuti dengan praktek secara langsung (demo proses) serta partisipasi penuh (participatory action research) dari kelompok mitra. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari penyuluhan tentang hijauan makanan ternak unggul yang adaptif, pelatihan pembuatan pupuk bokashi, persemaian bibit hijauan, pengolahan lahan dan penanaman hijauan menggunakan sistem tiga strata serta pembuatan silase komplit. Hijauan yang ditanam adalah jenis legum seperti gamal (strata 3), lamtoro teramba, indigofera dan turi (strata 2) serta rumput odot dan rumput raja (strata 1) dengan bagian inti terdiri atas legum merambat seperti clitoria dan centrosema serta tanaman pangan. Keaktifan dan keseriusan kelompok tani sangat terlihat dari kehadiran dan diskusi yang terbangun dari awal hingga akhir rangkaian kegiatan serta pastisipasi aktif dari kelompok mitra dengan bantuan mahasiswa yang dilibatkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan kelompok mitra berkaitan dengan hijauan pakan, penanaman hijaun pakan sistem tiga strata, pembuatan pupuk organik, pembuatan silase komplit meningkat dari 35% menjadi 97,56%. Demikian pula pupuk organik dan silase komplit yang dibuat bersama berkualitas yang terlihat dari organoleptik (warna, tekstur dan aroma). Pemantauan akan terus dilakukan oleh tim pelaksana hingga pemanenan hijauan.