Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KONTRIBUSI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS KEAGAMAAN MODERAT DALAM TINJAUAN LITERATUR Nur Hasan; Nur Cholid; Ghufron Hamzah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10313

Abstract

Meningkatnya polarisasi identitas keagamaan dan kecenderungan sikap keberagamaan eksklusif menjadi tantangan serius bagi masyarakat multikultural. Kondisi tersebut menempatkan pendidikan, khususnya Pendidikan Islam, sebagai arena strategis dalam membentuk identitas keagamaan moderat. Identitas keagamaan moderat dipahami sebagai orientasi keberagamaan yang seimbang, toleran, dan adaptif terhadap kemajemukan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kurikulum Pendidikan Islam dalam pembentukan identitas keagamaan moderat berdasarkan kajian literatur ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur terhadap buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, pola, dan kecenderungan pemikiran akademik terkait relasi antara kurikulum Pendidikan Islam dan identitas keagamaan moderat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Pendidikan Islam berkontribusi secara signifikan dalam pembentukan identitas keagamaan moderat melalui perumusan tujuan pembelajaran yang berorientasi pada moderasi beragama, pengorganisasian materi ajar yang inklusif dan kontekstual, penerapan pendekatan pembelajaran dialogis dan reflektif, serta sistem evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan sosial. Integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam keseluruhan komponen kurikulum terbukti berperan dalam membentuk orientasi keberagamaan peserta didik yang seimbang dan kontributif terhadap kehidupan sosial. Kajian ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum Pendidikan Islam yang secara sistematis mengarusutamakan nilai moderasi beragama sebagai upaya membangun identitas keagamaan moderat dalam konteks masyarakat plural. Kata Kunci: Kata kurikulum Pendidikan Islam, identitas keagamaan moderat, moderasi beragama
Pendidikan Islam Multikultural sebagai Kerangka Teoretis Pembangunan Sosial Inklusif: Studi Pemikiran KH Muhammad Tholhah Hasan Agus Makmun; Nur Cholid; Muh. Syaifudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10401

Abstract

This study examines the concept of multicultural Islamic education in the thought of KH Muhammad Tholhah Hasan as a theoretical framework for inclusive social development. The background of this research is the increasing social, cultural, and religious plurality that demands an educational approach capable of strengthening social cohesion and inclusivity. This study employs a qualitative approach with a library research design. Data were collected through documentation of primary sources in the form of KH Muhammad Tholhah Hasan’s works, as well as secondary sources consisting of scholarly books and journal articles relevant to Islamic education, multiculturalism, and social development. Data analysis was conducted using content analysis and thematic analysis to identify core concepts, values, and theoretical propositions. The findings indicate that KH Muhammad Tholhah Hasan conceptualizes Islamic education not merely as a means of transmitting religious doctrine, but as an instrument for internalizing ethical values, social responsibility, and public morality grounded in Islamic teachings. Multiculturalism is understood as an ethical praxis rooted in Islamic values rather than moral relativism. This study concludes that multicultural Islamic education in KH Muhammad Tholhah Hasan’s thought functions as a cultural mechanism that strengthens social cohesion and supports inclusive social development. The novelty of this research lies in positioning Islamic multicultural education as a theoretical foundation for inclusive social development based on a Muslim intellectual’s thought
Enhancing Arabic Speaking Skills in Traditional Pesantren Ahmad Maghfurin; Moh. Ahsanul Husna; Nur Cholid; Nurul Asma Mazlan; Jumiati
ALSINATUNA Vol 9 No 1 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v9i1.1957

Abstract

Proficiency in the Arabic language is imperative in the context of Islamic education. However, the effective study of Arabic remains a challenge, hindering students' abilities to engage with Islamic texts and communicate in Arabic-speaking environments. Focusing on Pesantren Raudhatul Ulum-Pati, this study investigates the strategies and challenges associated with enhancing Arabic speaking skills in traditional Islamic boarding schools (Pesantren). Specific teaching techniques employed by instructors at this pesantren, aimed at improving students' Arabic speaking abilities, as well as the challenges impeding fluency, were examined through a qualitative research design, including classroom observations and interviews with teachers, administrators, and students. The outcomes highlight the importance of innovative methods and shed light on issues such as a lack of exposure to Arabic-speaking environments. The program implemented in this pesantren serves as an exemplary model for other traditional Islamic boarding schools seeking to elevate their students' proficiency in the Arabic language. The findings of this study hold significant implications for all traditional Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia.
Model Kepemimpinan Berbasis Spiritualitas Dalam Mewujudkan Akhlakul Karimah Santri Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes Wafir Wafir; Nur Cholid; Ahsanul Husna
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 6 No 1 (2026): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v6i1.407

Abstract

Perubahan sosial modern menuntut lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, memperkuat pembinaan karakter santri melalui pendekatan kepemimpinan yang berorientasi spiritual. Kepemimpinan berbasis spiritualitas menjadi strategi penting dalam membentuk akhlakul karimah santri melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan budaya religius yang terintegrasi dalam kehidupan pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan berbasis spiritualitas yang diterapkan di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes, mengkaji proses internalisasi nilai spiritual, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap perilaku dan karakter santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kiai berperan sebagai pusat keteladanan moral yang membentuk budaya religius pesantren secara sistematis melalui pembiasaan ibadah kolektif, penguatan disiplin sosial, serta interaksi edukatif yang berkelanjutan. Proses internalisasi nilai spiritual berlangsung melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan sosial yang terstruktur sehingga menghasilkan perubahan perilaku religius, tanggung jawab sosial, dan kesadaran moral santri. Temuan ini memperkuat konsep kepemimpinan spiritual sebagai pendekatan efektif dalam pendidikan karakter berbasis pesantren serta memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan kajian kepemimpinan pendidikan Islam dan kontribusi praktis bagi penguatan strategi pembinaan akhlak santri.
Sekolah Islam Terpadu sebagai Transformatif Pendidikan Islam dan Solusi Degradasi Moral Anak Bangsa Muhamad Abdilah; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6421

Abstract

Fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda Indonesia menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berbagai kasus seperti meningkatnya perilaku kekerasan, kurangnya etika sosial, serta rendahnya kesadaran spiritual menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Islam Terpadu (SIT) sebagai solusi dalam mengatasi degradasi moral anak bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi literatur dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIT mampu menjadi model pendidikan alternatif yang efektif melalui integrasi kurikulum, pembiasaan nilai-nilai keislaman, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Dengan pendekatan holistik tersebut, SIT berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas
Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam di Tengah Arus Global Sirojul Huda; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/gccpvf51

Abstract

The wave of globalization brings multidimensional disruptions that redefine the global educational landscape, and Islamic education is no exception. This study aims to comprehensively analyze the opportunities and challenges of Islamic education amid globalization, as well as formulate its theoretical and practical implications for educational institutions. The research method employed is qualitative descriptive-analytical with a library research approach. Data were gathered through a literature review of reputable academic sources, which were subsequently analyzed using content analysis and critical discourse analysis techniques. The results indicate that globalization offers significant opportunities, including theological digitalization, the cosmopolitanism of Islamic values, and the integration of science and religion (such as eco-theology). Conversely, Islamic education faces serious challenges, namely covert epistemological secularization, digital moral decadence (cyber-decadence), and the pragmatic commodification of education. This study concludes that the repositioning of Islamic education requires an integrative-inclusive curriculum reconstruction and the internalization of a positive culture based on local-universal values. Consequently, policymakers and practitioners are urged to transform learning systems to be adaptive to technology without losing their prophetic traditions.
Critique of Islamic Education toward the Neoliberalization of Higher Education: From Human Capital to the Humanization of Education Anas Dliyaul Muqsith; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 18 No. 01 (2026): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/annur.v18i01.2731

Abstract

The transformation of contemporary higher education demonstrates the increasing dominance of neoliberal rationality in the governance of modern universities. Higher education is no longer primarily understood as a space for the development of human consciousness and intellectual reflection, but rather as a mechanism for producing economic competencies oriented toward the labor market. This study aims to analyze how neoliberalism shapes the orientation of modern universities, its implications for the meaning of knowledge and student subjectivity, and how Islamic Education can function as an epistemological critique of such rationality. This research employs a qualitative library research approach with a philosophical-critical orientation. Data were analyzed through a critical reading of literature on the neoliberalization of higher education and the intellectual tradition of Islamic education. The findings reveal that the neoliberalization of higher education has reduced knowledge into an instrument of economic utility and shaped students as human capital living within a culture of performativity and self-optimization. In such conditions, Islamic Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) tends to experience the marginalization of its transformational function and risks being reduced to an administrative moral mechanism within the neoliberal university. This study argues that Islamic Education should be repositioned not merely as an ethical complement, but as an epistemological critique of the dehumanization of modern education through the strengthening of adab, ethical reflection, and the humanization of knowledge.
Pengembangan Konstruksi Model Pendidikan Islam Transformatif: Paradigma, Sumber, dan Landasan Operasional Faqih Utsman; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7488

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan konstruksi model Pendidikan Islam Transformatif melalui kajian mendalam terhadap paradigma, sumber, dan landasan operasional yang menjadi fondasi pengembangan pendidikan Islam di era kontemporer. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan rekonstruksi pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga mampu mendorong transformasi kesadaran individu dan perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang relevan dengan pendidikan Islam transformatif. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma Pendidikan Islam Transformatif dibangun atas prinsip integrasi antara dimensi ketuhanan, kemanusiaan, keilmuan, dan sosial kemasyarakatan. Sumber utama pendidikan meliputi Al-Qur’an, Hadis, ijtihad, dan realitas sosial yang menjadi basis pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran. Landasan operasional model mencakup pengembangan kurikulum integratif, pembelajaran dialogis, problem-based learning, project-based learning, refleksi kritis, serta evaluasi autentik yang berorientasi pada pembentukan karakter dan transformasi sosial. Guru berperan sebagai murabbi, fasilitator, motivator, dan agen perubahan yang mendampingi peserta didik dalam mengembangkan kesadaran kritis dan tanggung jawab sosial. Model yang dikembangkan menghasilkan konstruksi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual dan intelektual, tetapi juga pada pembentukan individu yang mampu menjadi agen transformasi sosial dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadaban, berkeadilan, dan berkemajuan. Dengan demikian, Pendidikan Islam Transformatif menjadi paradigma alternatif yang relevan dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 sekaligus memperkuat peran pendidikan Islam dalam pembangunan peradaban.
Modal Dasar Pengembangan Pendidikan Islam Transformatif di Indonesia Miftakhul Huda; Nur Cholid; M Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8103

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi, globalisasi, perubahan sosial, serta tuntutan pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Kondisi ini menuntut adanya transformasi paradigma pendidikan Islam agar tidak hanya berfungsi sebagai sarana transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen perubahan sosial yang mampu menjawab kebutuhan zaman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis modal dasar yang diperlukan dalam pengembangan pendidikan Islam transformatif di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan berbagai konsep yang berkaitan dengan pendidikan Islam transformatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pendidikan Islam transformatif memerlukan sejumlah modal dasar yang saling terintegrasi, yaitu paradigma tauhid sebagai landasan filosofis, integrasi ilmu agama dan sains sebagai basis epistemologis, humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai orientasi pendidikan, modal sosial-kultural masyarakat Indonesia, sumber daya manusia yang berkualitas, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan kelembagaan dan kebijakan pendidikan. Keseluruhan modal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pembentukan generasi Muslim yang memiliki kompetensi global tanpa kehilangan identitas keislamannya. Dengan demikian, pendidikan Islam transformatif dapat berkontribusi secara signifikan dalam mewujudkan kemajuan pendidikan dan pembangunan peradaban Indonesia yang berkelanjutan.
Education Management for Islamic Teacher in the Digital Era: Integrating Innovation and Child Development Needs Nur Cholid; Fadly Usman; Dwi Bhakti Indri; Azman Haji Kassim; Nuur Halimatus Saadiah Masrukhin; Rahmat Rahmat; Maidatus Sholihah
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v7i1.2090

Abstract

The digital era has transformed the way children interact with the world, including in the context of early childhood education (ECE). This study examines the principles of sound early childhood education in the digital era, including the role of technology, social interaction, and the roles of educators and parents in supporting children's learning. Emphasis is placed on the importance of balancing technology use with the development of children's socio-emotional, cognitive, and motor skills. This study uses a quantitative descriptive approach utilizing the SAMR (Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition) framework to evaluate technology integration in ECE learning in Mojokerto. Data were collected through a Likert-scale questionnaire from 55 ECE teachers and analyzed to determine the extent to which the implementation of technology supports learning transformation. This study also employed SEM-PLS to examine the respondents' answers and the relationships between variables. More respondents were needed for the SEM-PLS analysis because the study included more than three constructs. For the SEM PLS analysis, the sample consisted of 158 ECE teachers. The results indicate that, although challenges remain in the initial stages of substituting and redesigning learning, most teachers demonstrate a high acceptance of the use of innovative technology that supports child engagement. This study provides practical and conceptual insights for educators and policymakers in designing learning strategies that align with digital development and children’s developmental needs.