Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KONTRIBUSI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS KEAGAMAAN MODERAT DALAM TINJAUAN LITERATUR Nur Hasan; Nur Cholid; Ghufron Hamzah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10313

Abstract

Meningkatnya polarisasi identitas keagamaan dan kecenderungan sikap keberagamaan eksklusif menjadi tantangan serius bagi masyarakat multikultural. Kondisi tersebut menempatkan pendidikan, khususnya Pendidikan Islam, sebagai arena strategis dalam membentuk identitas keagamaan moderat. Identitas keagamaan moderat dipahami sebagai orientasi keberagamaan yang seimbang, toleran, dan adaptif terhadap kemajemukan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kurikulum Pendidikan Islam dalam pembentukan identitas keagamaan moderat berdasarkan kajian literatur ilmiah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur terhadap buku akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan Islam. Data dianalisis menggunakan analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, pola, dan kecenderungan pemikiran akademik terkait relasi antara kurikulum Pendidikan Islam dan identitas keagamaan moderat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum Pendidikan Islam berkontribusi secara signifikan dalam pembentukan identitas keagamaan moderat melalui perumusan tujuan pembelajaran yang berorientasi pada moderasi beragama, pengorganisasian materi ajar yang inklusif dan kontekstual, penerapan pendekatan pembelajaran dialogis dan reflektif, serta sistem evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan sosial. Integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam keseluruhan komponen kurikulum terbukti berperan dalam membentuk orientasi keberagamaan peserta didik yang seimbang dan kontributif terhadap kehidupan sosial. Kajian ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum Pendidikan Islam yang secara sistematis mengarusutamakan nilai moderasi beragama sebagai upaya membangun identitas keagamaan moderat dalam konteks masyarakat plural. Kata Kunci: Kata kurikulum Pendidikan Islam, identitas keagamaan moderat, moderasi beragama
Pendidikan Islam Multikultural sebagai Kerangka Teoretis Pembangunan Sosial Inklusif: Studi Pemikiran KH Muhammad Tholhah Hasan Agus Makmun; Nur Cholid; Muh. Syaifudin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Process
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10401

Abstract

This study examines the concept of multicultural Islamic education in the thought of KH Muhammad Tholhah Hasan as a theoretical framework for inclusive social development. The background of this research is the increasing social, cultural, and religious plurality that demands an educational approach capable of strengthening social cohesion and inclusivity. This study employs a qualitative approach with a library research design. Data were collected through documentation of primary sources in the form of KH Muhammad Tholhah Hasan’s works, as well as secondary sources consisting of scholarly books and journal articles relevant to Islamic education, multiculturalism, and social development. Data analysis was conducted using content analysis and thematic analysis to identify core concepts, values, and theoretical propositions. The findings indicate that KH Muhammad Tholhah Hasan conceptualizes Islamic education not merely as a means of transmitting religious doctrine, but as an instrument for internalizing ethical values, social responsibility, and public morality grounded in Islamic teachings. Multiculturalism is understood as an ethical praxis rooted in Islamic values rather than moral relativism. This study concludes that multicultural Islamic education in KH Muhammad Tholhah Hasan’s thought functions as a cultural mechanism that strengthens social cohesion and supports inclusive social development. The novelty of this research lies in positioning Islamic multicultural education as a theoretical foundation for inclusive social development based on a Muslim intellectual’s thought
Enhancing Arabic Speaking Skills in Traditional Pesantren Ahmad Maghfurin; Moh. Ahsanul Husna; Nur Cholid; Nurul Asma Mazlan; Jumiati
ALSINATUNA Vol 9 No 1 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/alsinatuna.v9i1.1957

Abstract

Proficiency in the Arabic language is imperative in the context of Islamic education. However, the effective study of Arabic remains a challenge, hindering students' abilities to engage with Islamic texts and communicate in Arabic-speaking environments. Focusing on Pesantren Raudhatul Ulum-Pati, this study investigates the strategies and challenges associated with enhancing Arabic speaking skills in traditional Islamic boarding schools (Pesantren). Specific teaching techniques employed by instructors at this pesantren, aimed at improving students' Arabic speaking abilities, as well as the challenges impeding fluency, were examined through a qualitative research design, including classroom observations and interviews with teachers, administrators, and students. The outcomes highlight the importance of innovative methods and shed light on issues such as a lack of exposure to Arabic-speaking environments. The program implemented in this pesantren serves as an exemplary model for other traditional Islamic boarding schools seeking to elevate their students' proficiency in the Arabic language. The findings of this study hold significant implications for all traditional Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia.
Model Kepemimpinan Berbasis Spiritualitas Dalam Mewujudkan Akhlakul Karimah Santri Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes Wafir Wafir; Nur Cholid; Ahsanul Husna
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 6 No 1 (2026): Istifkar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v6i1.407

Abstract

Perubahan sosial modern menuntut lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren, memperkuat pembinaan karakter santri melalui pendekatan kepemimpinan yang berorientasi spiritual. Kepemimpinan berbasis spiritualitas menjadi strategi penting dalam membentuk akhlakul karimah santri melalui keteladanan, pembiasaan ibadah, dan budaya religius yang terintegrasi dalam kehidupan pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kepemimpinan berbasis spiritualitas yang diterapkan di Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes, mengkaji proses internalisasi nilai spiritual, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap perilaku dan karakter santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kiai berperan sebagai pusat keteladanan moral yang membentuk budaya religius pesantren secara sistematis melalui pembiasaan ibadah kolektif, penguatan disiplin sosial, serta interaksi edukatif yang berkelanjutan. Proses internalisasi nilai spiritual berlangsung melalui keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan sosial yang terstruktur sehingga menghasilkan perubahan perilaku religius, tanggung jawab sosial, dan kesadaran moral santri. Temuan ini memperkuat konsep kepemimpinan spiritual sebagai pendekatan efektif dalam pendidikan karakter berbasis pesantren serta memberikan kontribusi teoretis pada pengembangan kajian kepemimpinan pendidikan Islam dan kontribusi praktis bagi penguatan strategi pembinaan akhlak santri.
Sekolah Islam Terpadu sebagai Transformatif Pendidikan Islam dan Solusi Degradasi Moral Anak Bangsa Muhamad Abdilah; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6421

Abstract

Fenomena degradasi moral di kalangan generasi muda Indonesia menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berbagai kasus seperti meningkatnya perilaku kekerasan, kurangnya etika sosial, serta rendahnya kesadaran spiritual menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pendidikan yang cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Sekolah Islam Terpadu (SIT) sebagai solusi dalam mengatasi degradasi moral anak bangsa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui studi literatur dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIT mampu menjadi model pendidikan alternatif yang efektif melalui integrasi kurikulum, pembiasaan nilai-nilai keislaman, keteladanan guru, serta sinergi antara sekolah dan keluarga. Dengan pendekatan holistik tersebut, SIT berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia dan berintegritas
Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam di Tengah Arus Global Sirojul Huda; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
At-Tadris: Journal of Islamic Education Vol. 5 No. 1 (2026): At-Tadris: Journal of Islamic Education
Publisher : Ikatan Dai Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/gccpvf51

Abstract

The wave of globalization brings multidimensional disruptions that redefine the global educational landscape, and Islamic education is no exception. This study aims to comprehensively analyze the opportunities and challenges of Islamic education amid globalization, as well as formulate its theoretical and practical implications for educational institutions. The research method employed is qualitative descriptive-analytical with a library research approach. Data were gathered through a literature review of reputable academic sources, which were subsequently analyzed using content analysis and critical discourse analysis techniques. The results indicate that globalization offers significant opportunities, including theological digitalization, the cosmopolitanism of Islamic values, and the integration of science and religion (such as eco-theology). Conversely, Islamic education faces serious challenges, namely covert epistemological secularization, digital moral decadence (cyber-decadence), and the pragmatic commodification of education. This study concludes that the repositioning of Islamic education requires an integrative-inclusive curriculum reconstruction and the internalization of a positive culture based on local-universal values. Consequently, policymakers and practitioners are urged to transform learning systems to be adaptive to technology without losing their prophetic traditions.
Critique of Islamic Education toward the Neoliberalization of Higher Education: From Human Capital to the Humanization of Education Anas Dliyaul Muqsith; Nur Cholid; M. Ahsanul Husna
AN NUR: Jurnal Studi Islam Vol. 18 No. 01 (2026): An-Nur: Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) An-Nur Yogyakarta Komplek PP An Nur Ngrukem PO BOX 135 Bantul 55702 Yogyakarta Tlp/Fax (0274) 6469012. http://jurnalannur.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/annur.v18i01.2731

Abstract

The transformation of contemporary higher education demonstrates the increasing dominance of neoliberal rationality in the governance of modern universities. Higher education is no longer primarily understood as a space for the development of human consciousness and intellectual reflection, but rather as a mechanism for producing economic competencies oriented toward the labor market. This study aims to analyze how neoliberalism shapes the orientation of modern universities, its implications for the meaning of knowledge and student subjectivity, and how Islamic Education can function as an epistemological critique of such rationality. This research employs a qualitative library research approach with a philosophical-critical orientation. Data were analyzed through a critical reading of literature on the neoliberalization of higher education and the intellectual tradition of Islamic education. The findings reveal that the neoliberalization of higher education has reduced knowledge into an instrument of economic utility and shaped students as human capital living within a culture of performativity and self-optimization. In such conditions, Islamic Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) tends to experience the marginalization of its transformational function and risks being reduced to an administrative moral mechanism within the neoliberal university. This study argues that Islamic Education should be repositioned not merely as an ethical complement, but as an epistemological critique of the dehumanization of modern education through the strengthening of adab, ethical reflection, and the humanization of knowledge.