Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Using the Theory of Conceptual Metaphor to Understand Utterance Metaphorical in English Version of Surah An-Nisa Usmala Dewi Siregar; Syahron Lubis; Khairina Nasution
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 7 No. 1 (2021): April
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.821 KB) | DOI: 10.22225/jr.7.1.2884.19-24

Abstract

This study discusses the results of the analysis performed to determine the meaning of the metaphor in the Surah An-Nisa English version. This study is carried by applying a systematic method. Through the observation method followed by the note-taking technique, researchers identified the Quran Surah An-Nisa English Version 176 verses to find metaphors and analyzed the data with understanding the meaning of each utterance that appeared by finding keywords from the source domain of the lexicon and the target domain in one metaphorical. The results of data analysis were presented through formal and informal methods. The findings are abstract meaning that are constructed more concrete by God as guidance to humans through metaphorical utterances. The implication of this study helps people to understand the messages of the verse in the Quran, especially the Surah An-Nisa.
AFIKS DERIVASI DAN AFIKS INFLEKSI PADANOMINA BAHASA ARAB DALAM BUKU AL-ARABIYAH BAINA YADAIK Fitri Hidayati Hasibuan; Khairina Nasution; Rahimah Rahimah
Kode : Jurnal Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.93 KB) | DOI: 10.24114/kjb.v9i1.16938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Afiks derivasi dan afiks infleksi yang digunakan sebagai pembentuk nomina  bahasa Arab serta menganalisis fungsi dan makna afiks derivasi dan afiks infleksi pada nomina bahasa Arab. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini berupa kata bahasa Arab yang diambil dari buku al-arabiyah baina yadaik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik catat, kemudian data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik dasar berupa teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik oposisi dan teknik lesap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam buku buku al-arabiyah baina yadaik, terdapat afiks derivasi pembentuk nomina berjumlah sembilan, yaitu: prefiks (as-Sâbiq), diantaranya: /mu-/, /ma-/ dan /a-/. Infiks (dâkhilah), diantaranya: /-â-/,  /-ĩ-/ dan /-ū-/. Konfiks (as-sâbiq wa al-lâhiq), diantaranya: /mi-â/, /ma-ū/ dan /mi-tun/. Afiks–afiks ini membentuk makna gramatikal ‘nomina pelaku (ism fâ‟il)’; ‘nomina verba (isim maṣdar)’; ‘nomina penderita (ism maf’ûl)’; ‘nomina instrumental (isim alat)’, ‘nomina temporer (isim zaman)’; ‘nomina qualiti (syifatu al-musyabbahah bi al-ismi fâil)’ dan ‘nomina loci (isim makan)’ serta berfungsi membentuk nomina deverba. Afiks infleksi pembentuk nomina berjumlah sepuluh, yaitu: sufiks (al-Lâhiq), diantaranya: /-âni/, /aini/, /-ūna/, /-ĩna/, /-âtun/, /-ĩ/, /-tun/, /-ka/, /-hu/ dan /-him/. Afiks-afiks ini memiliki makna gramatikal yaitu: nomina dual, nomina plural maskulin, nomina plural feminim dan nomina gender.Kata kunci: afiks derivasi dan infleksi, fungsi dan makna, nomina bahasa Arab.
Analyse Contrastive des Formes de Mots des Onomatopées du Bruit Quotidienne En Français et En Indonésien Shafira Alifa; Zahra Rifasyah; Khairina Nasution; Deliana; Dwi Widayati
HEXAGONE Jurnal Pendidikan, Linguistik, Budaya dan Sastra Perancis Vol. 13 No. 2 (2024): HEXAGONE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/hxg.v13i2.69690

Abstract

Le but de cette recherche sont de décrire des formes et des significations et expliquer les similarités et les différences des onomatopées du bruit de la vie quotidienne en français et en indonésien se trouvent dans la bande dessinée “L’Imperatrice Remariée”. La méthode de cette recherche est descriptive qualitative. Les résultats de la recherche montrent que 38 données sur le bruit de la vie quotidienne. Sur la base de la classification onomatopée en indonésien ont été 2 données sur Tiruan bunyi perbuatan (Bruit d’action) et 36 données sur Tiruan bunyi gerakan (Bruit du mouvement). Les similarités trouvées dans les onomatopées de deux langues sont qu'elles utilisent toutes deux davantage de formes de dérivation zéro et de réduplication totale. Les différences trouvées sont que les formes des verbes qui deviennent des onomatopées en français sont toujours conjuguées selon le sujet auquel on fait référence et que l'utilisation des formes de mots qui deviennent des onomatopées pour l'indonésien est plus diversifiée que celle des onomatopées pour le français.
PENGEMBANGAN PENGOLAHAN KERANG MENJADI BENTUK SEDIAAN ABON DI DESA PEMATANG CENGAL KABUPATEN LANGKAT Khairina Nasution; Jansen Silalahi; Pujiati; Arlina Lubis
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 04 (2024): JULI 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pematang Cengal merupakan salah satu desa di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Nelayan di Desa Pematang Cengal sebagian besar menangkap hasil tangkapan berupa kerang-kerangan, karena desa ini merupakan basis penangkapan kerang-kerangan. Rendahnya kesadaran masyarakat dan kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan kerang menyebabkan rendahnya pendapatan keluarga dan peningkatan ekonomi di desa Pematang Cengal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengembangkan peluang kerja dengan meningkatkan keterampilan istri nelayan di desa Pematang Cengal dalam mengolah kerang menjadi abon kerang yang dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Tim pengabdian bersama mitra melakukan kegiatan pemasaran kerang dengan menggunakan jejaring sosial seperti TikTok dan Instagram. Adanya kegiatan pemasaran yang beragam dapat meningkatkan nilai jual kerang cacah yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
CODE SWITCHING AND MIXING IN SOCIAL INTERACTIONS BETWEEN STUDENTS Nurlela Majrul; Siti Meutia Sari; Erikson Saragih; Khairina Nasution
JALC : JOURNAL OF APPLIED LINGUISTIC AND STUDIES OF CULTURAL Vol. 2 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Rahis Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is qualitative research, namely by providing a systematic and accurate description of code switching and mixing in social interactions among students on the Graha Nusantara University Padangsidimpuan campus. we can find that the interactions carried out by students on campus actually involve code switching, this is due to the mastery of more than one language and then the speaker, listener, the presence of a third person, informal conversations used in the campus area. And what causes code mixing to occur is the use of popular terms such as the phrase "kapan manyabi", the presence of a conversation partner, the presence of a third person and to evoke a sense of humor.
THE EFFECTIVENESS OF THE USE OF TIME TOKEN LEARNING METHOD ON ENGLISH COMMUNICATION SKILLS OF AMIR HAMZAH UNIVERSITY STUDENTS MEDAN Tambusai, Azhary; Muhammad Khalid; Khairina Nasution
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 2 No. 01 (2024): FEBRUARY 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English is an international language that is taught at all levels of education. In Amir Hamzah University itself, English learning is needed to improve learning outcomes and student motivation. One of the learning methods to improve English proficiency for Amir Hamzah students is the time token method. This learning method is one of the methods that provides opportunities for students to be able to express their opinions in English actively. So that the negative effects of learning dependence can be avoided. The existence of the time token learning method encourages students to increase initiative and participation, avoiding the dominance of students who are good at speaking or who do not speak at all, helping students to be active in learning activities.
PREFIX /um-/ DALAM BAHASA MANDAILING Azhary Tambusai; Khairina Nasution; Khairawati
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 1 No. 02 (2024): JULI 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Bahasa Mandailing ditemukan dua bentuk linguistik /um-/ dan /-um-/ yang memiliki bentuk dan makna yang sama. Masalah yang mungkin timbul adalah apakah kedua bentuk linguistik tersebut merupakan alomorf dari morfem yang sama atau morfem yang berdiri sendiri. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakanlah teori yang menekankan pada pentingnya bentuk dan makna untuk mengidentifikasi sebuah morfem. Dengan menggunakan teori ini, dapat dinyatakan bahwa bentuk /um-/ dan /-um-/ merupakan alomorf dari morfem yang sama, yaitu /um-/. Proses morfofonemik dalam pembentukan prefiks /um-/ dan /-um-/ disebabkan oleh kendala fonologis. Maka morfem /um-/ dapat diindentifikasikan sebagai prefiks yang dapat berdiri sendiri. Prefiks /um-/ memiliki distribusi yang sejajar dengan sufiks /-ani/. Kedua imbuhan tersebut dapat digabungkan dengan kata dasar yang sama dan menghasilkan makna yang sama.