Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Kajian Program, Implementasi, dan Evaluasi Kurikulum 2013 pada SD Di Kecamatan Cina Kabupaten Bone Abd Haling; Abd. Hakim
Publikasi Pendidikan Vol 10, No 3 (2020)
Publisher : Prodi PGSD FIP UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v10i3.14309

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui gambaran program pembelajaran berbasis K.13 bagi guru SD, (2) mengetahuigambaran implementasi program pembelajaran berbasis K.13 bagi guru SD, (3) mengetahui gambaran  evaluasi proses dan hasil penerapan K.13 bagi guru SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif (descriptif research). Penelitian ini dilaksanakan dengan maksud untuk memahami masalah-masalah dalam pengembangan program pembelajaran, implementasi program, dan penilaian pelaksanaan program pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Desain penelitian adalah memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed research design). Data kuantitatif adalah data tentang dimensi-dimensi setiap program dan implementasi, dan evaluasi program pembelajaran dengan menggunakan lembar kajian. Sebagai sumber informasi adalah guru dan kepala sekolah. Data kualitatif adalah yang dikumpulkan dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pengamatan dan wawancara, dan dokumentasi. Dapatan kajian digunakan sebagai data empiris tentang kondisi riil tentang program, pelaksanaan, dan evaluasi program berbasis K.13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan program pembelajaran berbasis K.13 berada pada kategori “baik”, (2) gambaran penerapan program berbasis  K.13 bervariasi, yaitu masih terdapat beberapa guru menggunakan program pembelajaran dengan buatan KKG, Diknas, dan yang bersumber dari internet. Implementasi kurikulum dalam pelaksanaan pembelajaran, yaitu berkategori “kurang”. (3) Gambaran proses dan hasil belajar penerapan K.13 bagiguru SD, berkategori “kurang”. Dengan demikian disarankan kepada para pengambil kebijakan hendaknya melakukan pembinaan dan pengembangan kearah penyempurnaan dalam pelaksanaan kurikulum tahun 2013.
Penanaman Nilai-Nilai Kebaikan Melalui Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Karakter Abd Haling; Pattaufi Pattaufi; Erma Suryani; Sudirman Sudirman
Publikasi Pendidikan Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v12i3.39193

Abstract

Pendidikan nilai adalah pendidikan pengembangan pribadi anak dan remaja  tentang  sistem keyakinan sebuah masyarakat. Pendidikan nilai sasarannya adalah mengajarkan tentang hal yang baik yang harus dilakukan dan hal yang buruk yang harus dihindari. Usaha merealisasikan hal tersebut dengan berusaha penanaman nilai-nilai kebaikan melalui mengembangkan bahan ajar pendidikan karakter. Pendidikan karakter menfokuskan pada pengamalan nilai-nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Karakter merupakan sifat mental yang baik yang ditunjukkan dalam bertingkah laku sopan, murah hati, suka memaafkan, penuh cinta, rela berkorban, suka humor, tidak berlebihan, dan selalu taat dan takwa. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan subjek adalah: pakar pendidikan, dosen dan mahasiswa. Bahan ajar yang dikembangkan diharapkan memiliki kesahan dan kepraktisan. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara, angket dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) gambaran kebutuhan nilai-nilai karakter untuk pengembangan bahan ajar, yaitu:  konsep dasar pendidikan karakter, asas falsafat pendidikan karakter, dan budaya siri sebagai karakter bugis makassar. (2) Produk bahan ajar yang dihasilkan berada pada kualifikasi sangat valid, dan (3) tanggapan dosen dan mahasiswa terhadap produk bahan ajar dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian produk bahan ajar pendidikan karakter yang dihasilkan adalah valid dan praktis, dan sesuai kebutuhan sasaran calon pengguna. Produk bahan ajar ini diharapkan agar dapat digunakan sebagai panduan pelaksanaan pendidikan karakter melalui perkuliahan.
Pengembangan Program Pendidikan Karakter Untuk Penanaman Nilai Nilai Kebaikan Bagi Mahasiswa Abd Haling; Usman Usman; Syamsuddin Syamsuddin
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v13i1.43930

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (a) untuk mengetahui gambaran nilai-nilai karakter bagi kebutuhan pengembangan program pendidikan karakter untuk penanaman nilai-nilai kebaikan bagi mahasiswa, (b) untuk mengetahui tingkat validitas program pendidikan karakter, dan (c) untuk mengetahui tanggapan calon pengguna terhadap program pendidikan karakter bagi mahasiswa. Program pendidikan karakter yang dikembangkan diharapkan memiliki kesahan dan kepraktisan produk untuk digunakan dalam menyelesaikan masalah tingkah laku dan penanaman nilai-nilai karakter bagi mahasiswa. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan. Subjek penelitian ini terdiri atas, pakar, dosen, dan mahasiswa. Data diperoleh menggunakan teknik observasi, angket dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil peneliti menunjukkan bahwa: (a) Kebutuhan nilai-nilai karakter bagi pembinaan mahasiswa di Fakultas Ilmu Pendidikan, yaitu nilai kelakuan, nilai kerajina, nilai kerapihan, nilai kebersihan, dan nilai kedisiplinan, (2) Hasil pengujian validitas program pendidikan karakter  berkualifikasi “sangat valid”, (3) Hasil tanggapan calon pengguna terhadap program pendidikan karakter brkualifikasi “sangat baik”. Hasil penelitian disimpulkan bahwa produk program penguatan pendidikan karakter adalah valid, praktis dan sesuai keprluan bagi sasaran pengguna. Hasil penelitian ini diharapkan memenuhi tuntutan penyediaan program pendidikan  karakter untuk digunakan bagi pembinaan mahasiswa.
PENGEMBANGAN MICRO MODUL PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO UNTUK MAHASISWA PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN Aril Febrianto; Abd Haling; Abdul Hakim
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.16143

Abstract

The availability of learning materials that support independent learning is an important factor in improving the quality of higher education. In the Video Media Development course, students often experience difficulties in understanding the stages of video media development systematically due to the limited availability of instructional materials that are practical, concise, and well-structured. This study aimed to develop a micro module that is valid and practical as a supplementary learning resource for the Video Media Development course. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects included material experts, media experts, instructional experts, and students of the Educational Technology Study Program at Universitas Negeri Makassar. Data were collected through interviews, needs assessment questionnaires, expert validation questionnaires, and student response questionnaires. The findings revealed that the level of student need for the developed micro module reached 94%, indicating a highly needed category. The validation results showed that the material expert assessment reached 88%, the media expert assessment reached 100%, and the instructional expert assessment reached 92%, all of which were categorized as highly valid. Furthermore, the practicality test involving 43 students obtained a score of 89.22%, indicating a highly practical category. These findings demonstrate that the developed micro module is feasible for use as a supplementary learning resource in the Video Media Development course and has the potential to support students’ independent learning effectively.
Keterampilan Guru Dalam Mengelola Pembelajaran Dengan Menggunakan Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) Di MTs DDI Lapeo Nur Ainun Amalia B Ayi; Abd Haling; Andromeda Valentino Sinaga
Educatio Vol 20 No 3 (2025): Educatio
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v20i3.32884

Abstract

Digital technology transformation has introduced new paradigms in education through artificial intelligence integration becoming integral components of contemporary learning processes. This research aims to describe teachers' skills in managing learning using artificial intelligence at MTs DDI Lapeo and analyze its impact on learning management capabilities. The research method employed qualitative approach with case study design, involving 11 informants consisting of principal, five teachers, and five students. Data collection was conducted through triangulation techniques of participative obswwervation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis utilized Miles and Huberman model with validity ensured through member check and source triangulation. Research findings identified six dimensions of teachers' skills in managing AI-based learning: AI implementation in learning processes, AI operational skills, personalized learning, smart content development, AI chatbot integration, and AI-based learning evaluation. Findings revealed 73.08% teachers have utilized AI platforms such as ChatGPT and Gemini AI. AI implementation impacts include substantial administrative efficiency improvement and significant teacher workload reduction. AI enables personalized learning responsive to individual student needs, creates interactive smart content, and facilitates evaluation accommodating digital native characteristics. Transformative AI implementation in education requires adequate infrastructure support and continuous digital competency development for 21st-century learning optimization.
Development of a digital module for planning and installation of the audio system subject in audio video engineering skills competency Dian Ismidiati Idil; Nurhikmah H; Abd Haling
Inovasi Kurikulum Vol. 21 No. 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.66913

Abstract

The development of digital module in Planning and Installation of Audio Systems Subject for grade XI at SMKN 10 Makassar aims: (1) to discover the description of the needs for digital module for planning and installation audio system subject at SMKN Negeri Makassar, (2) to design the product of digital module in planning and installation of audio system at SMKN 10 Makassar, and (3) to measure the level of validity, practicality, and effectiveness of digital module for planning and installation of audio system at SMKN 10 Makassar. This study is a Research and Development (R and D) type of research, using the development model ADDIE model, which consists of five stages, namely: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. The number of test subjects was two validators, subject teachers, and class IX students at SMK Negeri 10 Makassar. This research shows that the student's needs are met with the required qualifications. Digital modules are developed according to the needs of students and teachers using Canva and Microsoft. The results of expert validation, teacher responses, limited trials, and small group trials, as well as evaluation of student learning outcomes, are in the very good category, indicating that the digital module for planning and installing audio systems is declared valid and practical (easy to use) and effectively used in the learning process.   Abstrak Pengembangan modul digital pada Mata Pelajaran Perencanaan dan Instalasi Sistem Audio untuk kelas XI di SMK Negeri 10 Makassar bertujuan yaitu untuk: (1) mengetahui gambaran kebutuhan modul digital perencanaan dan instalasi sistem audio di SMK Negeri 10 Makassar, (2) mendesain produk modul digital perencanaan dan instalasi sistem audio di SMK Negeri 10 Makassar, (3) mengukur tingkat validitas, kepraktisan, dan efektifitas modul digital perencanaan dan instalasi sistem audio di SMK Negeri 10 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian jenis Research and Development (R and D) menggunakan model ADDIE terdiri dari lima tahapan yaitu: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Jumlah subjek uji coba yaitu 2 validator, guru mata pelajaran, dan peserta didik kelas IX SMK Negeri 10 Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kebutuhan peserta didik berada pada kualifikasi dibutuhkan. Modul digital dikembangkan sesuai kebutuhan peserta didik dan guru dengan menggunakan canva dan Microsoft. Hasil validasi ahli, tanggapan guru, uji coba terbatas, dan uji coba kelompok kecil, serta evaluasi hasil belajar peserta didik berada pada kategori sangat baik sehingga menunjukkan bahwa modul digital perencanaan dan instalasi sistem audio dinyatakan valid dan praktis (mudah digunakan) dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci: kreativitas dalam pembelajaran; modul digital; perencanaan dan instalasi sistem audio
Evaluating a Collaborative Brainstorming Model for Enhancing Creative Thinking Skills in Primary School Mas'adi; Aris Munandar; Abd Haling
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i4.2873

Abstract

This study aims to develop and validate a Collaborative Brainstorming Learning Model to enhance creative thinking skills among primary school students. The model was developed to address the limitation of previous practices, where brainstorming and collaborative learning strategies were commonly implemented separately rather than integrated into a coherent and systematic instructional framework. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE development model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The developed product consisted of a learning model with a seven-phase instructional syntax and eight supporting learning instruments, including lesson plans, student worksheets, and creative thinking assessment tools. The needs analysis stage involved eight teachers and 133 students from four primary schools in South Sulawesi, Indonesia. Product validation was conducted by three experts from the Faculty of Education at a public university using a four-point Likert scale. The validation results showed that the Collaborative Brainstorming Learning Model obtained an average validity score of 88.10% across nine assessed components, indicating a “highly valid” category. The language and content aspects achieved the highest scores, while the alignment between brainstorming activities and the learning syntax received relatively lower scores but remained within an acceptable level. These findings demonstrate that the developed model has strong theoretical validity and is ready for further practicality and effectiveness testing in classroom settings. The model provides primary school teachers with a structured instructional alternative to promote students’ creative thinking abilities through collaborative activities, idea generation, and problem-solving processes.