Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Monitoring Dan Notifikasi Kualitas Udara Dan Air Hujan Berbasis Internet Of Things Nur Alif, Muh; Zetta Maulana, Yulian; Titan Syifa, Fikra
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udara berperan penting dalam kehidupan,namun perkembangan urbanisasi dan industrialisasi telahmenurunkan kualitasnya secara signifikan. Polusi udara tidakhanya memengaruhi kesehatan manusia tetapi jugamenyebabkan hujan asam yang berdampak buruk padaekosistem. Penelitian ini merancang sistem monitoring dannotifikasi kualitas udara serta air hujan berbasis Internet ofThings (IoT), yang memantau parameter karbon dioksida(CO₂), pH air hujan, dan Total Dissolved Solids (TDS). Sistemmenggunakan sensor MQ-135, pH-4502C, dan TDS KS0429yang terintegrasi dengan mikrokontroler ESP32, menampilkandata pada LCD dan mengirimkannya ke aplikasi Blynk untukpemantauan jarak jauh. Notifikasi visual dan suara diberikanmelalui LED dan buzzer saat terjadi melebihi ambang batas.Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi tinggi: pH-4502C sebesar 98,16%, TDS KS0429 sebesar 98,71%, dan MQ-135 sebesar 94,83%. Sistem ini terbukti efektif untukpemantauan real-time, meskipun masih terdapat beberapaketerbatasan yang perlu diperhatikan.Kata kunci— Udara, Air Hujan, Internet of Things, SensorMQ-135, Sensor pH 4502C, Sensor TDS KS0429
Simulasi Kontrol Pid Pada Pengendali Kecepatan Kereta Api Menggunakan Sistem Miniatur Kereta Api Skala Half O Setyawan, Reza; Zetta Maulana, Yulian; Wibisono, Gunawan
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta api miniatur skala HO (1:87) tidak hanyadigunakan sebagai hobi, tetapi juga sebagai media edukasi danpenelitian dalam bidang sistem kontrol. Pengendalian kecepatanyang stabil dan responsif penting untuk memastikan performaoptimal terhadap perubahan beban dan kondisi jalur. Penelitianini menyimulasikan pengendali PID (Proportional-IntegralDerivative) pada sistem kecepatan kereta miniatur gunamenguji kestabilan dan efektivitas kontrol. Proses dimulai dariperancangan sistem, identifikasi model transfer functionberdasarkan data tegangan dan kecepatan, hingga implementasisimulasi menggunakan MATLAB/Simulink. Penyetelanparameter PID dilakukan melalui metode autotuning (PIDTunner) dan trial-and-error. Pengujian dilakukan dalam duakondisi, yaitu tanpa kontrol dan dengan kontrol PID. Hasilmenunjukkan bahwa penggunaan PID mempercepat rise timemenjadi 0,0106 detik, menurunkan settling time menjadi 0,0161detik, menghasilkan overshoot sebesar 1,531%, sertameminimalkan steady-state error hingga 0,00004%. Sistemmenjadi lebih cepat, stabil, dan akurat terhadap set point.Penelitian ini membuktikan bahwa kontrol PID efektif dalampengaturan kecepatan kereta miniatur dan memiliki potensiuntuk diterapkan dalam sistem kendali kereta api skala penuh.Kata kunci— PID, kereta api miniatur skala HO, motor DC,Simulink, kontrol kecepatan
Monitoring Posisi Kucing Menggunakan Teknologi Internet of Things (IoT) Khansa Danendra, Raissandi; Zakiyah, Maudina; Wardani Supardi, Dila; Pardomuan Siregar, Santo; Zetta Maulana, Yulian; Kurnianto, Danny
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pelacakanhewan peliharaan berbasis IoT yang dirancang dalam bentukrompi khusus agar nyaman digunakan. Sistem inimenggabungkan perangkat ringan dengan aplikasi pemantauposisi real-time melalui peta digital. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa kucing dapat beradaptasi dengan rompidalam waktu sekitar empat hari. Kinerja jaringan diuji dalamberbagai kondisi, dengan rata-rata throughput tertinggi sebesar703,565 kbps saat perangkat berada di dalam ruangan danjaringan tetap di dalam, serta nilai terendah 545,937 kbps saatperangkat berada di luar ruangan dan jaringan tetap di dalam.Nilai RSSI juga menurun tajam saat di dalam ruangan akibathambatan fisik, namun membaik saat di luar ruangan. Sistemgeofencing menunjukkan notifikasi berhasil dikirim pada jarakdi atas 10 meter dengan respons di bawah 5 detik. Akurasipelacakan rata-rata 0,92 meter dan daya tahan bateraimencapai 8 jam 45 menit per pengisian.Kata Kunci: Internet of Things (IoT), pelacakan hewan, geofencing,throughput jaringan, akurasi GPS, daya tahan baterai
Monitoring Posisi Kucing Menggunakan Teknologi Internet of Things (IoT) Wardani Supardi, Dila; Zetta Maulana, Yulian; Kurnianto, Danny
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pelacakanhewan peliharaan berbasis IoT yang dirancang dalam bentukrompi khusus agar nyaman digunakan. Sistem inimenggabungkan perangkat ringan dengan aplikasi pemantauposisi real-time melalui peta digital. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa kucing dapat beradaptasi dengan rompidalam waktu sekitar empat hari. Kinerja jaringan diuji dalamberbagai kondisi, dengan rata-rata throughput tertinggi sebesar703,565 kbps saat perangkat berada di dalam ruangan danjaringan tetap di dalam, serta nilai terendah 545,937 kbps saatperangkat berada di luar ruangan dan jaringan tetap di dalam.Nilai RSSI juga menurun tajam saat di dalam ruangan akibathambatan fisik, namun membaik saat di luar ruangan. Sistemgeofencing menunjukkan notifikasi berhasil dikirim pada jarakdi atas 10 meter dengan respons di bawah 5 detik. Akurasipelacakan rata-rata 0,92 meter dan daya tahan bateraimencapai 8 jam 45 menit per pengisian.Kata Kunci:Internet of Things (IoT), pelacakan hewan, geofencing,throughput jaringan, akurasi GPS, daya tahan baterai
Monitoring Posisi Kucing Menggunakan Teknologi Internet of Things (IoT) Pardomuan Siregar, Santo; Zetta Maulana, Yulian; Kurnianto, Danny
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pelacakanhewan peliharaan berbasis IoT yang dirancang dalam bentukrompi khusus agar nyaman digunakan. Sistem inimenggabungkan perangkat ringan dengan aplikasi pemantauposisi real-time melalui peta digital. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa kucing dapat beradaptasi dengan rompidalam waktu sekitar empat hari. Kinerja jaringan diuji dalamberbagai kondisi, dengan rata-rata throughput tertinggi sebesar703,565 kbps saat perangkat berada di dalam ruangan danjaringan tetap di dalam, serta nilai terendah 545,937 kbps saatperangkat berada di luar ruangan dan jaringan tetap di dalam.Nilai RSSI juga menurun tajam saat di dalam ruangan akibathambatan fisik, namun membaik saat di luar ruangan. Sistemgeofencing menunjukkan notifikasi berhasil dikirim pada jarakdi atas 10 meter dengan respons di bawah 5 detik. Akurasipelacakan rata-rata 0,92 meter dan daya tahan bateraimencapai 8 jam 45 menit per pengisian.Kata Kunci:Internet of Things (IoT), pelacakan hewan, geofencing,throughput jaringan, akurasi GPS, daya tahan baterai
Monitoring Posisi Kucing Menggunakan Teknologi Internet of Things (IoT) Khansa Danendra, Raissandi; Zakiyah, Maudina; Zetta Maulana, Yulian
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pelacakanhewan peliharaan berbasis IoT yang dirancang dalam bentukrompi khusus agar nyaman digunakan. Sistem inimenggabungkan perangkat ringan dengan aplikasi pemantauposisi real-time melalui peta digital. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa kucing dapat beradaptasi dengan rompidalam waktu sekitar empat hari. Kinerja jaringan diuji dalamberbagai kondisi, dengan rata-rata throughput tertinggi sebesar703,565 kbps saat perangkat berada di dalam ruangan danjaringan tetap di dalam, serta nilai terendah 545,937 kbps saatperangkat berada di luar ruangan dan jaringan tetap di dalam.Nilai RSSI juga menurun tajam saat di dalam ruangan akibathambatan fisik, namun membaik saat di luar ruangan. Sistemgeofencing menunjukkan notifikasi berhasil dikirim pada jarakdi atas 10 meter dengan respons di bawah 5 detik. Akurasipelacakan rata-rata 0,92 meter dan daya tahan bateraimencapai 8 jam 45 menit per pengisian.Kata Kunci:Internet of Things (IoT), pelacakan hewan, geofencing,throughput jaringan, akurasi GPS, daya tahan baterai
Otomatisasi Sistem Pakan Kucing Berbasis Iot Untuk Pengaturan Porsi Pakan Dan Monitoring Secara Real-Time Nada Fitri, Refia; Yulian Zetta Maulana; Hanni Pradana, Zein
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT)dan Artificial Intelligence (AI) mendorong terciptanya sistemotomatisasi cerdas dan responsif. Penelitian ini mengusulkansistem pakan kucing otomatis berbasis IoT dan AI yangdirancang untuk mengatasi permasalahan keterbatasan waktupemilik hewan dalam memberi pakan secara teratur. Sistemmenggunakan YOLOv11 untuk mendeteksi kucing secara realtime melalui webcam, sehingga hanya kucing teridentifikasiyang dapat menerima pakan. Model AI dilatih menggunakanplatform Roboflow dan dikonversi ke format TensorFlow agarkompatibel dengan perangkat edge. Raspberry Pi 4 digunakansebagai pengendali utama untuk sensor dan aktuator, sertaterhubung ke server lokal melalui integrasi Cloudflare Tunnelguna menyediakan akses website secara aman. Sensor loadcelldan ultrasonik digunakan untuk mendeteksi berat pakan danketersediaan pakan, sedangkan motor stepper mengatur prosesdistribusi pakan baik secara otomatis maupun manual. Sistemdapat dikendalikan dan dipantau dari jarak jauh melaluiantarmuka web dan notifikasi Telegram. Hasil pengujianmenunjukkan akurasi loadcell sebesar 97,16%, sensorultrasonik 98,28%, akurasi pemberian pakan otomatis 91,92%,manual 89,13%, dan akurasi deteksi kucing 95%. Websitememiliki waktu connect time rata-rata 109,2 ms, notifikasiTelegram 3,4 ms, dan latency akses ke server lokal sebesar 373,6ms. Sistem ini menunjukkan performa yang andal dalampengelolaan pakan kucing secara selektif dan efisien melaluiintegrasi teknologi IoT dan AI.Kata kunci — AI, Cloudflare Tunnel, IoT, Raspberry Pi 4,YOLOv11
Otomatisasi Sistem Pakan Kucing Berbasis Iot Untuk Pengaturan Porsi Pakan Dan Monitoring Secara Realtime Cornelius, Yuwan; Zetta Maulana, Yulian; Hanni Pradana, Zein
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things(IoT) dan Artificial Intelligence (AI) mendorongterciptanya sistem otomatisasi cerdas dan responsif.Penelitian ini mengusulkan sistem pakan kucing otomatisberbasis IoT dan AI yang dirancang untuk mengatasipermasalahan keterbatasan waktu pemilik hewan dalammemberi pakan secara teratur. Sistem menggunakanYOLOv11 untuk mendeteksi kucing secara real-timemelalui webcam, sehingga hanya kucing teridentifikasiyang dapat menerima pakan. Model AI dilatihmenggunakan platform Roboflow dan dikonversi keformat TensorFlow agar kompatibel dengan perangkatedge. Raspberry Pi 4 digunakan sebagai pengendali utamauntuk sensor dan aktuator, serta terhubung ke serverlokal melalui integrasi Cloudflare Tunnel gunamenyediakan akses website secara aman. Sensor loadcelldan ultrasonik digunakan untuk mendeteksi berat pakandan ketersediaan pakan, sedangkan motor steppermengatur proses distribusi pakan baik secara otomatismaupun manual. Sistem dapat dikendalikan dandipantau dari jarak jauh melalui antarmuka web dannotifikasi Telegram. Hasil pengujian menunjukkanakurasi loadcell sebesar 97,16%, sensor ultrasonik98,28%, akurasi pemberian pakan otomatis 91,92%,manual 89,13%, dan akurasi deteksi kucing 95%. Websitememiliki waktu connect time rata-rata 109,2 ms,notifikasi Telegram 3,4 ms, dan latency akses ke serverlokal sebesar 373,6 ms. Sistem ini menunjukkan performayang andal dalam pengelolaan pakan kucing secaraselektif dan efisien melalui integrasi teknologi IoT dan AI.Kata kunci — AI, Cloudflare Tunnel, IoT, Raspberry Pi4, YOLOv11
Otomatisasi Sistem Pakan Kucing Berbasis Iot Untuk Pengaturan Porsi Pakan Dan Monitoring Secara Real-Time Zetta Maulana, Yulian; Farhan Nulhakim, Irsad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT)dan Artificial Intelligence (AI) mendorong terciptanya sistemotomatisasi cerdas dan responsif. Penelitian ini mengusulkansistem pakan kucing otomatis berbasis IoT dan AI yangdirancang untuk mengatasi permasalahan keterbatasan waktupemilik hewan dalam memberi pakan secara teratur. Sistemmenggunakan YOLOv11 untuk mendeteksi kucing secara realtime melalui webcam, sehingga hanya kucing teridentifikasiyang dapat menerima pakan. Model AI dilatih menggunakanplatform Roboflow dan dikonversi ke format TensorFlow agarkompatibel dengan perangkat edge. Raspberry Pi 4 digunakansebagai pengendali utama untuk sensor dan aktuator, sertaterhubung ke server lokal melalui integrasi Cloudflare Tunnelguna menyediakan akses website secara aman. Sensor loadcelldan ultrasonik digunakan untuk mendeteksi berat pakan danketersediaan pakan, sedangkan motor stepper mengatur prosesdistribusi pakan baik secara otomatis maupun manual. Sistemdapat dikendalikan dan dipantau dari jarak jauh melaluiantarmuka web dan notifikasi Telegram. Hasil pengujianmenunjukkan akurasi loadcell sebesar 97,16%, sensorultrasonik 98,28%, akurasi pemberian pakan otomatis 91,92%,manual 89,13%, dan akurasi deteksi kucing 95%. Websitememiliki waktu connect time rata-rata 109,2 ms, notifikasiTelegram 3,4 ms, dan latency akses ke server lokal sebesar 373,6ms. Sistem ini menunjukkan performa yang andal dalampengelolaan pakan kucing secara selektif dan efisien melaluiintegrasi teknologi IoT dan AI.Kata kunci — AI, Cloudflare Tunnel, IoT, Raspberry Pi 4,YOLOv11
Sistem Pengendali Suhu pada Kandang Ayam Broiler Berbasis Kendali PID Pratama, Albilah Bayu Seno; Maulana, Yulian Zetta; Pujiharsono, Herryawan
Journal of Telecommunication Electronics and Control Engineering (JTECE) Vol 6 No 2 (2024): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v6i2.1359

Abstract

Suhu dan kelembapan yang optimal pada peternakan ayam perlu dijaga untuk mengoptimalkan pertumbahan ayam pada masa brooding. Namun, di peternakan konvensional, terkadang terjadi perubahan suhu dan kelembapan mendadak yang berada di luar suhu optimal untuk perkembangan ayam brooding. Peternakan ayam broiler pada periode brooding (umur 14 hari) memiliki set poin suhu berkisar antara 30-35°C. Kelembapan relatif pertumbuhan pada ayam adalah antara 60% sampai 70%. Dalam penelitian ini dibuatlah sistem untuk mengendalikan suhu menggunakan prototype pada kandang ayam menggunakan pengontrol PID. Penalaan yang digunakan menggunakan metode tunning Ziegler Nichols. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengendali PID mendapatkan hasil error steady state yang lebih baik yaitu 0.6%, dibandingkan metode konvensional yang 2.6%. Untuk time settling, kinerja sistem menggunakan pengendali PID adalah sebesar 21.33 menit, lebih cepat dibandingkan metode konvensional yaitu 21.73 menit. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pengendali PID dengan penalaan Ziegler Nichols menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan metode konvensional. Selanjutnya, diharapkan bahwa metode pengendalian PID dengan penalaan yang paling sesuai bisa diterapkan di kandang ayam terutama pada masa brooding, karena terbukti bisa mempertahankan suhu di tengah gangguan.