Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Determinan Peningkatan Angka Kejadian tindakan Sectio Caesarea Pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit Ade Muhammad Djoen Kabupaten Sintang Indahwati Hapsari, Dian; Hendraningsih, Tuti
JUMANTIK (Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan) Vol 5, No 2 (2018): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.419 KB) | DOI: 10.29406/jjum.v5i2.1279

Abstract

Deteminan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Darajuanti Kabupaten Sintang) Indahwati Hapsari, Dian; Komala Dewi, Ria Risti; Selviana, Selviana
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 6, No 2 (2019): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v6i2.7456

Abstract

ABSTRAKStunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menyumbang angka cukup besar di Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat dengan prevalensi mencapai 44,1% pada Tahun 2017. Puskesmas Darajuanti merupakan Puskesmas di wilayah 3T ( Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang menduduki peringkat pertama kejadian stunting khususnya di Kecamatan Sintang dengan prevalensi sebesar 27,02% pada Tahun 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan faktor determinan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Darajuanti Kabupaten Sintang. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh balita usia 24 – 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Darajuanti. Sampel diambil dengan metode proportional random sampling dengan jumlah sampel 72 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner dengan teknik wawancara, observasi dan pengukuran dengan menggunakan microtoice. Analisis data bivariate menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara KEK dengan kejadian stunting (p value = 0.029), riwayat ASI eksklusif dengan kejadian stunting ( p value = 0,002), pola asuh dengan kejadian stunting (p value = 0,021 personal hygiene dengan kejadian stunting ( p value = 0,011), sedangkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian stunting (p value = 0,593) dan riwayat imunisasi dasar dengan kejadian stunting (p value = 1,000). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling dominan adalah personal hygiene (OR: 12,027) dan (p value = 0.003). Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian stunting adalah personal hygiene.Kata-kata Kunci: Stunting, balita, Puskesmas DarajuantiABSTRACTStunting is one of the health problems that contributes to a large number in West Kalimantan. Especially in Sintang District, the prevalence reached 44.1% in 2017. Darajuanti Community Health Center is a health center that was ranked first in the stunting incidence in Sintang Subdistrict with a prevalence of 27.02% in 2017. The purpose of this study was to obtain the determinants of stunting occurrence in toddlers in the Darajuanti Community Health Center Working Area in Sintang District. The study design used observational analytics with a cross sectional approach. The population is all toddlers aged 24 - 59 months in the Dara Juanti Community Health Center work area. Samples were taken by proportional random sampling method with a sample of 72 respondents. The instrument of this study used a questionnaire with interview techniques, observation and measurement. Data analysis using chi square test. The results showed there was a relationship between KEK and the incidence of stunting (p value = 0.029), history of exclusive breastfeeding with the incidence of stunting (p value = 0.002), parenting with the incidence of stunting (p value = 0.021 personal hygiene with the incidence of stunting (p value = 0.011 ), whereas there is no relationship between knowledge with the incidence of stunting (p value = 0.593) and history of basic immunization with the incidence of stunting (p value = 1,000) The results of multivariate analysis showed that the most dominant variable was personal hygiene (OR: 12,027) .The conclusion of this study was that the most dominant factor affecting the incidence of stunting was personal hygiene.Keywords: Stunting, toddlers, Puskesmas Darajuanti
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU, PERAWATAN PAYUDARA, PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF, DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDAN KECAMATAN SUNGAI TEBELIAN KABUPATEN SINTANG Dian Indahwati Hapsari; M . Taufik
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.966 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i1.892

Abstract

Berdasarkan Profil Puskesmas Pandan tahun 2015, cakupan ASI eksklusif hanya sebesar 39,47%, lebih rendah dari target cakupan ASI nasional. Survei pendahuluan yang dilakukan pada sepuluh orang ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Pandan didapatkan hanya 30 % saja ibu yang menyusui anaknya sampai berumur 6 bulan.Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu, perawatan payudara, penyuluhan ASI eksklusif, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandan Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chisquare (X2) dengan tingkat kepercayaan 95% dan level signifikan 5%.Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p value=0,000 (p<0,05), PR= 1,918), perawatan payudara (p value=0,000 (p<0,05), PR=1,826), penyuluhan ASI eksklusif (p value= 0,000 (p<0,05), PR= 2,112), dukungan keluarga (p value= 0,000 (p<0,05), PR= 1,809), dukungan petugas kesehatan (p value=0,000 (p<0,05), PR= 2,673) dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pandan Kecamatan Sungai Tebelian Kabupaten Sintang tahun 2017.Diharapkan kepada Puskesmas untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif, perawatan payudara yang baik dan dukungan keluarga di wilayah kerja Puskesmas Pandan. Kepada ibu yang mempunyai bayi untuk menambah pengetahuan tentang ASI eksklusif dan perawatan payudara yang baik dari masa kehamilan sampai melahirkan dengan cara bertanya/berkonsultasi ke petugas kesehatan.
PEMBERDAYAAN UPAYA DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAN KESEHATAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA TERTUNG KALIMANTAN BARAT Dian Indahwati Hapsari; Evy Hariana
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 15, No 2 (2018): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.063 KB) | DOI: 10.29406/br.v15i2.1327

Abstract

Desa tertung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sintang Provinsi Kalimantan Barat. Mayoritas katagori pekerjaan atau pencaharian di dominasi sebagai wiraswata atau pedagang, petni dan buruh tani. Bebrapa ha permasalahan dari desa Tertung adalah rendahnya pengetahyan dan labannya informasi dala mengelola potensi-potensi sumber data alam yang ada untuk dikembangkan sehingga susahnya masyarakat menangkap peluang usaha dalam meningkatkan pendapatan keluarga serta belum maksimalkan pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang perekonomian desa dan permasalahan lainnya rendahnya pengetahuan tentang berperilaku hidup bersih dan sehat sehingga munculnya permasalahan kesehatan lainnya. Program ini memberdayakan komunitas masyarakat melalui inovasi dalam ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang meliputi penyuluhan tentang ekonomi kreatif (sampah menjadi bahan bakar), serta penyuluhan tentang gerakan masyarakat sehat (Germas).
Intervensi Kasus DBD Melalui KIE Serta Penyegaran Kader JUMANTIK di Desa Baning Panjang Kecamatan Sintang Ibnu Idris; Dian Indahwati Hapsari; Gandha Sunaryo Putra; Ria Risti Komala Dewi
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 17, No 2 (2020): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v17i2.2358

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit menular yang  seringkali mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Puskesmas Kebong diketahui bahwa kasus DBD selalu terjadi dalam tiga tahun terakhir di Desa Baning Panjang. Pada tahun 2019 ditemukan 14 kasus DBD di Desa Baning Panjang. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan informasi mengenai penyakit DBD kepada masyarakat Desa Baning Panjang dan mengaktifkan kembali kader JUMANTIK yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit DBD dan kader JUMANTIK yang mulai aktif kembali. Disarankan kepada Puskesmas Kebong untuk lebih aktif dalam melakukan monitoring terhadap para kader JUMANTIK yang ada di Desa Baning Panjang. Diharapkan agar Desa Baning Panjang bisa mengalokasikan anggaran untuk biaya operasional dalam pelaksanaan pemantauan jentik berkala yang dilakukan para kader JUMANTIK.
Determinan Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Batita di Wilayah Kerja Puskesmas Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Tahun 2021 Dian Indahwati Hapsari; Puspawati; Ria Risti Komala Dewi
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.702 KB) | DOI: 10.55123/sehatmas.v1i2.215

Abstract

Follow-up immunization is an activity that aims to ensure that the level of immunity is maintained in children under the age of five, school-aged children, and women of childbearing age (WUS), including pregnant women. Follow-up immunization is the administration of DPT-HB-Hib and rubella measles vaccines. Follow-up immunization coverage in 2018 at the Nanga Pinoh Health Center DPT/HB/Hib 20.8%, MR 25.9%, coverage in 2019 DPT/HB/Hib 28.8%, MR 27.5%, 2020 DPT/HB/ The advanced Hib of 41.4% and the follow-up MR of 37.4% are still far from the set target, which must reach 95%. The purpose of the study was to determine the determinants of the completeness of advanced immunization for toddlers in the working area of the Nanga Pinoh Health Center, Melawi Regency in 2021. This research uses a cross sectional design. The population is toddlers in the working area of the Nanga Pinoh Health Center as many as 941 people, the research sample is 181 taken by proportional random sampling technique. The statistical test used was the chi-square test with a 95% confidence level. The results showed that there was a significant relationship between mother's work (p-value = 0.013), mother's knowledge (p-value = 0.000), mother's behavior (p-value = 0.006), and family support (p-value = 0.008) with follow-up immunizations for toddlers. The unrelated variables were mother's attitude (p-value = 0.087) and support from health workers (p-value = 0.921). It is suggested to the Melawi District Health Office to improve the posyandu cadre training program, provide advice on information communication, home visit programs, and cross-sectoral advocacy, in collaboration with the Puskesmas in counseling and monitoring the follow-up immunization program.
Pemberdayaan Perisai Diri (Pelatihan Pendidik Sebaya Hindari Sex Bebas Dan Pernikahan Dini) Di Sma Muhammadiyah Sintang Dian Indahwati Hapsari; Putri Nurlinda
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10445

Abstract

Masa remaja adalah salah satu periode pertumbuhan dan perkembangan yang pesat terkait fisik, psikologis maupun intelektual. Masa remaja ini memiliki rasa keingintahuan yang besar seperti sudah mulai menyukai tantangan dan pertualangan serta banyak yang berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa pertimbangan yang matang. Di Kabupaten Sintang perkawinan anak usia < 19 tahun nomor 2 tertinggi dari Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat yaitu sebesar 25%, Sedangkan data ibu hamil usia kurang 20 tahun sebesar 829 kasus. Untuk kasus penyakit  HIV/AIDS di Kabupaten Sintang tiap tahunnya mengalami peningkatan. Dapat dilihat dari tahun 2021 kasus HIV sebanyak 575 kasus dan AIDS 50 kasus meningkat lagi pada tahun 2022 yaitu kasus HIV sebanyak 672 kasus sedangkan AIDS 97 kasus. Berdasarkan kelompok umur yang terbanyak pada umur 15-19 tahun (55%). SMA Muhammadiyah Sintang merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah di Kecamatan Sintang, Di SMA Muhammadiyah Sintang masih ditemukan siswa yang berhenti sekolah dikarenakan hamil dan pemahaman siswa tentang seks bebas dan penikahan dini yang kurang. Untuk mengatasi permasalahan ini maka perlu diadakan penyuluhan dan pembentukan kader serta pelatihan kader pendidik sebaya  untuk mempermudah mendapatkan informasi maupun menyampaikan informasi kepada remaja. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi sosialisasi dan pembentukan serta pelatihan pendidik sebaya,hasil kegiatan menunjukan ada perbedaan yangbermakna tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilaksanakan pelatihan dan sosialisasi peserta yaitu sebesar 1,53. Kegiatan pengabdian ini sudah membentuk dan mengaktifkan kader teman sebaya di SMA Muhammadiyah Sintang   Kata kunci: Pemberdayaan; pendidik sebaya; sex bebas; pernikahan dini
Perilaku Pencegahan Hipertensi pada Usia Produktif dalam Germas di Puskesmas Manggala Kecamatan Pinoh Selatan Dian Indahwati Hapsari; Evi Yufiana
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v2i3.2209

Abstract

Hypertension is a medical condition where the blood pressure is chronic, which is over 140/90 mmHg. Data for hypertension sufferers in Melawi Regency in 2019 were 3,223 people, 3,843 people in 2020 and 4,042 people in 2021. The Healthy Family Index of hypertension sufferers who seek regular treatment in Pinoh Selatan District in 2020 is 18.01%, the achievement will decrease in 2021 to 17.82% and until August 2022 it will only be 17.39%. The aim of this study was to find out the factors related to hypertension prevention behavior at productive age in the community movement for healthy living (GERMAS) at the Puskesmas Manggala, Pinoh Selatan sub-district in 2022. This study used a cross sectional design. The population is the productive age range (15-59 years) in the working area of the Manggala Health Center, Pinoh Selatan District, Melawi Regency in 2022, a sample of 189 was taken using a proportional random sampling technique. The statistical test used is the chi-square test with a confidence level of 95%. The results showed that there was a significant relationship between the physical activity of respondents and the behavior of preventing hypertension at productive age in the Germas program (p-value = 0.046), consumption of alcohol (p-value = 0.021), eating fruit and vegetables (p-value = 0.036 ). Variables that are not related are routine health checks every month (p-value = 0.746) and smoking (p-value = 0.057). It is suggested to the Melawi District Health Office to improve the program to encourage and support the puskesmas program to screen PTM with Germas guidelines, provide information and education communication advice, advocacy to relevant agencies and the Puskesmas to provide consultative guidance regarding hypertension to people of productive age.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI DALAM RUMAH UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN KELUARGA DI DESA REPAK SARI Dian Indahwati Hapsari; Eka Hariani; Atika Dwi Aprilliya Ningsih; Agus Samsudrajat S
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3: Agustus 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i3.8327

Abstract

Perilaku merokok merupakan permasalahan kesehatan yang masih tinggi. Berdasarkan data Riskesdes 2018 Indonesia menyumbang peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbanyak di dunia, presentase perokok umur 15 tahun keatas yaitu sebanyak 33,8%. Hasil dari rapid survey di desa Repak Sari menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang merokok di dalam rumah sebesar 74,3%, kesadaran untuk tidak merokok di dalam rumah masih tergolong rendah. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan edukasi bahayanya merokok di dalam rumah yang di lanjutkan dengan demontrasi agar masyarakat untuk stop merokok di dalam rumah. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa masyarakat antusias dalam kegiatan ini. Hasil dari pengabdian ini masyarakat sudah terdapat peningkatan pengetahuan tentang bahaya merokok didalam rumah sehngga dapat meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mengedukasi masyarakat tentang bahaya merokok dan menjadikan masyarakat berperilaku lebih baik dengan berhenti merokok
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Tahun 2020: Factors Related to Providing Complete Basic Immunization to Babies in the Work Area of the Nanga Pinoh Health Center, Melawi Regency in 2020 Abang Witiza Rachman; Dian Indahwati Hapsari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.284 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1852

Abstract

Imunisasi dasar adalah pemberian imunisasi awal untuk mencapai kadar kekebalan diatas ambang perlindungan. Di Indonesia terdapat jenis imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah (imunisasi dasar) pada bayi usia 0-9 bulan yaitu BCG, Campak, DPT, Hepatitis B, dan Polio. Target keberhasilan program imunisasi adalah tercapainya UCI yang merupakan cakupan imunisasi dasar lengkap bayi secara merata pada bayi di 100% desa/kelurahan. Cakupan UCI puskesmas Nanga Pinoh Tahun 2017 sebesar 94,39%, pada Tahun 2018 cakupan menurun sebesar 87,94%, dan pada Tahun 2019 menurun menjadi 87,63%, tapi cakupan ini masih jauh dari target yang seharusnya 95%. Tujuan penelitian ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Nanga Pinoh Kabupaten Melawi Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 183 sampel yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga (p-value = 0,003; PR= 3,404; 95% CI = 1,525-7,597) dan pengetahuan responden (p-value = 0,000; PR= 6,889; 95% CI = 2,120-22,383). Variabel yang tidak berhubungan yaitu pendidikan responden (p-value = 1,000), pekerjaan responden (p-value = 0,137), dan sikap responden (p-value = 0,280).