Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kontaminasi Kadmium (Cd) Terhadap Kerapatan Azotobacter dan Pseudomonas Pada Media Tanam Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Vera Oktavia Subardja; Elsi Diannitta Sinaga; Bastaman Syah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang berada di lingkungan serta memiliki efek toksik yang tinggi dalam konsentrasi yang rendah. Lingkungan yang terkontaminasi Cd dapat diperbaiki kembali dengan sistem pengolahan limbah logam berat dengan pendekatan bioremediasi. Bakteri penghasil eksopolisakarida (EPS) yang berperan dalam mengkelat logam dapat digunakan sebagai agen bioremediasi seperti Azotobacter dan Pseudomonas. Penelitian bertujuan untuk menunjukkan efektivitas pupuk hayati terhadap populasi Azotobacter dan Pseudomonas pada media yang terkontaminasi logam berat Cd. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri atas 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perhitungan data dianalisis menggunakan analisis uji F pada taraf 5%. Apabila hasil uji F perlakuan menunjukkan hasil perbedaan yang berbeda nyata, maka dilakukan analisis uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap populasi Azotobacter dan Pseudomonas, serta akumulasi Cd pada akar. Perlakuan D (8 ppm Cd (25 ml Azotobacter)) memberikan hasil tertinggi terhadap populasi total Azotobacter (407,547 CFU/ml) dan akumulasi logam Cd pada akar paling rendah (0,649 mg/kg). Sedangkan perlakuan B (8 ppm Cd (50 ml/l Pseudomonas + 25 ml/l Azotobacter) memberikan hasil tertinggi terhadap populasi total Pseudomonas (353,703 CFU/ml). Perlakuan Inokulasi pupuk hayati Azotobacter dan Pseudomonas mampu resisten terhadap media yang terkontaninasi logam Cd hingga 16 ppm, mampu menurunkan akumulasi logam Cd pada akar tanaman, dan dapat digunakan dalam bioremediasi logam Cd pada media yang terkontaminasi Cd.
Pengaruh Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes L.) pada Media yang Diberi Paparan Logam Timbal (Pb) Vera Oktavia Subardja; Fanny Maharani Putri; Bastaman Syah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran air oleh logam berat menyebabkan kualitas air menurun dan mengancam kelangsungan hidup organisme karena dapat menimbulkan efek toksik. Memanfaatkan agen hayati seperti Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. dapat digunakan sebagai cara alternatif untuk menanggulangi pencemaran air dan mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk hayati yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L.) pada media tanam yang terkontaminasi logam berat. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Universitas Singaperbangsa Karawang, Jalan HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe Timur, Karawang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan terdiri dari: A (kontrol tanpa Pb dan tanpa pupuk hayati), B (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp. + 25 ml Azotobacter sp.)), C (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp.)), D (10 ppm Pb (25 ml Azotobacter sp.)), E (10 ppm Pb tanpa pupuk hayati), F (20 ppm Pb (75 ml Pseudomonas sp. + 50 ml Azotobacter sp.)), G (20 ppm Pb (75 ml Pseudomonas sp. + 50 ml Azotobacter sp.)), H (20 ppm Pb (50 ml Azotobacter sp.)), I (20 ppm Pb tanpa pupuk hayati). Hasil percobaan dianalisis dengan uji F, apabila berpengaruh nyata maka diuji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp. + 25 ml Azotobacter sp.)) berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan ini memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (17,523 cm), jumlah daun (38,443 helai), panjang akar (32,256 cm).