Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBUATAN BRIKET ENERGI TINGGI DARI CANGKANG KAKAO YANG DIAKTIVASI DENGAN MIKROWAVE I Nyoman Sudiana; L. Lestari; M.Z. Firihu; Y.A. Koedoes; G.E. Sandra; Y. Biringgalo; L. Arfad; P.A. Setyo; E. Safitri
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 13, No 1 (2017): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.582 KB)

Abstract

Charcoal briquettes from cocoa shell have been producting. Composition of glue and cacao shell as well as their microstructure (pores and grains) are optimized in order to obtain briquettes with high calor energy. The optimation of microstructure is performed by microwave activation. High glue content affect to the briquette’s moisture. The composition of glue material and cocoa shell charcoal which give highest calor energy found in this research is 5:95 %. From microstructure evaluation we found that at the pores diameter of 552 micrometer in average and grain size of  152 micrometer, the average energy of activated charcoal cocoa shell is 10,321 kkal/kg.Keywords: Cocoa shell, briquettes, calor energy, charcoal, microstructure, microwave
USE OF MICROWAVE ENERGY FOR MATERIAL PROCESSING IN A SIMPLE LABORATORY I Nyoman Sudiana
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 10, No 2 (2014): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.751 KB)

Abstract

Penggunaan microwave energy untuk pengolahan material telah dipelajari secara luas oleh para peneliti dan juga oleh penulis. Beberapa penomena yang berbeda (microwave effect) berupa peningkatan kualitas hasil diperoleh seperti singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk proses dan meningkatnya kualitas bahan setelah proses dibanding hasil pengolahan dengan cara konvensional. Beberapa bahan keramik yang telah diteliti secera mendalam menggunakan gelombang frekuensi tinggi ini seperti alumina, zirconia , barium titanate , mullite, dan silica.  Microwave effect ini juga dilaporkan terjadi pada reaction sintering pada nitrides dan lead-barium titanate. Pengolahan keramik dengan microwave terkendala dengan peralatan yang ada karna umumnya butuh suhu tinggi sehingga butuh microwave dengan energi tinggi. Ini berbeda dengan aplikasi microwave pada reaksi kimia, polimer, dan  material organik (microwave chemistry) yang tidak membutuhkan energi yang tinggi sehingga lebih mudah dilakukan. Sehingga di laboratorium yang sederhanapun kita bisa menggunakan microwave baik untuk percobaan mahasiswa maupun untuk penelitian. Hal ini telah dilakukan di laboratorium Fisika FMIPA UHO. Hasil ekperimen pendahuluan diuraikan secara singkat di tulisan ini.
Identifikasi Gugus SiHx (x=1,2 dan 3) pada Silikon Berpori dari Substrat Si (111) Tipe-P Anas M.; I. N. Sudiana; Jahiding M.
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 10, No 1 (2014): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.386 KB)

Abstract

    Telah dilakukan identifikasi gugus fungsional SiHx (x = 1, 2, 3) pada silikon berpori Si (111) type p dengan menggunakan spektrofotometer Fourier Transform Infared (FTIR).  Sample dibuat dengan cara anodisasi wafer silikon dalam larutan asam hidroflour (HF) dengan resistivitas substrat 0,3 ohm-cm. Pengaruh konsentrasi larutan HF dan waktu anodisasi terhadap gugus fungsional permukaan silikon berpori kemudian dievaluasi. Konsentrasi larutan HF divariasikan pada 10%  , 20%, 30%,dan  40%, dan waktu anodisasi divariasikan pada 10, 20, 40, dan 60 menit untuk tiap konsentrasi. Selama proses anodisasi digunakan magnetik stirer untuk menjaga homogenitas larutan. Hasil FTIR  menunjukan gugus SiH ditemukan pada daerah serapan 2112-2100 cm-1, 920-890 cm-1 dan 856 cm-1 untuk semua konsentrasi HF. Sementara semakin lama waktu anodisasi semakin berkurang gugus SiH yang terbentuk. Mekanisme ini dapat digunakan untuk mengontrol pembentukan pori dalam wafer silikon.
PERCEPATAN REAKSI KIMIA DENGAN PEMANASAN MIKROWAVE I Nyoman Sudiana; Muhammad Zamrun Firihu
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 11, No 2 (2015): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.28 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk membuat silica keramik dengan menggunakan energi mikrowave. Silika diproduksi dari sekam padi yang diperoleh di persawahan di Sulawesi Tenggara. Silika yang diperoleh memiliki kemurnian rata-rata 93.8 %. Silika ini di buat pellet lalu disinterring sampai suhu 1100 oC untuk mendapatkan keramik dengan kualitas tinggi. Mikrowave yang digunakan dari hasil modifikasi oven microwave komersial. Hasilnya dibandingkan dengan pemanasan biasa (dengan tanur listrik). Hasil ekperimen menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan keramik hasil pemanasan biasaterhadap sifat-sifat keramik. Ini menunjukkan bahwa ada ‘microwave effect’ terhadap silika selama sintering.
Development of Telemetry System for Light Intensity Measurement by Using a Wireless LAN I Nyoman Sudiana
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 10, No 1 (2014): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.146 KB)

Abstract

A remote measuring system using wireless LAN (Local Area Network) for light intensity measurement has been developed. It made use of a socket programming and TCP/IP protocol. The system consisted of a light source, an OPT 101 sensor, an ADC 0804, an AT89C51 microcontroller, and a wireless LAN system. The result of sensor calibrations showed a linear relationship between light intensity and sensor output (I = 5.6337 V- 4.4912; R2 = 0.9913). The light intensity varied from 51 to 3,912 lux. By using Delphi and assembler utility  for microcontroller, the system could be automated and displayed in a form of light intensity values both on the server and client computers. In order to see the influence of the server and client computer distance receptivity on the measurement result, the signal strength was also measured by using Net Stumbler software whose distances were varied from 2 to 226 m.
Ponderomotive Force Generated by Microwaves During Sintering Muhammad Zamrun F; I Nyoman Sudiana
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 11, No 2 (2015): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.822 KB)

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak peneliti telah melaporkan pengamatan dari "efek microwave" di berbagai proses material seperti pada sintering, annealing, sintesis,  Istilah efek microwave tidak didefinisikan secara ketat. Sering digunakan untuk menandai perbedaan hasil ketika pemanasan microwave digunakan dibandingkan dengan pemanasan biasa dengan pemanas listrik atau gas. Efek microwave dapat dijelaskan dalam dua kategori yakni efek termal dan efek non termal.  Banyak hasil eksperimen menunjukkan adanya efek nonthermal dari microwave yang meningkatkan laju difusi atom di zat padat. Dalam teori sintering, atom berpindah karna adanya gaya pemicu (driving force) sebagai penyebabnya misalnya karna perbedaan tekanan permukaan, suhu, gravitasi, dll. Para ahli meyakini bahwa selama pemanasan dengan microwave ada gaya tambahan yang menyebabkan atom berdifusi lebih cepat akibat kehadiran medan listrik yang dinamai ponderomotive force. Dalam tulisan ini dibahas gaya ini terkait data ekperimen yang telah diperoleh beberapa tahun terakhir.
Model Kurva Sintering: Tinjauan Kurva Densifikasi I Nyoman Sudiana; Muhammad Zamrun Firihu
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 12, No 1 (2016): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.945 KB)

Abstract

The study about sintering stages on alumina ceramics based on densification lines was conducted. The densification curve was taken from previous experimental data. By using a Origin Graphic tools and Coble sintering model,  the  graph  of densification towards sintering temperature was  used  to  analyze  the stages  of sintering. The microwave and conventional methods are compared. The results show that the alumina ceramics has three stages (initial, intermediate, and final stages) of sintering on both method. The initial stage occurs over a range of temperatures of 800°C and 1000°C, intermediate stage occurs at a temperature range of 1100°C and 1500°C, while a temperature range of 1600°C and 1700°C is the final stages.
Pembuatan Glukosamin Hidroklorida dari Cangkang Udang dengan Energi Microwave A. Zaeni; E. Safitri; I. N. Sudiana
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 13, No 1 (2017): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.604 KB)

Abstract

The application of  microwave energy  to processing glucosamine hydrochloride (GlcN-HCl)  based chitosan white shrimp shell waste (Panaeus Merguensis) was investigated.  Isolation and characterization of chitin and chitosan before GlcN-HCl hydrolysis were performed. Hydrolisis was  using 2.45 GHz microwave energy. After that the GlcN-HCl was then characterized by using FTIR. Microwave has been used by varying the heating time of 3, 7, 11, and 15 minutes at the power of 450 W. The highest levels of GlcN-HCl obtained from the hydrolysis of chitosan using microwave at 11 minutes with a yield of 38.25%. GlcN-HCl which is generated showing the characteristics of GlcN-HCl hydrolysis completely soluble in water with the value of the melting point and spectrum 189,2°C. GlcN-HCl showed some functional groups are -OH groups, NH, NH3 + asymmetric, asymmetric CH3, CN and CO.  The GlcN-HCl hydrolyzed by using the microwave is similar to that of hotplate one.
Karakteristik Awal Pembuatan Glukosa dari Ampas Kayu dengan Microwave I Nyoman Sudiana; D.K. Sutiari; P. Endang S
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 12, No 2 (2016): JURNAL APLIKASI FISIKA
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.442 KB)

Abstract

A study of on the degradation of cellulosic sawdust to glucose by applied a commercial microwave oven for treatment has been successfully performance . The effects of the microwave compared to those of the conventional method were found. The reagents used in this experiment is  an hydrochloric acid (HCl). Experimental results showed that the microwave-assisted pretreatment on the lignocellulosic sawdust resulted in a higher glucose compared to the conventional method. The treatment was also performed in lower temperatures and lower reagent concentrations.
Sifat Mekanik Paving Block yang Dibuat dari Paduan Slag Nikel dan Abu Serbuk Kayu La Agusu; La Ode Rusman; I Nyoman Sudiana
Jurnal Aplikasi Fisika Vol 15, No 2 (2019): JAF, Agustus 2019
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menguji sifat mekanik paving block yang dibuat dari paduan slag nikel dan abu serbuk kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu kuat tekan paving block dengan memanfaatkan slag nikel dan abu serbuk kayu sebagai bahan pembuatan paving block. Benda uji yang dihasilkan dicetak dengan variasi semen : slag nikel : abu serbuk kayu. Dalam penelitian ini menggunakan metode pengujian yaitu, X-Ray Flourecence (XRF), Kuat Tekan dan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) yang masing-masing digunakan untuk mengukur kandungan slag nikel, untuk mengetahui mutu kuat tekan paving block dan untuk menganalisis kadar logam terlarut rendaman paving block. Hasil uji XRF menunjukkan kandungan logam terbanyak besi (Fe) yaitu 9,04%, untuk uji kuat tekan dengan variasi abu serbuk kayu 5%, slag nikel 70% dan semen 25% mengalami kenaikkan sebesar 237,738 kg/cm2, dan uji  SSA menunjukkan kandungan logam yang terlepas sangat kecil yakni dibawah standar baku mutu yang ditetapkan Departemen kesehatan di dalam Permenkes No. 492 /Menkes/Per/IV/ 2010. Ini berarti bahwa paving  block berhasil mengikat logam-logam dalam agregat secara sempurna sehingga logam larut jumlahnya sangat kecil. Paving  block  ini termasuk dalam batasan paving  block  mutu B (170 – 200 kg/cm2) yaitu digunakan untuk pelataran parkir.