Nabilla Kurnia Adzan
Prodi Pendidikan Tari, Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Seni Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Sumbangsih

Pelatihan Membaca Notasi Balok untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Seni Budaya Tingkat SMP di Kabupaten Lampung Timur Afrizal Yudha Setiawan; Prisma Teja Permana; Nabilla Kurnia Adzan
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.42

Abstract

Salah satu kompetensi profesional yang harus dimiliki oleh guru seni adalah menguasai materi atau bahan ajar, dalam berbagai bidang seni yaitu seni musik, seni tari, dan seni rupa. Namun demikian, guru seni budaya tingkat SMP di Kabupaten Lampung Timur memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, dan tidak terkhusus pada satu bidang ilmu seni saja, sedangkan di lapangan guru dituntut untuk mengajar ketiga bidang seni tersebut. Materi membaca notasi balok merupakan salah satu materi yang terdapat pada kurikulum pendidikan seni di sekolah jenjang SMP. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan terhadap guru seni budaya SMP di Kabupaten Lampung Timur, diperoleh informasi bahwa 64,5% dari jumlah responden memiliki pemahaman yang rendah dalam materi notasi balok, sehingga guru memiliki kesulitan dalam menyampaikan materi tersebut kepada peserta didik. Dengan demikian, diperlukan adanya pelatihan membaca notasi balok untuk meningkatkan kompetensi profesional guru seni budaya tingkat SMP di Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan pengabdian dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan membaca notasi balok untuk guru seni budaya tingkat SMP di Kabupaten Lampung Timur dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam membaca notasi balok. Hal tersebut akan memberikan dampak pada peningkatan salah satu kompetensi professional guru seni budaya, yakni menguasai materi pembelajaran tentang notasi balok. Adapun peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai pretest dan posttest yang telah dilakukan. Rata-rata nilai pretest adalah sebesar 49.09, sedangkan rata-rata nilai posttest sebesar 77.43. Dengan demikian terdapat peningkatan rata-rata sebesar 28,34 atau 57,73%.
Pelatihan Musik dan Tari Sigeh Penguten Untuk Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Tingkat SMP Se-Kabupaten Lampung Utara Nabilla Kurnia Adzan; Erizal Barnawi; Dwi Tiya Juwita
Jurnal Sumbangsih Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v2i1.43

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan tim pengabdian kepada guru-guru seni budaya SMP di Lampung Utara, didapatkan hasil bahwa sebagian besar guru seni budaya belum menguasai materi seni budaya itu sendiri. Hal ini dikarenakan oleh latar belakang pendidikan yang sebenarnya bukan dari latar belakang pendidikan seni. Mensiasati hal tersebut, maka tim berinisiatif untuk memberikan pelatihan tari dan musik iringan tari Sigeh Penguten. Sigeh Penguten merupakan sebuah tari tradisi Lampung yang sudah semestinya dikuasai oleh masyarakat Lampung terlebih anak-anak usia sekolah. Sebagai sebuah dasar untuk menjaga dan mengembangkan tradisi Lampung, oleh karena itu tari ini dipilih sebagai bahan pelatihan. Melalui pelatihan ini, guru-guru seni budaya tingkat SMP di Kabupaten Lampung Utara yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Seni Budaya diharapkan mampu menguasai tari dan musik iringan tari Sigeh Penguten. Hal ini juga diharapkan dapat membantu guru-guru tersebut untuk melaksanakan mata pelajaran seni budaya di sekolah. Hasil pengabdian menunjukan bahwa setelah mengikuti pelatihan, guru seni budaya di Kabupaten Lampung Utara yang tergabung dalam forum MGMP dapat menarikan tari Sigeh Penguten dan mengiringinya dengan memainkan alat musik secara langsung. Namun tempo dari tari dan musik yang masih belum sesuai dengan yang sebenarnya, hal ini disebabkan karena masih pada tahapan pembelajaran.
Sosialisasi musik tradisional lampung di Desa Rejosari Mataram Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah Afrizal Yudha Setiawan; Prisma Teja Permana; Nabilla Kurnia Adzan
Jurnal Sumbangsih Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Sumbangsih
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsh.v3i1.82

Abstract

Provinsi Lampung merupakan Provinsi dimana penduduknya terdiri dari berbagai macam suku. Hal tersebut disebabkan karena Provinsi Lampung merupakan daerah tujuan transmigrasi penduduk Indonesia di masa lampau. Hal ini menyebabkan banyak masyakarat yang tinggal di Lampung, namun tidak mengenal adat budaya di daerahnya sendiri, salah satunya tentang musik tradisional Lampung. Salah satu contoh fenomena yang terkait dengan pernyataan tersebut, terjadi pada masyarakat di Desa Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Berdasarkan observasi pendahuluan dan analisis situasi, sebagian besar masyarakat tidak mengenal dengan baik musik tradisional Lampung. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dibutuhkan suatu upaya untuk menyosialisasikan musik tradisional lampung pada masyarakat di desa Rejosari Mataram, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan sosialisasi dilakukan dalam bentuk pemaparan materi dan pemberian pelatihan kepada peserta aktif. Pada kegiatan pelatihan tim pengabdian menggunakan Gamolan instrument music tradisional Lampung. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa masyarakat setempat telah mengenal musik tradisional Lampung. Selain itu, para remaja setempat dapat memainkan instrument music Gamolan dengan materi Tabuh Layang Kasiwan, dan Tabuh Alau-alau melalui kegiatan pelatihan yang diberikan. Hasil pelatihan menunjukkan nilai rata-rata keterampilan peserta dalam memainkan Gamolan sebesar 75.83.