Bambang Adhi Priyambodho
universitas sultan ageng tirtayasa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERENCANAAN PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER) SISI MIRING DI PELABUHAN MERAK DENGAN MENGGUNAKAN BATU PECAH DAN TETRAPOD Restu Wigati; Bambang Adhi Priyambodho; Shandi Irfani Sasmita
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.596 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4078

Abstract

Dermaga VI Pelabuhan Merak berada di desa Tamansari, kecamatan Pulo Merak, Cilegon, memiliki panjang dermaga mencapai 145 meter, lebar 45 meter dan kedalaman 7,5 meter dengan tipe wharf akan dijadikan sebagai dermaga eksekutif. Tujuan dari penelitian ini yaitu merencakan tata letak dan merancang pemecah gelombang pada koordinat 5°93`80`` LS 105°99`16`` BT sampai dengan 5°94`11`` LS 105°99`49`` BT sebagai alternatif untuk melindungi Pelabuhan Merak, khusunya Dermaga VI, merencanakan tipe pemecah gelombang, menentukan butir lapis lindung pemencah gelombang serta melakukan perhitungan dimensi pada pemecah gelombang.Perhitungan butir lapis lindung menggunakan Metode Hudson untuk menentukan tebal lapis lindung rencana dan menggunakan material batu pecah dan tetrapod. Perhitungan dimensi pemecah gelombang didapat berdasarkan kemiringan 1:1,5; 1:2; dan 1:3. Selanjutnya data hasil perhitungan digambar tampak melintang dengan masing-masing kemiringan 1:1,5; 1:2; dan 1:3 dengan menggunakan material batu pecah dan tetrapod.Hasil hitungan butir lapis lindung pada kemiringan 1:1,5 tiap 1 meter adalah 316,172 m3 untuk batu pecah dan 296,676 m3 untuk tetrapod, kemiringan 1:2 tiap 1 meter adalah 420,029 m3 untuk batu pecah dan 403,863 m3 untuk tetrapod, kemiringan 1:3 tiap 1 meter adalah 592,552 m3 untuk batu pecah dan 577,925 m3 untuk tetrapod. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alternatif kemiringan yang paling memungkinkan untuk direalisasikan ialah pada kemiringan 1:2.
Analisis dan Evaluasi Kapasitas Sistem Drainase di Perumahan Dasana Indah Kabupaten Tangerang Aditya Widiastomo; Restu Wigati; Bambang Adhi Priyambodho; Subekti Subekti; Ngakan Putu Purnaditya
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17024

Abstract

Banjir menjadi salah satu permasalahan yang terjadi setiap tahunnya terutama pada kawasan padat penduduk, seperti di Perumahan Dasana Indah Kabupaten Tangerang. Dampak banjir dapat mengganggu aktivitas masyarakat,  menimbulkan kerugian sosial, ekonomi, dan kesehatan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kapasitas saluran drainase pada Perumahan Dasana Indah Tangerang dapat menampung besaran debit banjir rencana kala ulang 5 tahun dan mendapatkan solusi. Data yang digunakan  adalah data sekunder (berupa data curah hujan dan luas daerah tangkapan) dan data primer (berupa pengukuran dimensi saluran eksisting).  Analisis distribusi curah hujan yang terpilih adalah Distribusi Gumbel, intensitas curah hujan dengan Metode Mononobe, perhitungan banjir menggunakan Metode Rasional, dan kecepatan saluran dengan Metode Manning. Hasil dari penelitian didapatkan saluran 1 (QS1 = 2,081 m3/s < QT1 = 3,231 m3/s); saluran 2 (QS2 = 2,161 m3/s < QT2 = 4,331 m3/s); dan saluran 3 (QS3 = 2,135 m3/s < QT3 = 4,525 m3/s). Solusi untuk mengatasi masalah banjir pada saluran-saluran tersebut adalah dengan merencanakan ulang dimensi, yaitu saluran 1 (b1 = 1,712 m, y1 = 0,856 m, w1 = 0,214 m, H1 = 1,070 m); saluran 2  (b2 = 2,010 m, y2 = 1,005 m, w2 = 0,251 m, H2 = 1,256 m); dan saluran 3 (b3 = 1,840 m, y3 = 0,920 m, w3 = 0,230 m, H3 = 1,150 m). Juga dapat dilakukan alternatif perencanaan sesuai lebar sealuran yang ada, yaitu  saluran 1 (b1 = 1,400 m, y1 = 1,057 m, w1 = 0,264 m, H1 = 1,321 m); saluran 2  (b2 = 1,500 m, y2 = 1,378 m, w2 = 0,345 m, H2 = 1,723 m); dan saluran 3 (b3 = 1,400 m, y3 = 1,232 m, w3 = 0,308 m, H3 = 1,541 m).
Normalisasi Sungai Cilemer Kabupaten Pandeglang, Banten (Studi Kasus HM 00+00 sampai HM 153+00) Restu Wigati; Intan Afiah Rakhmatika; Woelandari Fathonah; Bambang Adhi Priyambodho; Ngakan Putu Purnaditya; Soedarsono Soedarsono
Jurnal Fondasi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v11i2.17059

Abstract

Along with changes in river conditions and population growth, rivers do not function optimally, so as a result of these changes, flooding occurs and causes many losses. Banten Province floods have impacted the community, damaging buildings, rice fields, facilities and infrastructure, and the environment, harming people's livelihoods, especially in the Cilemer River. This study aimed to determine the magnitude of the planned flood discharge for the 100-year return period, the river's capacity with the flood discharge, and the best solution to the Cilemer River's flooding problem. The flood discharge cannot be accommodated by rainfall plans of 177.137 mm, HM 00+00 to HM 153+00, with 94 cross-sectional river segments. According to the hydraulic analysis, the Cilemer River's capacity in the current conditions cannot drain the planned flood discharge, so flood control efforts are required. River normalization and embankment elevation reduced water level by 45.42 percent on average and discharged by 12.46 percent on average.