Zainuddin Zainuddin
Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UNLAM Banjarmasin

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Suatu Upaya Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Karlina Rahmi; Zainuddin Zainuddin; Suriasa Suriasa
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i1.847

Abstract

Preliminary observations on the school declared students' science process skills and ability to perform scientific work in the learning of physics have not been fully implemented. It can be seen from the observations of physics learning activity, interviews with physics teacher and results of student questionnaire. Guided discovery learning is a model of learning to train students in the science process skills and solving academic problem. This study used action research to describe the effectiveness of the application of the guided discovery learning model to improve students' science process skills. This study has shown (1) lesson plan implementation in each cycle is verry good; (2) assessment of students' science process skills increased in each cycle to be categorized verry good at the end of the cycle; (3) improvement learning outcomes student and complete; and (4) student responses is categorized as good. So concluded that the application of the guided discovery learning model in straight motion materials was effective for improving science process skills, at the same time results of learning and scientific attitude of students of class X-A  SMAN 1 Kandangan in 2012-2013. 
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Generatif Learning (GL) Pada Materi Ajar Wujud Zat dan Perubahannya Winda Ariani; Zainuddin Zainuddin; Mustika Wati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i2.752

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA khususnya fisika dikarenakan kurangnya keterlibatan atau keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan hasil belajar melalui model generatif learning. Jenis penelitian ini adalah PTK model Hopkins yang terdiri dari 2 siklus. Data diperoleh melalui THB, observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I pertemuan pertama 76,39% (baik), siklus I pertemuan kedua 79,86%     ( baik) dan siklus II 99,47% (sangat baik), (2) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal siklus I pertemuan pertama 55,56% (tidak tuntas), siklus I pertemuan kedua 58,33% (tidak tuntas), pada siklus II 85,71% (tuntas), (3) miskonsepsi siklus I untuk pertemuan pertama 16,67%, siklus I untuk pertemuan kedua 16,67% dan pada siklus II 14,28%, sebagian siswa sulit menganalisis soal penjelasan dan hitungan, (4) respon siswa terhadap pembelajaran generatif learning, dimana rata-rata attention (perhatian) siswa 72,07% dengan kategori baik, relavace (keterkaitan) siswa 71,37% dengan kategori baik, confidence (keyakinan) siswa sebesar 72,30% dengan kategori baik, dan satisfaction (kepuasan) siswa 72,07% dengan kategori baik. Diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model generatif learning efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII G SMP Negeri 9 Banjarmasin pada pokok bahasan wujud zat dan perubahannya.   
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Dengan Menerapkan Model Inquiry-Discovery Learning (IDL) Terbimbing Bahrudin Bahrudin; Zainuddin Zainuddin; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i3.883

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains siswa disebabkan karena siswa jarang dilatih berdiskusi dalam mempelajari materi pelajaran ataupun praktikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan model Inquiry-Discovery Learning (IDL) terbimbing dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin pada materi ajar optika geometri. Secara khusus bertujuan mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa, hasil belajar produk siswa, keterlaksanaan RPP, dan respon siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model Hopkins meliputi identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, tes, angket dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif, kuantitatif, dan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterlaksaan RPP terlaksana sangat baik dengan reabilitas rata-rata 90%, hasil belajar produk siswa mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 83% (belum tuntas), siklus II sebesar 97% (tuntas), dan pada siklus III sebesar 100% (tuntas), keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan dari silkus I, II, dan III dengan ketegori cukup terampil menjadi terampil, dan respon minat dan motivasi siswa secara umum baik. Simpulan penelitian adalah model Inquiry-Discovery Learning (IDL) terbimbing pada materi ajar optika geometri di kelas X-1 SMA Negeri 10 Banjarmasin efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.   
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Melalui Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Untuk Kelas VII B SMP Negeri 27 Banjarmasin Pada Materi Pokok Kalor Noor Hariani; Zainuddin Zainuddin; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.839

Abstract

Keterampilan proses sains siswa masih jarang dilatihkan terutama dalam menganalisis sampai dengan menarik kesimpulan dalam menemukan konsep atau fakta/informasi yang diperoleh melalui percobaan penemuan selama proses pembelajaran berlangsungdan hasil belajar siswa masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Tujuan menerapkan model penemuan terbimbing dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan cara meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Tujuan khusus penelitian adalah untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) pencapaian keterampilan proses sains siswa, (3) pencapaian hasil belajar produk siswa. Jenis penelitian adalah PTK model Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian siswa kelas VII B SMP Negeri 27 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran penemuan terbimbing siklus I dan sikus II terlaksana dengan baik, (2) pencapaian keterampilan proses sains siswa pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan, (3) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada materi pokok kalor dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan. Diperoleh simpulan bahwa penggunaan model pembelajaran penemuan terbimbing pada materi pokok kalor dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas VII B SMP Negeri 27 Banjarmasin.  
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 2 SMAN 10 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Stad Pada Materi Fluida Statis Julita Lailatul Jannah; Zainuddin Zainuddin; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i1.1033

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika diduga ada kaitannya dengan proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga kurang interaksi antara guru dan siswa yang menjadikan siswa pasif dan kurang perhatian untuk belajar kreatif dalam memecahkan masalah yang bersifat efektif. Oleh sebab itu penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi fluida statis. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP (2) hasil belajar (3) keterampilan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan tiga siklus yang terdiri: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah RPP, handout, LKS dan THB. Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari: observasi, tes dan dokumentasi. Temuan penelitian: (1) keterlaksanaan RPP pada terjadi peningkatan ditiap siklusnya 3.12 3.37, 3.67 ; (2) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal juga terjadi peningkatan ditiap siklusnya yaitu sebesar 6.90%, 67.85%, dan 86.67%. (3) Keterampilan sosial pada siklus I yaitu 70%, 55%, 60%, siklus II 80%, 65%, 85% dan siklus III 85%, 90%, 90%. Simpulan berdasarkan temuan tersebut bahwa hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 SMAN 10 Banjarmasin pada materi fluida statis meningkat setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Quantum Teaching Pada Materi Ajar Elastisitas Ahmad Rusyadi; Zainuddin Zainuddin; Mustika Wati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i1.864

Abstract

The low of student learning outcomes in learning physics, because learning process tense, students interest to learning in science is low yet. It is necessary for research that aims to describe the effectiveness of the quantum teaching-learning development to improving student learning outcomes. The aim, in particular, are described: (1) the feasibility of the device, (2) implemented RPP, (3) student activities, (4) student learning outcomes, and (5) the student's interest. Learning refers to the development using of Dick & Carey model. Data collection techniques used observation, achievement test, and questionnaire. Data obtained by descriptive qualitative and quantitative. The results showed: (1) a device in the effective category to be used, (2) implemented RPP at a meeting I, II, III are goods category, (3) each meeting student activity are increased in the excellent category, (4) increase every classical completeness meeting with percentages respectively 71.18%, 81.25% and 84.37%, (5) the student's interest towards learning well categorized. The retrieved conclusion that the effectiveness of the quantum teaching-learning teaching materials elasticity in the effective category. 
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, dan Satisfaction) Nurfitri Purnamasari; Zainuddin Zainuddin; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i1.856

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa terhadap pembelajaran fisika dikarenakan kurangnya variasi model dan media pembelajaran yang digunakan guru. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model ARIAS dalammeningkatkan hasil belajar siswa. Adapun tujuan secara khusus yaitu (1) Mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, (2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa, (3) Mendeskripsikanaktivitassiswa dan (4) Mendeskripsikan respon siswa.Hasil penelitian menunjukkan (1) ketelaksanaanRPP model pembelajaran ARIAS meningkat dimana siklus I sebesar 80% (baik), siklus II sebesar 95% (baik), dansiklus III sebesar 99% (baik); (2) hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 57% (tidak tuntas), siklus II sebesar 75% (tidak tuntas), dan siklus III sebesar 88% (tuntas), (3) aktivitas siswa meliputi membaca atau mencari informasi, mendengarkan penjelasan guru, berdikusi atau kerjasama kelompok, menyampaikan pendapat kepada guru atau teman, mengajukan pertanyaan dan menjawab soal. Pada siklus I cukup aktif, siklus II aktif dan cukup aktif, dan siklus III aktif, (4) respon minat siswa mengikuti pembelajaran ARIAS meliputi attention, relevance,confidence, dan satisfactiondikategorikan baik.Diperoleh simpulan bahwa keefektifan penerapan model pembelajaran ARIAS dalam materi ajar usaha dan energi berkategori efektif.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL DIRECT INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DASAR KEILMUAN MAHASISWA PADA PERKULIAHAN FISIKA DASAR II Zainuddin Zainuddin
Vidya Karya Vol 30, No 1 (2015)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.234 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v30i1.1210

Abstract

The general purpose of this action research is to describe the effectivity of the direct instruction (DI) model application in increasing the university students’ potential scientific basis in Basic Physics 2 under the subject of basic electrostatics. To study the materials and solve the problem of physics in this lecture, the scientific basis competence in the form of procedural skill and declarative knowledge is needed. The research result has shown that the effectivity of the instruction application in increasing the university students’ scientific basis competence is 76,4% in the effective category. It is suggested that in the lecture of Basic  Physics 2, it is best for the lecturer to apply the direct instruction (DI) model, especially in increasing the university students’ scientific basis competence in depicting, presenting, and    explaining the meaning of the basic physical formula of Physics.