Kartini Kartini
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal GEOSAPTA

EVALUASI PEMBORAN LUBANG LEDAK PADA TAMBANG LIMESTONE Oki Prastio; Agus Triantoro; Riswan Riswan; Kartini Kartini; Jhon Tohom Y.P
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4212

Abstract

Pembongkaran material di Pit Limestone dan Development PT Pama Indo Mining dilakukan dengan kegiatan peledakan. Sebelum kegiatan peledakan, dilakukan kegiatan pemboran untuk penyediaan lubang ledak dengan geometri dan pola tertentu. Penggunaan alat bor harus dioptimalkan agar alat bor tidak sering mengalami kondisi standby yang akan berpengaruh terhadap produktifitas operator serta menyebabkan efektifitas dari alat bor tersebut rendah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisa waktu kerja operator yang didapatkan melalui time sheet harian operator, menganalisa faktor-faktor yang menyebabkan utilitasi alat bor rendah dan menganalisa kebutuhan alat yang sesuai dengan target pembongkaran material pada pit Limeston dan Development tahun 2015 yang akan dicapai serta mengamati kondisi dari alat bor tersebut dengan menganalisa gangguan yang sering terjadi pada alat bor.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dari target produksi  perusahaan tahun 2015 di Pit Limestone dan Development sebesar 3.191.000 Ton, dengan target  8 lubang ledak per jam untuk 2 unit alat, untuk mencapai  target lubang ledak maka diperlukan perbaikan efisiensi kerja menjadi  60 % dari sebelumnya yaitu 51% dengan mengurangi waktu stanby  dari sebelumnya 6 jam menjadi 4 jam.Faktor yang menyebabkan produktifitas alat bor rendah yaitu faktor Engine Low Power pada unit alat bor furukawa 02 19,69% travel maintenance 20,83%. Sedangkan untuk furukawa 03 pergantian bit 28,85% serta pergantian Shift 27,08%. Setelah dilakukan evaluasi kinerja alat bor dan evaluasi jam kerja efektif, maka alat bor yang diperlukan untuk mencapai target produksi Limestone yaitu berjumlah 2 unit alat bor dengan meningkatkan efisiensi alat bor menjadi 60% dengan jumlah lubang yang harus dibor sebanyak 16.620 lubang/tahun dengan kedalaman 72 meter/jam. Kata-kata kunci : Evaluasi pemboran, effective utilization, produktifitas, target lubang.
PEMBUATAN APLIKASI DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS EMPIRIS UNTUK MEMPREDIKSI LEMPARAN BATU (FLYING ROCK) DARI KEGIATAN PELEDAKAN Eko Santoso; Kartini Kartini; Rizky Wanaldi
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.424 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7825

Abstract

Salah satu dampak lingkungan yang disebabkan dari kegiatan peledakan yaitu adanya flyrock. Flyrock merupakan fragmentasi batuan (ukuran bongkahan batuan) yang terlempar akibat hasil peledakan. Fragmentasi batuan ini jika terlempar melebihi batas radius aman dapat mengakibatkan kerusakan untuk alat mekanis dan dapat mengakibatkan cidera untuk manusia. Salah satu pendekatan yang efektif untuk mengontrol dan mencegah kecelakaan akibat flyrock adalah prediksi lemparan flyrock.Metode yang  digunakan dalam perhitungan prediksi lemparan flyrock pada penelitian kali ini adalah dengan menggunakan pendekatan teori empris dari Richard and moore, Lundburg, Swedish model dan American model. Untuk menunjang dalam kecepatan perhitungan prediksi lemparan flyrock, maka dibuatlah program aplikasi perhitungan prediksi flyrock yang berbasis visual basic access. Berdasarkan perbandingan hasil perhitungan aplikasi dengan hasil lemparan flyrock aktual di lapangan didapatkan persentase error sebesar 14.58% untuk face burst, 26.49% untuk cratering, 58.76% untuk lundburg, 35.05% untuk Swedish model, 26.39% untuk American model. Keunggulan dari adanya aplikasi komputasi ini yaitu kemudahan dalam pengoperasian program yang secara garis besar hanya menginput parameter geometri peledakan sesuai teori, dan melakukan eksekusi program akan menunjang efisiensi waktu dan tenaga, serta keakuratan hasil perhitungannya akan lebih tinggi dibandingkan dengan melakukan perhitungan secara manual. Namun aplikasi yang dibuat ini masih memiliki keterbatasan fitur rangkaian interface/menu aplikasi dan aplikasi belum dapat melakukan pencetakan hasil dari output program. Kata-kata kunci: Flyrock Prediction, visual basic, Persamaan empirik, komputasi
PENENTUAN SUDUT GESER DALAM DASAR PADA BATUAN TERKEKARKAN Kartini Kartini
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3908

Abstract

Parameter kuat geser batuan diperlukan untuk membuat perencanaan lereng pada tambang terbuka dan lubang bukaan pada tambang bawah tanah . Sudut geser dalam dasar (fb) merupakan parameter kuat geser pada batuan yang sudah terkekarkan. Parameter sudut geser dalam dapat diperoleh dari hasil pengujian sampel batuan melalui uji geser langsung di laboratorium. Sampel uji terbuat dari campuran bubuk gipsum dan air dengan perbandingan berat 1 : 0,75. Ada empat sampel yang diuji dengan empat variasi beban normal yaitu 0.2 kN, 0.4 kN, 0.6 kN, dan 0.8 kN. Setiap perpindahan geser 0,5 mm dicatat nilai gaya geser sampai mencapai nilai maksimum. Hasil uji diplot pada grafik sehingga didapat hubungan tegangan normal vs tegangan geser. Nilai sudut geser dalam bidang lemah diperoleh 28,15o dan kohesi 0,007 MPa. Pada grafik hasil pengujian masih terdapat nilai kohesi, hal ini disebabkan pada permukaan bidang lemah masih terdapat kekasaran. Kata-kata kunci: kuat geser batuan, sudut geser dalam dasar, bidang lemah
EVALUASI GETARAN PELEDAKAN OVERBURDEN BERDASARKAN POWDER FACTOR PADA PT BINA SARANA SUKSES Yuliana Yuliana; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan; Ferdinandus Ferdinandus; Kartini Kartini
Geosapta Vol 3, No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i1.2930

Abstract

PT Bina Sarana Sukses merupakan perusahaan kontraktor tambang batubara yang bekerja melayani produksi batubara dan overburden untuk PT Antang Gunung Meratus. Salah satu kegiatan penambangan adalah pengupasan lapisan penutup dengan cara pemboran dan peledakan. Geometri peledakan yang digunakan di perusahaan yaitu burden 8 m x spasi 9 m dengan kedalaman lubang maksimal 9 m dengan arah pemboran vertikal dan pola  pemboran  staggered  pattern. Pada Pit Warute dilakukan peledakan dengan metode nonel, sedangkan pola peledakan yang digunakan echelon, boxcut dan v-cut. Letak Pit Warute dekat dengan office, sehingga isian bahan peledaknya dibatasi sesuai jarak tersebut agar getaran yang dihasilkan tidak mencapai 2 mm/s.Meteode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menganalisa  faktor – faktor yang mempengarahui ground vibration, seperti : jarak pengukuran dari titik pengukuran, jumlah isian bahan peledak, dan kondisi alat. Adapun  analisa  hubungan antara Peak Particle Velocity terhadap Powder Factor yaitu, Setelah dikelompokkan dengan parameter isian bahan peledak per lubang yaitu 100 kg , dan scaled distance yang sama sebesar 60, parameter yang digunakan adalah peak particle velocity 1,51 mm/s dengan powder factor 0,16 kg/m3, peak particle velocity 2,26 mm/s dengan powder factor 0,18 kg/m3 dan peak particle velocity 3,43 mm/s dengan powder factor 0,23 kg/m3.Maka didapatkan hasil analisa yaitu semakin kecil powder factor, maka nilai peak particle velocitynya juga cenderung kecil. Sedangkan semakin besar nilai powder factor yang digunakan, maka nilai peak particle velocitynya juga cenderung semakin besar. Hal ini dikarenakan tiap geometri peledakan memiliki perbedaan kedalaman lubang ledak, jumlah lubang dan isian bahan peledak yang berbeda. Namun, ada 2 pengamatan yang nilai peak particle velocity melampaui batas yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 2 mm/s yaitu pada nilai PPV 2,26 mm/s dan 3,43 mm/s. Dengan  powder factor  tidak boleh melebihi 0,17 kg/m3. Kata Kunci : Ground Vibration, Jarak, , Peak Particle Velocity, Peledakan, Powder Factor