Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal TAMBORA

SISTEM KENDALI KERAN WUDHU OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR PASSIVE INFRA RED (PIR) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 UNTUK MENGHEMAT PENGGUNAAN AIR Hidayatullah, Muhammad
Jurnal TAMBORA Vol 1 No 2 (2016): EDISI 1
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.628 KB)

Abstract

Kran wudhu pada masjid maupun tempat-tempat umum saat ini masih digerakkan secara manual. Mereka masih menggunakan kran manual untuk membuka dan menutup aliran air. Kran manual mudah rusak jika sering diputar-putar, apalagi jika penggunanya kurang bijak. Kelalaian menutup kran akan mengakibatkan pemborosan air, sehingga dinilai kurang efektif dan kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem relai dan keran wudhu otomatis untuk memudahkan dalam berwudhu secara otomatis dan praktis. Sehingga dapat menghemat air dan listrik serta tidak perlu khawatir jika lalai menutup keran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekperimen, yang dimulai dari perancangan sistem, pembuatan program, pengujian alat keseluruhan, pengambilan data dan pembahasan. Prinsip kerja dari sistem secara keseluruhan yaitu: pendeteksian adanya obyek tangan/kaki manusia oleh sensor infra merah. Ketika cahaya infra merah ke phototransistor terhalang oleh tangan atau kaki manusia, sinyal yang diterima tersebut akan diolah sebagai data didalam mikrokontroler, kemudian arus dari catu daya akan diteruskan untuk mengaktifkan driver relai. Jika driver relai aktif, maka tegangan 220 volt akan mengalir ke kumparan sehingga solenoid valve aktif dan air dapat mengalir keluar dari kran. Ketika sensor tidak terhalang lagi, maka solenoid valve akan off secara otomatis.
PENGARUH BUDAYA, KOMPENSASI DAN MOTIVASI INTERNAL TERHADAP KINERJA GURU HONORER PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN BIMA Jumriatunnisah, Nur; Hidayatullah, Muhammad
Jurnal TAMBORA Vol 2 No 3 (2017): EDISI 5
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.731 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh budaya sekolah, kompensasi dan motivasi internalterhadap kinerja guru honorer pada Sekolah Menengah Atas (SMA) di kecamatan Madapanggakabupaten Bima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kompesasidan motivasi internal terhadap kinerja guru honorer baik secara parsial maupun simultan, serta untukmengetahui variabel paling dominan yang mempengaruhi kinerja guru honorer tersebut. Penelitian inidilakukan di sejumlah sekolah di kecamatan Madapangga-Bima yang terdiri dari 2 SMA Negeri dan 2SMA Swasta dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang guru honorer. Teknik pengambilan sampeldalam penelitian ini menggunakan metode simple random sampling yang mewakili 25% sampel darisetiap sekolah.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel budayasekolah terhadap kinerja guru honorer dengan nilai koefisien regresi 0.393 dan tingkat signifikansi α =0.005 serta thitung = 2.933, yang mana indikator tertingginya adalah hubungan baik antar guru denganlingkungan sekitar. Untuk variabel kompensasi, terdapat pengaruh positif antara kompensasi dengankinerja guru honorer dengan nilai koefisien regresi 0.101, akan tetapi tidak berpengaruh signifikandengan tingkat signifikansi α = 0.600 dan thitung = 0.527. Hal ini disebabkan kurangnya gaji/upah yangditerima oleh guru honorer yang ada. Kompensasi bukanlah faktor utama yang menjadi pemicupeningkatan kinerja guru honorer SMA di Kecamatan Madapangga. Sedangkan Variabel motivasiinternal adalah variabel yang berpengaruh positif dan paling signifikan (paling dominan) dengan kinerjaguru honorer dengan nilai koefisien regresi 0.600 dengan signifikan α = 0.000 dan thitung sebesar 4.796.Indikator paling tinggi adalah motivasi kekuasaan untuk bekerja sesuai dengan keinginan sendiri.Sehingga bisa dikatakan bahwa guru honorer tersebut memiliki metode sendiri dalam mengaplikasikanilmunya, bekerja dengan sepenuh hati karena mengganggap siswa sebagai bagian dari dirinya,bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar meskipun kompensasi yang didapatkan tidak sesuaidengan jerih-payahnya, akan tetapi kinerja yang dihasilkan sangat tinggi.