Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

SUATU KAJIAN TENTANG MORALITAS PERGAULAN MAHASISWA PENDATANG DI LINGKUNGAN IKIP-PGRI PONTIANAK Octavia, Erna
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 1, No 1 (2014): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.169 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v1i1.145

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran secara aktual dan faktual mengenai bentuk pergeseran moral mahasiswa dilihat dari komponen-komponen utama moralitas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik, yaitu suatu metode yang mengungkap pemecahan masalah yang terjadi saat ini. Dapat disimpulkan bahwa moralitas pergaulan mahasiswa pendatang yang ada di lingkungan kampus dari dilihat dari cara bergaul memilih teman, dalam hal berpakaian, bertutur kata, dan beribadah dapat peneliti simpulkan bahwa sudah terlihat banyaknya perubahan moralitas pergaulan yang terjadi pada mahasiswa pendatang. Manfaat dari pemahaman norma agama, kesopanan dan hukum ini adalah sebagai pengatur aktivitas sosial yang di dalamnya mengandung hukum dan sanksinya. Contoh perilaku yang ditunjukkan oleh mahasiswa pendatang dilingkungan kos, misalnya norma agama melakukan pengajian bersama, melakukan kegiatan kebaktian bersama, dan sebagainya. Norma kesopanan dicontohkan misalnya dengan tata cara berbicara, tingkah laku, norma hukum dicontohkan dengan patuhnya pemuda dalam aturan yang dibuat oleh masing-masing organisasinya maupun aturan yang dibuat oleh masyarakat dan negara. Pendidikan moral dan pendidikan agama merupakan suatu filtrasi dan pondasi untuk menghadapi pengaruh pengaruh globalisasi yang akan membawa pengaruh buruk bagi para mahasiswa itu sendiri. Selain itu perhatian pengawasan dari orang tua, perhatian dari pemilik kosan dan interaksi dengan masyarakat sekitar sanagat penting untuk menjalin silaturahmi dan interaksi yang baik demi menjaga moralitas pergaulan mahasiswa pendatang. Kata Kunci: Moralitas, Pergaulan, dan Mahasiswa
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS PANCASILA UNTUK MEMBENTUK MAHASISWA PRODI PPKN MENJADI WARGA NEGARA YANG BAIK DAN CERDAS M. Anwar Rube’i, Erna Octavia,
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 4, No 1 (2017): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.94 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila untuk membentuk mahasiswa Prodi PPKn IKIP PGRI Pontianak menjadi warga negara yang baik dan cerdas. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Alat pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data dengan mereduksi, menyajikan, dan menyimpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Pancasila yang dimiliki oleh mahasiswa Prodi PPKn IKIP PGRI Pontianak agar menjadi warga negara yang baik dan cerdas. Karakter yang sesuai dan ditunjukkan sikap yang berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu nilai karakter yang religius, peduli sosial, kemandirian, semangat kebangsaan, demokratis, toleransi, dan disiplin. Program enguatan Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila dalam Proses Pendidikan dilakukan dengan pengembangan pendidikan karakter melalui kegiatan belajar mengajar dan kegiatan-kegiatan pengembangan pendidikan karakter melalui kegiatan rutin dan kegiatan diluar aktivitas kampus.Kata Kunci: penguatan, pendidikan karakter, Pancasila, warga negara yang baik dan cerdas. 
UPAYA GURU PENDIDIKAN KEWARGANAGARAAN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER RELIGIUS PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TUNAS MUDA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBURAYA Octavia, Erna
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2016): Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Lambung Mangkurat University Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalization has brought widespread impact in the outside world, not least in our country. The impact of globalization there is a positive, and the negative impact of which is violence, drug abuse, promiscuity and crime. All the negative things that led to the loss of the nations character. In addition, the character of the young generation is already at an alarming point. The morality of this nation has been separated from the norm, ethics, religion, and culture sublime, so sex becomes a phenomenon without being in the slightest weir. Sugeng (Asmani, 2011: 23) states that "lately the problem free sex (free sek) among young people are already very concerned, especially the youth and adolescents unfavorable level of planting their faith and piety". This is similar to what was stated by Asmani (2011: 24) the practice of premarital sex do students actually increased and almost equal in number between the city and in the regions. This happens due to the influence of western culture and the media through the shows that vulgar and likely to lead to pornography. The problems in the mentioned above are the challenges faced by educational institutions to improve the morality and character of students. School is an institution where students get an education and the teachers lessons. Schools prepare students to acquire knowledge, skills, character, increasing ketakwaaan to God Almighty to be able to equip themselves further towards higher education as a lifeline in the community. Keywords: efforts of teachers, instilling values of religious character, Citizenship Education.
Peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Menumbuhkan Partisipasi Politik bagi Pemilih Pemula di Kecamatan Pontianak Barat Novianty, Fety; Octavia, Erna
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 5, No 2 (2018): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.6 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v5i2.989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) Gambaran umum tentang realitas partisipasi politik bagi pemilih pemula di Kecamatan Pontianak Barat; (2) Program kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menumbuhkan partisipasi politik bagi pemilih pemula di Kecamatan Pontianak Barat; (3) Hambatan yang dialami Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menumbuhkan partisipasi politik bagi pemilih pemula di Kecamatan Pontianak Barat; (4) Upaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengatasi hambatan untuk menumbuhkan partisipasi politik bagi pemilih pemula di Kecamatan Pontianak Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan bentuk studi deskriptif. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung dan teknik studi dokumenter, dengan alat pengumpul datanya adalah pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi.
PELATIHAN PENUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 BAGI MGMP PPKn di KABUPATEN SANGGAU Octavia, Erna; Rohani, Rohani; Rianto, Hadi; Novianty, Fety; Suhaida, Dada; Yuliananingsih, Yuliananingsih; Sulha, Sulha
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2018): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.879 KB) | DOI: 10.31571/gervasi.v2i2.993

Abstract

Tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan kurikulum selalu mengarah pada perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan karena dianggap belum sesuai dengan harapan yang diinginkan sehingga perlu adanya revitalisasi kurikulum. Usaha tersebut mesti dilakukan demi menciptakan generasi masa depan berkarakter, yang memahami jati diri bangsanya dan menciptakan anak yang unggul, mampu bersaing di dunia internasional. Melalui pendekatan yang dilakukan berdasarkan kurikulum 2013 diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik. Adapun yang menjadi permasalahan dalam kegiatan yang dilaksanakan ini adalah sebagai berikut: (1) Masih rendahnya kemampuan guru dalam memahami pembuatan Perangkat Pembelajara PPKn sesuai dengan kurikulum 2013; (2) Masih rendahnya keterampilan guru dalam memahami pembuatan instrument penilaian sesuai dengan kurikulum 2013; (3) Belum memadainya keterampilan yang dimiliki oleh guru di daerah dalam mengembangkan media, model, strategi atau pendekatan pembelajaran. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013, MGMP PPKn
IMPLEMENTASI SILA KE EMPAT BERLANDASKAN PANCASILA PADA MAHASISWA IKIP PGRI PONTIANAK Octavia, Erna; Rube’i, Anwar
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol 6, No 1 (2019): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.543 KB) | DOI: 10.31571/sosial.v6i1.1261

Abstract

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, dasar-dasar negara Indonesia, juga merupakan ideologi nasional negara kita. Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai yang kebenarannya diakui, dan menimbulkan tekad untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, saat ini penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari telah mengalami degradasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat, fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan secara umum bahwa Implementasi sila keempat berlandaskan Pancasila pada mahasiswa IKIP PGRI Pontianak sudah terlakasana dengan baik, walaupun semua nilai-nilai pancasila belum dapat terimplementasi secara maksimal.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI MODEL COOPERATIVELEARNING TIPE STUDENT TEAM ARCIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS VII DI MTS DARUL ULUM KABUPATEN KUBU RAYA Octavia, Erna; Anwar, M
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 1, No 2 (2017): Edisi 2
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.384 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v1i2.607

Abstract

Proses belajar mengajar merupakan proses membangun pengetahuan. Pengetahuan akan terbentuk dalam pikiran siswa bila dimulai dengan terjadinya interaksi antara guru, siswa, dan materi pelajaran. Guru juga bertindak sebagai pengolah bahan ajar agar materi pelajaran dapat diterima oleh siswa dengan mudah. Selain itu guru juga seharusnya bertindak sebagai pemberi motivasi agar siswa mau belajar dan memiliki keyakinan bahwa dia mempunyai potensi untuk biasa mengerjakan dan menangkap materi yang disampaikan. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan secara seksama dalam meningkatkan kesempatan belajar bagi siswanya dan memperbaiki kualitas mengajarnya.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE BERKIRIM SALAM DAN SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 20 PONTIANAK Monica, Luvy; Octavia, Erna
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2 Edisi Desember 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.484 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v3i2.1437

Abstract

Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran cooperative berkirim salam dan soal terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VII di sekolah menengah pertama negeri 20 pontianak.Metode penelitian ini metode Kuantitatif jenis eksperimen. Berdasarkan hasil pengolahandata, maka dapat disimpulkan hasil penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebelum dilaksanakannya model pembelajaran cooperative berkirim salam dan soal terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negerti 20 Pontianak, termasuk dalam kategori ?tidak tuntas?, karena rata-rata hasil beajar yang dilakukan oleh peneliti adalah 60,94. (2) Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah dilaksanakannya model pembelajaran cooperative berkirim salam dan soal terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negerti 20 Pontianak.termasuk dalam kategori ?Tuntas?, karena rata-rata hasil belajar yang dilakukan oleh peneliti adalah 75,31 . Ini dapat dilihat dari adanya keinginan siswa untuk berhasl dalam belajar, serta adanya semangat dan kebutuhan untuk meningkatkan hasil belajar dengan sangat baik.(3) Terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative berkirim salam dan soal terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negerti 20 Pontianak. Ini dilihat dari perhitungan berapa besar pengaruh atau (tinggi rendah) menggunakan Effect Size yang hasilnya yaitu Es = 1.49 ?tergolong tinggi? dengan Kriteria besarnya Effect Size adalah Es < 0,3 tergolong rendah, 0,3 ? Es ? 0,7 tergolong sedang, Es > 0,7 tergolong tinggi.
MEMBANGUN KESADARAN DEMOKRASI PENGURUS BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA REPUBLIK MAHASISWA IKIP-PGRI PONTIANAK PERIODE 2017-2018 Hermansyah, Hermanyah; Octavia, Erna
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 2, No 1 (2018): Edisi 3
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.32 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v2i1.760

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara obyektif tentang Membangun Kesadaran Demokrasi Pada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa IKIP-PGRI Pontianak Periode 2017-2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, subjek penelitian dalam penelitian ini adalah pengurus BEM REMA, Mahasiswa dan Kemahasiswaan. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi langsung, teknik komunikasi langsung, dan teknik studi dokumenter. Alat pengumpul data yang digunakan adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan studi dokumentasi, Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh keterangan yang terperinci. Wujud nilai kesadaran demokrasi tercermin dalam bentuk sikap Kepribadian demokratis, menjunjung tinggi toleransi, Kebebasan mengemukakan pendapat, memiliki kebersamaan dengan menciptakan suasana kekeluargaan dan hubungan yang kuat, mengutamakan kepentingan publik, sikap kerelaan mengorbankan kepentingan sendiri, memiliki nasionalisme. Faktor pendukung dan penghambat membangun kesadaran demokrasi diantaranya dengan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya organisasi, memberikan ruang kebebasan berpendapat, pemahaman demokrasi, kesaadaran demokrasi, penanaman kesadaran tanggung jawab, memiliki kebersamaan, memiliki sikap toleransi, memberikan keteladanan, dan faktor penghambatnya adalah masih terdapat anggota yang belum memiliki pemahaman yang benar terkait organisasi, anggaran, dan birokrasi kampus.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP SIKAP DISIPLIN PERANGKAT DESA SENAKIN KABUPATEN LANDAK Octavia, Erna; Harmento, Billy
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 3 Nomor 1 Edisi Juni 2019
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.184 KB) | DOI: 10.31571/pkn.v3i1.1097

Abstract

Masyarakat merupakan sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup dan semi terbuka dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut, masyarakat adalah berkumpul, bersama dengan saling mempengaruhi (Abdul Syani 2007 :15). Masyarakat madani merupakan tujuan masyarakat yang ingin dicapai oleh masyarakat Indonesia yakni masyarakat yang beradad, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat madani dapat berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan Negara, yang memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat mengeluarkan aspirasi dan kepentingan publik. Masyarakat atau warga Negara sebagai pendukung Negara dan memiliki arti penting bagi negara.Sebagai anggota dari Negara maka warga Negara memiliki hubungan ikatan dengan negara.