Haritsa Haritsa
Fakultas Hukum, Universitas Ichsan Gorontalo

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurisprudentie

PENYELESAIAN TINDAK PIDANA MELALUI MEDIASI PENAL OLEH MASYARAKAT DESA DI KABUPATEN GORONTALO Arpin Arpin; Haritsa Haritsa
Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Vol 5 No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum uin alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurisprudentie.v5i2.6281

Abstract

Mediasi penal dikenal dalam sistem peradilan pidana di Indonesia dilatar belakangi pemikiran yang dikaitkan dengan ide-ide pembaharuan hukum pidana (penal reform), dan dikaitkan dengan masalah pragmatism atau kekakuan hukum dalam menjawab persoalan yang ada dalam masyarakat. Latar belakang pragmatisme antara lain untuk mengurangi stagnasi atau penumpukan perkara, mediasi penal yang dimaksud adalah merupakan proses restorative justice dalam hukum pidana yang dilakukan dengan cara mediasi antara pelaku dan korban dengan tujuan. Dalam perspektif sosiologi hukum dan berorientasi pada budaya, masyarakat di Indonesia pada umumnya, khusunya di Kabupaten Gorontalo memiliki mekanisme penyelesaian konflik yang berbasis adat istiadat yang senantiasa mengedepankan pemecahan masalah secara bersama-sama dengan tujuan untuk memperbaiki atau mereparasidengan cara konfrensi yaitu mempertemukan pelaku dan korban, keluarga dari kedua belah pihak serta tokoh masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan hukum proses penyelesaian tindak pidana (kejahatan) melalui mediasi penal oleh masyarakat desa, serta untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi proses penyelesaian tindak pidana (kejahatan) melalui mediasi penal oleh masyarakat desa di Kabupaten Gorontalo.Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sosio yuridis yaitu penelitian hukum yang mempelajari hubungan timbal balik yang terjadi antara hukum dan perkembangan yang ada dalam masyarakat.Kata kunci : Mediasi Penal, Masyarakat Desa 
Ultimum Remedium Approach in Resolving Mining Conflicts Based on Local Wisdom of Gorontalo Community Haritsa; Dharmawati; Sutriani Abubakar
Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Vol 11 No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum uin alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurisprudentie.v11i2.53858

Abstract

This study aims to examine the legal resolution of people's mining conflicts in Gorontalo Province, using the ultimum remedium principle approach guided by the values ​​of Gorontalo local wisdom known as the Dulohupa tradition. The purpose of this study is to analyze the resolution of mining conflicts with the ultimum remedium approach as an effort to resolve mining conflicts that reflect the values ​​of certainty and justice for the community. The method used in this study is socio-juridical research, an approach that studies the reciprocal relationship between law and other social phenomena by obtaining data relevant to the object of research. Based on the results of the study, it shows that there have been 3 major conflicts involving a consortium of mining permit holders and mining community groups during 2023 in Gorontalo Province. The peak of the conflict was the burning of the Pohuwato Regency Regent's Office during the action that ended in riots on Saturday, September 21, 2023, and the determination of 35 representatives of the mining community as perpetrators of the destruction which has now entered the criminal trial stage in court. The conclusion is that the implementation of conflict resolution with this approach has not been running optimally, as indicated by the continued repressive approach in the form of criminal law enforcement against traditional miners. Keywords: Ulltimum Remedium; Mining Conflict; Local Wisdom, Gorontalo.