Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Majalah Ilmiah MOMENTUM

PEMBUATAN ALUMINIUM SULFAT DARI CLAY Wahyu Nurcahyo; Indro Sumantri; Laeli Kurnisari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.960

Abstract

Aluminium sulfat adalah senyawa dengan rumus molekul Al 2 ( SO4  )3. Zat ini dapat dihasilkan dari  reaksi  antara  asam  sulfat dengan  aluminium  atau  mineralnya.  Kegunaan  aluminium sulfat antara lain penjernih air, pengatur pada industri kertas, pengatur warna pada industri kain  dan  bahan  penolong  pada  alat  pemadam,  dan  bahan  baku  pembuatan  bahan  kimia lainnya.  Penelitian ini bertujuan untuk membuat aluminium sulfat dari bahan baku clay atau tanah liat dengan cara mereaksikan  clay dan  asam sulfat  dengan variabel excess asam, suhu dan  ukuran  feed.  Selain  itu juga  akan  dibandingkan  hasil  perolehan  alum  berdasarkan  asal clay.  Pada  penelitian  ini digunakan  clay  dari  Soka  dan  Jatiwangi.  Kedua  bahan  tersebut direaksikan dengan asam dengan variabel yang telah ditentukan selama satu jam.  Hasil yang telah  diperoleh  dibersihkan  dan  dikeringkan  hingga  terbentuk  kristal  anhidrat.  Setelah  itu efisiensi dihitung berdasarkan kandungan logam aluminium dari produk. Dari hasil percobaan diperoleh  bahwa  genting  dapat  digunakan  sebagai  bahan  baku  alternatif  dalam  pembuatan aluminium sulfat.  Hasil yang didapatkan  bahwa genteng soka kadar aluminiumnya lebih besar dari genteng jatiwangi dan kondisi ideal proses tersebut adalah pada suhu 70°C ukuran 100 mesh dan excess asam sebesar 20%’.Kata kunci : alum, clay, asam sulfat
PRODUKSI BIOMASA MIKROALGA DENGAN NITRIFIKASI LIMBAH BERAMONIAK TINGGI Indro Sumantri; Hadiyanto Hadiyanto; Sumarno Sumarno
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1052

Abstract

Biodiesel merupakan salah satu energi alternative yang saat ini memperoleh perhatian yang besar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya keuntungan/kelebihan biodiesel, diantaranya sumber yang terbarukan, bersih dan efisien, dan lebih  ramah lingkungan. Mikroalga merupakan mikroorganisme fotosintetik yang mempunyai kandungan minyak sekitar 45-85%, sehingga sangat potensial untuk dijadikan biodiesel. Akan tetapi permasalahan yang dihadapi saat ini yaitu belum maksimalnya produksi mikroalga yang berbiomasa tinggi. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian untuk mengoptimasi proses kultivasi dalam suatu photobioreaktor yang murah dan efisien untuk dengan menghasilkan mikroalga dengan  biomasa yang maksimum. Dalam penelitian ini akan digunakan photobioreaktor open pond skala kecil (miniPOND) dengan tujuan untuk mempermudah control dan evaluasi serta lebih mudah dan cepat untuk kultivasi mikroalga. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biodiesel dari mikroalga yang mempunyai biomassa tinggi dengan photobioreaktor open pond skala kecil (miniPOND). Kultivasi akan dilakukan dengan menggunakan reaktor kolam (open pond) skala laboratoirum dengan memafaatkan sinar matahari sebagai sumber fotosintesis. Penelitian yang dilakukan optimasi memperoleh data optimum untuk memproduksi mikroalga. Hal ini meliputi : jenis mikroalga yang tahan terhadap kadar amoniak tinggi yaitu Chlamydomonas, percobaan dilakukan secara batch dan kontinyu, percobaan batch digunakan untuk menentukan kondisi yang baik sebagai dasar untuk proses kontinyu. Rasio karbon dan nitrogen yang dilakukan meliputi stoikiometri (5,7 :1), dan antara 0,6 – 1,4. Percobaan dilakukan di reaktor dengan volume 50 L, laju aerasi 25 L/menit, pencahayaan lampu 45 W. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa waktu optimum untuk adalah 2 hari berdasarkan hasil pengamatan densitas optik. Pengaruh rasio C dan N tidak begitu terlihat karena hampir mempunyai nilai densitas optik yang hampir sama, densitas optik yang tinggi diperoleh untuk waktu 2 hari. Sistem kontinyu yang dilakukan terlihat bahwa untuk rasio C dan N 1:1 maka hasil panen mikroalga akan diperoleh terbaik pada waktu dua hari kultivasi. Kata kunci : biodisel, mikroalga, Chlamydomonas, rasio C/N, bioreaktor, densitas optik.
PENGARUH DOSIS KLORIN PADA PERTUMBUHAN BAKTERI COLIFORM TOTAL DAN ESCHERICHIA COLI PADA SUNGAI KREO, SUNGAI GARANG DAN SUNGAI TUGU SUHARTO Supriyadi Supriyadi; Indro Sumantri; Indah Hartati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i1.1455

Abstract

Polutan yang sering ditemui pada air sungai adalah bakteri Coliform Total dan Escherichia coli. Keberadaan Coliform Total dan Escherichia coli disistem penyediaan air minum telah menjadi masalah yang serius.Umumnya, keberadaanbakteritersebutdi air permukaan melebihi ambang batas. Kandungan Coliform Total dan Escherichia coli dalam air menimbulkan berbagaigangguan kesehatan.Berdasarkan Permenkes RI No. 492 Tahun 2010, ambang batas kandunganColiform Total dan  Eschericia coli dalam air minum adalah 0 koloni/100 ml. Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 82 tahun 2001 untuk kualitas air baku kelas I koloni,ColiformTotal maksimum 1000 koloni/100 ml sampel, Escherichia coli 100 koloni/100 ml sampel.  Oleh karenanya diperlukan pengolahan air agar menjadi layak untuk dikonsumsi.Penelitian ini bertujuan menentukan dosis optimum klorin untuk menurunkan kandungan bakteri Coliform Total dan Escherichia colidalam air permukaan di Sungai Garang, Sungai Kreo dan Sungai di Tugu Suharto. Penelitian ini dilakukan dengan menambah klorin kedalam masing sapel air ketiga sungai tersebut dengan dosis antara 2 mg/L – 4,5 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bakteriColiform Total dan Escherichia coli air ketiga sungai terset melebihi ambang batas berdasarkan PP no. 81 tahun 2001 kriteria air kelas I dan dosis optimum klorin untuk air ketiga sungai tersebut 3,5 mg/L. Kata Kunci :coliform total, escherichia coli, klorin
EKSTRAKSI DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L) MENGGUNAKAN PELARUT ETANOL Indro Sumantri; Galih Prihasetya Hermawan; Hendrawan Laksono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i1.961

Abstract

Sirsak  (Annonamuricata  L)  merupakan  tanaman  buah  yang berasal  dari  Karibia,  Amerika Tengah  dan  Amerika  Selatan.  Di dalam  daun  sirsak  terdapat  senyawa  acetogenin  yaitu senyawa  polyketides  dengan  struktur 30 –  32 rantai karbon  tidak  bercabang yang terikat  pada gugus  5-methyl-2-furanone. Rantai  furanone  dalam  gugus  hydrofuranone  pada C23 memiliki aktivitas  sitotoksik.  Salah satu  kendala dalam pemanfaatan ekstrak  daun  sirsak  adalah kurang efisiennya  pelarut yang digunakan  selama  ini.  Penelitian  ini  bertujuan agar dapat diketahui variabel yang berpengaruh  dan  menentukan  kondisi operasi paling baik  pada proses maserasi zat  sitotoksik  dari daun  sirsak.    Penelitian  ini  dirancang  dengan  metode factorial desain  2 level dan 4 variabel  bebas  yaitu  kadar air  10  dan 90%, waktu  maserasi 1 dan 2 hari, berat sampel  4  dan  7  gram,  jenis  pelarut  fraksinasi  etanol  dan  n-heksan.  Variabel  terikat  yang digunakan  yaitu  volume  solven  ekstraksi  200  ml, temperature  ekstraksi  28oC  (temperature ruangan), dan  jenis pelarut  etanol. Empat  variable  bebas  tersebut  memberikan  pengaruh yang positif/meningkatkan  kadar  fenol  dan  variabel  yang  paling  berpengaruh  adalah  kadar  air, berat  sampel,  dan  waktu  ekstraksi.  Kondisi  paling  baik  pada  proses  ekstraksi  zat  sitotoksik adalah pada berat 7 gram, dengan pengeringan, dan waktu ekstraksi 2 hari.Kata kunci : sirsak, acetogenins, ekstraksi, maserasi, sitotoksik