Taat Kurnita
Unknown Affiliation

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

TARI KREASI PANYOET RATOEH MEUTALO DI SANGGAR BILAPASIE KECAMATAN INGIN JAYA ACEH BESAR Cut Hidayani; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.735 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Tari Kreasi Panyoet Ratoeh Meutalo di Sanggar Bilapasie Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar” mengangkat masalah tentang bagaimana bentuk penyajian tari kreasi Panyoet Ratoeh Meutalo Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Bentuk penyajian tari Kreasi Panyoet Ratoeh Meutalo di Sanggar Bilapasie Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dan yang menjadi sumber data dan lokasi dalam penelitian ini adalah koordinator sanggar Bilapasie Usman SE, dan penari sanggar Bilapasie. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Panyoet Ratoeh Meutalo diciptakan oleh Usman pada tahun 2004 yang ditarikan oleh 6-12 orang penari wanita. Tarian ini memiliki 30 ragam gerak. Gerak yang terdapat pada tari ini adalah gerak membawa panyoet dan gerak gabungan dari 2 tari tradisional yang ada di Aceh, yaitu tari ratoeh duek, dan tari meutalo (tarek pukat). kedua tari tradisional ini tidak meliputi keseluruhan tari tersebut, pada bagian tari ratoeh hanya terdapat 8 ragam gerak dan tari meutalo terdapat 6 ragam gerak. Desain lantai tari ini berjumlah 11 diantaranya yaitu lurus, berbanjar, melingkar, leter U, zig-zag. Busana yang digunakan adalah busana Adat Aceh serta properti yang digunakan adalah Panyoet dan Tali. Tata rias yang digunakan adalah riasan cantik, sedangkan alat musik yang digunakan adalah alat musik tradisional seperti rapai, serune kalee dan gendang. Tari Panyoet Ratoeh Meutalo termasuk ke dalam tari pertunjukan yang berfungsi sebagai hiburan semata.Kata Kunci: tari kreasi Panyoet Ratoeh Meutalo
TANGGAPAN GURU SENI BUDAYA TENTANG KURIKULUM 2013 DI SMP SEKECAMATAN BAITURRAHMAN Adeliana Adeliana; Taat Kurnita; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.135 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Tanggapan guru seni budaya tentang kurikulum 2013 di SMP Se-Kecamatan Baiturrahman” ini mengangkat masalah bagaimana respon guru terhadap kurikulum 2013 pada mata pelajaran seni budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tanggapan guru seni budaya tentang kurikulum 2013. Pendekatan  yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru seni budaya di SMP sekecamatan Baiturrahman, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah guru seni budaya di SMP Kartika, SMPN 17, SMP 16, SMP 3 dan SMP Cut Meutia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah tekknik presentase P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan guru seni budaya tentang kurikulum 2013 adalah  positif dan dapat diterima serta dilaksanakan dengan lancar. Hal ini menunjukkan bahwa 100% guru menyetujui dengan adanya kurikulum 2013, guru dapat dengan mudah menjalankan proses pembelajaran dan penilaian. Walaupun ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan kurikulum 2013 seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, namun hal ini bukan menjadi penghalang besar bagi guru dalam melaksanakan dan mengembangkan kurikulum 2013. Kata Kunci:  Tanggapan guru Seni Budaya, pembelajaran, kurikulum  2013
PEMBELAJARAN SENTRA SENI MUSIK DRUM DI TAMAN KANAK-KANAK BHAYANGKARI Dinda Rhesti Gandhis; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.414 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Sentra Seni Musik Drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sentra seni musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verifikasi data (conclusion drawing). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sentra seni musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari pada dasarnya sama dengan pembelajaran di Taman Kanak-Kanak lainnya. Sebelum guru melakukan pembelajaran, guru mempersiapkan hal-hal penting dalam proses belajar mengajar, yang meliputi perencanaan pembelajaran, mempersiapkan alat musik drum, dan mempersiapkan tempat pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari yang meliputi pemilihan metode, pengenalan alat musik beserta cara memakainya dan pengenalan kode pukulan melalui suara beserta menggunakan jari. Tidak semua Taman Kanak-Kanak menggunakan alat musik drum, bahkan dari beberapa Taman Kanak-Kanak peneliti temui hanya di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari peneliti menemukan alat musik drum yang dipergunakan untuk mengajar. Kendala-kendala yang dialamai guru ketika proses pembelajaran musik drum di Taman Kanak-Kanak Bhayangkari terdapat beberapa kesulitan yang wajar seperti peserta dididk tidak fokus pada saat latian, guru tidak bisa mengajar dengan maksimal, kehadiran siswa tidak tepat waktu dan kurangnya pemahaman peserta didik dalam ketukan yang telah diberikan. Kata Kunci: pembelajaran, sentra seni, musik Drum  
PEMBELAJARAN ALAT MUSIK GORDANG SAMBILAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATERI MUSIK TRADISIONAL NUSANTARA DI MTsN RUKOH Harvan Juliawan; Taat Kurnita; Aida Fitri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.692 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pembelajaran Alat Musik Gordang Sambilan dengan Menggunakan Model Teams Games Tournament pada Materi Musik Tradisional Nusantara di MTsn Rukoh” mengangkat masalah bagaimana proses pembelajaran dan hasil belajar yang menggunakan model TGT dengan yang tidak menggunakan model TGT. Penelitian ini bertujuan untuk proses dan hasil belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperiment. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru bidang studi seni budaya dan siswa di Mtsn Rukoh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian adalah 
BENTUK PENYAJIAN TARI LINGGANG MEUGANTOE DI SANGGAR RAMPOE BANDA ACEH Janurul Aina; Taat Kurnita; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 2 (2017): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.097 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Linggang Meugantoe di Sanggar Rampoe Banda Aceh”.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Linggang Meugantoe.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif.Subjek dalam penelitian ini adalah ketua sanggar, koreografer dan penari di sanggar Rampoe Banda Aceh sedangkan yang menjadi objek penelitian ini adalah tari Linggang Meugantoe di sanggar Rampoe Banda Aceh.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Sedangkan teknik analisis data dengan reduksi, penyajian dan verifikasi data.Lokasi penelitian yaitu di Sanggar Rampoe Banda Aceh.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Linggang Meugantoe adalah sebuah tari kreasi yang diciptakan pada tahun 2010.Tari ini diciptakan oleh seorang koreografer bernama Andhika Ujung dalam rangka untuk mengikuti sebuah festival tari kreasi. Dalam kata lain, tari ini dibuat untuk penampilan hiburan. Jumlah penari dalam tari ini yaitu 6 penari perempuan atau disesuaikan dengan keadaan panggung, namun penari pokoknya yaitu 6 penari.Gerakan-gerakan yang terdapat pada tari ini berjumlah 37 gerak yang berangkat dari beberapa gerak tradisional Aceh dan gerakan melayu dan terdapat pula satu properti yang digunakan yaitu ketipung/kopak.Penggunaan pola lantai pada tari Linggang Meugantoe beragam-ragam mulai dari pola lurus, lingkaran dan sebagainya.Tari ini memiliki gerakan-gerakan yang lincah dan energik, begitu pula dengan tempo gerakan, ada yang lambat maupun cepat. Syair yang terdapat dalam tari ini hanya beberapa bait yang dinyanyikan oleh suara vokal dari seorang pemusik dan kemudian di sambut oleh para penari. Sedangkan untuk alat musik yang digunakan yaitu beberapa alat musik tradisional seperti gimbe, rapa’I, gendang dan serunee kalee.Busana yang dikenakan dalam tari Linggang Meugantoe tidak lepas dari pakaian tradisional Aceh yaitu baju dan celana, sedangkan untuk songket digunakan songket melayu.Sedangkan untuk pentas yang digunakan untuk penampilan tari Linggang Meugantoe adalah pentas Prosenium.Kata Kunci: bentuk penyajian, tari Linggang Meugantoe.
BENTUK PENYAJIAN TARI TRADISIONAL ANDALAS DI KABUPATEN SIMEULUE Citra Dewi Maysarah; Taat Kurnita; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 3 (2016): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.745 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Bentuk Penyajian Tari Tradisional Andalas di Kabupaten Simeulue”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian dan makna apa saja yang terkandung dalam setiap gerak tari tradisional Andalas di Kabupaten Simeulue khususnya tari Siram-siram dan tari Perak-perak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian dan mengetahui makna yang terkandung dalam tari tradisional Andalas di Kabupaten Simeulue khususnya tari Siram-siram dan tari Perak-perak. Pendekatan yang digunakan dalam penelitin ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan dokumentasi. Agar hasil penelitian dapat dipercaya, peneliti menggunakan alat bantu berupa buku catatan, kamera foto dan kamera video. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian, tari tradisional Andalas khususnya tari Siram-siram dan tari Perak-perak disajikan pada saat malam bainai gadang. Tarian ini ditarikan secara berpasangan. Tari Siram-siram memiliki 5 ragam gerakan, 18 jenis pola lantai dan menggunakan sebuah selendang dan sebotol parfum. Tari Perak-perak terdapat 5 ragam gerakan, 9 jenis pola lantai dan menggunakan sebuah selendang dan sebuah saputangan.Kata kunci: Bentuk penyajian, tari Andalas, tari Perak-perak
PROSES PEMBELAJARAN RAPA’I PULOET DI SANGGAR ANEUK NANGGROE SAGOE PADANG TIJI KABUPATEN PIDIE Rahma Dhalina; Taat Kurnita; Cut Zuriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.578 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini berjudul “Proses Pembelajaran Rapai’ Puloet di Sanggar Aneuk Nanggroe Sagoe Padang Tiji Kabupaten Pidie” mengangkat masalah Bagaimana proses pembelajaran Rapa’i Puloet di sanggar Aneuk Nanggroe Sagoe Padang Tiji Kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan proses pembelajaran Rapa’i Puloet di sanggar Aneuk Nanggroe Sagoe Padang Tiji Kabupaten Pidie. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini ialah pelatih musik Rapa’i Puloet dan pemain musik Rapa’i Puloet di Sanggar Aneuk Nanggroe Sagoe Padang Tiji Kabupaten Pidie. Objek penelitian ini adalah proses Pembelajaran Rapa’i Puloet. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik analisis data dengan mereduksi, display, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Pembelajaran Rapai’ Puloet Di Sanggar Aneuk Nanggroe Sagoe Padang Tiji Kabupaten Pidie berlangsung melalui beberapa proses yaitu dengan pelatih membuka pelajaran atau latihan, kemudian membahas dan mengulang pelajaran tentang  Rapa’i Puloet, selanjutnya pelatih membimbing peserta didik melakukan pemanasan, kemudian pelatih memasuki pembelajaran Rapa’i Puloet dalam setiap ragam gerak dan pukulan musik pada setiap pertemuan, dan akhir latihan pelatih melalukan evaluasi pada setiap ragam gerak dan pukulan yang diajarkan kemudian pelatih menutup pertemuan dengan salam.  Pada kegiatan pembelajaran, pelatih menggunakan cara latihan dan praktek untuk mempermudah peserta didik menghafal gerak yang diberikan. Karena setelah mengajakan beberapa gerak dan pukulan pada peserta didik, selanjutnya pelatih menyuruh satu persatu untuk mengulangnya, sehingga pelatih dapat lebih mudah memantau peserta didik yang belum mahir. Faktor- faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran Rapa’i Puloet terdapat dari dalam diri peserta didik yakni kecerdasan, bakat, minat dan perhatian, serta memotivasi. Selanjutnya faktor dari luar diri peserta didik yakni keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.Kata kunci: proses pembelajaran, Rapa’i Puloet, Faktor.
BENTUK PENYAJIAN TARI TRADISIONAL SILAT GELOMBANG DI DESA LUGU KABUPATEN SIMEULUE Ririn Putri Januaresti; Taat Kurnita; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 2 (2016): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.819 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengangkat masalah tentang bagaimana bentuk penyajian dan makna gerak pada tari tradisional silat gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian dan makna gerak tari tradisional silat gelombang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah sanggar Safakat di desa Lugu kabupaten Simeulue. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari tradisional silat gelombang merupakan tarian yang dilaksanakan pada acara penyambutan tamu dan pada acara perkawinan. Tari silat gelombang memiliki empat tahapan gerak yaitu gerak salam awal, gerak awal, gerak manapuk dan gerak bersalam akhir. Keempat tahapan tersebut memiliki 26 gerak. Pola lantai pada tarian ini sangat sederhana dari awal hingga penutup menggunakan pola lantai lurus vertikal. Tata busana tarian ini dengan mengenakan busana baju kemeja berwarna hitam yang telah dimodifikasi, celana panjang berwarna hitam yang telah dimodifikasi, kain songket berwarna merah dan pengikat kepala. Tata rias yang digunakan sangat sederhana tampil dengan apa adanya. Properti yang digunakan ialah Carano atau ceranah tempat melekan sirih/ranup. Alat musik atau musik pengiring dalam tarian ini adalah kedang atau gendang yang dimainkan dengan cara dipukul dengan stik. Panggung atau pentas tari tradisional Silat Gelombang yaitu pentas arena atau yang bisa dilihat dari berbagai sisi. Terdapat makna pada tahapan gerak tari tradisional Silat Gelombang secara umum bermakna gerak simbolis dan maknawi, yang mana pada gerak tari tradisional Silat Gelombang pada tahap gerak awal salam hingga gerak manapuk tergolong gerak simbolis yang terdiri dari 23 rangkaian gerak. Sedangkan pada tahap gerak bersalam akhir tergolong gerak maknawi yang terdiri dari 3 rangkaian gerak. Kata Kunci: Bentuk penyajian, tari silat gelombang
PROSES PEMBELAJARAN PADA MATERI TARI TRADISIONAL LAWEUT BERDASARKAN POLA LANTAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMODELAN DI KELAS VIII-2 SMP NEGERI 14 BANDA ACEH Yuwaffy Safitry; Taat Kurnita; Lindawati Lindawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 1, No 4 (2016): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.995 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Proses Pembelajaran pada Materi Tari Tradisional Laweut Berdasarkan Pola Lantai dengan Menggunakan Metode Pemodelan di Kelas VIII-2 SMP Negeri 14 Banda Aceh”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimanakah proses pembelajaran pada materi tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai dengan menggunakan Metode Pemodelan di kelas VIII-2 dengan yang menggunakan Metode Ceramah di kelas VIII-1 SMP Negeri 14 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran pada materi tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai dengan menggunakan Metode Pemodelan di kelas VIII-2 dan yang menggunakan Metode Ceramah di kelas VIII-1 SMP Negeri 14 Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mencoba menerapkan sebuah metode yang baru dalam pembelajaran tari tradisional daerah setempat secara sistematis, faktual dan akurat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Banda Aceh, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa dari tiap kelas tersebut yaitu 22 orang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelaksanaan pembelajaran tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai dengan menggunakan metode pemodelan membuat siswa lebih aktif dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah siswa kelihatan lebih pasif dan hasil belajar siswa mengenai seni tari tradisional “Laweut” berdasarkan pola lantai di kelas eksperimen rata-rata memperoleh nilai di atas 80 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh nilai rata-rata dibawah 75. Dengan demikian maka penerapan metode pemodelan dalam pembelajaran eni tari tradisional Laweut berdasarkan pola lantai lebih baik dibandingkan dengan penerapan metode pembelajaran ceramah dalam meningkatkan pemahaman untuk mengapresiasikan tari tradisional Laweut.Kata kunci: pembelajaran, tari tradisional Laweut, metode permodelan
FUNGSI DAN PENYAJIAN TARIAN RATOH DUEK PADA SANGGAR SENI SEULAWEUET Nurul Husna; Taat Kurnita; Tengku Hartati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.93 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet” mengangkat masalah bagaimana Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan Fungsi dan Penyajian Tarian Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif   dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pelatih dan penari Ratoh Duek pada Sanggar Seni Seulaweuet. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyajian Tarian Ratoh Duek   pada Sanggar Seni Seulaweuet meliputi gerak, iringan berupa syair, pola lantai, tata rias, busana, dan pentas pertunjukan. Secara keseluruhan Fungsi Penyajian Tarian Ratoh Duek adalah sebagai media untuk memperkenalkan  tarian  Aceh  di  kancah  Nasional  dan  sebagai  sarana  hiburan  serta sarana  pertunjukan  untuk  dapat  dipertontonkan  pada  suatu  acara  atau  pentas  seni lainnya dan dapat menciptakan sebuah kesinambungan sosial  dalam masyarakat. Kata Kunci: fungsi, penyajian tari Ratoh Duek