. Hasmunir
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN POWERPOINT DENGAN KONVENSIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI KELAS VIII SMP NEGERI 9 BANDA ACEH . Muzkan; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.371 KB)

Abstract

 Alternatif dalam meningkatkan motivasi yang nantinya akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar adalah merubah media pembelajaran yang menitikberatkan pada aktivitas siswa sebagai subyek belajar, salah satu pemecahan permasalahan adalah penerapan media pembelajaran powerpoint dan konvensional sehingga membuat materi yang disampaikan mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran powerpoint dan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS Terpadu kelasVIII SMP Negeri 9 Banda Aceh. Dalam penelitian ini, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 121 orang. Pemilihan kelas sampel siswa dilakukan secara purposive. Dengan cara ini yang menjadi sampel adalah kelas VIII-2 dengan jumlah 30 orang siswa. Kelas ini menggunakan media pembelajaran powerpoint sebagai kelas eksperiment I dan kelas VIII-3 dengan jumlah 29 orang siswa sebagai kelas dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional sebagai kelas eksperiment II. Teknik pengumpulan data digunakan tes, yaitu pre-test dan post-test. Hasil pre-test digunakan untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Dari hasil analisis pre-test kedua kelas, yaitu diperoleh nilai Fhitung = 0,693 dan Ftabel = 4,02 dengan dk pembilang 2 - 1 = 1 dan dk penyebut 59 – 2 = 57. Dengan demikian, kemampuan kedua kelas adalah sama. Selanjutnya H0 diterima, dikarenakan nilai Fhitung = 0,693 Ftabel = 4,02. Pada data post-test diperoleh nilai thitung = 1,84 dan nilai ttabel pada taraf signifikan α = 0,05 (uji satu pihak) dengan dk = n1 + n2 – 2 = 30 + 29 – 2 = 57 adalah 1,67, karena thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Yang berarti hasil belajar IPS Terpadu siswa dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint lebih baik dibandingkan hasil belajar menggunakan metode pembelajaran konvensioanal di SMP Negeri 9 Banda Aceh. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANDAR BARU PIDIE JAYA Shidqi Iskandar; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.027 KB)

Abstract

Model pembelajaran Project Based Learning adalah model pembelajaran yang mana dalam pembelajaran guru memberikan tugas proyek yang diselesaikan sendiri oleh siswa dalam kelompok untuk dipresentasikan di depan kelas produk yang dihasilkan. Guru hanya mengawasi setiap kelompok dalam melaksanakan tugas proyek yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar. (2) Aktivitas guru dan siswa. (3) Keterampilan guru. (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Project  Based Learning berbantuan media audiovisual. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 1 Bandar Baru Pidie Jaya yang terdiri atas 25 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, tes hasil belajar siswa, dan angket respon siswa menggunakan model pembelajaran Project Based Learning yang telah dilaksanakan. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Persentase ketuntasan individual pada siklus I yaitu 72 persen, siklus II yaitu 88 dan pada siklus II 92 persen. Secara klasikal persentase ketuntasan pada siklus I yaitu 50 persen, pada siklus 2 terdapat 80 persen, sedangkan pada siklus III meningkat menjadi 90 persen; (2) Aktivitas guru dan siswa dikatakan meningkat dari siklus I, siklus II dan siklus III; (3) Keterampilan guru pada siklus I memperoleh skor 2,5 di kategorikan sedang , pada siklus II memperoleh skor 2,8 dengan kategori baik, dan pada siklus III dikategorikan baik dengan skor 3; dan (4) Respon siswa positif terhadap penerapan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media audiovisual
KESESUAIAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA LAMPIRAN SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI GEOGRAFI FKIP UNSYIAH TAHUN 2015-2016 Yuri Fadhilah; . Hasmunir; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.369 KB)

Abstract

Perencanaan pembelajaran dibutuhkan oleh guru dalam proses pembelajaran agar dapat berjalan dengan maksimal. Perencanaan pembelajaran juga merupakan langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat kesesuaian perumusan indikator; (2) tingkat kesesuaian pengorganisasian materi ajar; (3) tingkat kesesuaian pemilihan sumber dan media pembelajaran; (4) tingkat kesesuaian model/metode pembelajaran: dan (5) tingkat kesesuaian penilaian hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh skripsi mahasiswa Prodi Geografi FKIP Unsyiah tahun 2015-2016 yang mencakup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) didalamnya. Jumlah sampel dalam penilitan ini adalah 44 skripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengelompokan data yang terkumpul kemudian diberikan skor. Mengingat format pembelajaran bentuknya bervariasi, maka untuk memberi skor atau penilaian digunakan penilaian standar nasional yang tercantum dalam buku pedoman sertifikasi guru. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase aspek perumusan indikator dengan katagori sangat baik 56,9%; (2) Aspek pengorganisasian materi ajar sangat baik dengan persentase 79,5%; (3) aspek pemilihan sumber dan media pembelajaran diperoleh 84,1% dengan kategori sangat baik; (4) Aspek model atau metode pembelajaran dengan kategori sangat baik, 72,7%: (5) Aspek penilaian hasil belajar sangat baik dengan persentase 86,2%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMPN 11 BANDA ACEH . Istinandari; . Hasmunir; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.297 KB)

Abstract

Reciprocal teaching adalah proses pembelajaran mengacu empat strategi pemahaman yaitu merangkum, bertanya, mengklafikasi dan prediksi. audiovisual merupakan media video yang dapat menggambarkan suatu objek yang bergerak bersama suara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran reciprocal teaching berbantuan media audiovisual. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VIII-3 SMP Negeri 11 Banda Aceh yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian (1) Hasil Belajar; (2) Aktivitas siwa dan guru; (3) Ketrampilan pendidik; (4) Respon peserta didik. Teknik pengumpulan data (1) Observasi; (2) Tes; (3) Angket; dan (4) Dokumentasi. Instrumen pengumpulan data (1) Pre-test dan post-test; (2) Observasi aktivitas pendidik dan peserta didik; (3) Lembar observasi keterampilan pendidik; dan (4) Angket respon peserta didik. Analisis dataa menggunakan (1) hasil belajar peserta didik; (2) Analisis aktivitas peserta didik dan pendidik; (3) Analisis ketrampilan pendidik; dan (4) Respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan hasil belajar individual meningkat dari 65% pada siklus pertama menjadi 75% pada siklus II, dan 90% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 30% pada siklus I menjadi 60% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah kesesuaian aktivitas pendidik dan peserta didik meningkat siklus pertama 5 aktivitas menjadi 7 aktivitas pada siklus II, dan 9 aktivitas pada siklus III; (3) Keterampilan pendidik dalam mengelola pembelajaran meningkat pada setiap siklus I skor 2,3, siklus II menjadi 2,7, siklus III 3,1; (4) Respon siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran reciprocal teaching berbantuan media audiovisual sangat bagus. Kata Kunci: penerapan, reciprocal teaching, audiovisual, hasiil belajar, IPS terpadu
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DALAM MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 10 BANDA ACEH Rahmat Ridha; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.232 KB)

Abstract

Hasil belajar adalah prestasi belajar yang dicapai siswa dalam proses pembelajaran dengan membawa suatu pembentukan tingkah laku seseorang. Untuk melihat hasil belajar dari kedua kelas dapat dilakukan dengan menggunakan perbandingan. Sehingga penelitian ini berjudul “Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together dan pembelajaran Konvensional Dalam Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh” ini mengangkat masalah yakni apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh? Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model Numbered Heads Together dan pembelajaran konvensional dalam mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 10Banda Aceh yang berjumlah 407 siswa. Sampel yang diambil  hanya dua kelas, yakni kelas VIIICsebanyak 21 siswa dan kelas VIIID sebanyak 20 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data berupa pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t.  Hasil pengolahan data post test yang diperoleh  adalah  thitung = 4,43 dan nilai ttabel pada taraf signifikan α = 0,05 (uji satu pihak) dengan dk =  + – 2= 21 + 20 – 2 = 39 adalah 1,68. Oleh karena itu terima Ha jika thitung ≥ ttabel dengan  thitung = 4,43 dan ttabel = 1,68 atau 4,431,68, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan hasil belajar siswa yang mendapat pembelajaran dengan model Numbered Heads Together lebih baik dari pada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 10 Banda Aceh dapat diterima kebenarannya