Dahliana Abd
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Penyesuaian Sosial Siswa Pindahan di Sekolah Menengah Atas Se-Kota Banda Aceh Rika Rahayu; Dahliana Abd; Martunis yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia memerlukan penyesuaian di lingkungan sosial, begitupun siswa pindahan yang dihadapkan dengan lingkungan sosial yang baru di sekolah. Penyesuaian sosial merupakan suatu usaha individu dalam menyesuaikan diri dan tingkah lakunya sesuai dengan tuntutan/ norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, termasuk dalam lingkungan akademik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian sosial siswa pindahan di sekolah baru. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian berjumlah 9 (sembilan) siswa pindahan sebagai subjek utama yang telah menempuh pendidikan sekurang-kurangnya satu semester di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Banda Aceh, selain itu sebagai subjek pendukung adalah guru bimbingan konseling dan wali kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 orang responden siswa pindahan, 5 orang responden dapat menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan sosial sekolah ditandai dengan prestasi yang meningkat dan 4 orang responden lainnya menyesuaikan diri dengan tidak baik seperti merokok, membolos, bermain game online dan berperilaku agresi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan hampir semua siswa pindahan di SMAN se-Kota Banda Aceh melakukan penyesuaian diri dengan cara autoplastis yaitu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekolah baru atau sekolah yang mereka pindahi. Ditemukan juga ada beberapa orang responden mampu menyesuaikan diri secara aloplastis artinya merubah keadaan lingkungan sesuai dengan keadaan dirinya. Dalam penelitian ini ditemukan beberapa faktor yang mempengaruhi penyesuaian sosial siswa pindahan seperti status keluarga bercerai, jarak antara rumah dan sekolah yang jauh serta adanya kelompok-kelompok sosial yang negatif. Dari hasil penelitian disarankan kepada guru BK untuk dapat memberikan program-program layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan permasalahan siswa yang didapat dari hasil asesmen yang dilakukan.
PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN KODE ETIK GURU DI BANDA ACEH Murni Amalia Chairunisya; Dahliana Abd; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chairunisya, Murni Amalia. 2019. Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Kode Etik Guru di SMAN Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)   Dra. Dahliana Abd, M.Pd, Kons., (2) Nurbaity, S.Pd., M. Ed.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana persepsi siswa terhadap pelaksanaan kode etik guru di SMAN Banda Aceh. Jenis dan pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 334 siswa yang mewakili 16 SMAN yang ada di Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angket. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: (1) Hasil analisis data pada variabel penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap pelaksanaan kode etik guru di SMAN Banda Aceh dominan menyatakan kebanyakan guru melaksanakan kode etik. (2) Pada enam indikator yaitu caring (kepedulian), helping (membantu), protecting (perlindungan), justice (adil), benefience (berorientasi pada kepentingan anak), dan non malefence (tidak menyalahgunakan wewenang) menunjukkan bahwa siswa dominan menyatakan kebanyakan guru melaksanakan kode etik. (3) Pada masing-masing item pernyataan menunjukkan bahwa masih terdapat peserta didik yang memiliki persepsi negatif terhadap upaya guru terhadap pelaksanaan kode etik guru baik dari segi aspek caring (kepedulian), helping (membantu), protecting (perlindungan), justice (adil), benefience (berorientasi pada kepentingan anak), dan non malefence (tidak menyalahgunakan wewenang). Terbukti dari 50 item pernyataan tidak terdapat satu item pun yang lolos dari persepsi negatif siswa, sedangkan 50 item lainnya masih menunjukkan adanya persepsi negatif siswa dengan berbagai frekuensi dan persentase yang berbeda-beda. Diantaranya terdapat 22 item dengan persentase 9% dan 28 item lainnya dengan persentase ≤ 25%.Kata kunci: Persepsi siswa, kode etik guru
Efektifitas Layanan Mediasi dalam Mengatasi Konflik antar Siswa di SMAN 1 dengan SMKN 2 Langsa Rizka Az-Zahra; Martunis Martunis; Dahliana Abd
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKonflik antar siswa merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam hubungan pertemanan siswa. Konflik dapat terjadi akibat beberapa faktor yaitu, adanya perselisihan, pertentangan dan sikap saling menjatuhkan dalam mencapai tujuan. Bentuk konflik berbeda-beda, mulai konflik kecil yang melibatkan individu dengan individu hingga konflik besar yang melibatkan kelompok. Layanan mediasi adalah salah satu layanan yang bertujuan untuk membangun kembali hubungan baik antar siswa yang berkonflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab konflik antar siswa SMKN 2 dengan SMAN 1 Langsa, strategi layanan mediasi yang dilakukan oleh sekolah dan efektifitas dari layanan mediasi yang telah dilakukan sekolah dalam mengatasi konflik. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan guru BK di SMAN 1 dan SMKN 2 Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antar siswa kedua sekolah  disebabkan adanya siswi SMAN 1 Langsa yang di ganggu oleh siswa SMKN 2 Langsa saat menonton pertandingan bola, ketidakpuasan siswa dalam menerima hasil pertandingan, adanya saling ejek-mengejek antar siswa, dan adanya provokasi yang memancing emosi siswa. Strategi layanan mediasi dilakukan sesuai tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis hasil evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil layanan mediasi yang dilakukan sekolah menunjukkan adanya kesadaran siswa, adanya sikap perdamaian, terjalinnya kembali hubungan yang harmonis antar dua sekolah. Layanan mediasi yang dilakukan sekolah dapat dikatakan efektif, karena strategi layanan disesuaikan dengan kearifan lokal seperti, peusijuek, ganti rugi kerusakan fasilitas sekolah dan biaya pengobatan siswa.Kata kunci: Efektifitas, Layanan Mediasi, Konflik 
Efektivitas Layanan Konseling Kelompok dalam Mereduksi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa Abdul Haris; Qurrata A'yuna; Dahliana Abd
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.78 KB)

Abstract

ABSTRAKAbdul Haris. 2017. Efektifitas Layanan Konseling Kelompok Dalam Mereduksi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa di SMAN 1 Ingin Jaya. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1) Dra. Dahliana Abd, M.Pd, Kons (2) Qurrata ‘Ayuna, S.Pd, M.Pd, Kons Kata kunci: Perilaku Prokrastinasi Akademik SiswaPenelitian ini berjudul “Efektifitas layanan konseling kelompok dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa di SMAN 1 Ingin Jaya”. Dimana yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini masih banyak siswa yang belum bisa mengelola waktu belajar dengan baik, terlambat mengumpulkan tugas dan belajar di saat ujian akan dekat atau belajar sistem kebut semalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas layanan konseling kelompok dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa.Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan pendekatan mixed methods yaitu menggabungkan dua pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Lokasi penelitian di SMAN 1 Ingin Jaya dengan jumlah sampel 8 siswa. Tekhnik pengumpulan data adalah angket dengan bentuk skala likert. Teknik pengolahan dan analisis data yaitu dengan analisis persentase. Layanan bimbingan konseling yang dilakukan adalah konseling kelompok. Prosedur penelitian terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Hasil penelitian pada siklus satu rata-rata 76,3 dan berada pada kategori sedang dan pada siklus ke dua berada pada kategori rendah dan rata-rata 63,5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah layanan konseling kelompok dapat dijadikan salah satu alternatif dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa. 
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING OLEH GURU BIMBINGAN KONSELING PADA SMA NEGERI DI KABUPATEN PIDIE Cut Faradilla; Dahliana Abd; Nurbaity Nurbaity
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 4, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the implementation of guidance and counseling services at SMAN in Pidie Regency, types of services implemented and barriers in implementing guidance and counselling in schools. This research is a qualitative descriptive. The participants are the teachers of guidance and counseling at SMAN 1 Mutiara, SMAN 1 Sigli, and SMAN 1 Keumala. Data collection technique in research are conducted by interview, observation, and documentation. While the stages of data analysis using data reduction, data display and data verification. The result of the study showed that (1) The implementation of guidance and counselling at SMAN in Pidie Regency in general has been carried out even though it has not followed the guidelines. The stages implemented include the planning phase, the implementation phase,the evaluation phase, reporting, and follow-up. (2) The type of services that is often carried out by teachers is information services  and individual counseling. (3) The barriers experienced by counseling teachers are not able to apply existing theories when providing services to students, inadequate facilities and time for implemementian guidance and counseling services, negative impression of student on the services provided, and other parties in the school and parent students who lack cooperation.Keywords: implementation of guidance and counseling, types of services  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bimbingan dan konseling pada SMA Negeri di Kabupaten Pidie, jenis layanan yang dilaksanakan  dan hambatan guru dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini yaitu guru bimbingan konseling di SMA Negeri 1 Mutiara, SMA Negeri 1 Sigli dan SMA Negeri 1 Keumala. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan tahapan analisis data yang dilakukan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan bimbingan dan konseling pada SMA Negeri di Kabupaten Pidie secara umum telah dilaksanakan meskipun belum mengikuti panduan yang ada. Tahapan yang dilaksanakan meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, pelaporan serta tindak lanjut. (2) Jenis layanan yang sering dilaksanakan oleh guru adalah layanan informasi dan layanan konseling individual. (3) Hambatan yang dialami oleh guru bimbingan konseling yaitu guru tidak mampu mengaplikasikan teori yang ada ketika memberikan layanan kepada siswa, fasilitas dan waktu yang kurang memadai untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling, kesan negatif siswa terhadap layanan yang diberikan dan pihak lain disekolah serta orang tua siswa yang kuran bekerjasama.Kata Kunci: pelaksanaan bimbingan dan konseling, jenis layanan