Ramli Ramli
Jurusan PBSI FKIP Unsyiah

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DI PASAR KEUMIREU ACEH BESAR Zurrahmah Zurrahmah; Ramli Ramli; Armia Armia
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal PBSI Maret 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial Masyarakat di Pasar Keumireu Aceh Besar”. Rumusan penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial  masyarakat di  pasar Keumireu Aceh Besar dalam penggunaan kata sapaan? 2) Bagaimanakah kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial masyarakat di pasar Keumireu Aceh Besar dalam pengunaan kalimat imperatif? Tujuan inti yang ingin dicapai peneliti dalam penelitian ini adalah 1)  mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial masyarakat di pasar Keumireu Aceh Besar dalam penggunaan kata sapaan, 2) mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial masyarakat di pasar Keumireu dalam penggunaan  kalimat imperatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian ini adalah tuturan bahasa masyarakat di pasar Keumireu. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat di pasar Keumireu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik pengamatan (observasi), teknik sadap, simak bebas libat cakap, dan catat/rekam. Penganalisisan dilakukan dengan mengumpulkan data, data yang terkumpul diolah secara kualitatif. Hasil dari penelitian 1) kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial masyarakat di pasar Keumireu dalam penggunaan kata sapaan masih santun, 2) kesantunan berbahasa dalam interaksi sosial masyarakat di pasar Keumireu dalam penggunaan kalimat imperatif juga termasuk santun. ABSTRACT This study entitled "Politeness Language in Society Social Interaction in Keumireu market Aceh Besar". The formulation of this research are 1) How politeness in social interaction communities in Aceh Besar Keumireu market in the use of the word greeting? 2) How politeness in social interaction communities in Aceh Besar Keumireu market in the use of the imperative sentence? The core objective to be achieved in this study were 1) to describe politeness in social interaction people in the market Keumireu Aceh Besar in the use of the word greeting, 2) Describe politeness speaking community in social interaction in the market Keumireu in the use of the imperative sentence. The approach used in this study is a qualitative approach with descriptive methods. Data of this research is the narrative language of the people in the market Keumireu. Sources of data in this study is the community Keumireu market. Data collection techniques in this study was done by using observations (observation), tapping techniques, see the involved free conversation, and record / records. Analyzing is done by collecting data, the data collected was processed qualitatively. Results of the study 1) politeness in social interaction people in the market Keumireu the use of the word greeting was polite, 2) politeness in social interaction people in the market Keumireu the use of the imperative sentence also included mannered.Keywords: Politeness, language, social interaction, community
ANALISIS IMPLIKATUR DALAM SERIAL FILM EUMPANG BREUH Osyanda Rahayu; Ramli Ramli; Rajab Bahry
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 4 (2016): Jurnal PBSI Oktober 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.642 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Implikatur dalam Serial Film Eumpang Breuh”. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan makna implikatur berbahasa Aceh dalam serial film Eumpang Breuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak, teknik dokumentasi dan teknik catat. Sumber data penelitian ini adalah film Eumpang Breuh serial 1,5,9, dan 13. Teknik penganalisisan data menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan mendeskripsikan fakta-fakta dan menganalisisnya dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa makna implikatur percakapan dalam serial film Eumpang Breuh yang terealisasi dengan memerhatikan konteks yang melingkupi tuturan adalah (1) bermakna menyampaikan informasi, (2) bermakna meremehkan, (3) bermakna sindiran, (4) bermakna memerintah, (5) bermakna memprotes, (6) bermakna memengaruhi, (7) bermakna meminta, (8) bermakna mengancam, (9) bermakna menyatakan kekaguman, (10) bermakna menyatakan keprihatinan, (11) bermakna menyatakan rasa sedih dan kecewa, dan (12) bermakna menyatakan kekesalan..Kata kunci: Implikatur, makna kontekstual, film eumpang breuh ABSTRACT This study entitled "Implicature Analysis of   Eumpang Breuh Movie ". This study aims to discover and describe the implicatures meaning of language in Empang Breuh  Movie.. This study used descriptive qualitative method. Data collected by the technique seeing, documenting  andnote taking. The data source of this research is Eumpang Breuh movie serial 1, 5,9, and 13. The technique of analyzing data using descriptive method which is done by describing  and analyzing the facts that were conducted by  content analysis techniques. The results of this study prove that the meaning of conversational implicature in the  Empang Breuh  serial movie  realized by considering the conctent which embrace the speech,  namely (1) convey meaningful information , (2)underestimating (3)  allusioning, (4) reigning  (5) fulminating, (6) influencing, (7) requesting, (8) s threatening, (9) admiring, (10) concerning, (11) expressing sadnees and dissapoinment (12) and frustatingKeywords: Implicature, contextual meaning,  Eumpang Breuh movie
ANALISIS AMANAT DALAM HIKAYAT PERANG ACEH ALIH BAHASA RAMLI HARUN Thalita Nabila; Ramli Ramli; Muhklis Muhklis
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 4 (2017): Jurnal PBSI Oktober 2017
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.459 KB)

Abstract

ABSTRAK Hikayat Perang Acehmemuat tentang bagaimana Islam mengajarkan cara menjaga negeri dari kezaliman penjajah berdasarkan tauhid, kepercayaan, kecintaan kepada kedamaian, serta amanat-amanat yang berupa pesan moral. Untuk mengetahuinya, peneliti akan mengakajinya dengan menggunakan pendekatan struktural, sehingga amanat dalam hikayat tersebut dapat ditafsirkan dan disampaikan kepada pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) amanat-amanat yang disampaikan dalam Hikayat Perang Acehdan (2) cara pengarang menyampaikan amanat dalam Hikayat Perang Aceh.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan struktural dalam bentuk penelitian kajian kepustakaan (libraryresearch). Data penelitian bersumber dari 761 bait yang terdapat dalam Hikayat Perang Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan(observasi). Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, terdapat sebanyak 18 amanat yang disampaikan oleh pengarang dalam Hikayat Perang Aceh di antaranya yaitu: (1) amanat untuk memuja dan memuji Allah, (2) amanat untuk berdoa, (3) amanat untuk berperang melawan Kafir (sebutan bagi non-Muslim), (4) amanat untuk menerima takdir Tuhan, (5) Amanat untuk tidak mendustakan Agama, (6) amanat untuk menjaga hubungan antar sesama manusia, (7) amanat untuk tidak mudah percaya begitu saja, (8) amanat untuk bertaubat dengan sebenar-benarnya, (9) amanat untuk berbuat sesuatu yang baik karena Allah, (10) amanat untuk beriman kepada untung baik dan untung jahat, (11) amanat untuk terus yakin dan optimis serta selalu berdoa kepada Allah, (12) amanat untuk meyakini akan adanya hari akhir, (13) amanat untuk tetap bersyukur dan menerima takdir-Nya, (14) amanat untuk memuliakan keturunan Raja, (15) amanat untuk memulai suatu perbuatan dengan Bismillah, (16) amanat untuk menuntut Ilmu Agama walaupun jauh, (17) amanat untuk bersedekahlah bagi orang yang menuntut Ilmu Agama dan (18) amanat untuk berbicara sesuai dengan perbuatan.Kedua, cara penyampaian amanat oleh pengarang dalam Hikayat Perang Aceh dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu: (1) dengan cara eksplisit (tersurat) yang terdiri dari 6 point mulai dari poin 1 sampai dengan poin 6, dan (2) dengan cara implisit (tersirat) yang terdiri dari 12 point mulai dari poin 7 sampai dengan poin 18. Simpulan penelitian ini yaitu: (1) terdapat sebanyak 18 kategori amanat (sebagaimana tersebut di atas) yang disampaikan oleh pengarang dalam Hikayat Perang Aceh, (2) terdapat dua cara penyampaian amanat oleh pengarang dalam Hikayat Perang Aceh yaitu secara eksplisit (tersurat) yang terdiri dari 6 point dan secara implisit (tersirat) yang terdiri dari 12 point.   ABSTRACT The Hikayat Perang Aceh either about how Islam teaches you how to keep the country from colonial tyranny by faith, trust, love of peace, and mandates that a moral message. To find out, researchers will analyze using a structural approach, so that the message of the story can be interpreted and presented to the reader. This study aims to determine (1) the messages conveyed in the Hikayat Perang Aceh and (2) how the author delivered a speech in the Hikayat Perang Aceh.The approach used is the structural approach in the form of research literature study(libraryresearch).Data was sourced from 761 bytes contained in the Hikayat Perang Aceh.  Data collected by observation.Based on the analysis, the findings of this study can be stated as follows. First,there are as many as 18 message delivered by the author in the Hikayat Perang Aceh of these are: (1) the mandate to worship and praise God, (2) the mandate to pray, (3) the mandate to wage war against infidels (designation for non-Muslims), (4) the mandate to accept the will of God, (5) mandate to not deny religion, (6) the mandate to keep the relationship among humans, (7) the mandate to not easily believe it, (8) the message to repent in truth, (9) the mandate to do something good for God, (10) the message to believe in lady luck and luckily evil, (11) the mandate to continue to be positive and optimistic and always prayed to God, (12) the message to believe in the existence of the end, (13) the message to be grateful and accept his destiny, (14) the message to the glory of the sons of the king, (15) the mandate to initiate an action to Bismillah,(16) the mandate to prosecute Religious Science even further, (17) the message to be charitable to those who claim religiosity and (18) the mandate to speak in accordance with the act. Secondly,the way the mandate by the author of the Hikayat Perang Aceh can be categorized into two, namely: (1) by means of explicit (written) consisting of 6 points from point 1 to point 6, and (2) by means of implicit (implied) that consisting of 12 points starting from point 7 to point 18. Conclusion of this research are: (1) There are as many as 18 categories of mandate (as mentioned above) which was presented by the author in Hikayat Perang Aceh,(2) There are two ways of delivery of the message by the author in Hikayat Perang Aceh is explicitly (explicit) consisting of 6 points and implicitly (implicit) consisting of 12 points.Keywords: Analysis, order, saga, hikayat perang Aceh
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII MTsN RUKOH DALAM MENULIS PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF Jumiati Jumiati; Ramli Ramli; Azwardi Azwardi
JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 4 (2016): Jurnal PBSI Oktober 2016
Publisher : JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.132 KB)

Abstract

ABSTRAK Materi pembelajaran dalam bahasa Indonesia salah satunya adalah menulis paragraf deduktif dan induktif. Penelitian ini berupaya mengungkapkan kemampuan siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif. Berdasarkan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimanakah kemampuan siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil kerja siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas VIII MTsN Rukoh dalam menulis paragraf deduktif dan induktif dikategorikan cukup. Skor yang diperoleh siswa untuk keseluruhan aspek adalah 63, skor ini berada pada rentang nilai 55-69 yang merupakan rentang nilai untuk kategori cukup.Kata kunci: Kemampuan siswa, menulis, paragraf deduktif dan induktif ABSTRACT Idonesian learning material in one of them is to write a paragraph deductive and inductive. This study seeks to reveal the ability of class VIII MTsNRukoh in writing paragraphs deductive and inductive. Based on the formulation of the problem, this study aims to describe how the ability MTsNRukoh eighth grade students in writing paragraphs deductive and inductive. The approach used is a quantitative approach with descriptive methods. The data in this study was obtained from the work of eighth grade students in writing paragraphs MTsNRukoh deductive and inductive. Subject of research that MTsNRukoh eighth grade students in writing paragraphs deductive and inductive. The data collection was done by using the test. The results showed that the ability of eighth grade students in writing paragraphs MTsNRukoh deductive and inductive categorized enough. Scores obtained for all aspects of the student is 63, the score is in the range of 55-69 which is the value of the range of values for the category enough.Keywords: The ability  of the students, writing, paragraph deductive and induktive