Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Puisi Bertema Corona Karya Joko Pinurbo Sebagai Bahan Ajar Kontekstual Menulis Puisi Andriyana Andriyana; Arip Hidayat
Indonesian Language Education and Literature Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i1.7769

Abstract

This study aims to describe the value of contextuality with a one-step analysis of the sociology of literature from extrinsic elements and intrinsic elements. This study uses a qualitative descriptive method with research steps: looking for Joko Pinurbo's poetry in the mass media, looking for news about corona; compiling data, and analyzing data based on theory. Extrinsic element analysis is done by comparing news and poetry. As a result, the idea and theme of the poem are the same as the news in Republika and Detik, namely, discussing the Covid-19 pandemic. This poem can be used as learning material for writing poetry with contextual techniques. In addition to teaching environmental awareness, contextual techniques when writing poetry can also sharpen and train logical thinking. Therefore, observing various events in the surrounding environment can lead to creativity in writing poetry.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kontekstualitas dengan satu langkah analisis sosiologi sastra dari unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Penelitian ini menggunakan metode desktriptif kualitatif dengan langkah penelitian: mencari puisi Joko Pinurbo di media massa, mencari berita tentang corona; menyusun data, dan menganalisis data berdasarkan teori. Analisis unsur ekstrinsik dilakukan dengan cara membandingkan antara berita dan puisi. Hasilnya, ide dan tema puisi sama dengan berita di Republika dan Detik, yakni membahas Pandemi Covid-19. Puisi ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran menulis puisi dengan teknik kontekstual. Selain mengajarkan kepedulian pada lingkungan, teknik kontekstual pada saat menulis puisi juga dapat menajamkan dan melatih logika berpikir. Oleh karena itu, aktivitas mengamati berbagai peristiwa di lingkungan sekitar dapat memunculkan kreativitas dalam menulis puisi.
KECEMASAN MEMBACA DALAM PERSPEKTIF NEUROSCIENCE Arip Hidayat; Musaljon musaljon
Jurnal Fascho: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2019): Fascho : Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : STKIP Muhammadiyah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to show the role of emotions in encouraging effective learning. The affective domain is always considered less significant in the learning process than the cognitive domain. The reader of this article is expected to understand how the role of emotions in the learning process, using cognitive psychology theory and neuroscience analysis from this study. Next, examine the effect of the affective domain on learning in symbol interpretation. This paper concludes with analysis of reading anxiety and suggestions in reading exercises.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Program Literasi Pada Sekolah Dasar di Kabupaten Kuningan Kota dan Desain Bahan Ajarnya Andriyana; Ifah Hanifah; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i1.1

Abstract

ABSTRAK: Hasil survei pada 2016 menurut World’s Most Literate Nation tingkat baca Indonesia berada pada peringkat 60 dari 61 negara yang diteliti yang menandakan bahwa tingkat baca Indonesia sangatlah rendah. Kementrian Pendidikand dan Kebudayaan (Mendikbud) yang waktu itu masih dikepalai Anis Baswedan meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Tanngal 19 Agustus 2016 dengan sub tema Bahasa Penumbuh Budi Pekerti yang kemudian menjadi titik awal kegiatan literasi diwajibkan di sekolah. Gerakan Literasi Sekolah ini mengacu pada Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Program ini khusus dirancang untuk peningkatan minat baca Indonesia yang terpuruk agar bisa berangsur naik. Adanya hasil program tersebut peneliti melihat studi terdahulu terkait dengan bahan ajar literasi. Ternyata penulis tidak menemukan satupun penelitian yang membuat bahan ajar literasi khusus untuk guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif guna mendeskripsikan objek penelitian dengan Teknik analisis data model Miles dan Huberman dengan urutan Langkah coletion, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Penelitian ini mengasilkan satu analisis kebutuhan berupa keperluan (necessities), kekurangan (lacks), dan keinginan (wants). Ditemukan hasil penelitian yang menyatakan bahwa masih banyak kebutuhan, kekurangan, dan keinginan yang harus terpenuhi dalam penyusunan bahan ajar literasi sekolah dasar kelas tinggi. Dari hasil tersebut disusunlah peta bahan ajar dan struktur bahan ajar sebagai produk yang nanti bisa dikembangkan oleh peneliti lain dan penulis buku. KATA KUNCI: Analisis Kebutuhan; Bahan ajar; Desain Bahan Ajar; Literasi >  Analysis of Teaching Material Needs for Literacy Program in Elementary Schools in Kuningan City District and Design of Teaching Materials   ABSTRACT: The results of a survey in 2016 according to World’s Most Literate Nation, Indonesian's reading level is ranked 60 out of 61 countries studied, which indicates that Indonesian's reading rate is very low. The Ministry of Education and Culture (Mendikbud), which at that time was still headed by Anis Baswedan, launched the School Literacy Movement on August 19, 2016, with the sub-theme of Language Cultivation of Character, which later became the starting point for mandatory literacy activities in schools. This School Literacy Movement refers to Permendikbud Number 21 of 2015 concerning Cultivation of Character. This program is specifically designed to increase Indonesian's reading interest which has fallen so that it can gradually rise. With the results of the program, the researchers looked at previous studies related to literacy teaching materials. It turns out that the authors did not find any research that made literacy teaching materials specifically for teachers. This study used a descriptive qualitative method to describe the research object with Miles and Huberman model data analysis techniques in the order of collection steps, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. This research produces a needs analysis in the form of necessities, lacks, and wants. The research found that there are still many needs, shortcomings, and desires that must be fulfilled in the preparation of high-grade primary school literacy teaching materials. From these results, a map of teaching materials was compiled and the structure of teaching materials was developed as a product that could later be developed by other researchers and book authors. KEYWORDS: Requirements Analysis; Teaching materials; Instructional Material Design; Literacy.  
ANALISIS UNSUR INTRINSIK TEMA, TOKOH, PERWATAKAN DAN AMANAT YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL “TERBANGLAH MERPATI” KARYA ACHMAD MUNIF SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/y67vwj28

Abstract

Dengan alasan bahwa tema, karakter, alur, dan pesan merupakan unsur-unsur penting dalam sebuah karya sastra. Penelitian ini mengusung judul ‘Analisis Unsur-unsur Intrinsik Tema, Karakter, Alur, dan Pesan yang Terdapat dalam Novel “Pigeons Fly” Karya Achmad Munif sebagai Literatur Pembelajaran Alternatif di Sekolah Menengah Atas.’ Formulasi masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana tema-tema dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif? 2) Bagaimana karakter dan suasana hati dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif? 3) Bagaimana pesan yang terkandung dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif? 4) Apakah unsur-unsur intrinsik tema, karakter, suasana hati, dan pesan dapat digunakan sebagai bahan ajar di SMA? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik: Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: penelitian perpustakaan, dokumentasi, dan analisis. Populasi dalam penelitian ini adalah novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif. Sampel dalam penelitian ini meliputi tema, karakter, karakterisasi, pesan, dan bahan ajar yang terdapat dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif. Kesimpulan: 1) Bahwa terdapat tema dalam novel Fly Pigeons karya Munif Ahmad tentang seorang mantan pelacur yang bertobat dari dunia gelap yang pernah ia jalani. 2) Karakter dan disposisi, karakter tokoh Ken Ratri memiliki keteguhan hati, kesabaran, kegelisahan, sopan santun, dan penyesalan, Tokoh Satrio memiliki karakter yang plin-plan, malu, dan bersalah. Tokoh Hanafiah memiliki karakter yang pemarah, pendendam, dan tidak mau menyerah. Tokoh Dr. Sustiwi Pranoto memiliki karakter yang berjiwa besar, baik hati, berani, dan penuh kasih sayang. Tokoh Fatimah memiliki karakter yang baik hati dan rajin beribadah. 3) Mandat/Perintah yang terkandung dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif adalah jangan mengejek/mencemooh orang, harus dapat menjaga kesucian, harus lebih dekat dengan Allah SWT, dan selalu bersyukur dalam segala hal. Elemen intrinsik tema, karakter, disposisi, dan mandat yang terkandung dalam novel “Pigeons Fly” karya Achmad Munif dapat dijadikan bahan studi dalam pelajaran sastra di sekolah menengah atas, terutama dalam hal elemen intrinsik dan Kompetensi Dasar dalam Pembelajaran Sastra di sekolah menengah atas karena telah tercantum dalam kurikulum.
PERIMBANGAN SOAL DAN TINGKAT KESULITAN HASIL UJIAN NASIONAL BAHASA INDONESIA DILIHAT DARI STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR (Kajian Hasil Ujian Nasional SMP Negeri 2 Kadugede Tahun Ajaran 2012/2013) Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7efdst91

Abstract

Penelitian tentang analisis perimbangan soal dan tingkat kesulitan hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar memilikirumusan masalah: (1) Bagaimana perimbangan soal Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMP tahun ajaran 2012/2013?; (2) Bagaimana tingkat kesulitan hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMP Negeri 2 Kadugedetahun ajaran 2012/2013?.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui perimbangan soal Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari stadar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMP tahun ajaran 2012/2013. (2) Untuk mengetahui tingkat kesulitan hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar pada SMP Negeri 2 Kadugede tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengolahan data berupa studi pustaka, dan dokumentasi. Populasinya adalah 50 soal pilihan ganda dan hasil Ujian Nasional bahasa Indonesia yang berbentuk lembar jawaban siswa kelas IX dari sekolah SMPN 2 Kadugede tahun ajaran 2012/2013 dan mengambil 50 soal pilihan ganda dan hasil UjianNasional bahasa Indonesia yang berbentuk lembar jawaban siswa kelas IX dari sekolah SMPN 2 Kadugede tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 40% sebagai sampel. Berdasarkan hasil analisis data tentang Perimbangan soal dan tingkat kesulitan hasil Ujian Nasionalbahasa Indonesia dilihat dari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang mendominasi soal Ujian Nasional bahasa Indonesia adalah standar kompetensi membaca sebanyak 50% dan menulis sebanyak 50%. Tingkat kesulitan hasil Ujian Nasional Bahasa Indonesia di SMPN 2 Kadugede yang mendominasi adalah kategori soal sulit yang terdiri dari soal nomor 1, 2, 3, 6, 8, 9, 10, 13, 14, 18, 21, 24 SK membaca, dan soal nomor 27, 28, 30, 33, 40, 44, 49 SK menulis, dan soal tidak sulit yang terdiri dari soal nomor 4, 5, 11, 12, 15, 19, 20, 22, 23 SK membaca, dan soal nomor 29, 34, 35, 42, 43, 45, 46, 47, 48, 50 SK menulis.
NALISIS BUKU TEKS BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SMA KELAS XII SE- KABUPATEN KUNINGAN DALAM MENJABARKAN SK-KD DILIHAT DARI KETERAMPILAN DAN KEILMUAN BAHASA DAN SASTRA Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2013)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/4b4gqe51

Abstract

Penelitian tentang analisis SK dan KD pada buku teks mata pelajaran bahasa Indnesia SMA kelas XIIberdasarkan keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan memiliki rumusan masalah:Bagaimana buku teks bahasa dan sastra Indonesia SMAN kelas XII dalam menjabarkan SK-KD dilihat dari keterampilan bahasa dan sastra, kebahasaan dan ksesastraan? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, dengan teknik pengolahan data berupa studi pustaka dan dokumentasi.Populasinya adalah5 buku teks bahasa dan sastra Indonesia kelas XII SMA yang berbeda. Diantaranya buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia penerbit Grahadi CV William, Konsep Inti dan Soal Jawab penerbit Tiga Serangkai, Cerdas Berbahasa Indonesia penerbit Erlangga, Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia penerbit BSE, Kreatif Berbahasa dan Bersastra Indonesia penerbit Universitas Negri Malang dan mengambil 3 buku teks yang digunakan secara pararel sebagai sampel. Berdasarkan hasil analisis data tentang analisis SK dan KD pada buku teks mata pelajaran bahasa dan sastra Indnesia SMA kelas XII berdasarkan keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan, yang mendominasi materi pada buku teks bahasa dan sastra Indonesia kelas XII adalah Keterampilan Menulis. Dilihat dari Ilmu Kebahasaan, yang mendominasi materi pada buku teks bahasa dan sastra Indonesia kelas XII adalah Ilmu KebahasaanSintaksis. Dilihat dariIlmu Kesastraan, yang mendominasi materi pada buku teks bahasa dan sastra indonesiakelas XII adalah Ilmu Kesastraan Prosa Fiksi.
UNSUR-UNSUR INTRINSIK DAN NILAI-NILAI PSIKOLOGIS DALAM NASKAH DRAMA “MATAHARI DI SEBUAH JALAN KECIL” KARYA ARIFIN C NOOR SEBAGAI ALTERNATIF PEMILIHAN BAHAN AJAR SASTRA DI SMA Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/94d34009

Abstract

Salah satu kompetensi dasar pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA adalah menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik lakon Indonesia. Namun pada kenyataannya, lakon yang digunakan sebagai bahan ajar kurang memperhatikan kesesuaian psikologis dengan isi lakon siswa SMA. Teknik perolehan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Studi pustaka. 2) Dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan data yang digunakan adalah sebagai berikut. 1) Menelaah lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 2) Menganalisis unsur intrinsik dalam lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 3) Menyimpulkan unsur intrinsik dalam lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 4) Menelaah lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 5) Menganalisis nilai-nilai psikologis dalam lakon "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 6) Menyimpulkan nilai-nilai psikologis dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 7) Analisis yang dilakukan oleh pengarang terhadap unsur intrinsik dan nilai psikologis yang terkandung dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor" dikaitkan dengan SK KD dan persyaratan dalam pemilihan bahan ajar sastra sekolah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dialog yang terdapat dalam teks drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh isi drama yang membahas unsur intrinsik dan nilai psikologis dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". Setelah diolah, dilakukan dengan cara 1) menganalisis unsur intrinsik dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 2) menganalisis nilai-nilai psikologis dalam drama "The Sun In A Small Way" karya "Arifin C Noor". 3) Melihat kesesuaian lakon "Matahari dalam Jalan Kecil" karya "Arifin C Noor" dapat dijadikan alternatif pemilihan bahan ajar di sekolah ditinjau dari unsur intrinsik dan nilai psikologisnya dengan Kompetensi Dasar Pembelajaran Sastra di SMA. Dapat disimpulkan bahwa analisis lakon "Matahari dalam Jalan Kecil" karya Arifin C Noor dapat dijadikan alternatif pemilihan bahan ajar di SMA.
VARIASI BAHASA BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI DESA MATANGAJI KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBO Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/71933b92

Abstract

Penelitian ini berisi tentang perbedaan variasi bahasa antara laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kec. Sumber Kabupaten Cirebon. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ; bagaimana variasi bahasa laki-laki di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Bagaimana variasi bahasa perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Bagaimana perbedaan variasi bahasa laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon? Tujuan dari penelitian ini adalah : Ingin mengetahui variasi bahasa laki-laki di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Ingin mengetahui variasi bahasa perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Ingin mengetahui perbedaan variasi bahasa laki-laki dan perempuan di Desa Matangaji Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dengan mengunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini, data yang ada dikumpulkan dengan menggunakan teknik-teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Simpulan dari penelitian ini adalah ; Dari segi variasi bahasa dapat disimpulkan bahwa ternyata responden laki-laki masyarakat Desa Matangaji dalam kehidupan sehari-hari menggunakan ragam tidak baku dengan ciri khas dialek kedaerahan (Sunda). Hal itu dikarenakan bahasa yang dipergunakan sehari-hari adalah bahasa Sunda. Dalam hal kesopanan dan kehalusan, bahasa yang dipergunakan relatif sopan dan cenderung kasar. Hal itu disebabkan masyarakat Desa Matangaji merupakan masyarakat perbatasan, yang bahasanya dipengaruhi oleh bahasa Jawa. Kalimat yang digunakan responden laki-laki cenderung pendek dan banyak menggunakan kata kerja. Kata sifat jarang muncul dalam wawancara. Penggunaan pola kalimat yang pendek serra jarang munculnya kata sifat disebabkan oleh psikologi laki-laki yang cenderung rasional dan realistis, sehingga perkataannya tidak bertele-tele, singkat, padat, dan jelas; penguasaan bahasa responden perempuan rata-rata tiga bahasa, yaitu bahasa Sunda, Indonesia, dan Jawa. Dari tiga bahasa yang dikuasai, dua bahasa yang dipakai secara aktif untuk berkomunikasi, yaitu bahasa Sunda dan Indonesia. Bahasa Sunda dipakai dalam kehidupan sehari-hari, sementara bahasa Indonesia dan Jawa dipakai untuk kegiatan formal di sekolah, perdagangan, dan melayani tamu dari luar. Dari segi variasi bahasa dapat disimpulkan bahwa ternyata responden perempuan masyarakat Desa Matangaji dalam kehidupan sehari-hari menggunakan ragam tidak baku dengan ciri khas dialek kedaerahan (Sunda). Hal itu dikarenakan bahasa yang dipergunakan sehari-hari adalah bahasa Sunda. Dalam hal kesopanan dan kehalusan, bahasa yang dipergunakan relatif sopan dan halus. Kalimat yang digunakan responden panjang dan bertele-tele. Dalam penggunaan kata, selain kata kerja banyak ditemukan kata sifat. Kehalusan bahasa, penggunaan pola kalimat yang panjang serta munculnya kata sifat disebabkan oleh psikologi perempuan yang cenderung perasa dan emosional, sehingga mempengaruhi tuturannya; perbedaan antara variasi bahasa laki-laki dan perempuan terletak pada kehalusan bahasa, panjang pendeknya kalimat, serta jenis kata yang dipergunakan. Jika laki-laki cenderung kasar, menggunakan pola kalimat pendek (singkat), serta lebih dominan kata kerja, maka perempuan cenderung lebih halus dan tertata, lebih panjang kalimatnya, serta selalu ditemukan kata sifat dalam tuturannya. Kehalusan, panjang pendeknya kalimat, serta jenis kata yang digunakan dipengaruhi oleh perbedaan psikologi antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki cenderung rasional sementara perempuan cenderung emosional. Wanita cenderung lebih ekspresif dalam kata-kata. Di samping itu perempuan lebih halus dalam bahasanya dikarenakan norma yang mengikat mereka untuk berbicara lebih halus dan sopan.
PENGEMBANGAN MODUL BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS LINGKUNGAN KONTEKSTUAL UNTUK WARGA BELAJAR PAKET C SETARA KELAS X SEMESTER 1 DI SKB SUKAMULYA KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/f1wq1576

Abstract

Salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pembelajaran adalah tersedianya bahan ajar yang berkualitas.Modul dalam hal ini adalah modul bahasa dan sastra Indonesia, bukan hanya sarana untuk mencapai standar kompetensi berbahasa dan bersastra, tapi juga sebagai media untuk mengembangkan budi pekerti, budaya, dan lingkungan. Dalam konsep KTSP dinyatakan bahwa pengembangan bahan ajar/modul harus memperhatikan potensi lingkungan, atas dasar hal itu pengembangan modul harus mengintegrasikan aspek lingkungan tempat tinggal warga belajar. Dengan bertolak dari lingkungan, pembelajaran akan lebih mudah dan diharapkan potensi lingkungan sekitar tempat tinggal warga belajar akan dapat digali dan dikembangkan. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan produk berupa modul untuk pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia Paket C setara kelas X semester 1 di SKB Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian dan pengembangan model BorgdanGall. Namun, karena keterbatasan waktu, penelitian pengembangan ini hanya melaksanakan enam tahapan, yakni (1)analisis teoritis dan praktis; (2) analisis lingkungan kontesktual warga belajar; (3) analisis kebutuhan tutor dan warga belajar;(4) penyusunan prototipe modul; (5) penilaianahli dan tutor, serta revisi dan ; (6) uji efektivitas modul. Hasil penelitian pengembangan ini dapat disajikan sebagai berikut. (1) Karakteristik lingkungan kontekstual warga belajar Paket C SKB Sukamulya Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan adalah lingkungan yang berbasis pertanian dan perkebunan, pariwisata, peternakan dan perikanan, serta industri kecil, menengah, dan kreatif. (2) Rata-rata skor warga belajar dalam analisis kebutuhan sebesar 83. Sedangkannilai rata-rata kebutuhan tutoryaitu sebesar 108. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa warga belajar dan tutorperlumodul Bahasa dan Sastra Indonesia bermuatan lingkungan kontekstual. (3) Prototipe modulbahasa dan sastra Indonesia berbasis lingkungan kontekstual yang dikembangkan terdiri atas bagian pendahulu, bagian pendahuluan bagian pembelajaran, bagian evaluasi, dan bagian penutup. Prototipe ini pun dilengkapi dengan paket CD untuk kompetensi dasar yang berhubungan dengan menyimak dan berbicara. (4) Dari penilaian ahli dan tutor didapat rata-rata skor adalah sebesar 159. Berdasarkan rentang skor dalam instrumen, nilai tersebut termasuk ke dalam kategori baik. Dengan demikian, prototipe modul hanya diperbaiki sesuai dengan saran dari ahli dan tutor. (6) Nilai rata-rata pretest sebesar 62,5 dan nilai rata-rata postest sebesar 67,5. Berdasarkan hasil uji efektivitas dari delapan kompetensi dasar tersebut, dapat disimpulkan ada peningkatan dari modul dan modul hasil perbaikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa modul pengembangan cukup efektif untuk digunakan.
ANALISIS TOKOH DAN PERWATAKAN SERTA KONFLIK PADA NASKAH DRAMA “ BAPAK” KARYA B. SOELARTO DILIHAT DARI PSIKOLOGI KOMUNIKASI Aan Sugiantomas; Arip Hidayat; Syifa Noerrohmah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/zv6wn360

Abstract

Judul penelitian ini adalah Analisis Tokoh dan Perwatakan serta Konflik Pada Naskah Drama “ Bapak” Dilihat dari Psikologi Komunikasi. Rumusan Masalah: 1) Bagaimanakah tokoh dan perwatakan pada naskah drama “ Bapak” karya B. Soelarto ?; 2) Bagaimanakah konflik pada naskah drama “ Bapak” karya B. Soelarto ?; 3) Bagaimanakah tokoh dan perwatakan pada naskah drama “ Bapak” karya B. Soelarto dilihat dari psikologi komunikasi ?; 4) Bagaimanakah konflik pada naskah drama “ Bapak” karya B. Soelarto dilihat dari psikologi komunikasi ? Tujuan Penelitian: 1) Ingin mengetahuitokoh dan perwatakan pada naskah drama “ Bapak” karya B. Soelarto; 2) Ingin mengetahui konflik pada naskah drama “ Bapak” karya B. Soelarto; 3) Ingin mengetahui tokoh dan perwatakan pada naskah drama “ Bapak” karya B. Soelarto dilihat dari psikologi komunikasi ; 4) Ingin mengetahui konflik pada naskah drama “ Bapak” karya B. Soelarto dilihat dari psikologi komunikasi. Metode: analisis deskriptif kualitatif. Simpulan: Konfliknya adalah perbedaan prinsip yang dipegang masing-masing tokoh dan pengkhianatan terhadap negara. Tokoh dan perwatakannya terdiri dari Tokoh Utama ( Protagonis) yaitu Bapak, Tokoh Protagonis yaitu Sulung serta Tokoh Tritagonis yaitu Bungsu dan Perwira. Tokoh dan perwatakan dihubungkan dengan psikologi komunikasi, dilihat dari isi pesan tiap dialog tokoh bapak penuh dengan keyakinan yang sangat tepat,tokoh sulung cenderung tidak mau mengalah,tokoh bungsu ingin segera menyelesaikan permasalahan dan tokoh perwira selalu membantu tokoh lain. Dilihat dari proses berpikir, tokoh bapak mempunyai pemikiran panjang. Tokoh sulung mempunyai pemikiran yang tidak wajar. Tokoh bungsu dan perwira mempunyai pemikiran yang baik, walaupun dia sibuk dengan kemiliterannya. Konflik dihubungkan dengan psikologi komunikasi yaitu dilihat dari isi pesannya bahwa di setiap dialog mempunyai makna tersendiri. Dilihat dari proses berpikir antar tokoh sangat berbeda, diantaranya tokoh bapak, dia mempunyai pemikiran panjang tentang masa depannya. Tokoh sulung mempunyai pemikiran pendek, dia ingin segera pindah ke negara asing yaitu Belanda. Dilihat dari stimulus respons yang terjadi, setiap rangsangan para tokoh hanya ditanggapi saja tanpa dilakukan.