Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

REPRESENTASI CERITA KARNADI ANEMER BANGKONG SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT SUNDA Arip Hidayat
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15 No 2 (2019)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/tvsxsz38

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bentuk representasi, perubahan representasi, serta pandangan tentang representasi cerita Karnadi Anemer Bangkong. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif dengan teknik penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dengan metode diakronis. Metode diakronis merupakan penelitian resepsi sastra yang dilakukan terhadap tanggapan-tanggapan pembaca dalam beberapa periode. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rasiah Nu Goreng Patut serta karya-karya lain yang bercerita tentang Karnadi Anemer Bangkong dan karya lain yang erat hubungannya dengan Karnadi Anemer Bangkong dari sejak 1928 sampai dengan tahun 2017. Data dikelompokkan berdasarkan tahun kemunculannya. Dalam hal ini dipilih tiga data yaitu Madraji : Carita Pantun Modern karya Suyudi, Fiksimini Karnadi Kiwari karya Tia Baratawiria, dan naskah drama Barok (Tidak Bodoh Tapi Tidak Tahu Sebab Tidak Pernah) karya Aan Sugiantomas. Hasil penelitian cerita Rasiah Nu Garong Patut (Karnadi Anemer Bangkong) mengalami berbagai macam bentuk representasi. Bentuk representasi itu diantaranya naskah dan scenario film dan sinetron, pantun (cerita pantun), fiksimini, dan naskah drama. Perubahan representasi dari Karnadi dan Madraji adalah pada bentuk. Madraji dalam bentuk cerita pantun, sementara Karnadi dalam bentuk novel. Dari segi isi, keduanya bercerita tentang kaum bawah yang kemudian merefleksikan kritik pada kemiskinan yang ada pada zamannya masing-masing. Kritik sosial menjadi pesan penting pada karya keduanya. Tia Baratawiria merepresentasikan Karnadi berbeda dengan cerita aslinya. Karnadi dalam fiksi mini Tia Baratawiria dibalik seratus delapan puluh derajat. Tia memposisikan Karnadi sebagai orang kaya, yang pada akhirnya nyaris sama seperti keluarga Eulis Awang yang sombong. Tia hendak memberikan pesan, bahwa jika seandainya Karnadi kaya pun sifatnya tidak akan berubah menjadi baik. Watak dan kepribadian manusia dipengaruhi oleh harta. Aan Sugiantomas merepresentasikan tokoh Barok berbeda dengan Karnadi. Jika Karnadi buruk rupa, maka Barok tampan. Barok secara fisik dan kedudukan berbeda, namun tetap mewakili kaum bawah. Melalui Barok Aan menggugat simbol-simbol kebodohan yang dilekatkan pada diri Barok yang tidak sekolah. Secara alur naskah Barok sama dengan cerita Karnadi Anemer Bangkong.
Pengunaan Micro Vidio dalam Pembelajaran Apresiasi Puisi Arip Hidayat; Andriyana; Tifani Kautsar
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/4xhtmb76

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan micro video dalam pembelajaran apresiasi puisi di kalangan mahasiswa Universitas Kuningan. Dengan menerapkan metode pre-test post-test control group design, penelitian ini membandingkan hasil belajar antara kelompok eksperimen yang menggunakan micro video dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kajian literatur menghasilkan diagram alir yang merangkum langkah-langkah pembelajaran yang efektif, yang kemudian diuji pada kelompok eksperimen. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan apresiasi puisi setelah penggunaan micro video, dengan nilai Z sebesar -3,245 dan signifikansi 0,001. Penemuan ini menegaskan bahwa micro video dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap puisi, menjadikannya alat pembelajaran yang inovatif.
EKSPLORASI STILISTIKA PADA NOVEL-NOVEL KARYA ANDREA HIRATA Tifani Kautsar; Arip Hidayat; Ahmad Nasrullah Nasution
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/t2g6r037

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini merupakan kajian stilistika pada novel Edensor, Ayah, Sirkus Pohon, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan stilistika pada unsur pemajasan, penyiasatan struktur, dan citraan dalam novel-novel tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Edensor, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini, pemajasan didominasi oleh metafora karena kesamaan genre komedi, petualangan, dan inspiratif. Sementara itu, dalam novel Ayah dan Sirkus Pohon, pemajasan lebih banyak menggunakan personifikasi yang sesuai dengan genre keluarga dan romantis. Pada unsur penyiasatan struktur, hiperbola mendominasi novel Ayah, Buku Besar Peminum Kopi, dan Guru Aini, yang memiliki kesamaan genre keluarga dan perjalanan. Sebaliknya, repetisi lebih banyak digunakan dalam novel Edensor dan Sirkus Pohon yang bergenre romantis dan inspiratif. Unsur citraan dalam semua novel lebih didominasi oleh citraan visual dibandingkan auditif dan kinestetik. Penggunaan citraan visual ini memperkuat deskripsi lingkungan dan suasana hati tokoh, serta membantu pembaca dalam membayangkan skenario yang dihadirkan secara lebih jelas dan mendalam.
Puisi Bertema Corona Karya Joko Pinurbo Sebagai Bahan Ajar Kontekstual Menulis Puisi Andriyana Andriyana; Arip Hidayat
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i1.7769

Abstract

This study aims to describe the value of contextuality with a one-step analysis of the sociology of literature from extrinsic elements and intrinsic elements. This study uses a qualitative descriptive method with research steps: looking for Joko Pinurbo's poetry in the mass media, looking for news about corona; compiling data, and analyzing data based on theory. Extrinsic element analysis is done by comparing news and poetry. As a result, the idea and theme of the poem are the same as the news in Republika and Detik, namely, discussing the Covid-19 pandemic. This poem can be used as learning material for writing poetry with contextual techniques. In addition to teaching environmental awareness, contextual techniques when writing poetry can also sharpen and train logical thinking. Therefore, observing various events in the surrounding environment can lead to creativity in writing poetry.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kontekstualitas dengan satu langkah analisis sosiologi sastra dari unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Penelitian ini menggunakan metode desktriptif kualitatif dengan langkah penelitian: mencari puisi Joko Pinurbo di media massa, mencari berita tentang corona; menyusun data, dan menganalisis data berdasarkan teori. Analisis unsur ekstrinsik dilakukan dengan cara membandingkan antara berita dan puisi. Hasilnya, ide dan tema puisi sama dengan berita di Republika dan Detik, yakni membahas Pandemi Covid-19. Puisi ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran menulis puisi dengan teknik kontekstual. Selain mengajarkan kepedulian pada lingkungan, teknik kontekstual pada saat menulis puisi juga dapat menajamkan dan melatih logika berpikir. Oleh karena itu, aktivitas mengamati berbagai peristiwa di lingkungan sekitar dapat memunculkan kreativitas dalam menulis puisi.
Eksplorasi Pembelajaran Membaca Pemahaman Teks Digital: Studi Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Barat Ida Hamidah; Aan Anjasmara; Arip Hidayat
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8058

Abstract

This study aims to explore the profile of digital text reading comprehension instruction among students at private universities in West Java, focusing on the instructional process, learning outcomes, and learning needs. The study is grounded in the issue of low digital reading comprehension skills, which remains a significant challenge amid the increasing demands of digital literacy in the information age. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing data collection techniques including observation, interviews, documentation, and reading comprehension tests. The research subjects consisted of students from the Indonesian Language and Literature Education program at several purposively selected private universities. The findings reveal that the instructional process for digital reading comprehension remains conventional and does not yet optimally incorporate digital literacy strategies. Test results indicate that students’ abilities in understanding digital texts—ranging from literal and inferential to critical and creative comprehension—are generally in the low to moderate category. Furthermore, students' needs include adaptive reading strategies suited to the nature of digital texts, digital literacy training, and contextual and interactive instructional models. These findings highlight the urgency of developing instructional models that integrate discovery-based learning approaches with constructively responsive strategies to address the challenges of reading in digital environments. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil pembelajaran membaca pemahaman teks digital pada mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jawa Barat, dengan meninjau aspek proses pembelajaran, hasil belajar, dan kebutuhan pembelajaran. Permasalahan rendahnya kemampuan membaca pemahaman teks digital menjadi dasar dilakukannya studi ini, mengingat tuntutan literasi digital yang semakin tinggi di era informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes kemampuan membaca. Subjek penelitian meliputi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari beberapa perguruan tinggi swasta yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran membaca pemahaman teks digital masih bersifat konvensional dan belum memanfaatkan strategi literasi digital secara optimal. Hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam memahami teks digital, baik secara literal, inferensial, kritis, maupun kreatif, berada pada kategori rendah hingga sedang. Selain itu, kebutuhan mahasiswa mencakup perlunya strategi membaca yang adaptif terhadap karakteristik teks digital, pelatihan literasi digital, serta model pembelajaran yang kontekstual dan interaktif. Temuan ini mengindikasikan urgensi pengembangan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pendekatan berbasis penemuan dan respons konstruktif terhadap tantangan membaca di lingkungan digital.