Articles
Efektivitas Teknik Problem Solving untuk Menurunkan Perilaku Prokrastinasi Akademik Peserta Didik Kelas X IIS 3 SMAN-1 Palangka Raya
Apsabra Apsabra;
Karyanti Karyanti
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2018): Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.198 KB)
|
DOI: 10.33084/suluh.v4i1.472
The purpose of this study is to find out that problem-solving techniques can reduce academic procrastination behaviour towards students of class X The population in this study were all students of class X IIS 3 of SMAN-1 Palangka Raya. The number of initial research samples consisted of 8 and finally only seven students. Sampling is determined by purposive sampling technique. Data collection techniques used observation, interviews, and the scale of procrastination behaviour. The method used is pre-experiment, data analysis techniques using Paired Sample T-Test or better known as Pre-Post Design is an analysis involving two measurements on the same subject to a particular influence or treatment. Based on the results of the study and discussion above, it can be concluded that the problem-solving technique can reduce the behaviour of academic procrastination of students in Class X of IIS-3 of SMAN-1 Palangka Raya. This is based on the results of the Paired-Sample T-Test, obtained t count = 6.264 can be concluded that there are differences in the level of procrastination before and after treatment. Procrastination behaviour has decreased from the initial average of 147.78 to 164.78. It means "Problem-solving techniques can reduce the expression of academic procrastination. Class X IIS-3 students at SMAN-1 Palangka Raya
Efektivitas Layanan Konseling Individu Dengan Pendekatan Realitas Untuk Pemantapan Peminatan Pada Peserta Didik SMAN-2 Palangkaraya
Fatmawati Fatmawati;
Karyanti Karyanti
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 2 (2018): Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.21 KB)
|
DOI: 10.33084/suluh.v3i2.500
The purpose of this study is to find out the individual counselling services of SBMT and OAP can strengthen the interest of students of class XI MIPA at SMAN-2 Palangka Raya. The population in this study amounted to 35 students. The number of research samples consisted of 2 students. Sampling is determined by purposive sampling technique. The data collection technique uses observation and the scale of stabilisation of the audience. The method used is pre-experiment, the process of analysing data using One-Sample T-Test or better known as Pre-Post Design is an analysis involving two measurements on the same subject against a particular influence or treatment. Based on the results of the study and discussion above, it can be concluded that WDEP Individual Counseling Services (Wants, Direction, Evaluation, Plan) WDEP can strengthen specialisation in Students in Class XI MIPA 3 of SMAN-2 Palangka Raya. This is based on the results of the One-Sample T-Test, indicating that consolidation of speciality has increased by an average of 45 to 74, with an average number of increases of 29. Meaning "Counseling Services Individual Realities with Techniques (Wants, Direction, Evaluation, Plan) WDEP can improve stabilisation of interest in Class XI MIPA 3 Students of SMAN-2 Palangka Raya.
Keefektifan Cinema Education Pada Pelatihan Keterampilan Pengambilan Keputusan Karir Pada Peserta
Kartini Ningsih;
Karyanti Karyanti
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2017): Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.909 KB)
|
DOI: 10.33084/suluh.v3i1.510
The purpose of this study was to determine the effectiveness of cinema education services in career decision-making skills to improve career decision-making skills in SMK Al-Ishlah students. The design of this study uses Single Subject Design (SSD) with multiple treatments and is supported by a repeated measure model. The subjects of this study were eight students of class X of SMK Al-Ishlah Palangka Raya who indicated as students behaving lack of career decision-making skills tended to be low, moderate, and high from the basics observation phase, intervention 1, intervention 2, and intervention 3. Analysis data uses visual analysis by paying attention to changes in levels and trends. The results of the study showed that the eight subjects in the baseline phase had a lack of behavioural career decision-making skills that tended to be low. In the intervention phase, 1 using education cinema to eight subjects experienced an increase in categories from low to moderate categories.
Layanan Konseling Kelompok Solution Focused Brief Therapy (SFBT) Untuk Mengurangi Perilaku Cyber Bullying Pada Peserta Didik Kelas VIII-7 di SMPN-3 Palangka Raya
Aminudin Aminudin;
Karyanti Karyanti
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2017): Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.37 KB)
|
DOI: 10.33084/suluh.v2i2.536
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas layanan konseling kelompok SFBT dalam mengurangi perilaku cyber bullying peserta didik kelas VIII-7 di SMPN-3 Palangka Raya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 orang peserta didik. Jumlah sampel penelitian terdiri dari 8 orang peserta didik. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan skala perilaku cyber bullying. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen, teknik pengumpulan data menggunakan rumus Paired-Sample T Test atau lebih dikenal dengan Pre-Post Design adalah analisis dengan melibatkan dua pengukuran pada subjek yang sama terhadap suatu pengaruh atau perlakuan tertentu. Hasil uji Paired-Sample T Test, menunjukkan bahwa perilaku cyber bullying mengalami penurunan rata-rata awal 191.50 menjadi 115.50, dengan jumblah rata-rata penurunan sebesar 76. Artinya “Layanan Konseling Kelompok Solution Focused Brief Therapy (SFBT) dapat Menurunkan Perilaku Cyber Bullying pada Peserta Didik Kelas VIII-7 di SMPN-3 Palangka Raya Tahun Ajaran 2015/2016”. Hasil analisis menunjukan bahwa kedelapan peserta didik pada subjek penelitian mengalami penurunan tingkat perilaku cyber bullying sebelum dilakukan intervensi dan sesudah dilakukan intervensi.
Teknik Menggambar Untuk Menurunkan Emosi Marah Pada Peserta Didik Di SMA Negeri-2 Palangkaraya
Karyanti Karyanti;
Yanti Agustina
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 2 (2019): Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.732 KB)
|
DOI: 10.33084/suluh.v4i2.618
Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Menggambar Untuk Menurunkan Emosi Marah Peserta Didik di SMA Negeri-2 Palangka Raya Tahun Ajaran 2017/2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Menggambar Untuk Menurunkan Emosi Marah Peserta Didik Di SMA Negeri-2 Palangka Raya. Rancangan penelitian ini menggunakan Single Subject Design (SSD) dengan Multiple Baseline Across Subject. Subjek dalam penelitian ini adalah 9 pesera didik di kelas X MIPA-6 SMA Negeri 2 Palangkaraya tahun ajaran 2017/2018 yang teridentifikasi sebagai peserta didik yang berperilaku emosi marah dalam kategori cendrung tinggi, masing-masing diidentifikasi dari rubic observasi analisis analisis visual dengan memperhatikan perubahan level dan trend. Hasil analisis menunjukan kesembilan subjek pada fase baseline memiliki perilaku emosi marah yang cendrung tinggi. Pada fase intervensi terakhir kesembilan subjek mengalami penurunan kategori dari kategori tinggi menjadi sedang dan dari kategori sedang menjadi rendah. Pada fase berikutnya yaitu pada fase maintenance atau fase follow up, pergerakan data stabil seperti data pada pengukuran intervensi. Berdasarkan data tersebut trend dan level mengalami penurunan yang cukup tajam. Hal ini dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik menggambar dapat mengurangi emosi marah peserta didik di kelas X MIPA-6 SMA Negeri 2 Palangkaraya
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Menggunakan Model Two Stay Two Stray dan Metode Problem Solving Pada MIs Hayatul Islamiyah Palangka Raya Tahun Pelajaran 2018
Karyanti Karyanti;
Noni Andayani
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.454 KB)
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v13i1.740
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) medeskripsikan aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray danmetode Problem Solving, (2) Meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray Dan metode Problem Solving. Bentuk penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah seluruh peserta didik kelas V MIs Hayatul Islamiyah Palangka Raya berjumlah 12 orang peserta didik yang terdiri dari 5orang laki-laki dan 7 orang perempuan, analisis data menggunakan data kuntitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas belajar peserta didik menjadi sangat baik pada saat pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray Dan metode Problem Solving. Siklus I, skor rata-rata aktivitas belajar peserta didik 3,73 dengan kriteria sangat baik, (2) ada peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray danmetode Problem Solving. Terlihat dari hasil belajar peserta didik pada tes awal memperoleh nilai rata-rata 58 (di bawah nilai KKM ≥ 65) dengan ketuntasan klasikal 33,33% dengan kriteria tidak tercapai. Siklus I memperoleh nilai rata-rata 88,75 dengan ketuntasan klasikal 100% dengan kriteria tercapai.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA dengan Menggunakan Metode Diskusi Bervariasi Pada Kelas III SDN 1 Lunuk Ramba Tahun Pelajaran 2016/2017
Tia Normiasih;
Karyanti Karyanti
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.229 KB)
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v12i2.855
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar IPA peserta didik kelas III SDN 1 Lunuk Ramba dengan menggunakan metode Diskusi Bervariasi, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar IPA peserta didik kelas III SDN 1 Lunuk Ramba dengan menggunakan metode Diskusi Bervariasi. Penelitian ini di lakukan pada minggu ke-2 bulan April yang berlokasi di SDN 1 Lunuk Ramba, Desa Lunuk Ramba Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian seluruh peserta didik kelas III SDN 1 Lunuk Ramba yang berjumlah 18 peserta didik. Teknik yang dii gunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu menggunakan tes dan observasi. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) aktivitas belajar IPA dengan Menggunakan Metode Diskusi Bervariasi pada peserta didik kelas III SDN 1 Lunuk ramba tahun pelajaran 2016/2017 menjadi lebih baik. (2) ada peningkataan hasil belajar IPA dengan menggunakan metode Diskusi Bervariasi pada peserta didik kelas III SDN 1 Lunuk Ramba tahun pelajaaran 2016/2017, ini terbukti dari hasil pra tindakan dengan ketuntasan klasikalm25% dandengannilai rata-rata , pada Siklus I dengan ketuntasanklasikal 56% dandengannilai rata-rata 61 dan Siklus II dengan ketuntasanklasikal 94% dandengannilai rata-rata 88.
PENGEMBANGAN SKALA BURNOUT KONSELOR DI KALIMANTAN TENGAH: COUNSELOR BURNOUT SCALE DEVELOPMENT IN CENTRAL KALIMANTAN
Dina Fariza Tryani Syarif;
M Fatchurrahman;
Karyanti Karyanti
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 1 (2022): Suluh : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/suluh.v8i1.4091
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengembangakan Skala Burnout Konselor Di Kalimanatan Tengah dan untuk mengetahui kelayakan Skala Burnout Konselor Di Kalimanatan Tengah sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur. Prosedur penelitian ini diadaptasi dari prosedur penelitian pengembangan yang telah diadaptasi sebelumnya, yang terdiri dari tiga tahap: tahap persiapan, tahap persiapan produk, dan tahap validasi atau uji produk. Analisis intrumen skala burnout menggunakan Alpha Cronbach's. Hasil analisis statistik reliabilitas 0,813, suatu pengukuran butir dinyatakan valid dan reliabel memperoleh jika skor r≥ 0,7. Berdasarkan uji validitas pengembangan skala burnout 25 item dapat digunakan sebagai inventori keperibadian.
Spiritual Group Counseling: An Overview of the Gestalt Approach in Handling Imitation Behavior
Asep Solikin;
Muhammad Andi Setiawan;
Karyanti Karyanti;
Khairunnisa Khairunnisa
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 10, No 3 (2022): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/188600
Negative-imitation behavior follows a behavior that they feel is acceptable, and it becomes a common thing for students to imitate and sometimes becomes a habit. Also, the habits learned from their parents, and the environment makes them a person who follows the climate as they are around. Without realizing it, negative imitation will have a negative impact, sometimes even contrary to existing norms. With that, the Gestalt Spiritual group counseling service is expected to understand and realize that the behavior they imitate is wrong. The research method used is a pre-experiment that will be used to determine whether there is any influence in gestalt spiritual group counseling. The research sample consisted of sixteen people who were divided into two groups of guidance. The research results obtained after the experiment was carried out, namely that there were changes for students' better. The SPSS analysis carried out showed a decrease in negative-imitation behavior in students
Efektivitas Teknik Desensitisasi Sistematik Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Mengurangi Kecemasan Berkomunikasi di Depan Kelas: The Effectiveness of Systematic Desensitization Techniques in Group Guidance to Reduce Anxiety Communicating in Front of the Class
Asep Solikin;
Sari Mulia;
Karyanti
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2023): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33084/pedagogik.v18i2.5868
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui tingkat kecemasan berkomunikasi di depan kelas pada peserta didik, (2) untuk mengetahui keefektivitasan teknik disensitisasi sistematik untuk mengurangi kecemasan berkomunikasi di depan kelas pada peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X-1 dan X-2 SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya yang berjumlah 74 siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 siswa. Adapun pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen penelitian dibuat dengan menggunakan SPSS for Windows. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis Statistic yaitu uji Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan teknik desensitisasi sistematik efektif dapat menurunkan kecemasan berkomunikasi pada peserta didik kelas X-2 SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya.