Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN PSAK NO 109 TENTANG AKUNTANSI ZAKAT, INFAQ/SEDEKAH PADA BMTAL-FALAH KABUPATEN CIREBON Muhamad Bahrul Ilmi; Wasman . Wasman; Moh Mabruri Fauzi
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.954 KB) | DOI: 10.24235/jm.v4i1.4301

Abstract

AbstractBaitul Mal wa Tamwil (BMT) is an integrated independent business center whose contents are core activities of developing productive businesses and investments in improving the quality of economic activities of micro-entrepreneurs. Also, BMTs also receive alms, infaq, and alms, and make safekeeping according to the regulations and mandate. BMT is a Zakat Management Partner. This study will examine more deeply how the Analysis of the Application of PSAK No. 109 concerning Accounting for Zakat, Infaq/Alms in BMT Al-Falah Cirebon District. The method used in this research is a qualitative method. Data collection techniques used, namely observation, interviews and documentation. The results of this study conclude, that the application of zakat, infaq and alms accounting, BMT Al-Falah in terms of recognition, measurement, accounting preparation for Alms and Alms accounting has applied PSAK No. 109 Zakat, Infaq/Alms.Keywords: Business, SAK No. 109, and BMT Al-Falah. AbstrakBaitul Mal wa Tamwil (BMT) adalah balai usaha mandiri terpadu yang isinya berintikan  kegiatan  mengembangkan  usaha  yang produktif dan investasi dalam meningkatkan kualitas kegiatan ekonomi pengusaha mikro.  Selain  itu  BMT  juga  menerima  titipan  zakat,  infak  dan  sedekah,  serta menyalukan sesuai dengan peraturan dan amanatnya. BMT merupakan Mitra Pengelola Zakat. Penelitian ini akan mengkaji lebih dalam bagaimana Analisis Penerapan PSAK No 109 tentang Akuntansi Zakat, Infaq/Sedekah pada BMT Al-Falah Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa penerapan akuntansi zakat, infak dan sedekah, BMT Al-Falah dalam hal pengakuan, pengukuran, penyusunan akuntansi Akuntansi Zakat dan Sedekah sudah menerapkan PSAK No. 109 Zakat, Infaq/Sedekah.Kata Kunci: Usaha, SAK No. 109, dan BMT Al-Falah.
MENELUSURI MAKNA PENGGUNAAN PAKAIAN PUTIH KETIKA SHOLAT: Analisis Living Hadis Studi Kasus Jama’ah Syahadatain Cirebon Anisatun Muthi'ah; Wasman Wasman; Amir Amir
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol 8, No 1 (2020): Juni
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v8i1.6099

Abstract

This paper discuss about the research meaning a wear of white dress in religious practices such as shalat, dzikir  and other carried out  by Asy-Syahadatain congregation in Panguragan, Cirebon. Result of the study using phenomenological qualitative methods, it was found the answer that the wear of white dress when worship is a symbol of cleanliness and purity of self. Because white dress are more important and better when compared with other colors. Actually, this practice is not something new, or nor just ordinary tradition, but the sunnah of the Prophet. That is the habits of the Asy-Syahadatain congregation have legal legitimacy derived from the Prophet’s.
Kualitas Dan Makna Hadis Penggunaan Parfum Siti Sadiah; Anisatun Muthi’ah; Wasman Wasman
Jurnal Studi Hadis Nusantara Vol 3, No 2 (2021): JSHN VOL 3 NO 2 DESEMBER 2021
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jshn.v3i2.9704

Abstract

This research is motivated by the debate about the use of perfume in women. History states that if women use perfume, they are included in the category of adulterers. On the other hand, the use of perfume is a suggestion of the Prophet Muhammad. The purpose of this study is to examine the quality and meaning contained in the traditions of the use of perfume. This type of research is library research (library) which is processed by descriptive analysis method. The results of the study indicate that the hadith recommending the use of perfume from the history of Tirmizi is of da'if quality and the history of Ahmad bin Hambal is of the quality of hasan li-zatihi. Hadiths prohibiting the use of perfume, both the history of Abu Dawud, Tirmizi, Nasa'i, Ahmad bin Hambal, and Darimi are of hasan li-zatihi quality. The meaning contained is that women may use perfume on conditions in accordance with the applicable provisions in terms of type and context. The prohibition on the use of perfume applies if its use is excessive and there is an element of intent to attract attention around.
PENJUALAN BARANG GADAI DI BANK BJB SYARIAH KABUPATEN KUNINGAN MENURUT TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH Rabith Madah Khulaili Harsya; Wasman Wasman; Ubaidillah Ubaidillah; Abdul Fatakh; Frida Alkhansaa’ Adzkia
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v7i1.10627

Abstract

Bank memberikan manfaat besar bagi masyarakat sebagaimana fungsinya untuk menghimpun dan menyalurkan dana. Bank syariah menawarkan berbagai fasilitas dan produk pembiayaan dengan prinsip syariah. Akad rahn merupakan produk yang cukup diminati masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman kepada bank syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitiannya diperoleh Penjualan Barang Gadai di Bank BJB Syariah Kabupaten Kuningan menggunakan akad qard, rahn, dan ijarah.  Jenis barang gadai yang dijual bank sama dengan jenis penerimaan barang gadai yaitu berupa Logam Mulya 17-24 karat, Emas Kuning 16-24 karat, dan Perhiasan 17-23 karat.  Proses pentaksir perhiasan emas dikerjakan oleh petugas taksir dengan menggunakan peralatan khusus untuk memperoleh nilai emas, diantaranya timbangan untuk mengukur berat emas dan batu uji karatase. Harga jual emas ditaksir melalui dua cara, yaitu: menggunakan berat jenis dan diuji oleh zat kimia.Kata Kunci: Penjualan Barang Gadai, Bank BJB Syariah, Hukum Ekonomi Syariah.
Hermeneutika Hadis Hukum Wasman Wasman
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.86 KB) | DOI: 10.24090/mnh.v8i2.405

Abstract

Artikel ini menawarkan pendekatan baru melalui sudut pandang hermeneutika dalam melakukan kajian kritis terhadap hadis. Kajian hadis dimulai dengan melakukan kritik, baik terhadap sanad maupun matan hadis, sebagaimana dijabarkan dalam ilmu hadis. Hal ini dilakukan untuk menguji otentisitasnya. Melalui perspektif hermeneutika, teks hadis yang merupakan produk masa lalu harus selalu berdialog dengan penafsir dan audiennya yang baru di sepanjang sejarah. Banyak sarjana kontemporer seperti Yusuf al-Qaradawi, Syuhudi Ismail dan Fazlur Rahman yang memperlihatkan pendekatan ini dalam karya-karya mereka. Tulisan ini menunjukkan relevansi dan signifikansi penggunaan hermeneutika filosofis sebagai kerangka acuan dalam memahami hadis. Tujuannya adalah untuk menemukan “makna hadis yang berarti” bagi kekinian kita. Logika praksisnya adalah mengkaji teks hadis secara tematik-komprehensif. Selanjutnya dilakukan upaya penentuan konteks sosio-historis hadis, baik makro maupun mikro. Setelah ditemukan makna moral-universalnya, makna-makna ini selanjutnya digeneralisasikan ke dalam konteks situasi baru yang plural, tetapi partikular.
ANALISIS KEPATUHAN MUSLIM INDONESIA DALAM PRAKTIK KEWARISAN ISLAM (Studi Relasi Ayat Waris dengan Hadits Punahnya Ilmu Kewarisan) Wasman Wasman; Afif Muamar
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v8i1.13267

Abstract

AbstractThis study aims to find out the current implementation of Islamic inheritance law in Indonesia and how to provide an understanding of the division of inheritance in Indonesia. This study is classified as normative research using qualitative methods, which is classified as a type of literature review. The results of this study, namely first, the practice of dividing inheritance among Muslim communities in Indonesia has not been fully implemented. This happened due to the influence of two causal factors, including (1) European historical factors which divided its population into three groups, namely people and those who were equated with Europeans. Foreign Easterners (Chinese), and other Foreign Easterners and Indonesians who focus on European law. (2) Social Factors. Disobedience of some of the Indonesian Muslim community to study Islamic inheritance (faraidh). And second, there is a need for a movement to socialize the science of inheritance on an ongoing basis in terms of education, Islamic study organizations, and religious organizations. Keywords: Islamic Society; Inheritance Law; and The Era of Globalization
Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto Sektor Pertanian, Nilai Tukar Petani, Dan Investasi Sektor Pertanian Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Pertanian Provinsi Jawa Barat Azahro, Nurannisa Khumaeroh; Layaman, Layaman; Wasman, Wasman
Jurnal Ekonomi-Qu Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Ekonomi-Qu
Publisher : FEB Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35448/jequ.v14i1.30131

Abstract

Provinsi Jawa Barat merupakan daerah yang mempunyai sumber daya alam yang besar dan cukup lengkap. Hal tersebut menguntungkan tentunya serta membawa keuntungan tersendiri bagi tenaga kerja sektor pertanian apabila dapat mengelola lahan pertanian dengan maksimal. Masalah tenaga kerja adalah masalah yang kompleks karena akan mempengaruhi dan juga di pengaruhi oleh banyak faktor seperti kualitas output yang tinggi, upah yang memakmurkan para petani serta yang terpenting adalah kualitas sumber daya manusianya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh produk domestik regional bruto sektor pertanian, nilai tukar petani, dan invstasi sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja sektor pertanian Provinsi Jawa Barat. Teknik pengumpulan data melalui metode keperpustakaan (Library Research) dengan pendekatan kuantitatif yang di uji menggunakan SPSS 25. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari BPS, data Provinsi Jawa Barat dalam Angka Tahun dan NSWi yang dinyatakan dalam rupiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil olah data penelitian dapat diinterpretasikan bahwa nilai R square sebanyak 0,857. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel produk domestik regional bruto sektor pertanian diperoleh nilai t hitung (-8,174) < t tabel (-2,079). Nilai tukar petani diperoleh nilai t hitung (2,597) > t tabel (2,079) dan investasi sektor pertanian diperoleh nilai t hitung (0,185) dan Sighitung (0,855). Hasil uji simultan (uji f) dapat dinyatakan bahwa variabel produk domestik regional bruto, nilai tukar petani dan investasi sektor pertanian secara simultan mempengaruhi variabel penyerapan tenaga kerja sektor pertanian Provinsi Jawa Barat..
The Effect of the Inflation Rate and Human Development Index on the Open Unemployment Rate in Cirebon City in 2013-2022 Fitriyani Tiarawati; Syaeful Bakhri; Wasman Wasman
Cirebon International Journal of Economics and Business Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/cijeb.v2i1.122

Abstract

The problem of unemployment is still the main problem in an economy in various regions, including Cirebon City. Unemployment occurs due to an imbalance between the number of available job opportunities. This study aims to find out how the Inflation Rate, Human Development Index (HDI) affect the Open Unemployment Rate in Cirebon City in 2013-2022. The motto used in this study is a quantitative method with the data source used for this study being secondary data obtained from the Central Statistics Agency (BPS). The data analysis technique used is multiple linear analysis.The results of the study show that from the results of the research data, it can be interpreted that the results of the partial test (t-test) show that the variable of the inflation rate obtained a calculated value greater than the ttable, which is -13,347 > 2,178 with a significant value of 0.00 < 0.05, then it can be interpreted that the variable of the inflation ratehave a negative and significant influence on the variable of the open unemployment rate. The human development index variable obtained a tcount value greater than the ttable, which is 10,937 > 2,178 with a significant value of 0.00 < 0.05, it can be interpreted that the human development index variable has a positive and significant influence on the variable of the open unemployment rate. The results of the simultaneous test (test f) showed that the variable of the inflation rate and the variable of the human development index obtained a value of Fcal greater than that of the Ftable, which was 89,091 > 3.89 with a significant value of 0.00 > 0.05, so it can be stated that the variables of the Inflation Rate and the Open Unemployment Index have a significant effect on the Open Unemployment Rate in Cirebon City in 2013-2022.
AJARAN MILLAH IBRAHIM DALAM PANDANGAN MUI KOTA CIREBON (Studi Putusan Fatwa MUI Kota Cirebon Nomor 070/ HF-MUI-KC/XII/2009) Ridwan Umar; Wasman Wasman
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 4 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v4i2.4981

Abstract

 ABSTRACTThe Millah Abraham community, better known as Komar, is one of the religious groups in Islam that developed in Cirebon City, West Java. This group is considered to deny the Prophet Muhammad and deviate because he cultured Ahmad Mushaddeq as a prophet calling him the Al-Maw'ud based on the book he believed "The Holy Spirit". This deviation is sufficient for the MUI to declare this community a heretical sect. This study aims to trace who is the bearer and spreader of Komar's religious beliefs in the city of Cirebon. This study was conducted in Cirebon City with research subjects as victims of this understanding . This study uses a qualitative approach with in-depth interview techniques with various informants, observation and study documents. Komar was finally dismantled and members were rescued through good handling from the local apparatusKeywords: Teachings; Millah Ibrahin;  MUI Cirebon ABSTRAK  Komunitas Millah Abraham atau lebih dikenal Komar adalah salah satu kelompok keagamaan dalam Islam yang berkembang Kota Cirebon, Jawa Barat.Kelompok ini dianggap mengingkari Nabi Muhammad SAW dan menyimpang karena mengkultuskan Ahmad Mushaddeq sebagai nabi dengan menyebutnya Al-Masih Al-Maw’ud berdasarkan kitab yang diyakininya, “Ruhul Kudus”.Penyimpangan ini sudah cukup bagi MUI untuk menyatakan komunitas ini sebagai aliran sesat.Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri siapa pembawa dan penyebar paham keagamaan Komar di Kota Cirebon.Penelitian ini dilakukan di Kota Cirebon dengan subyek penelitian para korban pengikut paham ini.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dengan berbagai informan, observasi dan studi dokumen. Komar akhirnya dapat dibongkar dan anggotanya diselamatkan melalui penangangan yang baik dari aparatur setempat Kata Kunci: Ajaran; Millah Ibrahin;  MUI Cirebon 
PENGARUH SOSIAL BUDAYA TERHADAP PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR DI KECAMATAN JATIBARANG KABUPATEN INDRAMAYU Siti Umiroh Jubaedi; wasman wasman; UJANG SYAFRUDIN
INKLUSIF (JURNAL PENGKAJIAN PENELITIAN SYARIAH DAN ILMU HUKUM) Vol. 5 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/inklusif.v5i2.5844

Abstract

 ABSTRACMarriage is generally carried out by adults regardless of profession, religion, ethnicity, poor or rich, living in villages or cities. The age of marriage is too young resulting in an increase in divorce cases due to lack of awareness to be responsible in married life for husband and wife. The phenomenon of underage marriage may occur in various regions. Likewise in Jatibarang District, underage marriage is no longer a strange thing but has become a common thing. more or less gives a perception to the community to marry off their children even though they have not reached the age set by the Law itself.The purpose of this study was to determine the views of the community in Jatibarang Subdistrict, Indramayu Regency on underage marriages, to determine the factors causing underage marriages in Jatibarang Subdistrict, Indramayu District, and to determine the implications of underage marriages in Jatibarang Subdistrict, Indramayu Regency.This research was conducted using qualitative methods or a combination of both in dealing with the sociology of law starting with questions. There are also researchers who have used analytic discourse methods in studying legal texts, or conducted in-depth interviews with judges.The results of this study concluded that the perception of Jatibarang Subdistrict to early marriage was a marriage that was done by someone who was not yet married or mature. Where a woman who has not menstruated or menstruated and a man who has never dreamed of. But it must also be estimated age by looking at his physical condition. Early marriage is agreed upon by the community because it is considered appropriate and is considered an adult if a person has reached the age that is in Marriage Law Number 16 Year 2019.    Keyword:  ABSTRAKPerkawinan pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa dengan tidak memandang pada profesi, agama, suku bangsa, miskin atau kaya, tinggal di desa atau di kota. Usia perkawinan yang terlalu muda mengakibatkan meningkatnya kasus perceraian karena kurangnya kesadaran untuk bertanggungjawab dalam kehidupan berumah tangga bagi suami-istri. Fenomena nikah di bawah umur mungkin terjadi di berbagai daerah. Begitu juga di Kecamatan Jatibarang, nikah di bawah umur bukan lagi hal yang aneh tetapi sudah menjadi hal yang biasa. sedikit banyaknya memberikan persepsi terhadap masyarakat untuk menikahkan anaknya meski belum mencapai usia yang ditetapkkan oleh Undang-Undang itu sendiri.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pandangan pandangan masyarakat di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu terhadap pernikahan dibawah umur, untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya pernikahan dibawah umur di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu, dan untuk mengetahui implikasiperkawinan dibawah umur di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif atau kombinasi keduanya dalam menangani sosiologi hukum memualai dengan pertanyaan-pertanyaan. Ada juga peneliti yang telah menggunakan metode-metode wacana analitik dalam mempelajari teks-teks hukum, atau dilakukan dengan wawancara yang lebih mendalam dengan para hakim, atau menghabiskan waktu sebagai peneliti lapangan melihat hukum dalam masyarakat.Hasil penelitian ini menyimpulkan,Persepsi masyarakat Kecamatan Jatibarang terhadap pernikaphan usia dini merupakan pernikahan yang dilakukan seseorang yang belum baligh atau dewasa. Di mana seorang wanita yang belum haid atau menstruasi dan laki-laki yang belum pernah mimpi. Tetapi harus juga diperkirakan umurnya dengan melihat kondisi pisiknya. Pernikahan dini disepakati oleh masyarakat karena dinilai sudah layak dan dinilai sudah dewasa jika seseorang sudah mencapai umur yang ada dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019.Kata Kunci: Sosial Budaya; Pernikahan; Bawah Umur  Â