Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN EKONOMI DESA BERBASIS KOLABORASI FISKAL: TRANSFORMASI EKONOMI DESA KALIMANGGIS KULON MELALUI LITERASI KEUANGAN DAN PENGUATAN KAPASITAS GENERASI BERDAYA SAING Nurhayati, Neni
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38635

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya akses informasi ekonomi menjadi hambatan utama transformasi ekonomi di pedesaan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat Desa Kalimanggis Kulon melalui edukasi literasi keuangan dan penguatan karakter generasi muda yang berdaya saing. Metode yang digunakan adalah Community Development dengan pendekatan edukatif-partisipatif, yang meliputi penyuluhan strategi ekonomi serta aktivasi infrastruktur literasi berupa peresmian “Pojok Baca” di setiap dusun. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pelaku UMKM, anggota Karang Taruna, dan generasi muda. Hasil evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman manajemen keuangan seluruh 40 peserta, dari rerata skor 45% (pre-test) menjadi 85% (post-test), atau peningkatan sebesar 40 poin persentase. Temuan pengabdian ini merumuskan Model Literasi Integratif-Spasial, di mana penguatan ekonomi berbasis pengetahuan dilakukan melalui pemerataan akses informasi fisik yang dekat dengan pemukiman warga. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa sinergi antara edukasi terstruktur dan penyediaan fasilitas literasi mampu mengubah paradigma ekonomi masyarakat dari konvensional menjadi lebih akuntabel dan berdaya saing. Program ini merekomendasikan adanya keberlanjutan melalui digitalisasi keuangan untuk memperluas akses pasar dan modal bagi pelaku ekonomi desa.Kata kunci: Desa Cerdas; Generasi Berdaya Saing; Kalimanggis Kulon; Literasi Keuangan; Pojok Baca. ABSTRACTLow financial literacy and limited access to economic information are the main obstacles to economic transformation in rural areas. This community service aims to increase the economic capacity of the Kalimanggis Kulon Village community through financial literacy education and strengthening the character of a competitive younger generation. The method used is Community Development with an educative-participatory approach, which includes counseling on economic strategies and activating literacy infrastructure through the inauguration of “Reading Corners” in each hamlet. The activity involved 40 participants comprising village officials, local MSME actors, Karang Taruna members, and young people. Evaluation using pre-test and post-test instruments showed a significant increase in all 40 participants’ understanding of financial management, from an average score of 45% (pre-test) to 85% (post-test), representing an increase of 40 percentage points. The findings of this study formulate an Integrative-Spatial Literacy Model, where knowledge-based economic strengthening is carried out through equalizing access to physical information close to residential areas. The conclusion is that synergy between structured education and the provision of literacy facilities can change the community’s economic paradigm from conventional to more accountable and competitive. This program recommends sustainability through financial digitalization to expand market and capital access for village economic actors. Keywords: Competitive Generation; Financial Literacy; Kalimanggis Kulon; Reading Corner; Smart Village.
Garuda Desa: Transformasi Petani Ubi jadi Sociopreneur Berbasis Kolaborasi Fiskal Neni Nurhayati
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v5i1.197

Abstract

Program Garuda Desa yang dilaksanakan di Desa Sindangbarang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bertujuan mengoptimalisasi potensi agrikultur lokal melalui diversifikasi produk olahan ubi ungu dan penguatan ekosistem niaga digital. Program ini melibatkan 45 peserta aktif yang tergabung dalam tiga kelompok sasaran, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, dan Karang Taruna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan metode CEFE (Creation Of Enterprises Formation Of Entrepreneurs), meliputi rangkaian Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknis produksi, serta pendampingan manajerial selama 5 bulan (Juli–November 2024). Tahapan intervensi mencakup konversi bahan baku menjadi tepung, pembuatan 4 varian pangan inovatif (cookies, sistik, roti, selai), workshop standarisasi kemasan, hingga fasilitasi legalitas usaha. Hasil program menunjukkan capaian indikator keberhasilan 100% yang ditandai dengan terbentuknya 1 kelompok usaha rintisan yang terlegalisasi, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta tersedianya 3 platform e-commerce (Instagram, Shopee, Google Maps). Mitra strategis yang terlibat meliputi PLUT Kabupaten Kuningan, GenBI, Diskopdagperin, dan UPTD Pertanian Jalaksana. Temuan signifikan mengindikasikan bahwa integrasi aspek teknis produksi dengan literasi keuangan digital dan sertifikasi halal secara simultan efektif meningkatkan daya saing ekonomi desa. Program ini berhasil menciptakan model kemandirian yang berkelanjutan melalui sinergi kemitraan strategis lintas sektoral.
Smart Financial Village : Penguatan Literasi Keuangan Masyarakat Melalui Edukasi Dalam Mewujudkan Kemandirian Financial Diah Rahmawati; Neni Nurhayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi dan Pendidikan (MANTAP) Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi dan Pendidikan (Jurnal Mantap)
Publisher : Redtech Putra Benua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The low level of financial literacy in the community and the increasing use of online loans are challenges that can impact the economic well-being of families, particularly in rural areas. This condition is also experienced by the community of Padarama Village, Ciawigebang District, Kuningan Regency, who still have limitations in financial management, simple financial record-keeping, and understanding the risks of online loans. This community service activity aims to improve financial literacy and foster wiser financial behavior through the Smart Financial Village program. The methods used include outreach, education and training, implementation of simple digital-based financial record-keeping, mentoring, evaluation, and community formation as an effort to sustain the program. The innovation implemented utilizes a simple spreadsheet, a financial habit tracker, and WhatsApp as a means of education and mentoring. The expected results are increased community understanding of financial management, the development of household budgets, increased savings habits, and a reduced risk of unwise use of online loans. This program is expected to become a model for community empowerment capable of achieving sustainable financial independence.  
Analisis Penggunaan Metode Pencatatan Cash Basis dan Accrual Basis Pada Transaksi-transaksi di Bank Syariah Ayus Ahmad Yusuf; Neni Nurhayati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 9 No. 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1371

Abstract

AbstrakMetode pencatatan  Cash Basis adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan, sedangkan pendapatan  dan  beban  dalam  accrual  basis  diakui  pada saat terjadinya  transaksi  dan  dicatat  untuk  suatu  periode,  sehingga  mengakui  adanya konsep realisasi dan penyesuaian.Saat ini bank syariah secara umum telah mencatat transaksi-transaksi berdasarkan metode pencatatan atas  dasar akrual, kecuali Laporan Arus Kas dan penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha. Metode cash basis  mereka gunakan dalam perhitungan bagi hasil yang akan dibayarkan dengan cara merekonsiliasi pendapatan atas dasar akrual dari setiap transaksi menjadi bentuk pencatatan basis kas, Hal ini dilakukan karena perbankan syariah tidak dibenarkan mendistribusikan pendapatan atau keuntungan yang bukan menjadi hak perbankan syariah. Laporan ini akan mengeliminasi pendapatan yang diperoleh berdasarkan basis akrual dan mengakui pendapatan yang seharusnya diperoleh pada periode berjalan.Bank syariah dalam pencatatan transaksi-transaksinya telah mematuhi prinsip-prinsip syariah yaitu dengan berpedoman pada PSAK No. 101-110 tentang Perbankan Syariah. Yaitu secara umum bahwa transaksi-transaksi di bank syariah dicatatat berdasarkan metode pencatatan atas  dasar akrual, kecuali Laporan Arus Kas dan penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha. Dalam penghitungan pembagian hasil usaha didasarkan pada pendapatan yang benar-benar terjadi yaitu dengan menggunakan metode pencatatan cash basis. Keywords: Cash Basis, Accruel Basis dan Bank SyariahAbstract                Recording method Cash Basis is the basis of accounting that recognizes the effect of transactions and other events on a cash or cash equivalent is received or paid are used for the recognition of revenue, expenditure and financing, while revenues and expenses in the accrual recognized at the transaction date and recorded for a period , thus acknowledging the existence of the concept of realization and adjustment.               Currently the Islamic banks in general have recorded transactions based method of recording on an accrual basis, except Cash Flow Statement and income calculation for the purpose of sharing the results of operations. Cash basis method they use in calculating the results of which will be paid by way of reconciling revenue on the accrual basis of each transaction into a form of recording cash basis, This is done because Islamic banking is not allowed to distribute income or profit that does not belong to Islamic banking. This report would eliminate the income earned on the accrual basis and recognizes revenue that should be obtained in the current period.               Islamic banks in recording transactions-transactions are in compliance with Islamic principles that guided by SFAS No. 101-110 on Islamic Banking. Ie in general that the transactions in Islamic banks dicatatat based method of recording on an accrual basis, except Cash Flow Statement and income calculation for the purpose of sharing the results of operations. In calculating the distribution of the results of operations are based on the income that is really happening is by using the cash basis method of recording. Keywords: Cash Basis, Basis and Bank Syariah Accruel