Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Literasi Keuangan Digital Anti-Toxic Untuk Menangkal Gaya Hidup Konsumtif di Era Media Sosial Di Desa Cibinuang Kabupaten Kuningan Syarifudin, Syahrul; Nurhayati, Neni; Martika, Lia Dwi; Samugra, Biru Dean; Nurfadilah, Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v9i1.9939

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah meningkatnya paparan konten media sosial yang mendorong perilaku konsumtif dan menormalisasi pola konsumsi berlebihan. Kondisi ini menegaskan pentingnya literasi keuangan digital yang berorientasi pada kemampuan kritis dalam mengenali konten toksik dan mengelola perilaku finansial secara rasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital anti-toxic peserta agar mampu mengembangkan kontrol diri, kesadaran finansial, serta kemampuan evaluatif terhadap informasi ekonomi digital. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, simulasi studi kasus, dan pendampingan berbasis praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 75 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan pelaku UMKM di Desa Cibinuang, Kabupaten Kuningan, melalui tahapan pra-asesmen, edukasi, praktik analisis konten digital, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi keuangan digital, kemampuan mengidentifikasi konten konsumtif manipulatif, serta perubahan sikap dan perilaku finansial yang lebih selektif. Efektivitas program diukur melalui kombinasi indikator kuantitatif dan kualitatif, termasuk perbandingan hasil pre-test dan post-test serta observasi reflektif peserta. Secara keseluruhan, kegiatan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran finansial dan ketahanan psikologis peserta terhadap pengaruh negatif media sosial. Implikasi kegiatan menunjukkan pentingnya replikasi program dan pengembangan modul literasi keuangan digital yang adaptif terhadap dinamika konten daring.
IMPLEMENTASI SIDESA: SOLUSI DIGITALISASI PELAYANAN ADMINISTRASI DAN PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DESA MANCAGAR Nurhayati, Neni
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8a4xw071

Abstract

Transformasi digital di tingkat desa menjadi kebutuhan mendesak untuk mengatasi inefisiensi pelayanan administrasi manual, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan platform Sistem Informasi Desa (SIDESA) di Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, guna mendigitalisasi layanan administrasi kependudukan dan meningkatkan literasi digital perangkat desa serta Karang Taruna. Permasalahan utama mitra adalah lambatnya proses pengurusan surat keterangan bagi 30% penduduk berprofesi perantau, yang menempuh prosedur manual berhari-hari dengan biaya tinggi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif-edukatif melalui empat tahap: observasi dan koordinasi, seminar sosialisasi, workshop teknis berbasis Laravel, serta pendampingan intensif. Peserta kegiatan meliputi 15 orang aparat desa dan 21 orang pengurus Karang Taruna (total 36 responden). Evaluasi kelayakan sistem menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 74 yang tergolong kategori acceptable berdasarkan skala Bangor et al. (2009). Secara teknis, performa sistem mencapai skor 95 pada PageSpeed Insights (desktop). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa platform SIDESA berhasil dioperasikan sepenuhnya sesuai lingkup implementasi yang direncanakan, memangkas waktu pelayanan dokumen kependudukan (SKTM, SKU, dan Domisili) dari hitungan hari menjadi menit, meningkatkan kapasitas digital aparat desa, serta menciptakan transparansi tata kelola data. SIDESA berpotensi menjadi model Smart Village yang berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh desa-desa lain. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat). Implementation of SIDESA: A Solution for Digitalizing Administrative Services and Improving Digital Literacy in Mancagar Village Digital transformation at the village level has become an urgent necessity to address the inefficiency of manual administrative services, particularly for highly mobile communities. This community service activity aims to implement the Village Information System (SIDESA) platform in Mancagar Village, Lebakwangi District, Kuningan Regency, to digitalize administrative services and improve the digital literacy of village officials and the Youth Organization (Karang Taruna). The primary challenge faced by the partner was the slow process of processing official letters for approximately 30% of the population who work as migrant laborers, requiring days of manual procedures at considerable cost. The implementation method was participatory-educational, conducted in four stages: observation and coordination, socialization seminars, technical workshops on Laravel-based web management, and intensive mentoring. Participants consisted of 15 village officials and 21 Karang Taruna members (36 respondents in total). System usability evaluation using the System Usability Scale (SUS) yielded an average score of 74, classified as acceptable according to Bangor et al. (2009). Technically, the system achieved a PageSpeed Insights score of 95 (desktop). The results indicate that the SIDESA platform was fully deployed within the planned implementation scope, reducing document processing time (SKTM, SKU, and Domicile letters) from days to minutes, enhancing the digital capacity of village officials, and promoting transparency in data governance. SIDESA demonstrates strong potential as a replicable Smart Village model for other villages. This activity contributes to the achievement of SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), and SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions).
PENGUATAN EKONOMI DESA BERBASIS KOLABORASI FISKAL: TRANSFORMASI EKONOMI DESA KALIMANGGIS KULON MELALUI LITERASI KEUANGAN DAN PENGUATAN KAPASITAS GENERASI BERDAYA SAING Nurhayati, Neni
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i1.38635

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya akses informasi ekonomi menjadi hambatan utama transformasi ekonomi di pedesaan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat Desa Kalimanggis Kulon melalui edukasi literasi keuangan dan penguatan karakter generasi muda yang berdaya saing. Metode yang digunakan adalah Community Development dengan pendekatan edukatif-partisipatif, yang meliputi penyuluhan strategi ekonomi serta aktivasi infrastruktur literasi berupa peresmian “Pojok Baca” di setiap dusun. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pelaku UMKM, anggota Karang Taruna, dan generasi muda. Hasil evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman manajemen keuangan seluruh 40 peserta, dari rerata skor 45% (pre-test) menjadi 85% (post-test), atau peningkatan sebesar 40 poin persentase. Temuan pengabdian ini merumuskan Model Literasi Integratif-Spasial, di mana penguatan ekonomi berbasis pengetahuan dilakukan melalui pemerataan akses informasi fisik yang dekat dengan pemukiman warga. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa sinergi antara edukasi terstruktur dan penyediaan fasilitas literasi mampu mengubah paradigma ekonomi masyarakat dari konvensional menjadi lebih akuntabel dan berdaya saing. Program ini merekomendasikan adanya keberlanjutan melalui digitalisasi keuangan untuk memperluas akses pasar dan modal bagi pelaku ekonomi desa.Kata kunci: Desa Cerdas; Generasi Berdaya Saing; Kalimanggis Kulon; Literasi Keuangan; Pojok Baca. ABSTRACTLow financial literacy and limited access to economic information are the main obstacles to economic transformation in rural areas. This community service aims to increase the economic capacity of the Kalimanggis Kulon Village community through financial literacy education and strengthening the character of a competitive younger generation. The method used is Community Development with an educative-participatory approach, which includes counseling on economic strategies and activating literacy infrastructure through the inauguration of “Reading Corners” in each hamlet. The activity involved 40 participants comprising village officials, local MSME actors, Karang Taruna members, and young people. Evaluation using pre-test and post-test instruments showed a significant increase in all 40 participants’ understanding of financial management, from an average score of 45% (pre-test) to 85% (post-test), representing an increase of 40 percentage points. The findings of this study formulate an Integrative-Spatial Literacy Model, where knowledge-based economic strengthening is carried out through equalizing access to physical information close to residential areas. The conclusion is that synergy between structured education and the provision of literacy facilities can change the community’s economic paradigm from conventional to more accountable and competitive. This program recommends sustainability through financial digitalization to expand market and capital access for village economic actors. Keywords: Competitive Generation; Financial Literacy; Kalimanggis Kulon; Reading Corner; Smart Village.
Garuda Desa: Transformasi Petani Ubi jadi Sociopreneur Berbasis Kolaborasi Fiskal Neni Nurhayati
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v5i1.197

Abstract

Program Garuda Desa yang dilaksanakan di Desa Sindangbarang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bertujuan mengoptimalisasi potensi agrikultur lokal melalui diversifikasi produk olahan ubi ungu dan penguatan ekosistem niaga digital. Program ini melibatkan 45 peserta aktif yang tergabung dalam tiga kelompok sasaran, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, dan Karang Taruna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan metode CEFE (Creation Of Enterprises Formation Of Entrepreneurs), meliputi rangkaian Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknis produksi, serta pendampingan manajerial selama 5 bulan (Juli–November 2024). Tahapan intervensi mencakup konversi bahan baku menjadi tepung, pembuatan 4 varian pangan inovatif (cookies, sistik, roti, selai), workshop standarisasi kemasan, hingga fasilitasi legalitas usaha. Hasil program menunjukkan capaian indikator keberhasilan 100% yang ditandai dengan terbentuknya 1 kelompok usaha rintisan yang terlegalisasi, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta tersedianya 3 platform e-commerce (Instagram, Shopee, Google Maps). Mitra strategis yang terlibat meliputi PLUT Kabupaten Kuningan, GenBI, Diskopdagperin, dan UPTD Pertanian Jalaksana. Temuan signifikan mengindikasikan bahwa integrasi aspek teknis produksi dengan literasi keuangan digital dan sertifikasi halal secara simultan efektif meningkatkan daya saing ekonomi desa. Program ini berhasil menciptakan model kemandirian yang berkelanjutan melalui sinergi kemitraan strategis lintas sektoral.