Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Produktivitas BUMDes untuk Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM dalam Mewujudkan Ekosistem Ekonomi Digital Teguh, Iman; Nurhayati, Neni; Nurhandika, Arief
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3118

Abstract

Desa Cinyasag yang terletak di Kecamatan Panawangan Kabupeten Ciamis, Jawa Barat menyimpan potensi kekayaan alam yang berlimpah. Salah satu potensinya ialah sebagai penghasil Kopra kualitas ekspor dan produk berbahan dasar kelapa. Akan tetapi, pemasaran yang dilakukan masih menggunakan mekanisme konvensional dan skala cakupannya masih sempit. Selain itu pemahaman penjulalan produk secara online masih sangat rendah. Diperlukan pendekatan yang lebih terstruktur untuk pemberdayaan masyarakat dan UMKM yang lebih masif dan membutuhkan koordinator agar mampu mewadahi setiap lapisan masayarakat tanpa terkecuali. Strategi pemasaran secara digital yang ditujukan hanya untuk UMKM tidak akan efektif karena tidak mampu memberikan peluang untuk setiap lapisan masyarakat. Dengan demikian BUMDes berperan penting dalam hal ini untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi digital di desa dengan sasaran utama untuk pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh dan mendukung serta meningkatkan daya saing UMKM sebagai ujung tombak perekonomian di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengelola potensi yang salaing menguntungkan antara BUMDes, UMKM, dan masyarakat secara menyeluruh. Kegiatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan teknis, serta dilanjutkan dengan pendampingan secara daring. Hasil kegiatan pengabdian masyrakat ini BUMDes mempu memahami konsep dan arah untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi digita, dan mengelola toko online di Shopee yang berfokus pada produk lokal yang diproduksi oleh UMKM dan masyarakat setempat yang saling mengungtungkan.. Bagi masyarakat umum yang belum produktif (pada usia produktifnya) dan masih rendah minat wirausahanya menjadi tantangan bagi kami untuk terus mendampingi demi terwujudnya pemberdayaan masayarakat yang lebih baik dan kemajuan UMKM di Desa Cinyasag.
Faktor Ekonomi dan Pendidikan Orang Tua terhadap Kejadian Anemia pada Remaja di SMK Pelita Alam Nurhayati, Neni; Khairiah, Rahayu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i3.16730

Abstract

ABSTRACT In 2020, UNICEF stated that the coverage of exclusive breastfeeding in the world reached 38%. Meanwhile in developing countries it is only 39%. Exclusive breastfeeding coverage in ASEAN countries such as India has reached 46%, in the Philippines 34%, in Vietnam 27% and in Myanmar 24%, while exclusive breastfeeding coverage in Indonesia in 2023 will only be 73.97%. North Buton Regency achieved exclusive breastfeeding for babies at 58%. There are three reasons why many mothers stop breastfeeding, incorrect latch while breastfeeding causes the newborn to have difficulty sucking (27.1%), breast milk does not meet the baby's needs (55.6%), and mothers believe that they are not getting enough breast milk (52 .2%). The level of knowledge is closely related to the success of exclusive breastfeeding. To determine the effectiveness of lactation education on the knowledge and self-efficacy of breastfeeding mothers. Quasy experimental with a one group pretest-posttest design research type. The sample in this study was all 40 breastfeeding mothers at the Waode Buri Buton North Community Health Center, in March - July 2024, the sampling technique was total sampling. Before being given lactation education, the majority of respondents had sufficient knowledge (47.5%) and afterward had good knowledge (72.5%). Before being given lactation education, the majority of respondents had low self-efficacy (62.5%) and afterward had high self-efficacy (100%). There is effectiveness of lactation education on the level of knowledge and level of Self Efficacy of breastfeeding mothers (p value 0.000). There is the effectiveness of lactation education on the level of knowledge and level of Self-Efficacy of breastfeeding mothers. It is hoped that health workers can increase education about lactation so that breastfeeding mothers have better knowledge. Keywords: Knowledge, Self Efficacy, Lactation education  ABSTRAK WHO mengungkapkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri di dunia masih sangat cukup tinggi berkisar 40-88%. Di Indonesia ada 21,7% pasien anemia dari 5-14 tahun adalah 26% dan usia 15-24 tahun 18%. Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di tahun 2022 angka anemia pada anak dibawah umur 15 tahun sebesar 0,5%, orang tua hamil 50,5%, orang tua nifas 5,1% dan remaja usia 10-18 tahun yaitu 57,1% serta usia 19-45 tahun sekitar 39,5%. Sebesar 22,7% didapatkan remaja putri yang kekurangan atau terkena anemia zat besi, sedangkan pada laki-laki sebesar 12,4%. Mengetahui hubungan antara faktor ekonomi dan pendidikan orang tua terhadap kejadian anemia. Metode yang digunakan ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan korelatif analitik. Desain yang digunakan yaitu cross-sectional dengan metode purposive sampling sebanyak 34 responden. Teknis analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square (X2) program SPSS versi 26. dari 34 responden, yang menderita anemia yaitu sebanyak 18 responden (53%), ekonomi keluarga diatas UMK (> Rp. 5.300.000) yaitu sebanyak 25 responden (73,6%) serta yang memiliki pendidikan tinggi orang tua responden sebanyak 19 responden (55,8%). Adanya hubungan yang bermakna antara faktor ekonomi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Pelita Alam Tahun 2024 (p value = 0,020) dan tidak adanya hubungan yang bermakna antara pendidikan orang tua dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Pelita Alam Tahun 2024 (p value = 0,643). Faktor ekonomi sangat berpengaruh besar pada kejadian anemia maka dengan ini diharapkan agar sekolah dapat meningkatkan pengetahuan dengan menambahkan informasi tentang anemia agar dapat dipersiapkan dengan baik cara pencegahan anemia seperti menjaga pola makan dan menerapkan pola hidup sehat serta bila perlu dilakukan pemberian tablet tambah darah (TTD) yang terjadal setiap minggu nya. Kata Kunci: Ekonomi, Pendidikan, Orang Tua, Anemia
Optimalisasi Pengembangan Produk Unggulan Desa (OVOP) Melalui Wawasan Kewirausahaan Dan Pembuatan Laporan Keuangan Sederhana Bagi UMKM Nurhayati, Neni
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2020): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.335 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v4i3.11306

Abstract

Besarnya potensi UMKM ternyata tidak serta merta menyebabkan UMKM mampu mengembangkan potensi usahanya. Kendala utama yang sering muncul adalah keterbatasan modal yang dimiliki serta kesulitan dalam memperoleh akses sumber permodalan misalnya ke perbankan dan sumber pembiayaan lainnya. Rendahnya kualitas sumber daya manusia yang dimiliki UMKM membuat mereka sering terjebak dengan sumber-sumber dana informal, yang sekali lagi disebabkan oleh kerumitan persyaratan pemenuhan dana yang bersumber dari sektor keuangan formal. Salah satu dari persyaratan yang paling sulit untuk dilengkapi adalah persyaratan untuk melampirkan laporan keuangan usaha. Kemudahan akses modal perbankan dapat diperoleh apabila para pelaku UMKM dapat memberikan rincian informasi mengenai keadaan usaha UMKM yang tercermin pada laporan keuangannnya. Peraturan Pemerintah RI No 17 Tahun 2013 tentang pelaksanaan UU No 20 tahun 2008 menyatakan adanya kewajiban bagi usaha kecil untuk melakukan pencatatan akuntansi. Namun demikian, adanya peraturan tersebut tidak serta merta membuat pelaku UMKM melakukan pencatatan dikarenakan berbagai keterbatasan. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan wawasan mengenai berwirausaha dengan mengembangkan potensi desa serta memberikan pendampingan dalam implementasi sistem pencatatan akuntansi manual dengan melakukan aktivitas pembuatan laporan keungan sederhana untuk memberikan kemudahan mendapatkan akses permodalan dari perbankan. Metode pengabdian yang digunakan yaitu ceramah, workshop, praktik, dan evaluasi kegiatan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa pengembangan produk unggulan desa (OVOP) dan keterampilan pembuatan laporan keuangan sederhana.
INTEREST IN THE PUBLIC ACCOUNTANT PROFESSION: THE ROLE OF MOTIVATION AS MODERATION Nurhayati, Enung; Purnama, Dendi; Nurhayati, Neni; Rahmawati, Teti
JIAFE (Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi) Vol 10, No 2 (2024): Vol 10, No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34204/jiafe.v10i2.10100

Abstract

ABSTRACTThis research aims to examine the influence of job market considerations, professional recognition, professional training and self-efficacy on interest in choosing the profession of Public Accountant and examine the influence of motivational variables as a moderator on interest in choosing a profession as a public accountant. The data used is primary data collected by filling out questionnaires to 317 respondents. The research results found that job market considerations, professional recognition, professional training have a significant positive impact on interest in choosing a profession as a public accountant. However, self-efficacy has a significant negative effect on Interest in the Public Accounting Profession. Motivation strengthens the influence of job market considerations, professional training recognition, self-efficacy on interest in choosing a profession as a public accountant. The implications of the results of this research indicate that students tend to choose the profession of public accountant by looking at good job opportunities and economic considerations.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pertimbangan pasar kerja, pengakuan profesional, pelatihan profesional dan efikasi diri terhadap minat memilih Profesi Akuntan Publik dan menguji pengaruh variable motivasi sebagai moderasi terhadap minat memilih profesi sebagai akuntan publik. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan dengan pengisian kuesioner kepada 317 responden. Hasil penelitian menemukan bahwa pertimbangan pasar kerja, pengakuan profesional, pelatihan profesional memiliki dampak positif yang signifikan terhadap minat memilih profesi sebagai akuntan publik. Namun, efikasi diri memiliki efek negatif yang signifikan terhadap Minat Profesi Akuntan Publik. Motivasi memperkuat pengaruh pertimbangan pasar kerja, pelatihan profesional pengakuan, efikasi diri terhadap minat memilih profesi sebagai akuntan publik Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung memilih profesi akuntan publik dengan melihat peluang kerja dan pertimbangan ekonomi yang baik.
Pelatihan Optimasi Digital melalui Media Sosial sebagai Kiat Bertahan di Masa Pandemi bagi Kelompok UP2K Desa Sembawa Kecamatan Jalaksana Nurhayati, Neni; Suhendar, Dadang; Purnama, Dendi
Empowerment Vol. 4 No. 03 (2021): empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v4i03.5176

Abstract

The UP2K group in tips for surviving the pandemic has not yet optimized digital opportunities through social media. The limited activities cannot be adapted into offline form by optimizing the use of social media. The method used in the implementation of the service is training using technical information presentation and simulation methods as well as mentoring with individual and classical approaches. The implementation of the service will be carried out in November 2021 for 3 (three) days starting from November 15, 2021 to November 17, 2021. From the results of this activity, all participants who are members of the UP2K PKK group responded very well and understood the material presented regarding digital optimization through social media. . Positive changes can be seen after doing this activity. It can be seen from the participants who initially still cannot use social media optimally, can turn into people who are able to use social media optimally and wisely. 
Digital Transformation and Legal Empowerment of Village MSMEs: Kuningan Regency Case Study Nurhayati, Neni
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 02 (2025): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v8i02.11885

Abstract

This community service initiative was driven by the need to strengthen the capacity of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in three villages in Kuningan Regency—Cipasung, Cageur, and Sukarasa—which produce local goods such as rengginang, saroja, and Lirabika coffee, but face significant limitations in production, marketing, and business legality. The objective of this program is to enhance the competitiveness of rural MSMEs through digital transformation and formal business registration. The implementation method involved field observations, in-depth interviews, and hands-on training with a participatory and community-based approach. Findings revealed that traditional production methods, word-of-mouth marketing, and lack of access to formal legality and digital tools were key barriers. In response, an integrated training model was developed covering digital marketing, business legalization facilitation, improved packaging design, and the provision of internet infrastructure and digital tools. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills in utilizing digital platforms and completing legal registration processes. The implication of this activity suggests a strategic direction for developing rural economies through MSME empowerment aligned with digital trends, and it is recommended that this model be replicated in other rural areas with local adaptation.
EKSPLORASI FAKTOR PENENTU TINGKAT AGRESIVITAS PAJAK DALAM PERSPEKTIF TEORI KEUANGAN Samiati, Tita; Rahmawati, Teti; Nurhayati, Neni; Maryami, Mimi
Jurnal Riset Keuangan dan Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Riset Keuangan dan Akuntansi (JRKA)
Publisher : Program Studi Akuntansi, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jrka.v10i1.9720

Abstract

The purpose of this study is to analyze the factors affecting tax aggressiveness. The research method used is the descriptive verification method. The population in this study is manufacturing companies in various industrial sectors as many as 51 companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2020. The sample used is the annual financial statements of companies in various industrial sectors as many as 34 companies using purposive sampling techniques. The analysis technique used in this study is panel data analysis technique. Profitability has a positive and significant effect on tax aggressiveness, liquidity has a positive and significant effect on tax aggressiveness, leverage has a negative and significant effect on tax aggressiveness Keywords: Tax Aggressiveness, Leverage Ratio, Liquidity Ratio, Profitability Ratio
Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Keuangan Keluarga Di Era Digital Hamzah, Amir; Nurhayati, Neni; Purnama, Dendi
Dimas Canthing : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Dimas Canthing
Publisher : FEB Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jpm.v1i2.1802

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Cigintung bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan keluarga bagi para ibu PKK melalui pelatihan yang komprehensif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang pengelolaan keuangan keluarga, yang didukung oleh tingginya semangat, kesungguhan, dan keaktifan peserta selama pelatihan. Evaluasi juga mengungkapkan beberapa kelebihan utama, seperti relevansi dan manfaat materi pelatihan, kinerja fasilitator yang baik, serta metode pembelajaran yang efektif. Namun, terdapat beberapa kekurangan, seperti perlunya penyempurnaan metode pembelajaran, optimalisasi penggunaan waktu, dan evaluasi kebutuhan individu peserta yang lebih mendalam. Saran untuk pengembangan selanjutnya mencakup penyempurnaan metode pembelajaran, pengembangan materi lanjutan, integrasi teknologi digital, program mentorship, peningkatan aksesibilitas pelatihan, pembangunan sistem umpan balik yang terstruktur, dan peningkatan sesi praktik. Implementasi saran-saran ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan PKM di masa mendatang, memenuhi kebutuhan peserta dengan lebih baik, dan memberikan dampak yang lebih besar serta berkelanjutan.   REFERENSI Anisah, H. U., Limarjani, S., & ... (2023). Pemberdayaan PKK Kelurahan Handil Bhakti Melalui Pelatihan Digital Branding dan Laporan Keuangan. Carmin: Journal of …. http://pub.borneorec.com/index.php/carmin/article/view/84 Daga, R., Hatta, M., Samad, A., Nawir, F., & ... (2023). Pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi digital untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pulau salemo kabupaten pangkep sulawesi selatan. BEMAS: Jurnal …. https://jurnal.sttmcileungsi.ac.id/index.php/bemas/article/view/385 Hamzah, A., Dwi Martika, L., Rita Puspasari, O., & Nuke Nurfatimah, S. (2023). Economic Empowerment of Households through Financial Management Training in Ciputih Village. MOVE: Journal of Community Service and Engagement, 3(2), 46–51. https://doi.org/10.54408/move.v3i2.275 Hamzah, A., & Purnama, D. (2024). Pelatihan excelensi keuangan smk mengasah keterampilan laporan keuangan dengan spreadsheet. 5(1), 312–319. Hamzah, A., & Suhardi, D. D. (2019). Tingkat Literasi Keuangan Dan Financial Technology Pada Pelaku Usaha Mikro, Kecil, Dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kuningan. Jurnal Ilmiah Manajemen Fakultas Ekonomi), 5(2), 97–108. Hamzah, A., Wiharno, H., Rahmawati, T., Akuntansi, P. S., Ekonomi, F., Kuningan, U., & Barat, J. (2022). Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Di Era Pandemi Covid-19 Dalam Mencegah Family Financial. Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 05, 272–278. Masruchiyah, N., & Laratmase, A. J. (2023). Pemberdayaan Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Green Growth Dan …. https://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jgg/article/view/35349 Novialumi, A., Supardi, S., Adhi, T. M., & ... (2024). Motivasi Dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Memulai Dan Mengelola Usaha Di Wilayah Aren Jaya–Bekasi Timur. … Kepada Masyarakat …. http://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jpkm/article/view/2907 Nurhayati, E., Hamzah, A., & Suhendar, D. (2023). Pemanfaatan Aplikasi Akuntansi Berbasis Android Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Bagi Pelaku Usaha Umkm. Rural Development For Economic Resilience (RUDENCE), 2(3), 41–48. https://doi.org/10.53698/rudence.v2i3.55 Rusyada, G. N., Switrayana, I. N., Pranasa, R. K., & ... (2023). Pemberdayaan Perempuan Pelaku Pernikahan Dini melalui Pelatihan Desain, Kewirausahaan dan Keuangan di Desa Sambik Bangkol. JILPI: Jurnal Ilmiah …. https://journal.ikmedia.id/index.php/jilpi/article/view/241 Setiawan, O. D., Mufarida, N. A., Yanuar, S. F., & ... (2023). Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Kelompok Pengajian ’Aisyiyah Melalui Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Pembuatan Kerupuk Dari Limbah Ampas Kedelai. …. http://ejurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/ABDIMASTEK/article/view/1110 Susanti, Y., Dedeh, D., Ilah, I., Yanti, R. A. E., & ... (2023). Pemberdayaan Perempuan Melalui Penyuluhan Literasi Digital Keuangan. Abdimas Galuh. https://jurnal.unigal.ac.id/abdimasgaluh/article/view/10378 Wiharno, H., Hamzah, A., Rahmawati, T., & Supriatna, O. (2022). Peningkatan Kapasitas Ibu PKK Nurul Huda Kelurahan Awirarangan Melalui Pelatihan Literasi Keuangan. 1. Zaenudin, A., Riono, S. B., Sucipto, H., & ... (2023). Penguatan Peran Perempuan dalam Menggerakkan Ekonomi Desa melalui Edukasi UMKM Produk Lokal. … Dan Pemberdayaan …. https://jurnal.eraliterasi.com/index.php/eraabdimas/article/view/128  
Pemberdayaan Literasi Keuangan Digital Anti-Toxic Untuk Menangkal Gaya Hidup Konsumtif di Era Media Sosial Di Desa Cibinuang Kabupaten Kuningan Syarifudin, Syahrul; Nurhayati, Neni; Martika, Lia Dwi; Samugra, Biru Dean; Nurfadilah, Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v9i1.9939

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah meningkatnya paparan konten media sosial yang mendorong perilaku konsumtif dan menormalisasi pola konsumsi berlebihan. Kondisi ini menegaskan pentingnya literasi keuangan digital yang berorientasi pada kemampuan kritis dalam mengenali konten toksik dan mengelola perilaku finansial secara rasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital anti-toxic peserta agar mampu mengembangkan kontrol diri, kesadaran finansial, serta kemampuan evaluatif terhadap informasi ekonomi digital. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, simulasi studi kasus, dan pendampingan berbasis praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 75 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan pelaku UMKM di Desa Cibinuang, Kabupaten Kuningan, melalui tahapan pra-asesmen, edukasi, praktik analisis konten digital, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman literasi keuangan digital, kemampuan mengidentifikasi konten konsumtif manipulatif, serta perubahan sikap dan perilaku finansial yang lebih selektif. Efektivitas program diukur melalui kombinasi indikator kuantitatif dan kualitatif, termasuk perbandingan hasil pre-test dan post-test serta observasi reflektif peserta. Secara keseluruhan, kegiatan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran finansial dan ketahanan psikologis peserta terhadap pengaruh negatif media sosial. Implikasi kegiatan menunjukkan pentingnya replikasi program dan pengembangan modul literasi keuangan digital yang adaptif terhadap dinamika konten daring.
IMPLEMENTASI SIDESA: SOLUSI DIGITALISASI PELAYANAN ADMINISTRASI DAN PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DESA MANCAGAR Nurhayati, Neni
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 8 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8a4xw071

Abstract

Transformasi digital di tingkat desa menjadi kebutuhan mendesak untuk mengatasi inefisiensi pelayanan administrasi manual, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan platform Sistem Informasi Desa (SIDESA) di Desa Mancagar, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, guna mendigitalisasi layanan administrasi kependudukan dan meningkatkan literasi digital perangkat desa serta Karang Taruna. Permasalahan utama mitra adalah lambatnya proses pengurusan surat keterangan bagi 30% penduduk berprofesi perantau, yang menempuh prosedur manual berhari-hari dengan biaya tinggi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif-edukatif melalui empat tahap: observasi dan koordinasi, seminar sosialisasi, workshop teknis berbasis Laravel, serta pendampingan intensif. Peserta kegiatan meliputi 15 orang aparat desa dan 21 orang pengurus Karang Taruna (total 36 responden). Evaluasi kelayakan sistem menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 74 yang tergolong kategori acceptable berdasarkan skala Bangor et al. (2009). Secara teknis, performa sistem mencapai skor 95 pada PageSpeed Insights (desktop). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa platform SIDESA berhasil dioperasikan sepenuhnya sesuai lingkup implementasi yang direncanakan, memangkas waktu pelayanan dokumen kependudukan (SKTM, SKU, dan Domisili) dari hitungan hari menjadi menit, meningkatkan kapasitas digital aparat desa, serta menciptakan transparansi tata kelola data. SIDESA berpotensi menjadi model Smart Village yang berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh desa-desa lain. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat). Implementation of SIDESA: A Solution for Digitalizing Administrative Services and Improving Digital Literacy in Mancagar Village Digital transformation at the village level has become an urgent necessity to address the inefficiency of manual administrative services, particularly for highly mobile communities. This community service activity aims to implement the Village Information System (SIDESA) platform in Mancagar Village, Lebakwangi District, Kuningan Regency, to digitalize administrative services and improve the digital literacy of village officials and the Youth Organization (Karang Taruna). The primary challenge faced by the partner was the slow process of processing official letters for approximately 30% of the population who work as migrant laborers, requiring days of manual procedures at considerable cost. The implementation method was participatory-educational, conducted in four stages: observation and coordination, socialization seminars, technical workshops on Laravel-based web management, and intensive mentoring. Participants consisted of 15 village officials and 21 Karang Taruna members (36 respondents in total). System usability evaluation using the System Usability Scale (SUS) yielded an average score of 74, classified as acceptable according to Bangor et al. (2009). Technically, the system achieved a PageSpeed Insights score of 95 (desktop). The results indicate that the SIDESA platform was fully deployed within the planned implementation scope, reducing document processing time (SKTM, SKU, and Domicile letters) from days to minutes, enhancing the digital capacity of village officials, and promoting transparency in data governance. SIDESA demonstrates strong potential as a replicable Smart Village model for other villages. This activity contributes to the achievement of SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), and SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions).